Belajar itu menulis

07Mei11

https://asruldinazis.files.wordpress.com/2011/05/14kid.jpg?w=300

Jadi begini, akhir-akhir ini kebanyakan ide di kepala saya, tapi sayang tak satupun jadi tulisan di blog ini. Bahkan tulisan terakhir, pun cuman menampilkan foto-foto, di samping alasan klasik sibuk tak sempat wara-wiri ke blog-blog kawan. Nah kayaknya sekarang curhatan aja kali ya, biar lebih mengalir, mumpung lagi weekend, bercerita tentang sedikit tentang apa yang sebenarnya yang saya mau tulis di blog ini, yah bisa dibilang hampir seperti tulisan ini.

Beberapa minggu lalu, saya membaca dua tulisan Cipu  yang ahli okkots ini *bukan pelaku, tapi pengamat maksudnya*, yang berisikan tentang cerita lingkungan, satunya tentang film dokumenter No Impact Man, sebuah keluarga di Australia yang sedang mengkampanyekan kehidupan yang peduli lingkungan, mengurangi perilaku-perilaku yang menyebabkan lingkungan rusak, Hal-hal yang terlihat tidak mungkin, sekeluarga inipun lakukan demi bumi. Satunya lagi tulisan tentang kondisi alam di beberapa negara yang permukaan air dan bencana alam sudah sering terjadi dari sebuah buku, beserta gambar dan penjelasannya mengapa saatnya harus peduli lingkungan. Penduduk di beberapa belahan dunia pun harus mengungsi.

Entah tiba-tiba saya tersentuh, untuk membuat tulisan dan tentunya pula berfikir utk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari saya. Tips-tips sederhana menjaga lingkungan, apapun ide yang keluar pada saat menulis di blog ini. Sayang, akhirnya saya mengurungkan niat itu.

Oh iya satu lagi tulisan cipu yang terakhir, tentang anggota DPR berkunjung ke Australia yang menjadi keprihatinan dari mahasiswa Indonesia di sana, saya membaca itu tanggal 1 Mei ketika pertama kali posting, dan tanggal 4 Mei beritanya  berseliweran di timeline facebook, twitter, milist, maupun plurk dan kemudian diangkat jadi berita utama di media mainstream. Terlepas dari ketidaksensitifan yang dituliskan dalam posting tersebut, anehnya koq baru 3 hari setelahnya, dan tentunya postingan ini beramai-ramai, apa tak ada yang menduga ini adalah salah satu skenario politik juga? Hahahaha *sok politis*

Taukan stok-stok bahan untuk diperadukan di masyarakat itu banyak, untuk menutup hal yang mungkin menjadi masalah besar ketika terungkap. “Ah pengamat abal-abal*

Selanjutnya, menyambut hari pendidikan, ada sebuah renungan bahwa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas itu hanya orang tertentu saja yang mampu atau dimampukan dengan entah usaha apapun itu. Orang yang tidak mampu bayar, sudah memilih yang lain saja, itu hasil diskusi di beberapa forum dan grup. Dan saya tidak setuju dengan pendapat itu.

Saya sepakat dengan pendapat Qara di status FBnya bahwa “pengetahuan milik semua manusia BUKAN milik uang“. Jadi bertanya-tanya, apa saya yang salah dengan ketidaksetujuan itu?

Orang pada heran, koq memusingkan hal demikian, atau jangan-jangan orang berfikir saya ini terlalu idealis jahat. Akhirnya sedikit ingin mengulas dan menulis dalam perspektif pemikiran saya yang ndak nyangka sudah hampir seribu kata, padahal mengalir begitu saja. Termasuk tetesan air mata terburai mengalir maklum kisah nyata pribadi yang berkaitan dengan pendidikan. Oh iya rencana tulisan itu berjudul “Pendidikan untuk Semua?” tapi gagal terbit  sodara-sodara, untuk pertimbangan pribadi saya sendiri.

Dari keseluruhan, satu lagi tulisan yang ingin saya sharing ke teman-teman, hasil diskusi saya dengan Afzal adik kelas di SMA, bercerita panjang lebar tentang bagaimana membahas sebuah materi yang didiskusikan. Kalau dari saya menyimpulkan butuh kekuatan nalar dan logika lebih kuat untuk menganulir pendapat yang tidak benar, tentunya dengan landasannya kuat selain argumentatif serta bahasa yang lebih umum dan diterima.

Sedang dari dia menarik kesimpulan bahwa sistem ajaran English Debating yang menyebabkan muncul pemikiran-pemikiran bahwa semuanya benar dengan versi dan argumentatif masing-masing. Padahal belum tentu menuju kebenaran.

Saya belajar dari diskusi kali ini dan ingin belajar banyak hal lagi dan lagi untuk pengetahuan yang lebih. Dan niat belajarnya itu kata dia lagi untuk mengangkat diri dari kebodohan dari diri sendiri, kemudian diamalkan untuk diri sendiri, sehingga jadi penyelamat diri sendiri dulu, sambil membagi juga dengan orang lain sebisanya.

Oh iya, belajarnya bukan berniat untuk mendebat lagi lho, malah akan menjerumuskan lingkaran kebodohan selanjutnya lagi. Namun diganti istilahnya menjadi menulis, yaitu penulis yang tidak asal nulis, tapi menulis yang menyebarkan kebenaran dan kebaikan dan ajakan ke perbuatan yang benar.

*foto dari sini*



34 Responses to “Belajar itu menulis”

  1. wah. arul ternyata masih terus giat menulis yaah… *salaman😀

    • iya mas, seperti jenengan masih terus giat beranimasi🙂 mas postingan2 keren, lanjutkan ngblog🙂

  2. 3 Kurology

    sampeyan beruntung, saya malah baru tahapan belajar menulis, memilih diksi, dan bagaimana mengkomposisi kalimat jadi bisa dibaca tanpa terasa seret:mrgreen:

    anw, sebenarnya ada banyak isu yang bisa menginspirasi kita buat nulis. tapi, komitmen saya ya menghindari isu2 sensitif (untuk sementara ini sih).

    • wah tenang mas *eh mas kan* saya juga masih belajar, dan belajar menulis🙂
      wah dulu pernah berfikir utk menghindari, tapi entahlah kadang hati tak bisa ditahan2😀 hehe

  3. lha ini ide dari ide2 yg tergantikan mas arul

    • he eh, iya jadi ceritanya sepotong2 aja tidak menyeluruh. mungkin lebih nikmat ya menulis seperti ini🙂 dirapel😀

  4. wah hebat, selamat ya😀 udah dapet penghargaan sebagai blogger sejati! ketimbangsaya cuma dapat award doang😦 tapi yang penting bukanya penghargaan tapi kebersamaan antar blogger menjadi blogger sejadi (blogger yang menulis karyanya sendiri)🙂 oh iya kunjungi blog saya juga ya Sahabat Biidu

  5. Tolong hapus komentar sebelumnya donk! itu buat temen blogger saya!🙂 (maaf salah nulis :()

    .menullis haruslah mempunyai sebuat ide dan kreatifitas untuk membuat suatu tulisan menjadi bagus🙂 kunjungi blog saya dong Sahabat Biidu

    • wah perasaan saya tidak membahas tentang menulis ya😀 anyway good quote🙂

  6. apakah aku penulis yang mengajak kepada kebenaran, rul ? hehehe *kebenaran atas diri sendiri kaya’nya* xD

    • hehehe saya tidak membahas menulis keknya hehehe, tetapi bagaimana belajar itu seperti menulis😀

  7. memang bener sih, tidak ada kebenaran sejati, yg ada hanyalah argumen yg lebih kuat😀

    • opa disagree, ada kebenaran sejati, argumen-argumen itu kan digunakan untuk membela pendapat😀

  8. menulis itu memang moody🙂

    • kalo belajar moody juga ya?

  9. assalamu’alaykum..afwan..mampir nh di blog antum…http://tentarakecilku.blogspot.com

    • waalaikum salam, sudah mampir tapi ngak koment😀

  10. Jadi penulis yang benar-benar bisa menulis memang tidak mudah. Memang harus dilatih terus ketajamannya menulis….🙂

    • iyah betul banget mbak, nanti lain kali bikin tulisan tentang menulis ah, atau jangan2 saya sudah menuliskannya di blog ini😀

  11. Ada penulis pembela kebenaran ya, Mas? *seperti power ranger*

    • wkwkwk, ini bukan tentang menulis gie, tapi bagaimana belajar itu seperti menulis😀

  12. saya apalagi mas…uda seret..tulisan cuman separuh2 gak slse, pas mau diteruskan kok malah lupa haha ide sebenarnya banyak tapi mengolahnya jadi tulisan itu yang lama😀

    • bhagas, iya juga sih banyak faktor, tapi kalo lagi semangat2nya ngeblog kadang hal lain pun terlupakan dan ngeblog eh menulis selancar air mengalir dari bukit turun ke lembah🙂

  13. 24 zakkiy

    alhamdulillaah,,,,kakak kami,,,telah mengajarkan adik2nya,,,,,,,berupa pelajaran2 seperti: (ini kesimpulan dan hayalan sy sendiri loh),,,,,,,mulai dari “buah dari ilmu adalah amal” seperti yang telah tersirat dalam judulnya “belajar itu menulis”,,,judul ini pun kemudian punya makna lain “ilmu itu mendahului perkataan dan perbuatan”,,,,,,,nah ada lagi makna judul tulisan ini (belajar itu menulis) salah satu metode paling efektif dalam belajar untuk kita para manusia2 akhir di dunia ini (dibandingkan dengan para ulama terdahulu yang luar biasa hafalannya) adalah dengan menuliskannya,,,,,,,,,,,,,,ada beberapa pesan dari tulisan kak Arul yang maknanya sangat mengusik perhatian,,semoga ada yang bisa menangkapnya,,,,,

    nah inilah contoh ‘strategi persuasif’ dengan ‘bahasa yang lebih familiar’ iya kan kak??

    • iyah saya juga belajar banyak dari zakkiy dan semua komentator di sini🙂
      Ayo dong dituliskan juga ide2 dan pemikirannya, tak sekedar komentar2 di milist, FB, maupun di blog, padahal itu sudah bisa jadi sebuah tulisan lho🙂

      betul ini yang saya maksud, ketika kita mempunyai kekuatan di salah satu sumber persuasif, perlu dilakukan, walaupun saya juga masih belajar bagaimana mempersuasifkan kebenaran itu🙂

  14. Klo belajar mendengarkan itu sbelum atau sesudah menulis ni mas

    • mendengarkan adalah aktivitas sepanjang hidup, mendengarkan itu ya sebelum dan setelah menulis. dengan mendengarkan sebelum menulis tentunya tulisan kita akan mendapatkan banyak info begitu pun setelah menulis tentunya aktivitas menulis kita akan semakin meningkat dengan tambahan pengetahuan lagi, yang bisa jadi terkoreksi atau tertambah infonya dibanding tulisan sebelumnya. betul begitu kan😉

  15. saya dari dulu kurang senang dengan debat karena seakan sama-sama mempertahankan ide masing-masing orang, jadinya seringkali malah terkesan saling menjatuhkan tanpa memikirkan solusi yang dapat memecahkan kebuntuan.

    itulah yang selalu menyadarkan saya untuk ingat dalam membuat pattern postingan: bermanfaat🙂

    • alhamdulillah bahagia, ada yg nangkap juga maksud tulisan ini🙂
      betul banget, seseringnya kita menulis, sebaiknya memberikan manfaat yg benar ya🙂

  16. Ckckck….
    Kalo denger cerita2 seputar hilarious-nya anak2 e43 (terutama yg sering diceritakan suami: anak2 yg di kontrakannya Ucup) sungguh aku kagum masih ada teman kuliah suamiku yg pandai menulis seperti kau ini #kasihjempol
    😀

    • dear jeng tyke, pandai menulis? hehe sepertinya masih jauh mbak, tulisan di blog ini masih jauh daripada sebuah kepandaian dalam menulis, masih sering banyak typo, perulangan kata yang tak perlu, masih kurang mengena, kurang tajam, kurang persuasif, ah kurang.
      Setidaknya dengan menulis semakin hari saya menyadari kekurangan itu, dan semoga semakin baik menulisnya🙂 itu harapan, semoga bisa.

      sukses juga bu utk menulisnya😉

  17. benar tuh kata arul gue setuja,,bagaimana belajar itu seperti menulis…sebab akan mengalir tulisannya dari ulu-kehilir..hehehe..nice brother..gue jg sedang belajar itu..dan hasilnya memuaskan diri sendiri dl..entah orang lain yg bacanya..mungkin puyeng bc py saya..xixixiii

  18. emng benar menulis itu bisa membuat sebuah karya.
    contah nya sudah berbukti kaya kak arul ini.
    yang suka menciptakan tulisan blog yang begitu bagus.

  19. iya baetul sekali itu belajar itu bagaikan menulis,
    makadari itu sering2 lah menulis dan berkarya,,
    makasih banyak atas infonya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: