Fisika itu Asyik?

26Mei11

Tentang Fisika

https://i0.wp.com/www.kandel.co.id/home02/components/com_virtuemart/shop_image/product/1849f8ea63c3e25ca65d6af1b4de4b5e.jpg

Jaman dahulu kala, eh kurang lebih satu dekade yang lalu, buku “Fisika Itu Asyik”nya Roy Suryo eh Yohannes Surya terdiri beberapa seri menjadi santapan asyik untuk dinikmati. Ditambah lagi buku kumpulan soal-soal Olimpiade Fisika, menjadi lahan subur perlu digarap yang harus dicari penyelesaiannya bukan jawabannya. Buku Seribu Pena dalam berbagai bidang pelajaran pun sepertinya tak cukup puas untuk diselesaikan persoalan di dalamnya.

Mendapatkan buku “Fisika itu Asyik” sungguh kesenangan luar biasa, sudah dapatnya gratis  dari Om Surya, mendapatkan paket pos sepertinya hal excited banget di desa Parigi kala itu. Maklumlah, jarak desa tempat sekolah kami berada itu lebih 7 km dari ibukota kecamatan. Tukang posnya kadang sebulan lebih baru mengantarkannya bahkan harus salah satu dari siswa menuju ibukota kecamatan untuk mengambilkan surat/paket kami itu.

Demikianlah buku yang bikin gemetar nikmat itu. Sepertinya setiap soal-soal Fisika itu membuat beberapa helai rambut menguban dengan sendirinya. Menghabiskan waktu di meja saja, hanya di meja mengabaikan angin-angin cinta kecil yang datang silih berganti.

Berbicara tentang fisika, tentunya selalu jadi momok yang mengerikan, seperti setan yang selalu terbayang ketika melewati jalan gelap sendirian di malam hari. Pengen berlari saja, tanpa pernah mengenal mata pelajaran satu ini.

Atau membayangkan seorang guru membawa penggaris panjang yang siap-siap memberikan hukuman jikalau tak mampu menjawab pertanyaan fisika sederhanapun. Yah itu hanya prasangka dan ketakutan sahaja.

Tentang Kakak Kelas

Terkait fisika ini, saya ingin menceritakan lagi salah satu orang kakak kelas saya, kebetulan saya banyak ngefans berat sama kakak kelas seperti tulisan yang lalu. Kebetulan lagi ini dia kelas III, saat saya masih cupu di kelas I kala itu.

Bayangkan, setibanya saya di asrama sepulang sekolah menjelang sore, dia sudah berkutat dengan buku tebal-tebalnya di meja. Dengan kaca mata sebagai pertanda siswa jenius itu entah sudah minus berapa. Selintas terlihat melalui pintu kamarnya yang buka lebar membiarkan hawa sejuk pegunungan membantu memberikan ide-ide buat dia.

Selepas subuh pun dia sudah terlihat lagi bercengkrama mesra dengan buku-bukunya di meja yang sama. Sudah barang tentu buku-bukunya yang tebal itu selalu ditenteng ke sekolah.

Dan akhirnya membuahkan hasil membanggakan, mewakili sekolah yang masih berumur 2 tahun kala itu dan juga mewakili Indonesia di ajang Olimpiade Fisika Asia dan Internasional dengan mendapatkan medali sebagai prestasi luar biasanya.

Terus terang dia salah satu motivasi saya untuk belajar kala itu, rajin tanpa mengenal waktu ketika ada waktu kosong pun saya mencoba mencontohi perilaku baiknya itu. Alhamdulillah, walaupun IQ saya di bawah rata-rata teman-teman yang lain, bisa juga mendapat hasil lumayan.

Oh iya, selepas dari sekolah dia melanjutkan kuliah di Departemen Fisika di salah satu kampus terbaik di negeri ini,  S2 dan S3nya pun di Amerika Serikat sana. Semuanya dengan beasiswa, salut!

Sekarang dia menjadi salah satu dosen serta tetap menunjukkan prestasi luar biasanya membawa anak didiknya untuk Olimpiade tingkat Asia dan memperoleh penghargaan membanggakan Indonesia.

Tentang Blog Keadaan Tunak

Beberapa waktu lalu saya mengiri untuk kesekian kalinya, dia mulai menulis hal-hal tentang fisika di sebuah blog. Gila, mulai dari masalah politik, cinta, sampai namanya entertainment dikomentari dengan bahasa menarik.

Salah satunya cerpen tentang Ketika Fisika tidak Lagi Mudah, membacanya sulit membedakan dia itu fisikawan atau sastrawan saking menariknya cerpen itu. Tulisannya renyah, enak dibaca. Pun membacanya tak perlu sampai memusingkan bagaimana rumus fisika itu bisa nyantol di cerita.

Bagi orang awan, atau mahasiswa yang mendalami fisika kadang mekanika kuantum jadi batu sandungan. Tapi ketika menyimak cerita ini bahwa mekanika kuantum untuk partikel dan potensial tangga menjelaskan partikel memang sempat mencapai  x>0 dengan peluang lebih kecil untuk mencapai x yang lebih besar yang pada akhirnya semuanya akan kembali lagi menuju daerah x<0, makanya reflektansinya sama dengan satu.

Dikaitkan dengan kisah si Alex, tentunya lelaki pada akhirnya semua akan kembali ke situ, haha. Baca sendiri ceritanya, rasakan kelucuan kisah si Alex.

Belum lagi menganalisis gerak Trio Libels yang menghubungkan dengan grafik sinusoidal. Coba bagaimana kalau guru-guru fisika kita mengajarkan tentang harmoni itu dengan menggunakan gerakan Boy Band SM*SH sebagai contohnya, bisa jadi fisika itu asyik buat para ABG.

Dengan membaca beberapa tulisannya, kita mengangguk entah mengiyakan, ikut tersenyum, tertawa, ikut merasakan pengalaman di dalamnya atau merasakan bahwa saya mencintai fisika. Yey… ternyata fisika itu asyik!

http://1.gravatar.com/avatar/926857510ec58bb314dce3270c58c63f?s=96&d=identicon&r=GDia Zainul Abidin, Ph.D, seorang dosen yang kurang ng(ajar) dengan keinginannya membuat novel fisika. Sila berkunjung langsung ke blognya, temukan hal menarik dan mohon maaf jika sampai kepala anda pusing memikirkan keterhubungannya😀

Apa? Fisika itu Asyik? Coba deh temukan steady statenya di www.keadaantunak.wordpress.com.



33 Responses to “Fisika itu Asyik?”

  1. Sekedar menulis yang menginspirasi saya

  2. Awalnya saya gak suka fisika soalnya waktu SMP dulu guru fisikanya galak banget salah dikit main jedokin kepala, tapi setelah kelas 2 SMA saya jadi mencintai Fisika karena gurunya yang baik hati dan cara menerangkannya yang inovatif apalagi orangnya masih muda, bikin semua siswa jadi cinta Fisika, kesimpulannya kita suka dengan pelajarannya karena suka dulu dengan gurunya… setuju..🙂

  3. Wew, bukan fisika yang jadi momok saya pas SMA, tapi biologi.😆

  4. seandainya dulu saya gak mabok sama fisika😦

  5. AH, mana bisa, sejak dulu fisika nggak asik, bang! hahahahaha

    meski wali kelasku dulu guru fisika, tetep tak membuatku goyah utk tetap mengatakan fisika itu susah…. hahahahaha

    maap ya bang! bukan maksud hati melemahkan, sy lbh suka pelajaran sejarah kala SMA. xixixixix

  6. Jujur yang membuat saya tertarik dan penasaran itu adalah Novel Fisika itu mas.. hehe… Eh tapi fisika susah ya mas..😀

  7. Anak saya langganan Kuark .. majalahnya pak Surya .. saya lihat dari majalahnya memang bagus mengajarkan sains dengan bahasa yang gampang dicerna .. terlebih bentuknya kartun ..

  8. wah fisika itu asik dan mudah memang bro, kalo kimia ampun2 deh hwhwhww

  9. memang asik tapi buat yg bisa.. kalo ndak bisa spt saya ini ya bungung dot com masbro

  10. Wah, saya kuliah ambil Fisika Nuklir nih, mulai Juli besok. Tapi menurut saya, fisika itu asyik kalau kita sudah jatuh cinta pada pelajarannya🙂

  11. ada novel fisika? pengen tau jadinya ….

  12. saya sangat kental dengan dunia fisika sebenarnya karena pernah kuliah selama 1 semester du jurusan fisika tepatnya di prodi geophysic…. ternyata otak saya nda mampu wkwkw…. salut buat kakak… hebat dalam fisika…. semoga jadi seperti Bpk BJ habibi yang merumuskan cinta melalui fisika hehehe

  13. Fisika bagi saya dulu adalah musuh (sekarang juga). Dan alhamdulilah waktu UN kemarin gak ketemu fisika (soalnya SMK) ehehe😀

  14. Fisika itu susah tapi dipaksakan karena wali kelas saya dulu guru Fisika..😦

  15. Fisika, wahh ini favorite aku dulu waktu SMA, tpi kyknya skrg sdh banyak lupa rumus2nya..😀

  16. Fisika dan mata pelajaran ilmu pasti lainnya sering menjadi momok….
    Dengan menuliskan secara ringan, membuat anak-anak menyenangi mata pelajaran Fisika sejak dini, bahkan akan mengasyikkan…karena bisa memahami sebagian dari rahasia alam ini, memunculkan keingin tahuan lainnya.

  17. 17 jarwadi

    wah, beruntung siswa siswi jaman sekarang, jaman saya dulu fisika dan kimia itu embahnya horror, lebih menakutkan dari kuntil anak dan hantu pocong kata orang di desa saya

    guru fisika di smp saya dulu bermuka datar, menulis rumus di papan tulis kayu sambil memelototi siswa, hiiiy

    saya sendiri mulanya ngga suka suka amat sama fisika …

  18. banggaku bisa berkunjung kesini sambil belajar… semoga saya akanterus kesini…
    saya tak menyangka dapat belajar dari blog ini. salam blogger makassar. klu bisa
    berika tutorial yang untuk para newbie.saya baru saja mengembangkan dunia blogging.

  19. iya fisika jadi momok😦 Waktu aku SMA, fisika itu pelajaran paling jeblok. Gurunya jauuh dari gambarain asyik kayak di tulisan mas arul. Dia galak, suaranya kenceng, tatapannya serem, huaaah. Materinya susah, gurunya ga asik, lengkap sudah penderitaan. Gara-gara fisika jeblok, ngga bisa masuk IPA, padahal aku suka pelajaran biologi dan kimia. Ahiks *curhat*

  20. ha.. baru tahu, ternyata saya dibahas di sini (blog terkenal). Terimakasih Arul, saya sangat tersanjung. Kemampuan menulis saya masih sangat jelek, masih perlu lebih banyak belajar lagi. Seurieus.

  21. saya jurusan fisika🙂

    *ketauan murid jadul deh saya

  22. Fisika sebanarnya cukup suka waktu di SMA…
    tapi entah kenapa sewaktu di bangku kuliah, ketemu Fisdas I dan Fisdas II itu seperti ketemu musuh besar.
    Alhamdulillah saya masih bisa lulus meski nilainya sangat tidak memuaskan😛
    tapi memang benar, mencintai suatu pelajaran/mata kuliah itu harus dengan hati. seperti saya yang lebih menyukai matematika/fisika yang terapan, bukan yang dasar🙂

  23. 23 fera amir

    fisika itu indah…i love fisika

  24. Kalau aku lebih suka pelajarn biologi. Gak mumet karena harus menghafalkan rumus2 spt pelajaran fisika.

  25. nice..
    emang perna sih perhatiin asyiknya praktek fisika gitu, kalo diperhatiin bener2 unutk org awam yang gak tau apa2 bisa dikira magic tuh😀
    asyik bangett tuhh..

    sukses selalu!!

  26. waduuh… fisika… pening saya sekarang, walau pernah terdampar di jurusan fisika sewaktu kuliah dulu😐
    baguslah kalau ada yg membawakan fisika dengan cara yg menyenangkan, agar tak tampak menakutkan, walau mungkin tetap bisa bikin pening bagi ‘sebagian’ orang, termasuk saia.

    tapi demi menyemangati diri, seringlah dulu itu fisika saya bilang pada kawan² perempuan sebagai dari singkatan dari “FIkiraku Selalu Ingat KAmu”…🙄

  27. Fisika itu asyik klo bisa..😀

  28. Salam kenal,, di tunggu kunjungan baliknya

  29. Si Inul itu memang tidak habis2nya menginspirasi kita. Menjadi temannya saja saya udah bangga..

  30. bener, belajar fisika itu memang asyik, tapi liat guru yang ngajar jg sih.kan banyak tuh guru yg tampang ma cara ngajarnya streng banget.klo belajar fisika msh streng, kita belajar pajak sama-sama yuk http://www.edukasipajak.com

  31. Kacamata adalah ukuran kejeniusan seseorang? Saya yang nggak pakai kacamata berarti nggak jenius dan bahkan bodoh dong kalo gitu hahahaha…

  32. semua pelajaran bakal asik kalau gurunya bisa menjelaskan dengan baik dan benar.

  33. wah jadi inget sekolah dulu sayangnya di smk dulu g ada pelajaran fisika


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: