Membangun Perpustakaan Pribadi

02Jul11

Perpustakaan merupakan tempat koleksi buku-buku yang berisi berbagai literatur fiksi dan atau non fiksi, mulai dari buku cerita sampai dengan buku ilmiah.

Namun masih banyak yang menganggap perpustakaan hanya sebagai penunjang sarana belajar mengajar yang berada pada institusi pendidikan, misalnya di sekolah, kampus saja. Sisanya yang mengenal perpustakaan selain di institusi pendidikan tersebut yang benar-benar gila buku.

Buku tetap menjadi primadona karena kelengkapan dalam penjelasannya lebih detil dibanding informasi yang kita inginkan yang bisa dirambah di Internet. Kalaupun ada yang mau membagikan bukunya secara lengkap di media online ini, itupun kalau ndak berbayar.

Ngomong-ngomong tentang perpustakaan ini, ada buku menarik yang membicarakan tentang perpustakaan. Buku ini berisi kumpulan tulisan para akademisi, mahasiswa, novelis, pejabat, Kyai, pustakawan hingga anak-anak yang dieditori oleh Labibah Zain founder blogfam. Selasa lalu ada bedah buku di Perpustakaan UI.

https://asruldinazis.files.wordpress.com/2011/07/the2bkey2bword.jpg?w=300

Malamnya saya sempat kopdar dengan beberapa pentolan blogfam, dan Maknyak -Labibah Zain- blogfam ini menceritakan tentang bukunya ini. Bagi yang penasaran bisa dicari bukunya di toko-toko buku, yang katanya buku ini bukan untuk profit oriented namun untuk sosial.

Setiap orang yang menyenangi buku tentunya tak lupa untuk membangun perpustakaan pribadi di rumah masing-masing. Untuk menyimpan koleksi buku serta tempat nyaman buat mereka membaca kembali buku-buku tersebut.

Nah kemaren juga saya berdialog dengan teman saya, dia memberikan kesalutannya istiqomah ngeblog di wodpress 5 tahun. Sebenarnya sudah 6 tahun saya ngeblog, dimana blog pertama saya di blog friendster dan blogdrive. namun jikalau dihitung dari lembar homepage yahoo (sampai lupa namanya) di internet yang masih statis itu mulai dari tahun 2000 kalo ndak salah.

Dia cerita kalau susah untuk menjaga konsistensi menulis. Dia salut sama beberapa blogger maupun penulis beberapa website di samping dia mampu membagi waktu dia juga sempat membagi ilmu-ilmunya di media internet. Padahal menurut saya, membagi waktu memang susah, bisa jadi pekerjaan utama kita keteteran jikalau tak mampu membagi waktu dengan baik *curcol*.

Dia juga berkeinginan membuat perpustakaan pribadi, kumpulan buku-buku menarik yang dia baca dan juga dibaca. Buku dan membaca menjadi hal yang menjadi dasar bangsa untuk berkembang menaikkan kualitas taraf hidup di dunia.

Bagi diri saya, membangun perpustakaan pribadi seperti itu belum sanggup. Secara materi buku yang masih segitu aja, belum lagi rumah sendiri belum ada jadi belum kesampaian keinginan yang ini.

Bagi saya lagi, sekarang cukup membangun perpustakaan pribadi saya apalagi dengan tulisan sendiri yaitu perpustakaan pribadi di blog ini. Perpustakaan pribadi saya saat ini menjadi refleksi tentang hal yang telah dibaca baik fisik maupun nonfisik, tentang belajar menulis, hal yang berbicara tentang hidup, manusia, alam dan segala penciptaannya. Segalanya, segala yang menarik bagi saya untuk dibagi-bagikan.

Bagaimana dengan anda?



49 Responses to “Membangun Perpustakaan Pribadi”

  1. saia sudah punya bukunya😀

  2. Suka dengan ideologinya, kemaren bilang kita memetakan sejarah, lalu perpustakaan pribadi, hehehe … keren😀

  3. lah saya sendiri gak punya bukunya tapi pengen baca. anu duleh! *dianu*

  4. 4 Irfan Handi

    Perpustakaan pribadinya OK.

  5. wah, saya suka dengan idenya, perpustakaan pribadi di blog🙂

  6. 6 jarwadi

    wah, buku buku saya tidak tertata sama sekali, koleksi buku saya, eh buka yang saya beli sedari sma sekarang sudah pada entah kemana, hiks

  7. cita-cita saya sejak dulu bila punya rumah sendiri ada punya ruang baca sendiri alias perpustakaan dirumah, tapi sayang sampai saat ini masih belum terlaksana….

  8. Oh, kalo saya sih pengennya perpustakaan pribadi yang “sebenarnya”, dengan buku “beneran”, nanti kalo udah punya rumah sendiri.:mrgreen:

  9. Sama dengan komen Mas Asop di atas. Kalau saya selalu pengen punya perpustakaan pribadi yang beneran. Pengen punya koleksi buku yang banyak dan komplit. Tapi sekarang kendalanya di rumah tidak ada ruangan yang cukup untuk menampung buku2 saya, boro2 mau bikin perpustakaan pribadi.

    Kalo “perpustakaan” yang dibangun di blog mah, ntar bingung bikin katalognya gimana. *halah*

  10. Wew.. keren kayaknya.. My Blog is my personal library… mantep mas.. hehe..😀

  11. Ada ungkapan seperti ini, “bila Anda terus membaca tanpa menuliskannya itu ibarat menjadikan otak Anda sebagai perpustakaan pribadi yang orang lain tidak bisa memasukinya..”
    “Tapi bila Anda menuliskannya, itu ibarat Anda membuka perpustakaan untuk orang lain,”

    • suka sekali dengan kata2mu, pantesan aja saya ngefans berat sama tulisan dan pemikiranmu🙂

  12. hehehe,,dasar penulis,,adaaa aja yg bs dijadikan bahan,,:P
    sip sip,,, dr duluu pengen bgt punya perpustakaan pribadi, punya perpustakaan umum dan perpustakaan+tempat ngafe alias book ‘n coffee(hahaha,,bs jd inspirasi bisnis juga kan bro)😀

    • terima kasih ide dan inspirasinya sampai ada tulisan ini🙂
      amiin semoga terwujud ya🙂
      ditunggu tulisannya dalam perpustakaan pribadinya🙂

  13. 15 kukuh budiharso

    perlu di coba nih…salam kenal,,, http://budiharso.wordpress.com

  14. Terimakasih Arul. mendokumentasikan tulisan-tulisan di blog juga bisa membangun sebuah sejarah. Sedangkan keinginanuntuk mempunyai perpustakaan pribadi untuk sementara waktu bisa dialihkan dengan mengunjungi perpustakaan2 yg ada karena sesungguhnya kalau erpustakaan di negara kita tertata secara profesional, maka perpustakaan bisa menjadi solusi bagi persoalan hidup. petani yg tertimpa wabah ulat bulu bisa menemukan solusi mengatasi hal tsb di perpus. Para buruhpun bisa mengatasi persoalan mereka karena mereka paham dg hak2 buruh karena mereka membaca sumber rujukan di perpus yg tentu saja klo buku2 itu semua dibeli dengan duit sendiri tentu terasa berat. hehe

    • terima kasih lho maknyak udah mampir.
      wah dapat inspirasi nih dari maknyak, benar banget perpustakaan merupakan gudang ilmu utk masyarakat, perlu di sosialisasikan kalau perpustakaan sumber dari berbagai persoalan menimpa rakyat, dan bisa jadi juga sebagai sumber perubahan bangsa.🙂

  15. Indonesia masih jauh tertinggal , apalagi dalam indeks membaca,, ayo membaca dan lebih memotivasi orang utk membaca… salam hangat, nice post^^

  16. Betul Mas Arul. Saya ngikut mas, nyoba bikin perpustakaan pribadi dengan karya pribadi pula. Salam kenal dan hangat selalu

  17. Saya juga masih tetap setia berbagi pada banyak orang. Meski nyatanya blog sekarang bagi saya tak murni untuk berbagi, juga untuk mencari profit. hahah ..
    Tapi saya kira itu tak apa. 🙂

  18. Kamu kog kopdar terus,….. kopdar sama aku kapan?😦

  19. Jujur aja, sejak mengakrabi dunia internet terutama Twitter, hasrat membaca menurun drastis (membaca buku, majalah, dll). Thn 2008 sempet sama suami, rajin menyambangi toko buku, boncengan berdua naik motor, trs pilih2 buku berdua dan dilanjut bayar sendiri2, hehe.

    Sayangnya, excitement tsb menguap begitu tiba dirumah. Buku cuma dibaca 1/3 bagian pertamanya saja dan lalu berakhir di laci. Penyimpanan bukunya jg gak rapi, pokoknya masuk laci, udah beres.

    Akhirnya, kebiasaan membeli buku pun sampai disana saja. Udah gak pernah beli buku lagi. Majalah tetap berlangganan, tp makin lama makin gak kebaca. Sungguh sayang sekali.

    Sebulan ini, aku mulai mengeluarkan koleksi buku lama yg blm habis terbaca. Berusaha membangun kebiasaan membaca buku dan juga majalah. Itupun masih tersendat-sendat dgn keasyikan membaca blog dan timeline twitter :((

    Maap komennya panjang. Aku akhirnya mengcopas komen ini aja deh untuk dijadiin postingan, hehehehe…

  20. Saya d rumah ada. Ya sdikut2 dlu aja. Saat ini bru 3 rak. Spertinya mau nambah 1 lg… :p

  21. 24 ejawantahblog

    Bila blog pribadi dapat dijadikan suatu perpustakaan, maka banyak yang akan mendapatkan rujukkan inspiratif dalam segi informasi. Salakan dapat dikembangkan dengan bahasa yang dikemas sendiri. Dan hal itu banyak sudah dilakukan oleh para blogger.

    Suksses akan upaya dan usahanya Sob !
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  22. artikel ini sangat menginspirasi saya. terimakasih

  23. pensil pendek lebih berguna daripada daya ingat yang kuat…tapi sewaktu-waktu bisa lemah.. maka tulislah sebelum lupa…*Artikelnya inspiratif😆

  24. 27 ismailmarzuki

    setelah ane kerja on-off 2minggu, jadi keranjingan beli buku, tau2nya koleksi buku langsung nambah drastis, dan membaca buku jadi kebiasaan baru,,, jadi ide perpustakaan pribadi bisa mengumpulkan koleksi buku2 yang berserakan,,,,

  25. buku-buku saya tertinggal disemarang dan saya kangen mereka… oohhh bukuku

  26. perpustakaan pribadi, pengen punya tapi…

    bukunya habis dipinjamin teman sebelum punya perpustakaan

  27. saya sendiri ndak biosa nulis bagus… yang penting usaha, apalagi saya ini ngantukan, hehehe…

  28. Sesuai tujuannya yang non-komersil, yang mau mendukung gerakan peduli perpus, dapatkan buku KEYWORD yang bisa pesan lewat Sobat Perpus.

    Harga Normal : Rp 60.000
    Hemat 20%! Harga cuma Rp 48.000!*

    Cukup kirim email pemesanan ke sobatperpus@yahoo.com atau DM lewat twitter@sobatperpus

    Info lengkap: http://sobatperpus.wordpress.com/2011/06/13/hemat-20-beli-the-key-word-lewat-sobat-perpus/

  29. Waduh aku belum PD nih bikin perpustakaan

  30. Sepertinya bukunya menarik, hehe.. setuju dengan Blog is my personal library..😀

  31. klo saya sih pingnya punya perpustakaan pribadi beneran, tapi ya rasanya agak mustahil buku yang saya baca saja baru 4-5 biji :))

  32. Yup, bener banget mas.
    Tulisan yang kita posting di blog anggap saja sebagai perpustakaan pribadi yang dapat dibaca kapan saja dan dimana saja😀
    Selain lebih hemat, gak repot juga ngaturnya😀

  33. Kalau mau ngumpulin buku, sebenernya bisa banyak. Tapi saya rada nggak begitu suka baca buku, jadi malah dikasih kasihin orang. Tempatnya lagian ga ada. Entah nanti, @giewahyudi mau nggak beli rak buku di rumah baru. :))

  34. Aku termasuk yg senang membaca buku dan rasanya tiap bulan ada aja buku baru yang kubeli. Jadi mungkin ke depannya bakal bikin perpustakaan pribadi. Dreamku sih punya ruangan khusus dalam rumah yang dipake sebagai perpustakaan. Entah kapan dream ini bisa terwujud…

    Ps. sementara buku ditumpuk di kardus karena rak buku yg ada udah ga nampung lagi :p

  35. dari dulu saya juga pengen punya perpustakaan pribadi untuk koleksi buku2 saya, walau memang masih punya sedikit sih.😀

  36. kalo saya pilih yang umum aja mas. lebih hemat…

  37. Iya memang sangat mengasyikkan kalau bisa koleksi buku yg banyak…mulai skr ayo bikin perpustakaan pribadi…

  38. Wih keren banget tw,,,🙂

  39. pengen juga punya perpustakaan pribadi, tapi masih banyak buku yg sudah dibeli namun belum dibaca..

  40. Enak nih punya perpustakaan pribadi.

  41. Mauuuu punya perpustakaan, mau buka taman baca, mau memiliki toko buku #disambitkarenabanyakmaunya😛

  42. wew hebatlah,membangun perpus pribadi.
    moga sukses iyy

  43. wah mantep ding bisa membangun sendiri

  44. Saya pun juga lagi membangun perpustakaan sendiri melalui tulisan2 kecil saya di blog

  45. Ane setuju sama konsep perpustakaan, meski sekarang semua udah serba online.

    Perang semesta


  1. 1 3 B (Buku, Baca, Blog) « Insan Perubahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: