Ketika Arjuna (harus) tergantikan dengan Tom and Jerry

19Jul11

Cerita dari Festival Wayang Indonesia 2011


Sabtu kemarin saya kopdar bersama dua wanita blogger traveller yang tulisan di blognya selalu membuat ngiler untuk mengunjungi tempat wisata. Dengan gaya tulisannya, saya seperti sedang ikut serta menikmati jalan-jalan bersama mereka. Sepanjang kopdarpun mereka pun masih saja membujuk saya ikut mengambil bagian dalam petualangan mereka *ngiler sambil ngitung receh*. Teman saya  itu Mila dan  Dila kita bertemu di Festival Wayang Indonesia 2011.

Festival Wayang ini sendiri berlangsung di Kota Tua Jakarta, dari tanggal 15-17 Juli 2011. Dan juga akan dilanjutkan pada Oktober mendatang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Wayang, Warisan Indonesia yang diakui Dunia

wayangSeperti halnya tulisan saya tentang batik beberapa waktu lalu, wayang juga merupakan heritage warisan dunia yang diakui UNESCO bahwa wayang Indonesia memiliki ciri khas berbeda dengan yang lain. Saya menikmati setiap detil kekhasan dari berbagai jenis wayang.

Entah sejak dulu saya suka sejarah *colek bu guru sejarah SMA saya*, suka memperhatikan atau bertanya-tanya tentang budaya, filosofi dan makna dari setiap adat maupun keistimewaan sebuah tradisi, walaupun tak sampai mendalami cuman menikmati keindahan maknawi dan ragawi.

Sayang sekali, ketika semua orang sudah bersusah payah untuk menjadikan salah satu heritage Indonesia yang dikenal dunia, namun masyarakat Indonesia kembali membiarkan budaya ini hilang sedikit demi sedikit. Atau apa perlu dibuatkan konflik lagi, sehingga kembali ikut bersemangat mencintai?

Pameran Wayang Nusantara

Kami juga menyinggahi museum wayang yang memamerkan berbagai bentuk wayang nusantara maupun dari luar negeri yang sejenis dengan wayang Indonesia dan juga yang menyerupai boneka (puppet). Patut diakui wayang Indonesia seperti Wayang Kulitnya lebih halus, detil dan teliti sehingga terlihat jelas cantik dan menariknya.

Kita berdiskusi eh berbagi cerita yang diketahui tentang wayang walaupun kita sebenarnya bukan asli jawa, yah bercerita sepengetahuan kami saja tentang wayang itu baik dari media visual maupun literatur yang kami pernah baca. Saya sendiri mengenal kisah wayang itu dari awalnya film berseri Mahabrata dan Ramayana di TVRI silam walaupun beberapa kisahnya setelah sampai di Indonesia telah berbeda.

Festival ini juga dipamerkan berbagai jenis wayang yang ada di Indonesia seperti wayang golek, wayang kulit, wayang suket dan ternyata banyak lagi jenis wayang serta kekhasan wayang masing-masing daerah yang ditampilkan dan saya baru mengetahuinya. Juga ada penampilan tarian topeng yang mengiringi pertunjungan utama yaitu pagelaran wayang kulit oleh dalang.

Ketika Arjuna tergantikan oleh Tom & Jerry

Ada yang menarik yang disajikan dalam salah satu acara dalam  Festival Wayang Indonesia 2011 kali ini, bagaimana memperkenalkan wayang kepada masyarakat Indonesia apalagi buat anak-anak untuk tetap melestarikan warisan nenek moyang agar tidak tergerus oleh derasnya arus pengikisan  budaya bangsa Indonesia.

Di panggung utama panitiapun mendatangkan seorang Dalang terkenal, yaitu Ki Enthus yang berasal dari Cirebon (CMIIW) untuk berbagi informasi, berdiskusi dan tanya jawab serta memperkenalkan Wayang kepada anak-anak dan masyarakat umum.

Ki Enthus memberikan beberapa wayang kepada anak-anak yang duduk manis di depannya, sekedar mengetahui bagaimana sih rasanya memainkan wayang itu, sekedar menggerak-gerakkan tangan serta badan wayang sembari menjelaskan karakter dan nama wayang yang dipegang tiap-tiap anak. Merekapun terlihat sangat antusias dan begitu ceria, ikut senang, tertawa dan tertarik untuk mengikuti penjelasan sang Dalang yang selalu tampil atraktif dan humoris.

Ki Enthus juga memberikan wayang model Tom & Jerry, tokoh dalam film kartun luar negeri kepada anak-anak. Sembari menjelaskan fenomena bahwa anak-anak sekarang sudah jarang mengetahui dan mengenal budaya bangsa Indonesia. Lebih mengenal Tom & Jerry ketimbang mengetahui siapa Arjuna, Kresna, Yudhistira, Bima, Rama & Sinta dalam cerita pewayangan.

Mereka juga lebih mengetahui Avatar, Doraemon, tokoh-tokoh manga lainnya dan tak mengenal satupun karakter dari pewayangan. Padahal jika ditelisik lebih dalam lagi, kita punya kisah pewayangan Sang Gatot Kaca juga merupakan kisah-kisah yang tak kalah heroik daripada cerita Satria Baja Hitam.

Akulturasi Modern

Mereka (dalang) pun akhirnya (harus) mengakulturasikan wayang dengan kondisi kekinian masyarakat kita yang lebih cenderung menyukai produk pertunjukan luar yang lebih modern seperti halnya membuat wayang Tom & Jerry tersebut dibandingkan dengan warisan budaya wayang yang sudah mendarah-daging.

Wayang dengan karakter Barack Obama dan SBY pun juga ditampilkan serta dipertontonkan kepada anak-anak kecil tersebut. Ternyata anak-anak sekarang lebih mengenal karakter-karakter tokoh yang dijadikan wayang itu lewat cara bicara yang ditirukan sang dalang sehingga merekapun tertawa terbahak-bahak. Itu salah satu contoh, bagaimana sekarang lebih banyak pengaruh media yang mempublikasikan pencitraan tokoh terkenal itu dibanding bagaimana memperkenalkan kebudayaan bangsa sendiri melalui wayang.

Ki Enthus pun berterima kasih kepada salah seorang ibu yang sedang membawa anaknya, yang telah membelikan anaknya sebuah wayang. Ini merupakan salah satu metode pengenalan wayang kepada generasi-generasi penerus bangsa, bagaimana seorang anak tertarik budaya sendiri kemudian mereka mencintai dan ikut menyebarluaskan ke teman-temannya, bukankah teman sepergaulan lebih banyak memberikan pengaruh ke temannya yang lain? Daripada publikasi besar-besaran robot-robot transformer bahkan ada yang memberikan cuma-cuma sebagai bentuk euforia film Hollywood  yang dinanti-nanti namun belum pasti juga diputar di bioskop Indonesia.

Namun ada hal yang cukup disayangkan, beberapa banyolan sang dalang, terlalu vulgar, begitu mudah menyebutkan alat kelamin, seperti k****l ataupun t***k di depan anak-anak yang bahkan di bawah umur belasan tahun itu. Walaupun berbahasa jawa di antara anak-anak yang hidup dari pergaulan Jakarta atau memang ciri khas penyajiannya supaya menarik, namun bagi saya untuk orang dewasa bisa jadi sebuah banyolan lucu, tapi bagi anak-anak itu seperti hmm…

Memang pengunjung Festival ini tidak seramai Festival Komputer, atau Pekan Raya Jakarta yang seabrek-abrek dibanjiri manusia, setidaknya saya menceritakan dalam blog ini dan juga akan saya tulisan juga di blog saya yang lain, ada kegiatan menarik untuk saya ceritakan. Tinggal bagaimana anda ikut merasakan betapa nikmatnya menyaksikan budaya sendiri.

*bukti kopdar wayang sampai kuliner makan Mie Titi di RM Pelangi, pertama kali ketemu mila setelah lama capcipcus di sosmed :D*



25 Responses to “Ketika Arjuna (harus) tergantikan dengan Tom and Jerry”

  1. jadi posting serius gini:mrgreen:

  2. 2 jarwadi

    Saya tidak terlalu paham dengan wayang, tapi saya menyaksikan sendiri bagaimana integritas seorang pembuat wayang dalam menuangkan idealismenya. Dia adalah Mas Bagong yang telah membeberkan banyak filosofi tentang wayang.

    http://jarwadi.wordpress.com/2010/03/09/mas-bagong-dan-karya-wayang/

  3. wayang barack obama dan sby:mrgreen:.. menarik itu. apa dia berbentuk wayang golek?

    • Kan ada di fotonya, wayang obama dan sby model wayang golek.

  4. dikit-dikit sku tshu tentang cerita wayang terutama wayang golek (soalnya aku dari jawa barat), soalnya waktu kecil papahku ampir tiap malem doyan dengerin cerita wayang baik yang ada di radio maupun dari koleksi kasetnya….

  5. Saya sempat nonton Ki Enthus ini, soalnya pas tour di ibukota ini Ki Enthus mampir ndalang di rumah bos saya di Kembangan, hehee
    Ohiya Ki Enthus ini asli Tegal lho, Mas..

    • Kemarin sih nebaknya dari tegal, soalnya dari gaya bicaranya dapat ditebak. Namun yang saya temani mengatakan bukan, dan selentingan juga panitia sempat bilang Cirebon gitu hehe. Anyway terima kasih infonya.

  6. kemaren liat agenda dan photo2nya di forum sbelah.. huaahh ngiler, ini festival jadi begitu indah dijepret yah

    • lama2 dirimu jd potograper aja,, ga usah jd blogger,, yah yah yah? *maksa*😆

      alhamdulillah festival2 kek gni musti dilestarikan

  7. seru yaaaaa…..
    Bangga jadi orang Indonesia hehehee…
    Sayangnya acara kebudayaan kayak gini promosi nya kurang gencar jadi banyak yang ga tau, jadinya sepi😦

  8. dimana kesetiaan bangsa ini terhadap kebudayaan nya sendiri???

  9. sayang generasi muda sekarang malah kurang antusias sama yang berbau budaya lokal.. kalo ngomongin artis dan lagu korea aja pada jagoan… *geleng-geleng kepala*

  10. hihihi…tengkyu postingannya kak arul🙂 love Ki Enthus soooo much walau rada2 nyeleneh….hehehehe
    gak sabar untuk kopdar berikutnyaaaa….smoga lebih ramai lagi🙂

  11. wem dah lama juga ga nonton wayang ya, walaupun dulu waktu nonton pun ga faham apa jalan ceritanya tapi katanya ramenya pas ada goro-goro.

  12. seru sekali nampaknya. mau ka diajak juga kalau ada acara2 beginih🙂

    • Yee opa, kan tempo hari udah diajak via twitter sm mas gajahpesing… hehe

  13. Anak sulungku suka banget sama wayang….sejak kecil saya mendongeng tentang Ramayana dan Mahabarata….anehnya si bungsu, walau kondisinya sama tak terlalu suka wayang..suka nya kartun Jepang…dan memang mimpinya jadi kenyataan, bisa melanjutkan ke Jepang.

    Sampai sekarang si sulung cinta banget sama yang namanya wayang, silat, juga berbagai kesenian khas Indonesia.

    Menyenangkan ya nonton festival wayang….anak-anak sejak kecil bisa dibiasakan mencintai budaya kita, tentu saja ortu harus bersusah payah, mendongeng, mengajak nonton wayang, baca buku (agar menarik bisa dengan membiasakan mendongeng komik wayang).

  14. iya, karena hrs komersial, jadi wayang luar negeri, sungguh-sungguh wayang…eh sayang…

  15. nyoba komen ah
    wayang menjadi tidak menarik karena anak2 skrg terbiasa dengan sebuah kehebohan industri hiburan. hal ini juga tidak terlepas dari peran media dan pemerintah. Dari sekian banyak tv swasta sepertinya hanya RRi yang masih menyiarkan wayang. Tv swasta yang lain lebih suka menyiarkan boyband dan keglamoran artis. Gak heran anak skrg walau masih kecil sudah ngerti lagu cinta, pacaran bahkan gengsi.

    gak cuma wayang, kesenian tradisional lain juga diambang kepunahan. Pemerintah hanya akan peduli jika sudah di klaim sama negara tetangga.

  16. waktu ada pameran komik dan action figure saya pernah melihat wayang kulit superman:mrgreen:

  17. aku punya 1 gantungan kunci, motifnya wayang, terbuat dari kulit. bagus deh….

    *ini komen OOT gak ya? nggak kan?*

  18. wih keren tw,,,🙂

  19. saya bangga jadi bangga indonesia karena indonesia kaya agan kebudayaan nya.
    wayang golek jadi ingat papah saya yang suka banget ma wayang golek.
    terimakasih atas infonya. infonya bikin say inget sama papah.

  20. mungkin wayang menjadi ikon indonesia di mata international. walau di banyak daerah lain di indonesia juga mempunyai wayang dengan berbagai gaya dan sisi menarik. namun wayang dari pulau jawa jauh lebih terkenal. dan pemeliharaannya juga masih bagus hingga sekarang (walau sempat mau dikalim malaysia)

    tapi, apakah generasi sekarang masih bangga dengan budaya sendiri di tengah maraknya ikon dari luar yang jauh lebih menarik dan disokong media publikasi yang tak terbendung.

    di aceh budaya warung kopi juga sepertinya telah terkontaminasi ide kapitalistik. dimana pemodal menggembargemborkan bahwa duduk lama2 di warkop bagian dari tradisi leluhur. meskipun waktu produktif terbuang sia2. dan pihak2 tertentu diuntungkan karenanya.(http://idrusbinharun.blogspot.com/2011/08/kemerdekaan-warung-kopi-bukan-sekedar.html)

    salam dari pinggiran kota banda aceh

  21. Anak-anak dari kecil sudah dicekoki dengan budaya dan tontonan dari luar negeri! Gimana mau tahu budaya sendiri?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: