Ketika Dua Lelaki dan Satu Wanita Bercerita

04Sep09

dua lelaki dan satu wanita

Panggil  saya cukup dengan nama Jack. Beberapa saat terakhir ini saya sedang mendekati seorang wanita cantik, manis, pakaiannya selalu sopan tidak seksi namun tetap anggun dan cukup banyak ekspresi yang menarik untuk menggambarkan bahwa dia wanita yang sempurna di hadapan para pria, termasuk saya.

Wanita itu bernama Angel, yah seperti namanya bidadari yang diutus Tuhan. Namun satu yang kurang dari dia adalah pendiam, cukup sulit rasanya untuk mendekati wanita ini, tidak bisa mengetahui secara pasti keinginan dan apa yang membuat dia bahagia, apa yang membuat dia nyaman berada di sisi laki-laki, sehingga saya bisa memberikan hal tersebut. Lebih banyak mengatakan iya, dan kalaupun dia diam, hanya menganggukkan kepala saja.

Perhatiannya bukan dengan kata, tapi dengan perbuatan. Dia peka dengan apa keinginan saya, pasti dia mencoba untuk penuhi.

Sejak awal kuliah sudah mengenalnya dan berkenalan, namun setahun kita berteman rasanya perasaan suka menjadi menggebu-gebu karena seringnya ketemu dan perhatian yang diberikan kepada saya, mungkin saya beranggapan perhatian sudah lebih dari teman.

Ada satu lagi teman akrab saya sejak awal kuliah di kampus saya ini, yaitu Nanto. Dia tipikal sangunis, selalu saja ceria, dan ada saja cerita-cerita menarik yang dia beritaukan ke aku, kadang jayus namun dia tak pernah berhenti berbicara. Dia selalu menghidupkan suasana yang tegang jadi cair. Ketika saya sedih dia tidak larut dalam kesedihan saya tapi dia menghibur dengan banyolan konyolnya.

Nah nanto itu awalnya akrab dengan saya sejak awal kuliah juga, tapi sejak sebulan terakhir ini saya memilih menghindar dengan dia. Dia selalu mendekati Angel, selalu mengantarkannya pulang, selalu menemani ketika Angel ingin ke perpustakaan mencari buku atau sekedar mengerjakan tugas.

Sungguh dia sudah membuat hari-hari saya berantakan, karena kedekatan yang lebih akhir-akhir ini dengan wanita yang saya ingin jadikan pasangan hidup itu. Pernah sih saya mengatakan bahwa saya lagi sedang naksir seorang cewek, namun tanggapan dia dingin, dia ketawa.

Suatu hari saya memergoki mereka berdua sedang bercanda, dan akhirnya dia memintaku untuk bergabung, tapi saya ndak mau, beralasan sedang ada keperluan dengan dosen. Saya merasakan cemburu luar biasa waktu itu. Ingin rasanya memberikan tonjokan keras kepada sahabatku, eh entah sekarang dia jadi musuhku supaya dia menghindari mendekati wanita pujaanku.

Setelah kejadian itu, saya selalu memasang muka masam terhadap dia, sekedar cuek dan tidak menggubris apa yang sedang dia katakan kepada diriku. Semakin dia ku hindari dan semakin pula dia menjaga jarak dengan diriku. Dan dia pun semakin mendekatkan jarak dengan wanita pujaanku itu.

***

Hai, nama kerenku sih Angelina, namun sering dipanggil Angel  saja. Saya teman satu kampus dua sahabat saya yang paling baik sedunia, Jack dan Nanto. Sejak awal kuliah mulai dari ospek sampai detik-detik ini mereka selalu membantu saya dalam banyak hal. Sungguh kata terima kasih saja belum cukup untuk mereka. Sungguh hidup ini terasa sempurna dengan adanya sahabat-sahabatku.

Kalau saya menggambarkan Jack, sosok pemuda yang bijaksana di setiap ada rapat kegiatan kampus, dia selalu memberikan solusi kongret penyelesaian masalah dan runtutan kegiatan yang ingin kita laksanakan. Itu masalah kampus, kadang juga masalah pribadi teman-teman juga dia bisa memberikan saran yang cukup membantu.

Sedang Narto itu seperti istilah, ngak ada loe, ngak rame. Yah dia selalu mencairkan suasana tegang, apalagi kalau sedang buntu menyelesaikan masalah, dia datang membawakan cerita-cerita lucu yang katanya sih dia dapat dari baca buku di gramedia. Atau dia menyindir peserta rapat dengan maksud supaya rapat itu tidak tegang melulu. Yah itulah Narto, sekali dia tidak ada, sepertinya rapat itu hambar.

Ada niat ingin membalas kebaikan mereka, namun saya tidak tahu persis keinginan mereka karena saya jarang bertanya apa yang diinginkannya, maklum saya orangnya pendiam, lebih banyak mengangguk daripada berkata. Bagi saya perkataan merupakan sesuatu yang sulit bagi saya, harus mempertimbangkan banyak hal untuk satu kata saja keluar dari mulut ini.

Trus bagaimana mereka bisa membantu saya padahal saya jarang meminta? Itulah hebatnya sahabat-sahabatku itu, sekali saya merasa kekurangan mereka langsung peka dan bertanya “Mau dianter ke perpus?”, dengan anggukan saja saya mengiyakan.

Akhirnya terfikir bagaimana mencarikan mereka jodoh, maklum sampai saat ini Jack dan Narto tidak pernah terlihat bergandengan mesra dengan satu orang wanitapun. Namun sayang, saya jatuh cinta dengan salah satu sahabat saya itu.

***

Halo, saya Narto teman kuliahnya Jack dan Angel. Dua sahabat saya itu, selalu menemani sejak dari ketemu awal di pendaftaran di kampus kita, yang sama-sama tidak membawa foto, alasannya sama pula ketinggalan. Di situlah awal pertemuan kami.

Eh Angel itu orangnya jarang ngomong, tapi ketika dia ngomong, orang akan langsung mengiyakan. Seringnya satu dua kata aja yang keluar dari mulut dia. Tapi jangan salah, dia selalu memberikan tangannya untuk membantu kita.

Kalau si Jack itu, betul-betul smart, entah dia belajar dari kakeknya yang dulunya seorang pejuang kemerdekaan, dia mampu memimpin kita, memberikan secercah strategi ketika kita lagi stagnant. Tapi yah saya selalu saja memberikan humor ketika Jack lagi serius-seriusnya mencari atau memikirkan agenda kegiatan.

Namun akhir-akhir ini, Narto terlihat murung, dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Dia pernah ngomong sih, dia lagi naksir cewek, tapi saya pura-pura goyunan menanggapi curhatnya biar ndak terlalu mikir. Saya ingin membantu dia untuk jadian sama wanita yang ditaksirnya itu.

Wanita itu, tau anda? Yah si Angel, sahabat saya eh kita juga. Saya menyimpulkan demikian karena di selalu mencuri-curi pandang pada Angel dan dia terlihat begitu dalam menatapnya.

Sayapun merencanakan misi untuk mengurangi beban hidup Narto kawanku itu dengan mencomblangin dia sama Angel. Beberapa waktu ini saya sering mendekati Angel sekedar mengetahui perasaan dan juga membangga-banggakan Jack di hadapan dia. Dia selalu saja tersenyum simpul ketika kita omongkan Jack. Mungkin dia juga ada hati sama Jack.

Sampai suatu hari dia berkata “Nar, aku suka kamu”.

ilustrasi gambar : http://www.laxart.org/



20 Responses to “Ketika Dua Lelaki dan Satu Wanita Bercerita”

  1. Cerpen, sy lagi terinspirasi prosanya Phutut EA, mantap keren🙂

  2. manteb rul cerpennya, bagus kok…

  3. Manteps kang… bener2 dari 3 sisi…. sampeyan yang mana???

  4. iki cerpen drex….. bukan orang yg saya kenal

  5. Hmm…cara bercerita ketiga tokohnya masih seperti ditulis satu orang. But Good Job Kak… Keren. ditunggu cerpen berikutnya..

  6. baru belajar inie😀 hehehe

  7. mak jlebh, cinta segitiga, hahahaha

  8. hanya cerita koq😉

  9. wah bakat terpendam ini.. setelah pulang dari filipina itu lho ya?! hekeke..

  10. met berbuka puasa ya sahabat
    salam hangat selalu

  11. wkwkwkw… dari dulu wanita selalu membuat hati lelaki tidak henti -hentinya bertanya!

  12. @detx : halah, apaan sih?
    @blue : sama2, tapi situ koq sering ngak nyambung yah ngomentnya?
    @ciput : hahahaha, kayaknya kamu pengalaman digituin yakz? hihihi

  13. wooogh bizarre love triangle:mrgreen:

  14. pokoknya keren habiez postinganmu ini sobat
    nice
    salam hangat selalu

  15. 15 alizaini

    Wew two thumbs up

  16. wow wow wow…
    mantep banget mas ceritanya….

  17. Wah bagus mas😀

    Saya dulu juga ada niatan bikin seperti ini.. tapi ntar dulu deh

  18. penulis hanya mementingkan pola pemikiran yang fokus pada kata hati sendiri, tidak dibumbui dengan areal lain

  19. mantap banget ini cerpen.

  20. hihhh….mantap….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: