Thalassemia dan Jodoh

14Okt08

Ada hubungan apa sebuah penyakit turunan Thalassemia dengan Jodoh? Bagi saya tentunya ada, dan sebelumnya saya akan memberikan penjelasan sedikit tentang Thalassemia ini walau sekali menuliskan keyword Thalassemia di google, anda akan mendapatkan informasi cukup lengkap.

Ceritanya berawal ketika saya berbincang dengan seorang sahabat calon dokter berbakat, saat saya menjelaskan bahwa ketiga kakak saya meninggal waktu kecil ngak sampai setahun bahwa sayapun tidak melihat wajah-wajah cakep mereka, karena saya belum terlahir di dunia ini.

Begitu juga adik saya kelahiran 1988 akhirnya menghadap keharibaanNya, dengan kasus yang sama sakit, dan tidak sampai setahun umur adik saya itu. Saya masih ingat walau umur saya kala itu 4 tahun, bermain-main dengan adik bayi, sungguh kenikmatan seorang kakak dalam menimang2 adiknya.

Sekarang akhirnya saya tinggal berdua yang masih hidup, bersama saudara kembar saya itu. Bersama menikmati hidup tanpa seorang kakak atau adik yang berbeda jauh umurnya dengan kita.

Sang calon dokter hebat itupun setelah mendengar cerita saya langsung mengeluarkan kata “THALASSEMIA“. Dia hanya menduga aja, tapi belum tentu karena belum didiagnosis lebih dalam, perlu uji laboratorium dan sebagainya untuk mendeteksi apakah keluarga saya membawa gen penyakit keturunan itu.

Thalassemia

Thalassemia adalah penyakit keturunan dengan gejala utama pucat, perut tampak membesar karena pembengkakan limpa dan hati, apabila tidak diobati dengan baik akan terjadi perubahan bentuk tulang muka dan warna kulit menjadi menghitam. Penyebab penyakit ini adalah kekurangan salah satu zat pembentuk hemoglobin (Hb) sehingga produksi hemoglobin berkurang.

(sumber : http://www.eijkman.go.id/Layanan/Genneka/Thalassemia)

Anda sudah pernah bukan mendengar nama penyakit ini minimal saat SMP/SMA ketika mempelajari materi persilangan di Mata Pelajaran Biologi? Saya coba membahasakan secara orang awam, bukan ahli medis, Thalassemia (tulisan yang benarnya seperti itu) merupakan penyakit keturunan, dimana darah kita yang seharusnya memiliki zat dalam hemoglobin itu kurang. Ada istilah dalam hemoglobin itu diikat oleh 4 rantai yaitu 2 rantai globin alpha dan 2 rantai globin beta. Nah kebanyakan di Indonesia adalah jenis thalassemia beta.

Beberapa gejala yang ditunjukkan oleh Thalassemia (saya mengambil contoh Thalassemia Alpha bisa juga dilihat gambar skema di bawah – sumber : http://www.eijkman.go.id/Layanan/Genneka/ThalassemiaAlpha)

  • Pembawa sifat thalassemia alpha ringan : tidak mengalami gangguan kesehatan berarti.
  • Pembawa sifat thalassemia alpha berat : sama hanya dengan pembawa sifat thalassemia alpha ringan, cuman dapat mengalami anemia ringan saat hamil atau infeksi berat.
  • Penyakit Hemoglobin-H : pada bayi baru lahir yang semua sel darah merahnya pucat dan mempunyai Hb Bart yang tinggi. anak yang lebih besar penyakit HbH ditandai dengan anemia sedang, Walaupun jarang, dapat terjadi anemia berat, batu empedu, tukak pada kulit, dan pembesaran limpa yang hebat sampai memerlukan pengangkatan limpa.
  • Thalassemia alpha major atau ”hydrops fetalis” : Pada keadaan ini terjadi kematian janin berumur 8 s/d 9 bulan karena janin mengalami kekurangan oksigen berat. Ibu dari janin ini dapat mengalami penyakit yang berat.

Berikut adalah skema penurunan thalassemia alpha (yang pada prinsipnya sama dengan thalassemia beta)

sumber : http://www.eijkman.go.id/Layanan/Genneka/ThalassemiaAlpha (klik gambar untuk memperbesar)

Terlihat ada 3 kemungkinan menurunnya thalassemia itu, dan bisa jadi anak-anaknya mendapat normal, pembawa sifat berat, pembawa sifat ringan atau penderita HbH, dan atau bisa jadi sudah meninggal di janin.

Jodoh

Jika kita melihat seksama tabel tersebut, bahwa kemungkinan anak hasil pernikahan menderita thalassemia adalah dari

  1. pasangan pembawa sifat berat dan sifat ringan
  2. pasangan sama-sama pembawa sifat ringan
  3. pasangan sama-sama pembawa sifat berat

Apa yang kita dapat simpulkan adalah ternyata jika ada kedekatan hubungan gen bisa terjadi penurunan penyakit keturunan ini, misalnya keluarga dekat sama-sama memiliki gen pembawa sifat thalassemia ini. Makanya kadang ada larangan untuk menikahi sesama anggota keluarga atau keluarga dekat, supaya terhindar dari penyakit keturunan yang melalui gen ini. Dan sepengetahuan saya, kejadian seperti itu juga akan menimbulkan anak yang idiot.

Dan ini bukan hanya penyakit Thalassemia aja seperti itu, bisa jadi jenis penyakit keturunan lainnya menurun gara-gara perkawinan sesama keluarga dekat. Dan kadang kita tidak mengetahui bahwa apakah kita membawa gen itu apa tidak, ringan atau beratkah status pembawanya.

Maka dari itu, mengapa saat ini masih ada yang memberikan batasan untuk tidak menikah orang-orang di luar keluarganya atau di luar marganya atau di luar bangsanya untuk menjalin hidup bersama. Jikalau emang sudah tepat bertemunya (bertemu karena Allah tentunya).

Masih ada fikiran-fikiran kurang tepat yang tidak memperhatikan aspek kesehatan sehingga dipilihkan anggota keluarga yang sama untuk dikawini. Yang dari Arab sesama Arab harus, yang dari Jawa dengan Jawanya juga. Padahal bisa jadi Arab dan Jawa itu bersatu dalam ikatan pernikahan sehingga tidak akan muncul permasalahan kesehatan yang kita bahas di atas.

Kalau bisa sih yang jauh aja seperti Sulawesi dengan Jawa atau Sulawesi dengan Sumatera jauh banget tuh kemungkinan penurunan penyakitnya kurang😛

Bisa jadi alasan medis ini bisa dibawa ke calon mertua yang agak susah menerima rencana pernikahan anaknya di luar kedekatan keluarga atau suku. Bagaimana dengan Anda?



85 Responses to “Thalassemia dan Jodoh”

  1. 1. no offense deh
    2. maaf ketika ada penyebutan suku hanya sebatas contoh aja.
    3. belajar jadi doctor sekaligus engineer😀 *dulukan sempat tertarik masuk kedokteran, karena suka banget pelajaran biologi*
    4. mohon kritik dan sarannya siapa tau ada yg salah soalnya saya bukan ahli medis

  2. suku? ah, hari gini masih mikirin perbedaan suku…. yang penting baik dan sehat aja lah… hehehe

  3. yang penting cantik, luar dan dalam.
    yah seperti luna maya juga gpp kok
    hehehehe

  4. komentar nomer 2 kayaknya speedreading deh.. hekekeke…

    talasemia kan gak hanya diderita oleh satu marga/keluarga tertentu rul. kamu bilang kalo menikah jauh potensi menurunnya lebih kecil. belum sepenuhnya benar. gimana kalo misalnya beda pulau tapi sama-sama carrier?

    hm… mungkinkah ini ada kaitan dengan calon gebetanmu rul?:mrgreen:

  5. @2,3,4
    setuju
    dunia gak selebar daun kelor😀
    ada ribuan bunga di taman dunia ini😀 cari aja yang tidak berduri
    kalo gak ketemu di taman tropis, ya cari di taman sub tropis, tundra😀

  6. hehehe… jadi inget sama Mendel…:mrgreen:

    kalo saya…, (kalo bisa) mending sama diluar etnik sejenis karena ada kemungkinan untuk lebih memperkaya keanekaragaman hayati dalam keluarga (dalam hal ini, gen)

    lagian kan …, bisa saling lebih mengenal secara sosio kultural.
    tapi bolehlah kalo urusan penyakit sedikit banyak perlu diteliti kemungkinannya lebih lanjut.

  7. Wah, aku koq baru dengar sekarang ya, Mas. Sepertinya koq sungguh menyedihkan penyakit turunan ini.

  8. saya baru denger juga nie..🙂 , klo soal pasangan yang penting nyaman.., susah lho nyari yang nyaman.., nyaman di hati.., nyaman dikantong.., qeqeqe😀

  9. khan dianjurkan mencari jodoh itu yang setara, serasi, karena menikah itu khan pada dasarnya adalah ‘penyatuan’.

  10. Wah, pelajaran hukum mendel nih?
    Soal kenapa orang tua menginginkan jodoh anaknya dari satu suku saja, salah satunya karena kesamaan karakter saja. Kebanyakan kalau beda suku karakternya juga berbeda dan sering tidak terduga. Gituh… *SARA mode: on*

  11. wa…. saia malah baru ngerti akan hal itu…, btw scannernya type apa tu kok isa hasilkan gambar yang sama n serupa.. (perasaan aku juga ada fotokopinya, huehueheuhue…)

  12. wah……sebenarnya hampir mirip aja mas arul, cuma klo jodoh kan tuhan yang atur ;))
    *bener nggak yak ??

  13. 13 JuQI

    wah..ternyata silsilah keluargamu begitu ya rull..
    aq baru tahu nih..
    kalo menurutku sih, kalau mau menikah ya nikah aja..
    gak usah mikir2 nanti istri kita carrier apa ga, anaknya nanti gimana2…
    kalo memang sudah jodoh mau gemana lagee….??

    hhehe…:P

  14. thank infonya mas…aku baru tahu penyakit ini

  15. 15 galihyonk

    Hm,,, metur tengkyu infonya mas aRuL…

    sebelumnya saia blom tau tentang hal ini…

  16. sebenerna daku juga tak perduli dg suku dan ras,karna sama sajah,bahkan perbedaan ituh akan tampak lebih beragam,..jadi tau gituh budaya suami/istri jika beda suku ehhehe

  17. diserahkan sama yang di Atas aja mas, kan jodoh dah ada yang ngatur. Tetap semangat, semoga diberi jodoh yang baik dan keturunan yang sehat2 ya mas….amiiin.

  18. wah….kl di suku kami
    kawin semarga itu malah ngga boleh
    btw, justru kawin dgn berlainan suku
    katanya akan melahirkan keturunan
    yg lbh sehat dan cerdas

  19. biyar bisak perkawinan antar suku yaks…. 😆

  20. gak ngerti soal kedokterann…
    btw info yang bagus

  21. sebenarnya jodoh itu Tuhan yang mengaturnya, cuma kalau pengalaman di saya, kita tetap musti hati2 juga, minimal cek golongan darahnya sama atau ngak sama kita, karena kalau sama bisa berabe juga seperti saya.
    Saya dan suami golongan darah A, dan kedua anak saya golongan darahnya A juga, tapi ada satu yang bermasalah. Tapi tetap harus diterima dengan ikhlas kan🙂

  22. bersyukur dikeluarga besar saya sangat bhineka tunggal ika… hampir semua suku ada.. hehehehe

  23. Jodohku jauh sekali…antar negara! Jadi tak ada masalah dong?

    Btw, ketika pacaran (sebelum melangkah lebih jauh) aku sudah meminta pacarku supaya berdua melakukan test (HIV, gen,…). Kami juga sepakat, jika gen tidak bertemu/ada faktor yg menganjal berarti tidak perlu mempunyai anak sendir. Cukup dengan adopsi.

  24. Tengkyuu buat mas aRuL yang dah bantu sosialisasi Thalassemia. Numpang nambah dikit ya mas..

    Nama thalassemia sendiri gak setenar HIV-AIDS. Walau tidak menular samasekali, namun sifat “mematikannya” gak kalah hebat. Adanya sistem “warisan” membuat thalassemia makin sulit diberantas.

    Insiden pembawa sifat Thalassemia di Indonesia berkisar antara 6-10%, artinya dari setiap 100 orang 6-10 orang adalah pembawa sifat Thalassemia.
    Do you realize it??

    Jika ayah dan ibu memiliki gen pembawa sifat Thalassemia, kemungkinan anaknya untuk jadi pembawa sifat Thalassemia sebesar 50%, kemungkinan penderita Thalassemia mayor 25% dan kemungkinan normal bebas Thalassemia sebesar 25%. Mudah2an mas aRuL masuk yang 25% bebas.

    Ada kondisi tertentu antara Thalassemia mayor dan minor, yaitu Thalassemia intermedia dengan gejala anemia berat dan masalah lain seperti kelainan tulang dan pembengkakan limpa. Rentang keparahan klinis pada Thalassemia Intermedia ini cukup lebar, dan batasnya dengan kelompok Thalassemia Mayor gak terlalu jelas sehingga sulit dibedakan.

    Penderita Thalassemia Minor umumnya gak perlu pengobatan. Penderita thalassemia intermedia perlu transfusi tergantung tingkat keparahan. Sementara penderita thalassemia mayor umumnya mesti transfusi 2-4 minggu sekali sepanjang hidup mereka. Transfusi tersebut biasanya dimulai sebelum usia dua tahun *itupun kalo dah ketauan thalassemia*. Can you imagine a little baby get blood transfusion??

    Transfusi ini tentu memakan biaya yang gak sedikit. Selaini itu, transfusi yang berulang-ulang ini dapat menyebabkan suatu keadaan kelebihan zat besi pada tubuh sehingga limpa dan hatinya membesar. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan terapi khelasi yang harganya juga tidak murah.

    Dengan adanya kemajuan di bidang kedokteran, maka ada beberapa usaha untuk menggantikan transfusi, salah satunya melalui transplantasi sumsum tulang. Lagi-lagi biayanya besar..

    Karena penyakit ini belum ada obat yang menjanjikan bisa mengobati secara tuntas serta dampak dari segi ekonomi dan sosial yang cukup besar, maka pencegahan menjadi hal yang lebih penting dibanding terapi. Keluarga dengan riwayat thalassemia perlu mendapat penyuluhan genetik untuk mengurangi resiko memiliki anak yang menderita thalassemia.

    Kalo mau tes pembawa sifat thalassemia, di Jakarta bisa de Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di kompleks RSCM-FKUI. Buat yang diluar2 kota, coba hubungi RSU masing2. Nah, kalo di Palembang,,dateng aja ke kampus saya yaahhh…

    *Btw,,beban moral yang tinggi dibilang calon dokter yang berbakat. Aduuuuhh,,bisa2 makin kurus saya memikul beban itu. IHikss..hikss.. saya masih mahasiswa biasa yang dudul, suka males, n masih miskin ilmu. Eniwei, Alhamdulillah..*

  25. Arul, sebaiknya sebelum menikah melakukan test, agar nantinya bisa dimonitor apa kelemahan masing-masing, sehingga jika nantinya mendapat keturunan adalah keturunan yang sehat, yang dapat berguna bagi masyarakat.

  26. 26 diana rahmawati

    iya nih..ak pernah denger namanya tp baru ini tau penjelasannya..
    hmm…tp ini ga berkaitan dengan misi lintas pulaumu kaan??🙂

  27. Kuliyah pindah jurusan ke “Teknik Kedokteran….” 😆

    Sekaliyan promosi mau cari jodoh orang Jawa….
    😆 😆 😆

    ***kabour…***

  28. “saat ini masih ada yang memberikan batasan untuk tidak menikah orang-orang di luar keluarganya”
    === memang ada ya nyang seperti ini, baru tau sayah, bukankah pernikahan sedarah atau nyang masih keluarga dekat tuh dilarang. baik agama maopon kedokteran, karena berakibat fatal (cacat) sama keturuannya ===

  29. Wew pemirsaaa ada nyang tau gak kenapa mas aRul posteng tentang jodoh. Kata mbak sebelah, udah jd ST ya. Mentang2 udah wisuda buru-buru ngomongin jodoh nie. Sabar thi-thik po’o wkekeke

  30. Bisa jadi alasan medis ini bisa dibawa ke calon mertua yang agak susah menerima rencana pernikahan anaknya di luar kedekatan keluarga atau suku.

    ini sekedar penguatan kah??? hihihihihi *kabur sebelum dilempar keyboard*

  31. aku malah baru tau penyakit ini ? moga2 ajah, sehat terus amin.

  32. bisa jadi lampiran untuk proposal ke camer nih…hehehe…

    Thanks atas informasinya mas…memang sebaiknya jng keluarga dekat menikahnya…siap2 aja ngeprint tentang penyakit ini..bukannya di kampung kita (suku bugis dan makassar) masih ada tuh adat dan budaya keluarga dekat menikah …. selamat berjuang

  33. Salut Buat Situs Yang Cukup Informatif.

  34. wah, saya pernah dengar istilah itu, mas arul, tapi baru ngeh setelah mas arul memostingnya. semoga saja mas arul tetep semangat mesti ditnngial pergi selama-lamanya oleh adinda tercinta.

  35. ehem…kayanya setuju dengan mbelGedez™, kak aRuL menemukan EHeM-nya di tanah Jawa (surabaya yaks…), jadi sah!? hehehe.. ;p

    cuco….hehe… Kak aRuL, sekalian ak mau tanya, kalau golongan darah sama memangnya jadi masalah ga siyh? (liat postingan komen di atas ada yang nyinggung gituh) kalau pasangan golongan darahnya sama-sama O, apa ada masalah??? *tolong bls, japri ya, kak*

    makasih yah, kak!

    salam selalu buat kak aRuL!

  36. Hemmmm …. kalau jodoh ya di tangan ALLAH ya daenk arul, tapi saya sih pengen cari yang sunda gitu ,,, heheh

  37. kalau jodoh apa mau dikata daeng

  38. hmm pengalaman nich kang,, dulu saya pernah suka ma cew,, tapi ya itu,, suku nya sama “chaniago” hiks hikss terpaksa mundur dengan terhormat,, gimanapun adat masih perlu di junjung tinggi

  39. waahh…
    wes menyangkut ilum2 kedokteran iki…

  40. 40 u_dyne

    Mengingatkan…
    Klo sy bagaimana mi?
    Di Undangan ada namamu turut mengundang…

  41. Wahhh… jadi inget teh Pipit Senja yang udah puluhan tahun kena penyakit ini tapi tetap ceria. Dia sih nyebut penyakit ini dengan Telesinema… hahaha

  42. Luar biasa nih..
    http://www.asephd.co.cc

  43. walah jadi bener ya gak boleh nikah satu keluarga itu karna akan menyebabkan hal2 seperti ini

  44. Berarti harus ada fit and prover test thalasemia sebelum menikah ya kang?

  45. semoga tetep sehat selalu lah…
    ngeri juga ya mas..
    perut membesar itu lho cir-cir yg paling serem..
    perutku gede juga e..
    hehehe..

  46. Berarti udah mantap cari jodoh orang Jawa ya, Daeng ??
    Makanya kok minta doa terus, supaya cepat menyusul, hahahahaha …
    *eh kok ketawa, kan bahasan serius ya* maap maap😀

  47. kalo di indonesia, sebelum nikah ada kewajiban periksa kesehatan gg se ? kalo ada, mungkin aja bisa mengurangi hal seperti itu kan . walaupun nantinya mungkin juga akan menimbulkan dilema dalam pasangan itu se

  48. tendensi niiih… hehe… *PEACE PAK!!*
    *Kabuuurr*

  49. bapakku sumatra, ibuku jawa…
    makanya diriku jadi anak indonesia…
    (komen gak penting)

  50. hemmm…ini untuk mengabsahkan keinginan pribadi atau?😀
    keren artikelnya, jadi nambah info bahwa ternyata melakukan medcheck sebelum menikah itu juga perlu, tidak hanya saat melamar pekerjaan saja

  51. nice info tuh mas.. Bisa nambah ilmu lagi.. Thanks for sharenya.. 🙂

  52. wah baru tau saya… tangkiu atas ingponya mas,,

  53. turt sedih Rul,

    Memang sekarang teori Eugenika mulai meresap pada kalangan medis, tujuannya memang untuk menghasilkan generasi yng lebih baik, tapi disinal etika biomolekuler bertindak…Pengaturan dengan siapa kita menikah dan ba.bla..nya akan membua kita jauh dari kuasa Allah swt, bahwa dialah zat yag maha mencipta.

  54. jodoh ditangan Tuhan, namanya juga cinta ga pandang suku, ras🙂

  55. 55 yessymuchtar

    tulisan ini bermanfaat sungguh…memang benar..pernikahan dalam kerabat dekat mempertinggi resiko sakit.

  56. 56 diana

    siapa kah orangnyaaa??
    crita2..🙂

  57. kesimpulan :
    jangan cari jodoh/istri dokter..!!
    Nanti akan ditanya yang aneh-aneh..(hehe..)

  58. 58 cepaxu

    kalau sudah terjadi gimana ya?

  59. kalo postingnya beginian, ndak perlu dijawab ya daeng…

    ooo…

  60. RuL,
    kalo ada riwayat keluarga seperti itu, ada kemungkinan kamu juga carrier ringan.
    So, kalo kamu ketemu ama jodohmu, sebaiknya kalian berdua melakukan premarital check up. Kalo ternyata sama2 carrier besar kemungkinan anak2 kalian akan menderita thalasemia juga.
    Pilihannya batal nikah atau tetap nikah tapi gak punya anak. Pun kalo tetap milih punya anak segera dilakukan screening setelah lahir.
    Buat kita kalangan medis, antisipasi tuh jauh lebih baik daripada mengobati

  61. wahhhh… saya kena nihh..
    punya pacar satu suku, banyak plus minusnya kok..
    mungkin soal penyakit itu plusnya.
    tapi mengenai berbaur dengan keluarga yang beda suku perlu usaha sedikit untuk mengerti dan memahami adat istiadat mereka.

  62. 62 aminhers

    Mas aRuL mudah2an dapat jodoh seorang dokter…
    take care

  63. brpe lame jangka hayat sakit ni…..

  64. Kalo mas arul sm ehem2nya yg mas cerita itu, kira2 cocok nggak mas..?🙂

  65. 65 hikmah

    oohh,,karena ini makax kamu pnah bilang da papa lintas suku??hehe…good publishing, friend, salut ma tulisan kamu..eh,dokterx tmen kelas kt yo?

  66. 66 hikmah

    eh, br ingat,, bpkq jg dulunya punya saudara 4, meninggal smua wkt kanak2,,sampe2 menurut kepercayaan org di bulukumba sana bpk hrs punya org tua angkat yg laen n sampe dikasi nama panggilan “pantang”, hihihi, ini bukanx pantang mundur lho,,tp menurut bhs sana, artinya “tinggal”, dgn harapan dia bakalan hidup lama dibanding saudarax yg laen..wkt liatnama bpk: ABD.WAHID ,awalx sy kira krn bpk tuh anak tunggal, tp ternyata punya arti laen: satu2x anak yg bertahan hidup…yah,,mgk ada kaitanx dgn thalassemia ini, soax kakek nikah dgn nenek yg kerabat dekat..kalo bpk sediri kwinx lintas suku, dgn ibu yg etnis bugis sinjai,makax alhamdullilah kamu 5 bersaudara da kjadian spt ini…Sy dan suami jg sma2 suku bugis, tp kami lahir dr perkawinan lintas suku jg,,yah..mudah2an aman dech,amien.

  67. penyakit inilah yang jadi inspirasi cerpen berjudul Thala yang saya buat kemaren.
    hehehe..

  68. 68 qnoy

    Aku salah satu penderita THALASSEMIA. aku menderita THALASSEMIA sudah 20 tahun..
    ngomongi jodoh..pengalaman ku, aku pernah punya pacar yang mau nerma aku apa adanya, tapi saat dikenalkan pada keluarga, mereka gak nerima aku sebagai calon mantu.malah aku dibilang ” TENGKORAK HIDUP ” dan aku juga pernah punya pacar yang sebelum mereka tahu aku penderita TALASSEMIA, mereka terima aku apa adanya, tapi setelah mereka tahu aku ” sakit ” mereka mundur, dengan alasan kita dah gak cocok, padahal sebelumnya kita baik2 aja, bahkan ada yang pergi tanpa pamit..jadi, buat ‘ PENDERITA THALASSEMIA ‘ cari jodoh yang mau nerima kita apa adanya sebagai penderita THALASSEMIA, jangan lupa bukan hanya si pasangan kita yang bisa nerima kita apa adanya, tapi kelurga besarnya pun harus nerima kita apa adanya juga, yang tidak memiliki riwayat hidup pembawa sifat / THALASSEMIA TRAIT..oke GOOD LUCK !

  69. Makasih, Guam.

  70. 70 kiki

    trim’s atas infonya..

  71. 71 ranie

    maksih bgt ya atas informasinya, sangt membantu bgt buat aq

  72. 72 ina

    aslm.
    info yg menarik,itu merupakan salah satu pencegahan bagi penyakit thalassemia juga.
    krn kasian juga,kalo anakkita menderita penyakit itu.
    semoga kita mendapatkan yang terbaik.
    amin🙂

  73. 73 kirana johaness

    salam buat arul…
    saya jg seperti arul..saya pesakit thallassemia beta dan setiap 2 bulan saya trfsi darah..juga blakunya pembengkakan limpa..tapi saya masi juga berkerja di govermn seperti orang lain dan melalui hidup aktif..syukur alhamdulillah saya bisa melawan sakit ini..pada pendapat kita x harus mikirin soal penyakit ini atau mikirin soal jodoh siapa..yang penting kan kita masih boleh melalui kehidupan yang lebih baik..eyaa..harus juga banyak berdoa dan berserah…berfikir yang positif bisa membantu kita terus menjadi kuat…
    semoga arul juga di limpahi rahmat dan kesehatan yang lebih baik..amin…

    kirana johaness…

  74. Untuk apa menikah dengan memandang status suku, toh tujuannya juga untuk menciptakan keluarga yang bahagia

  75. Ikut membaca mas

  76. Info menarik mas

  77. 77 zul

    assalamualaikum..

    Sy sedang mencari info dan terjumpa bloq ini.. saya sudah bertunang n akan berkahwin pada bulan 11 ini.. namun bakal isteri saya seorang juruteknologi makmal yang kerjanya check darah pesakit.. bakal isteri saya mengarahkan saya tuk menjalani ujian THALASSEMIA dan didapati saya pembawa dan bakal isteri juga pembawa.. saya amat bingung dan buntu.. enggak tahu apa yang harus dilakukan kerana kami bimbang akan anak yang bakal lahir kelak.. persoalannya perlukah saya terus berkawen dan berserah kepada yang Esa Kerana biarpun secanggih mana pun ilmu sains namun jika ketentuannya maka ada kemungkinan anak yang dilahirkan sehat.. kerana kuasa Allah kita tida tahu. tolong la wahai saudara sekalian.

  78. dear zul,
    semoga tulisan di postingan ini dan komentar2 di tulisan ini membantu memberikan alternatif pilihan. Sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter juga, apakah talasemianya jenis minor atau yang masih bisa ditolerir atau perlu pertimbangan matang dari kedua belah pihak.

    terima kasih sudah berkunjung ke blog ini, semoga diberikan yang terbaik buat kalian🙂
    *mohon maaf jika belum memberikan jawaban yang memuaskan*

  79. terimakasih atas infonya.
    infonya menarik,sangat membantu buat saya.

  80. menurut saya bukan di nilai dari rasnya tapi budi pekertinya,bagaima calon kita itu mau menerima kekurangan dan kelebihan kita dan sebaliknya kta juga harus gitu.

  81. Harus ada saling pengertian lagian kalo jodoh nggak bakalan kemana …

  82. Setiap penyakit insya’ Allah ada obatnya bro

  83. 83 ruth

    hallo arul, skrg ini aku sedang bikin film dokumenter ttg peran popti dan thallasaemia di bandung. saya tunggu kabarnya di email , ada sesuatu yg mau saya bicarakan🙂 regards ruth.

  84. @mas asrul.
    Kunjungan lagi ke blog ini.
    Sejak saya sering ke blog ini, usaha saya jadi maju Mas.
    Sekarang bisnis online saya meningkat. Dari Jual Bra sama baju sekarang Homestay.
    Pokoknya terima kasih buat mas asrul.
    Bukan kunjungan yang membuat blog saya moncer, tapi ada………., yang saya dapat dari blog ini.
    Terima Kasih Mas


  1. 1 AlexanderGreat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: