Sekolah?

02Jun11

Layaknya gambar berikut disebut sekolah?
Sekedar mengutip dari pak gempur, simak beritanya.

Sekolah Laskar Pelangi: Potret Buram Pendidikan Indonesia

Ruang kelas yang tak layak huni

Meski bukan barang baru untuk dunia pendidikan di negeri ini, namun tampaknya ketidakwajaran ini wajib dipublikasikan oleh para blogger Indonesia yang masih terus berupaya setia pada kebenaran dan kebaikan. Adalah sebuah Madrasah Aliyah “Sehati” yang terletak di daerah Ling, Bontopuasa, Kel. Adatongeng, Kec. Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang kondisi bangunan sekolahnya tak jauh lebih baik dari kandang sapi.

Meja dan kursi guru yang ala kadarnya

Bagiamana bisa dikatakan layak kalau pandangan mata dibenturkan pada bangunan yang semi permanen dengan dinding udara yang tak sedap dilihat mata. Lantai kelas yang diplester ala kadarnya, WC/kamar mandi siswa yang terpisah jauh dengan kondisi yang lebih mirip kandang ayam. Ah, saya tak mau mengumbar kalimat berlebihan untuk meyakinkan anda bahwa sekolah ini tak layak huni dan butuh bantuan segera.

Lemari Buku Madrasah Aliyah sehati

Memang, tak hanya sekolah ini yang mengalami nasib pilu, banyak ribuan sekolah lainnya di pedalaman indonesia yang jauh dari sinyal blackberry, gemuruh suara pedagang pulsa di televisi, hingar bingarnya gosip murahan artis ibukota, juga koar ‘wakil rakyat’ sampai berbusa-busa.

Kamar Kecil yang jauh dari gedung sekolah Area parkir guru yang tak layak pakai

Saya yang hanya rakyat jelata, tak punya ‘kewenangan’, ‘kebijakan’ untuk mengambil ‘keputusan’ bisanya hanya berkeluh kesah dan bermuram durja, sambil menunggu janji-janji manis ‘pemegang kuasa’ untuk mensejahterakan masyarakatnya. Masyarakat harus berdaya, tak perlu menunggu pemimpinnya, mari bekerja.

semangat belajar tinggi berbanding terbalik dengan sarana pendukung

Sebagai jelata yang blogger, yang saya bisa hanya berkeluh kesah dan tentunya memainkan peran saya dengan sebaik-baiknya. Terima kasih untuk mbak Rahma Al-Chemist yang telah menjadi penyampai pertama berita ini kepada saya. Semoga tak berhenti sampai di sini. Ada banyak blogger-blogger lain di semua wilayah yang berani dan mampu menyuarakan keprihatinan yang ada di sekitarnya.

Tampak depan Madrasah Aliyah Sehati

Berharap blogger-blogger lain ikut membantu menulis ulang. Terima kasih.

Bagi yang mau berbagi rejeki, silakan kontak nomor HP ini: 081342394866.

Untuk donasi silakan transfer ke:

REK. MANDIRI
152-00-1130231-8
atas nama RAHMAH

Written by: Gempur Abdul Ghofur http://aghofur.com/
Photo: http://chemistrahmah.blogspot.com/2011/05/can-you-imagine.html

Pendidikan kita masih mahal, pendidikan yg berkualitas kita masih jauh dari jangkauan, masih terbatas untuk orang yang mampu, mampu bayar dan mampu mencari.



27 Responses to “Sekolah?”

  1. Kadang semakin mahal biaya, semakin jelek pula kualitas sekolah. Karena semangatnya sudah habis.

  2. Ya Ampuuuun! Tapi hebat ya, siswa lulus 100%

  3. Di blognya Pak Eko Eshape ada tulisan ini juga.
    Insya Allah ikutan sharing.

  4. makasih sharingnya, daeng aruul🙂

  5. 😥

  6. ini merupakan tamparan serius bagi pemerintah. dan juga sekolah yang melakukan pembodohan dengan nama internasional. padahal semuanya hanya kosong. kosong.

  7. Lulus 100%? Hebat! anak2 bermental baja😀

  8. Kalo di daerah pedalaman Papua masih banyak yang lebih parah.
    Malah ada yang hanya beratapkan langit😦
    Sedih juga lihatnya.
    Daerah pedalaman terkadang cenderung dijamah oleh pemerintah.

    • ditunggu kisah2nya supaya minimal ada di internet dan dibaca.

  9. semoga yang lulus tidak bermental korupsi kayak si itu tuh…😀

  10. oh, inikah yang disebut sekolah?

  11. sumph sungguh miris😦

  12. Saya tunggu postinganmu mengenai kisah dan wejangan bu Nansy.

    • kisah yg mana ini kak? yg mo ngajar di sekolah tengah sawah ya? perlu menambah referensi kak infonya juga.

  13. saya kok jadinya membandingkan dengan fasilitas2 pejabat negara yah…😦 miris sekali, padahal kalau pun investasi di sekolah kan untuk masa depan bangsa …

  14. mengapa wajah pendidikan di Indonesia masih saja ada yang seperti ini…

  15. semoga pemerintah kita makin sadar, gedung DPR masih bagus, ini bentuk pemusnahan generasi penerus, jika potret rumah pendidikan kita seburuk ini.

  16. ternyata memang belum merdeka sepenuhnya bangsa ini -.-‘
    tragis, begitu tragis..

    sukses selalu!!

  17. kita tak perlu berharap banyak ke pemerintah sekarang, meski si Gubernur SYL menjanjikan pendidikan gratis saat kampanye, tentu tak mesti dia merasa berkewajiban menjalankan sumpahnya itu. meski kita saban waktu bayar pajak, tapi pemerintah seakan lupa ‘mengembalikan’ duit itu..
    miris.

  18. oot: tumben itu si HAJAR HABIS nggak nyepam di sini :))

    Saya prihatin lihat sekolah semacam itu. #eh
    😥

    • nyepam koq, cuman dia keknya udah tau kalo nyepam itu komentnya saya delete, akhirnya koment beneran. Tapi sebenarnya koment di atas ada spam juga, tapi saya edit bagian spamnya😆

  19. hebatnya orang-orang yang ada disana masih memperjuangkan pendidikan, buktinya lulus 100 persen semuanya dengan semua keterbatasan yang ada.

  20. aduh sangat menyedih kan dan tragis sekolah nya, kalo pemerintah tidak peduli dengan masalah sarana pendidikan mulai kita sebagai masyarakat untuk menbantu sekolah2 yang seperti ini.bisa bentuk sumbangan dll

  21. menyedihkan…

  22. Yg lbh ironis adalah ada aja sekolahan bobrok yang lokasinya MASIH di Jakarta.i mean, come one! Begitu dekat dgn pusat pemerintahan dan dana tp masih bobrok aja.

    Apalagi sekolah seperti ini yg jauh di pedalaman…..
    Eh ini pedalaman bukan sih?

  23. wah, di maros? dekat2 rumah ini eh

  24. sekolah kita hanyalah ketentuan baku.
    pemerintah gak mempan ditambar lagi….
    tapi di apakan ya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: