Lawang Sewu

Tak Sekedar Mistis, Namun Indah

Lawang Sewu, salah satu obyek wisata bangunan peninggalan Belanda di kota Semarang. Lawang sendiri berarti pintu, dan sewu adalah seribu, dinamakan demikian karena jumlah pintu dari bangunan tua ini banyak, termasuk jendelanya yang cukup tinggi menyerupai pintu. Gedung ini terletak di bundaran Tugu Muda.

Lawang Sewu dulu adalah Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) salah satu Perusahaan Kereta Api jaman Belanda. Sejak jaman kemerdekaan juga dipakai sebagai kantor Kereta Api. Sebuah gerbong masinis kereta api diletakkan di depan gedung ini sebagai bagian sejarah perkeretaapian di Indonesia. Sekarang juga sedang direnovasi untuk digunakan kembali jadi kantor Kereta Api.

Terus terang saja, bila ingin ke Semarang saya tidak ingin berwisata ke Lawang Sewu karena selama ini saya mengenal tempat ini hanya sebagai tempat-tempat memancing mistik, bagi saya memancing hal-hal tersebut yang rugi kita sendiri. Namun nyatanya bukan hal itu aja yang kita dapatkan tapi beberapa pengetahuan tentang sejarah masa lalu dan kekaguman keindahan bangunan tua nan kokoh ini.

Gedung Lawang Sewu ini terdiri dari dua bangunan utama yang berbentuk L dan satunya I, dua lantai dan satu lagi ruang bawah tanah. Masuk ke Gedung ini dikenaan tarif Rp. 10.000/orang, namun karena selama masa renovasi untuk dijadikan kembali kantor Kereta Api diturunkan jadi 5.000/orang, jadinya hanya satu gedung saja yang bisa ditelusuri.

Walaupun bangunan tua, penampilan luar bangunan terlihat kokoh dengan struktur beton batu yang menyusunnya, termasuk pondasi yang kuat yang katanya masih menggunakan perekat putih telur tersebut. Kesan mistis malah tidak terlalu terlihat. Apalagi sekarang sudah dibersihkan dan dicat sudah terlihat elegan. Struktur keramik yang didatangkan langsung dari eropa menunjukkan kesan istimewa.

Namun ketika sudah masuk ke dalam lorong-lorongnya seperti memang demikian adanya. Apalagi jika berkesempatan untuk masuk ke ruang bawah tanah, ruang yang dijadikan penjara bawah tanah, dimana dulunya tahanan ada yang duduk dan berdiri.

Untuk masuk ke dalam ruang bawah tanahnya dikenakan biaya Rp. 10.000/orang sudah termasuk peminjaman Sepatu Boot karena di ruang tersebut digenangi air. Namun sayang bootnya berbau, walaupun katanya tiap minggu dicuci.

Ruang bawah tanahnya juga berfungsi sebagai tempat menampung air, agar  gedung ini senantiasa dingin. Namun saya belum menangkap maksud dari guidenya yang mengatakan bahwa ruang bawah tanah ini sebagai daerah resapan air itu seperti apa ya? Padahal bawahnya ruang bawah tanah itu juga beton bukan tanah.

memasuki ruang bawah tanah

Terdapatnya sebuah lubang yang terhubung dengan sungai kecil di dekat gedung itu katanya untuk membuang mayat-mayat yang dipenjara di ruang bawah tanah Lawang  Sewu supaya tidak ketahuan.

Kesan mistis karena gelapnya ruangnya memang ada, tapi terserah anda mau mencoba-coba mencari masalah dengan makhluk gaib. Yang katanya jelmaan dari tahanan-tahanan kolonial jaman penjajahan yang dipenjara di ruang bawah tanah tersebut.

Sebuah pengumuman sebelum masuk ke ruang bawah tanah yang mengatakan melarang untuk melakukan aktivitas-aktivitas mistis. Namun anehnya salah satu sesi ketika memasuki ruang bawah tanahnya adalah uji nyali, di salah satu ruangnya digelapkan semua pencahayaan dipadamkan, diam selama 10 menit untuk melihat penampakan yang ada di tempat tersebut. Untungnya salah satu ada yang menyalakan HPnya, jadinya gagal rencana mendatangkan bayangan penampakan dan salah satu guidenya sempat marah dan  lebih melanjutkan mengantarkan pengunjung lainnya.

Demikian sekilas perjalanan wisata Lawang Sewu bersama teman-teman smudama, ternyata tak hanya sisi angker dan mistis saja yang dimiliki gedung ini, sejarah dan keindahan bangunan menjadi daya tariknya. Semoga menjadi referensi menarik ketika anda berkunjung ke  Semarang dan belum pernah ke Lawang Sewu.

Diterbitkan oleh aRuL

blogger, netizen, engineer wanna be, sometimes as a trainer, and maybe a consultant for anything

61 tanggapan untuk “Lawang Sewu

    1. malam buka koq om, edisi malam minggu, buat angker2an masuk ke dalam ruang bawah tanahnya hehe 😀
      menarik sekali bangunannya, sering dipake buat foto prewedding 🙂

    1. hehehe katanya sih ada, terliat di foto… tapi selama saya masuk ke ruang bawah tanahnya ngak merasakan ada penampakan, ada sih sesi uji nyali utk melihat penampakan gitu, tapi batal 😀

    1. ihhhiih…. gw juga sempat merinding, belum lagi liat foto-foto di dalam ruang bawah tanah, tapi ngak dipublish takutnya pada takut baca postingan ini 😀 ihih…

    1. wah perlu dicoba masuk ke dalam ruang bawah tanahnya, merinding-merinding gila…
      walaupun ngak dapat penampakan sekalipun…. cuman melihat2 penjara bawah tanah doang, tapi tanpa terali besi 😀

    1. wah saya salah menarasikan dong, padahal ngak mau cerita yg bikin rada merinding, lebih ke bangunannya 😀 hehe
      iyah di sungai belakang gedung itu tempat buang mayat2 yg sudah mati waktu di penjara bawah tanah…

  1. Wah.. tempat bersejarah yang nampak klasik sekali..
    terus terang saya kurang berminat melawat tempat sejarah walaupun negeri saya, Melaka telah menjadi bandar warisan dunia.. 🙂

    1. wah perlu masuk pak iksa, kalo perlu ke ruang bawah tanahnya nguji nyali… 😀 hehe
      tapi so far sih biasa-biasa aja, cuman kesannya yang mistis 😀

    1. iyah sekarang di renovasi utk dijadikan kantor, utk bagian luar, di dalamnya kemaren masih seperti sedia kala, mungkin juga akan direnov dicat, nah kalo bagian bawah tanah yah seperti itu 😀

  2. Eh bagus ya mas sekarang pas usdah di renovasi, pas kapan hari aku kesana masih kotor dan ndak sebagus ini.. Daeng masuk ke ruang bawah tanahnya?? Duh sayang waktu itu ujan, jadi ndak boleh masuk.. 😀

    1. saya masuk ruang bawah tanahnya, liat penjara berdiri dan penjara duduknya, sempat mau mengadakan uji nyali… walau hawa mistis tapi ngak kerasa :mrgreen:

  3. whohhooho seru lg klo masuk nya pas malem mas,,hehehe
    soalnya klo diliat fotonya itu msh siang ya…
    tapi jangan ding hanya untuk yg bernyali tebal hehehehe

  4. mungkin karena guidenya tahu kalau arul bukan orang semarang, mungkin berbeda dengan yang pernah saya alami dulu. hampir 7 thn hidup di semarang, rumor terbaru mengabarkan hantu lawang sewu sudah dipindah ke sky garden (daerah gombel-semarang). kebetulan ada salah satu temen ku arsitek yang ikut nimbrung dalam pemugaran lawang sewu. lawang sewu nantinya bukan hanya menjadi tempat wisata saja, tapi akan dibuat ruang pertemuan/rapat juga jadi akan ada acara formal disana. kalau datang ke lawang sewu, amatilah seni dari kemegahan bangunannya. karena di dunia setan tidak ada sekolah arsitek disana, heheee… jangan kapok ke lawang sewu ya….

  5. salam, saya Doni Swadarma penulis buku, mohon izin share foto lawang sewunya yah utnuk peyusunan naskah buku “Interior eksterior Hunian Modern” yang sedang saya susun. Nantinya alamat web ini akan dilampirkan sbg sumbe pustaka. Terima kasih

  6. Ping-balik: Nursery Rhymes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: