Tetangga Kamarku itu

09Sep09

dua orang wanita

Di kost ini ada 10 orang dan kamarku nomor  10 dan terletak di sudut rumah, jadinya cuman hanya berdampingan dengan satu kamar anak kost yang lain. Sebenarnya saya senang tinggal di kost ini karena ibu kost yang baik hati, dan rumahnya lumayan bersih serta ukuran kamarnya yang luas, hargapun sesuai dengan kantong mahasiswa seperti saya ini.

Namun ada satu yang mengusikku, yaitu yang menghuni kamar persis di samping kamarku. Namanya Qaza, dia baru satu semester aja menghuni kost ini, tapi tingkahnya sudah melebihi anak kost lainnya.

Anaknya kuliah di Fakultas Kedokteran di kampus ternama di kota ini, baru tingkat dua, anaknya smart sih tapi sok baik padahal ada maunya, juga sering tidak sopan bahkan sombongnya tak terkira.

Misalnya kalau mau belajar itu harus putar lagu biar materi kuliah yang dipelajarinya mudah masuk di otak katanya. Namun volume suara yang tinggi dari speaker seakan-akan seisi kost harus mendengarkan lagunya,sudah memekakkan telinga, padahal dengan speaker laptop aja sudah terdengar keras. Saya paling anti ketika memutar lagu-lagu lebai, bukannya bikin sejuk hati, tapi koq bikin jijik saja.

Anaknya sok alim banget.  Tiap subuh dia selalu menggedor-gedor pintu, katanya membangunkanku untuk shalat subuh. Tapi waktu membangunkanku itu sejam sebelum adzan Subuh, eh belum waktunya udah dibangunin. Belum lagi dia selalu saja dengan suara yang cempreng itu, bahkan selain menggedor dan juga berteriak-teriak kencang kayak sedang memanggil maling aja. Benar-benar tidak nyaman jadinya bersebelahan kamar dengan anak itu.

Demikian halnya dengan soal cucian. Yang perlu anda tahu ya, jemuran aluminium itu saya yang beli, saya jadi heran anak itu asal serobot aja tempat jemuran itu padahal sudah ada yang disediakan ibu kost. Anak kost lainnya tak satupun berani menggunakan jemuran yang sering kugunakan, maklum saya paling tua di kost ini, tapi dia? Hmm sungguh keterlaluan, menggunakan seenaknya saja.

Dia berjilbab sih, tapi cara-caranya yang angkuh selalu menghina dan menyindir bahkan kadang memaksa saya untuk memakai jilbab kayak dia, padahal lho jilbabnya itu jilbab seadanya. Saya pengen sih berjilbab tapi belum dikasih hidayah dan sayapun berkeyakinan kalau masih tetap keliatan lekuk tubuh yah sama aja ngak pakai jilbab kan? Jadi menunggu hidayah saja untuk menggunakan jilbab, bukan karena dipaksa-paksa sama dia.

Huh, sungguh susah hidup bertetangga kost dengan dia, sok alim tapi kasar, tidak sopan, dan sangat tidak mengenak hati ketika dia sudah mulai menyuruh-nyuruh ini dan itu.

***

Bahagia rasanya menjadi salah satu penghuni kost di rumah ini, sudah ibu kostnya baik dan ramah, juga penghuninya pun sangat akrab. Salah satunya adalah penghuni kamar di samping kamarku persis, Mbak Rasti biasanya ku memanggilnya.

Mbak Rasti itu sedang menempuh tahun ketiganya di Fakultas Teknik yang sedang sibuk-sibuknya melakukan praktikum kuliah. Orangnya sih tegas, suka membantu, dan baik hati.

Setiap kali saya memutar nasyid dari laptop saya, dia suka sekali mendengarnya, katanya sih nasyidnya menyejukkan hati. Dia selalu menyarankan saya untuk mengencangkan volumenya biar suaranya sampai di kamarnya,bahkan speaker simbadda punya dia diberikan kepadaku untuk menambah volume suara katanya.

Kebetulan saya selalu bangun subuh untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Karenanya itu, Mbak Rasti selalu memintaku untuk membangunkannya untuk turut serta shalat subuh berjamaah. Wah dengan senang hati, saya selalu mengetuk pintunya dengan lembut dan dengan suara yang lembut pula  biar dia bangun dengan tenang. “Mbak,mbak udah mau masuk waktu subuh mbak, bangun…”. Diapun bangun dengan senyum manis terukir di wajahnya dan berkata “Terima kasih, cantik”.

Mbak Rasti selalu membagi tempat jemurannya untuk cucianku yang kadang tempat jemuran biasa kupakai tidak cukup. Katanya kebetulan lagi tidak dipakai menjemur makanya dia sering kasih ke teman-teman kost, termasuk saya. Wah mbak Rasti benar-benar teman kost yang luar biasa baiknya.

Yang paling dia senangi dari diriku adalah karena saya berjilbab, dan jilbab sayapun alhamdulillah tertutup dengan sempurna. Dia ingin banget seperti saya, tertutup sempurna dan tetap terlihat anggun. Katanya sudah saatnya untuk menjadi muslimah sesuai tuntunan Al-Quran. Alhamdulillah berdasarkan penjelasan saya mengapa wanita muslim harus berjilbab, dia sangat respek dan merespon positif setiap yang saya katakan, alasan-alasan kewajiban seorang wanita muslim itu.

Namun jangan coba-coba untuk mendekati dia ketika sudah mulai didatangi penyakit bulanannya, yaitu membuat laporan praktikum yang biasanya setiap akhir bulan harus disusunnya. Walaupun dia bisa menyelesaikan laporannya itu, tapi tetap saja dia selalu stress menghadapi njimetnya hitungan dan analisis data percobaannya. Beban berat katanya. Setiap orang akan dijadikan sasaran kebenciannya, namun saya tetap selalu menemani dia, menjelaskan untuk tetap menjaga emosi dan hati, walaupun dalam keadaan tertekan seperti itu.

Ketika laporannya sudah selesai, yah selesai juga kebenciannya itu, dia mulai jadi ramah dan bersahabat. Bahkan kadang ketika laporannya sudah di ACC, membelikan terang bulan buat penghuni kost, katanya syukuran terlepas dari stress membuat laporan. Senangnya punya teman kost, mbak Rasti.

ilustrasi gambar : http://preciousmodesty.blogspot.com/2008_02_01_archive.html



25 Responses to “Tetangga Kamarku itu”

  1. Lagi2 belajar nulis cerpen😀 hehe tulisannya jelek baru belajar😀
    btw lg2 sy terkesima sama prosa phutut EA

  2. Kok kayaknya mirip yach sama crita daeng… xixixixi… Mantap… Btw daeng kalo nulis cerpen kox mesti ditulis dari dua sudut bahkan berbeda.. kenapa daeng???

  3. wakakakakaak… dua sudut pandang yang berbeda… ini kayaknya kisah nyata.. arul diminta berjilbab! wkwkwkwkwwk…

  4. jadi cerita pertama kaya’nya si Rasti lagi PMS, makanya ngambek gak jelas sama si tokoh Qaza, hahahaha

  5. Haha, pas awal2 baca saya kaget, kok Mas Arul kostnya bareng cewek, kok Mas Arul pengen pake jilbab. Ealah ternyata cuma fiksi😆
    nice story Mas😀

  6. kwakwkakwkakwa……
    gara-gara in toh daeng arul seirng tugas dimalam hari….

  7. @ frenavit : cerita yg mana? hehe, kan sy bilang lagi ngefans sm prosanya phutut EA ada beberapa yg kek gini, saya suka😀 hehe
    @detx : halah kurang ajar, iki fiksi jeh😛
    @fenty : hahahahaha bisa jadi sih gitu😀
    @generasi patah hati : hehehe namanya juga fiksi, masih belajar😀
    @luxsman : halah… halah… tugas malam yg mana ya?

  8. Arul pakai jilbab ?…seru juga, jadi operasinya ??

  9. Saat awal membaca saya kira ceritanya tentang pengalaman Bang Asrul sendiri, ternyata ada cerita perempuan berjilbab. Fiksi toh, hehe. Bagus Bang🙂

  10. ini kosanmu yang di pojok itu ta rul,..

    weh kok pada berjilbab…

    *pura2 g tau

  11. @mas iman : (doh) bukan saya mas, itu cerita fiksi aja😛
    @indra kh : he eh fiksi, makasih🙂
    @khuclukz : hohohoho ancene arek2 iki nguyu kabeh (doh)

  12. bAGUS JUGA DIKSI-DIKSI KALIMATNYA.

    tAPI LEBIH KEREN KALO LO NAMBAHIN GAMBAR “PAHA” DI SITU.
    mUDAH-MUDAHAN MUNGKIN SAYA BISA SERING KESINI TUL ,GAK ?

    sALAM SEHAT DAN TAMBAH TINGGI
    bUNG BONAFIT

  13. Sob kok link saya di hapus tha???

    please confirm yah…🙂

    salam

  14. @bung bonafit : maaf blog sy bukan blog mesum..
    @mastegar : maksudnya? link mana ya?

  15. sabar rul…sabar….
    terang bulannya enak ga?
    bagi dong ^^
    btw gimana cara bikin foto yang di kolom sebelah kanan atas…ajarin dong

  16. ceritanya keren bang arul….
    *ngasih dua jempol*

  17. wah, ta’kirain cerita beneran tadinya.

    hehehehehe..selamat puasa bro

  18. Bgus crtanya mas,khsusx bwt tmn2 putri,

  19. owwhhh…ini y k’ salaH satu cerpeN yg terinspirasi dRi puthut…
    *manggut mangguT..*
    bguss k’…:D

  20. Ceritanya bagus banget neh..

  21. jahahahahahahay. berbeda banget kedua sudut pandangnya.
    sabar aja iya kak,

  22. wah critanya kaya’ novel niy

  23. gak ada ‘nakal-nakal’nya..
    kurang erotiss..

  24. biasa lah, tiap orang karakternya kan beda2. yg penting tidak nyalahin kita2 aja.

  25. 😂 nyambung komentar Les Privat SD SMP SMA SMK Semarang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: