Koko Street Style

28Okt12

Kemarin adalah Hari Raya bagi umat Muslim, yaitu Hari Raya Idul Adha atau juga dikenal dengan Idul Qurban. Gegara seharian setelah shalat Id menggunakan baju Koko begajulan bersama teman-teman terlintas prase Koko Street Style.

Maklum saja, tak sempat pulang ke rumah masing-masing untuk mengganti, hanya menggunakan pakaian melekat yang masih juga dipakai shalat jumat dan sampai malam pun tiba kami masih menggunakan berjalan, makan dan berkumpul.

Namun ngomong-ngomong tentang makan neh, buat anak rantau dan walaupun tidak merasakan nikmat ketupat, daging opor, coto makassar ataupun sajian khas saat lebaran, pokoknya kami mencari makanan yang mengandung daging.

Pun di suatu tempat nongkrong anak muda 24 jam, kebetulan hanya itu yang buka selepas shalat Id, segerombolan keluarga dengan anak-anak kecilnya yang sibuk ngobrol dengan beringgris-ria singgah menikmati sajian sarapan ala tempat tersebut. Terlihat juga sekeluarga ibu-ayah dengan anak-anaknya yang sudah gede mampir. Mereka masih menggunakan baju gamis dan koko barangkali seperti kami habis melaksanakan shalat Id.

Sampai di pusat perbelanjaan tempat jalan-jalan dan mencari makan siang pun masih menggunakan baju koko dan baju muslim ini. Terlintas omongan mengapa juga tidak menjadikan Baju Koko sebagai tren laki-laki muslim untuk dipakai sehari-hari berkumpul, nongkrong di mana saja, namun tetap terlihat keren dan tentu saja membawa identitas diri.

Seperti halnya Hijab street style yang lagi happening di kalangan cewek-cewek gaul dengan menggunakan hijab tetap tampil cantik untuk ke mana-mana. Sederet penuh buku dan majalah tentang Hijab tersebut sudah menghiasi toko buku dalam satu rak penuh.

Baju koko juga pun bisa menjadi trend fashion seperti hijab, untuk para kawula muda maupun bagi bapak-bapak tidak perlu canggung menggunakan pakaian dengan identitas Islam.

Menggunakan baju koko, apakah dengan peci ataukah sorban, menggunakan sarung sepertinya perlu menjadi trend bukan untuk rutinitas keagamaan namun untuk hal umum. Tapi sarung? Hehe yah tergantung lagi dengan selera masing-masing pengguna. Memadupadankan baju koko dengan jeans sudah banyak dilakukan oleh anak muda sekarang.

Namun ada hal yang membuat saya miris, mendengar berita siang tadi di sebuah stasiun televisi tentang anak muda yang terduga teroris dengan semena-mena melabeli mereka dengan teroris karena penampilan mereka yang memanjangkan janggut serta sering menggunakan pakaian muslim dengan celana di atas mata kaki.

Bagaimana kemudian menggunakan baju koko ke pusat keramaian, menggunakan celana cingkrang di atas mata kaki menjadi pusat kecurigaan yang sangat tidak elok menjadikannya sebuah alasan.

Miris, semalam saya optimis namun siang ini saya pesimis, jika sinisme yang diciptakan media itu masih ada, apakah optimisme saya kemarin masih tetap bisa digaungkan?



8 Responses to “Koko Street Style”

  1. harusnya sih tidak menjudge buku dari covernya😦

  2. 2 tu2t widhi

    bagus lho kalo emang nanti dijadikan fashion sehari2, rul..
    tentang celana cingkrang.. umm.. mungkin gini.. bisa gak sih celana cingkrangnya itu dibuat agak stylish? 7/8 maybe? celana 7/8 kan nanggung banget tuh.. jadi pake celana jeans 7/8 trus baju koko🙂

    yah.. tergantung pembawaan masing2 orang siyh ttg cap positif ato negatif.. termasuk cap teroris..

    AYO RUL!! pake style gituh ^^
    *ini yang obsesi sapa yak?😄

    • iyah penampilan kudu dibuat semenarik mungkin, tapi tetap mengenal identitas diri dan fasionable🙂

  3. Entah kenapa, seringkali saya melihat cowok2 menjadi lebih cakep kalo pake baju koko. Suamiku sejak kami masih pacaran, sudah membiasakan pake baju koko ke kantor setiap hari jumat. Jadi setiap hari jumat, bertambah kadar cakepnya.

    Istilah tetoris di Indonesia memang makin mengerikan. Dan anehnya banyak yang menggaungkan teroris itu dari segi penampilannya.

  4. Kadang syar’inya dipinggirkan, lebih mengedepankan modis dan gaul.hmmm

  5. 6 domtheoos

    hahah aku merasa gagah loh kalo pake baju kokoh😀

  6. postingannya jos gandos nihh

  7. kencang dahsyat artikelnya bungggsss
    jos


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: