Prof Nazaruddin Sjamsuddin : TKW Goblok-goblok

19Nov10

Apa jadinya ketika seorang Professor mengatakan hal yang bisa jadi merendahkan martabat bangsa? Kali ini blunder penggunaan twitter terjadi lagi, entah benar apakah itu account beliau, yang jelas dari pernyataan yg dikeluarkan blunder. Twitter mengaku Profesor Nazaruddin Sjamsuddin, dengan bio tercatat di twitter :

professor of political science, political analyst, writer (latest book: Bukan Tanda Jasa, sebuah otobiografi; Jkt: enesce, 2009)

Track recordnya yang saya ketahui mantan Ketua KPU yang pernah terkena skandal korupsi.

Beliau ngetweet membalas tweet dari Indra J Piliang :

@IndraJPiliang jgn salahkan org arab; tkw yg dikirim kesana goblok2. di suruh apa sj ga ngerti.

berikut screenshotnya :

bagaimana menurut anda?

Update :

Klarifikasi beliau dalam 4 point :

1. sy jg tdk suka majikan menyiksa tkw. tp kt jg perlu introspeksi ttk kemmpuan para tkw itu. nah, bayngkan majikan yg sdh bayar mahal,
2. tp dpt tkw yg ga becus. apa ga kesal bin marah mrk itu. cuma, tetap sj, shrusnya mrk tdk boleh menyiksa.
3. sy prnh mndpt pembantu spt itu. hanya krn kesabaran sj, shg tdk terjadi apa2; stlh dipekerjakan 1 bln, lalu sy kmbalikan ke agen.
4. jd, klo sy punya pendpt spt itu, bukan krn kebanyakan makan sate kambing.
Screenshot :

atau silahkan mengikuti twitternya di @nazarsjamsuddin



76 Responses to “Prof Nazaruddin Sjamsuddin : TKW Goblok-goblok”

  1. ane bilang sih bener juga, rata2 yang dikirim sana kan cuman lulusan SD sm SMP trus ga mennguasai bahasa arab atau Inggris….ya begitulah nasib negeri kita

  2. yg GOBLOK keknya profesornya dehhh

  3. Seperti di twitter, saya mulai panas dengan si professor. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Melalui Sistem Pendidikan Berkualitas, itu tugas NEGARA, professor! Jadi, kalau rakyatnya BODOH, itu salah siapa? Mereka inisiatif sendiri mencari penghidupan yang layak di negeri orang, itu juga salah siapa?

  4. Saya barusan baca, tapi lupa dimana. Ada seorang warga Arab yang berkata gini, “Rumah kita tidak akan runtuh tanpa mereka (PRT). Anak-anak kita juga tidak akan kelaparan tanpa mereka dan saya yakin hidup tidak akan berhenti tanpa mereka,”

    Saya suka sekali…🙂

  5. ckckck… kaya’nya akun asli… sampe bela2in klarifikasi.
    jadinya mirip2 om tiffie ya?

  6. 6 ripke

    jangan mudah panas dengan komentar twitter.. lha wong cuma beberapa karakter mungkin maksud prof itu baik yaitu pemerintah dan agen ngirim TKW2 tanpa dibekali keterampilan.. tanpa dibekali kemampuan bahasa.. cuma emang tweets sering salah pesan.. terus orang gampang aja ngebully yang py akun

  7. 7 baguštejo

    wah… busyet daah. saya ketinggalan britanya ini. simak dolo…

  8. 8 mia1984

    Ini terkait kasus TKW yang dibunuh dan dibuang ditempat yang tidak manusiawi itu, ya?
    http://regional.kompas.com/read/2010/11/19/03023037/TKW.Cianjur.Diperkosa..Dibunuh.di.Arab dan http://www.detiknews.com/read/2010/11/18/211219/1497219/10/tki-dibunuh-di-arab-saudi-mayat-dibuang-ke-tong-sampah?

    Segoblok-gobloknya orang, tetap saja mereka manusia. Manusia punya hak asasi manusia. Manusia punya hak hidup, hak untuk tidak disiksa. Kalo mereka “goblok” kan itu pertanda hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tidak terpenuhi. Kalo saudara laki-laki mereka bisa mendapatkan level pendidikan lebih tinggi dari mereka, sedangkan mereka hanya lulusan SD/SMP dan terpaksa jadi pekerja rumah tangga (PRT), berarti ada diskriminasi gender.

    Yang nggak bisa gw mengerti adalah bagaimana profesor ini bisa seolah-olah “mengharapkan” TKW/PRT untuk bisa pintar/berpendidikan in the first place. Justru fakta bahwa mereka jadi TKW/PRT adalah AKIBAT dari kurangnya akses mereka terhadap pendidikan. Kalo mereka berpendidikan, gw rasa mereka juga nggak mau kali, jadi TKW/PRT.

    Satu lagi, istilah yang baik dan benar bukan “pembantu”, melainkan “PEKERJA rumah tangga”. Mereka adalah pekerja dengan hak tenaga kerja dan dilindungi hukum tenaga kerja juga.

    Profesor kampus mana sih, nih? Malu-maluin deh… Gimana Indonesia mau maju kalo yang level profesor aja ngomongnya begini…

  9. 9 rizkianto

    dikatain goblok, tapi bisa menghidupi keluarga di kampung, bahkan menambah devisa negara…
    sedangkan yang pinter, yang sekolah sampai tinggi terus jadi pejabat negara malah menggerogoti uang rakyat….

    so?
    yang goblok siapa?😀

  10. @aditkus : komentar mia1984 sudah menjawab…
    @rusa : iyah sepertinya begitu, dalam hal etika bicara😀
    @isnuansa : saya juga turut mengecam mengapa sampai keluar kata2 demikian.
    @adit-nya niez : ada benarnya, tapi kayaknya yg berlaku utk org yg melakukan kejahatan itu pemikiran mereka lain, aneh. kenapa tidak dikembalikan ke agen.
    @ahmad : iyah asli sih, cuman biar tidak langsung menohok😀
    @ripke : coba baca twit dari pak komaruddin hidayat (@komar_hidayat) “Twitter utk forum publik, sebaiknya hati2 jaga etika bicara. Atau, disitu sifat seseorg mmg akan terlihat bagaimana berkomunikasi” saya rasa itu cukup menjawab walaupun tujuan yg diinginkan oleh Prof sama, tapi metode bicaranya yg membuat orang gerah.
    @bagustejo : ditunggu tanggapannya🙂
    @mia1984 : terima kasih komentarnya, cukup mencerahkan
    @rizkianto : sarkasme yg sangat ironi buat bangsa ini😉

  11. tweet mu harimau mu..😆
    mau gimana pun dihapus atau diralat atau diklasifikasi, google sudah mencatatnya..

  12. saya juga ngga suka dia ngata-ngatain bangsa sendiri .. tapi sebaiknya kita ngga latah ngata-ngatain dia .. dia bilang TKW goblog dengan kita yg bilang dia goblog kayaknya bakal ngga jauh beda .. IMO😀

  13. yah, mungkin standar ‘goblok’ seorang profesor beda dengan orang awam seperti saya. Cuma mestinya tak perlu di twit kan, cukup dalam hati saja.

  14. parah……. kok bisa-bisanya ngommong kayak gitu

  15. penyampaian pesan twitter yang itu memang beda. Dengan 140 karak tersaja kita harus menyampaikan pesan/twit, maka kemampuan komunikasi guna menyampaikan pesan 140 karakter itu penting.

    mukin maksud si prof, mereka sebagai asisten rumahtangga kurang skill, tidak sesuai harapan dia. Kok bisa-bisanya yah ini profesor

  16. iya bener juga ya, tentunya juga kesel dan sangat sebel ama pembantunya.
    sudah bayar mahal, tapi tidak bisa apa-apa alias tidak mudeng.
    nah itu tentu menurut saya mungkin ada pihak lain yang mencari keuntungan (agennya) mungkin lho…

  17. sudah profesor harusnya lebih bijak dalam menggunakan kata2.. harusnya dia tau bahwa tidak semua orang memiliki kemampuan dan kerja otak yang sama, ada yang pinter ada yang goblok..
    daripada mencela mending yang ngrasa pinter cobalah memberi pengertian kepada yang goblok, bukan malah menyalahkan… apalagi di ranah maya…

    jadi mana yang goblok sebenarnya..

  18. sayah sepakat dengan Mba Isnuansa.
    ada kejadian rame2 mencari kambing hitam.. tapi disisi lain berusaha hidup dari keringat para TKI itu. cih, setanlah negara nih!

  19. ckckck…seperti itukah seorang profesor itu?

  20. harusnya lebih bijak dalam beropini, apalagi di twitter..

    inilah indonesia, negara yang penuh ironi…harus dicatat, bagaimanapun juga negara bertanggung jawab atas warganya. jadi jangan saling menyalahkan dan mengkambing hitamkan orang lain.

    menurut saya, prof harus lebih banyak belajar lagi memandang kemanusiaan dari sudut pandang selain profesionalisme dalam pekerjaan..

  21. Kenapa bangsa ini sudah kehilangan budi pekerti dalam hal menanggapi permasalahan yang sedang terjadi dan menimpa anak negeri.

    Dengan mengatasi permasalahan yang kecil; maka, bangsa ini dapat mengatasi permasalahan yang besar. Baik pemimpinnya, maupun masyarakatnya.

    Masalah terbesarbangsa ini adalah terjajah oleh bangsa dan masyarakatnya sendiri.

    Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

  22. kayaknya dua duanya goblog deh, mending mereka go blog ketimbang ngetweet

  23. I’ve got the point of what that prof said.
    Mungkin memang ada beberapa TKW yang tidak bisa memenuhi kemauan majikannya di luar sana. Tapi bukan berarti majikan berhak sepenuhnya atas diri TKW tersebut dengan alasan sudah membayar mahal.

    soal twitnya… mungkin si prof lagi PMS makanya twitnya kasar gitu :))

  24. 24 Tari-ssi

    kelihatan mana yg lebih gobloknya sekarang, seorang profesor bicara seperti itu, sungguh keterlaluan….

  25. Tetep aja “goblok” bukan kata yang sopan, walaupun mereka tidak pintar, yang mungkin hanya tamatan SD, atau bahkan nggak sampai tamat SD, bukan berarti mereka nggak bisa kerja. Hal seperti ini sebenernya dilema juga ya, soalnya kalau mau nyalahin PJTKI, banyak beberapa dari mereka sudah memprovide untuk peningkatan skill pada TKI, tapi mungkin TKInya sendiri yang pengen cepet2 ke luar negeri. Mau nyalahin TKInya, mereka pasti berpikir lebih cepat mereka berangkat, lebih cepat dapat uang. Mau nyalahin pemerintah, yah … gitu deh ~.~”
    Mungkin yang perlu diusut, PJTKI ilegal yang belum ketauan bener atau enggaknya. Yang mungkin hanya memikirkan kepentingan pribadi perusahaan daripada pribadi TKWnya.

    Jadi, kita berdoa yang terbaik aja, semoga hal-hal yang buruk bisa terbenahi dengan baik🙂

    Dan, Pak Prof, titel profesor membuat anda pongah ya ? Behave dong, Pak … kata “goblok “itu menyakitkan loh … anda nggak mau dibilang “goblok” kan ?

  26. sebenarnya kata2 profesor itu (klo emang benar) bisa jadi masukan buat para agen dan pjtki. karenanya, klo masalah ‘goblok2an’ gitu yang mestinya paling goblok itu ya yang memfasilitasi pengiriman para tki tak punya skill tsb.

  27. setuju ama komen pertama,
    nasib bangsa ini. Yang ndak melek tulisan dikirim ke luar negeri jadi tekawe. Yang pinter” kek Sri Mulyani juga dikirim ke luar negeri. Parahhhhhhhhhhh

  28. susah kayaknya untuk tidak mencaci maki bangsa sendiri..

  29. aduh gimana ya… kalau sesama orang indo aja dengan begitu jujurnya mengatakan bahwa mereka itu goblok, gak kebayang deh gimana dengan orang2 di luar negeri seperti Arab Saudi.

  30. 30 Sang Penjelajah Malam

    seharusnya sebelum diberangkatkan dilatih dan dididik dulu

  31. 31 baguštejo

    waaahhh… lidah beliau benar² tergelincir. semoga menjadi nasehat para petinggi² negri ini kalo berbicara dipikir dahulu, jangan sampai menyakiti hati rakyat yang sudah terluka mengaga. dan semoga menjadi nasehat juga untuk para TKI yang hendak mengadu nasib ke luarnegri, bahwasannya tidak cukup modal nekat saja. bahasa, dan ketrampilan khusus juga perlu disiapkan.

  32. jangan pernah dibodohi orang-orang pintar. makanya belajar.
    ayo kita belajar.
    salam

  33. saya si setujunya sama komentar mbak isnuansa….😀
    jangan anda cuma maen bacot aja profesor tunjukan solusi klo anda memang peduli..
    jangan hanya mengoblok-goblokkan tkw saja… :p

  34. ihhhh pak, yaudah sih, tinggal dibalikin nggak usah juga dipotong bibirnmya…. cape deh…. kalo dia pinter juga dia nggak jadi TKW. dah jadi professor kayak kau pak…

  35. kalo benar itu Prof Nazarudin, seharusnya beliau bisa memilih bahasa yang mungkin lebih halus. Jika di goblok2an begitu, kasian keluarga para TKW yang jadi korban kekerasan. Sudah sedih karena anak atau keluarga menderita dihina pula. Kalo mereka pinter-pinter tentu mereka gak milih jadi TKI/TKW, mendingkan mereka milih jadi profesor seperti pak Nazarudin. Cobalah memposisikan diri di posisi mereka. jangan asal komentar tapi tak memberi solusi

  36. La iyalah… para TKW nggak ngerti lha wong nyuruhnya juga pake bahasa Arab, lha wong majikannya juga banyak yang bego Bahasa Inggris, saya yakin. Ya jelas aja para TKW itu nggak ngerti. Lagian kalo si prof politik itu bilang TKW itu bego2 karena dibandingkan dirinya, ya itu lumrah lah. Sama aja kayak dia dibandingin Einstein, mungkin Einsteinpun akan menganggap si prof politik itu tidak lebih pintar dari Pan troglodytes, walaupun saya yakin Einstein tidak akan pernah mudah bilang seseorang itu goblok…

  37. makin terbukti kalau hidup di negeri ini kecerdasan otak saja ndak cukup, tapi juga butuh kecerdasan hati. kalau sang guru besar punya kecerdasan hati, kayaknya akan berpikir 1000 kali utk ngetweet macam begituan, mas arul, duh!

  38. kayakny mulai byk pejabat negeri ini yg mencoba menggunakan twitter utk menaikkan pamorny yg mulai meredup….

  39. Numpang info, semalam lebih dari 340 orang tewas dalam tragedi jembatan di diamond island kamboja, mohon doakan semoga tidak ada orang indonesia didalamnya. info lebih lanjut ada di blog saya.

  40. sepertinya rame banget ya di twiter

  41. saya pribadi sangat menyayangkan pendapat seorang profesor yang terlalu mendiskreditkan tkw kayak gitu. kalo kita coba menengok lebih jauh lagi kedalam, pertimbangan mereka melakukan kayak gitu /jadi tkw kan bukan karena ini dan itu kok. tapi karena demi sesuap nasi. Profesor bilang gitu karena belom tahi gimana rasanya tuk sekedar makan sesuap nasi……..,

  42. Mungkin hanya mesti jadi bahan introspeksi. Benar juga sih, pasalnya yang dikirim pan orang yang hampir tak paham tentang negeri baru itu. Lha, gak punya kemampuan berontak. Contohnya banyak banget yang disiksa kaN?!

  43. Ini profesor beneran….
    Karena dalam dunia maya bisa juga namanya disamarkan…karena menurut saya, kayaknya jika profesor beneran gaya bahasanya tak seperti itu.
    Yang jelas, kita harus berkepala dingin….diteliti dulu, juga nggak langsung memihak salah satu…karena kita tak tahu kebenarannya

  44. Ehh maksudnya pakai tanda ????

  45. 45 adipati kademangan

    Eh pak rpofesor, anda tidak mau disebut sebagai “profesor penyetubuh kambing” kan ?
    http://bangaip.org/2010/11/penyetubuh-kambing/

  46. 46 Kurology

    TKI/TKW itu diberangkatkan ke sono sama siapa sih? kalo sama agen, apa si agen kaga ngasih pendidikan awal dulu? misal mau dikirim ke arab, apa enggak dikasih les singkat dulu?

  47. kurang pinta aja :p

  48. ya itu ketua Mantan KPU juga GOBLOK… karena nggak bisa ngasih solusi bagi TKW menggoblok-nggoblokkan orang…. gak pantas deh gelar profesor buat dia😦

  49. wah…
    kalo masalah itu, ngak tau juga…
    Kunjungi saya ..di..

    dan kunjugni juga koleksi kami di..

  50. Wow.. Saya sangat menyayangkan hal kayak gini mas.. Namun di sisi lain spsertinya saya cukup setuju sama apa yang di utarakan oleh beliau. Benar memang TKW yang mengalami penyiksaan di sana itu rata-rata kemampuannya cukup diragukan mas, terutama dari segi penguasaan bahasa. Jadi misalkan dapat perintah tidak mengerti ya begitu, terlebih watak orang luar yang keras, tidak sama dengan budaya timur seperti kita.

    Mungkin kayak gitu, tapi buat seorang prof ndak etis lah nulis di twitter kayak gitu.. hehe.. Piss..

  51. wah,, para guru guru pasti sedih kalau baca…😦

  52. Sebenarnya itu masalah how to say nya saja mas, coba dibilang TKW kita kurang ketrampilan kan lebih nyaman di hati, meskipun artinya sama . goblok nemen.

  53. sependapat tuh sama Fahmi; para guru akan marah jika membaca statemant tersebut

  54. Parah ni, gak TKI gak negara semua bobrok.. benerin sistemnya tu..

  55. edaaaaaannnnnn……… pingin mukul to orang jadinya……….

  56. Goblok disini mungkin maksudnya kurang terampil…gt kan pak Prof???

  57. ya ampun seorang profesor ngomongnya kok kayak gitu?
    /doublefacepalm

    memalukan😦 *pengen marah*

  58. ckckck…benar2 salah pemilihan katanya…tp klo melihat tetangga di desaku yang jadi tkw, memang kurang ketrampilan dan kurang siap kerja..

  59. nieh prof ‘ nya kebanyakan makan jengkol … !!! nyampai bau nya kesini… Gblog. ini lah kehebatan prof … kita.

  60. 60 wew

    8 PESONA ARIEL YANG MEMBUAT WANITA TERGILA-GILA :
    http://bagalak.blogspot.com/2010/11/8-pesona-ariel-yang-membuat-wanita.html

    TANDA 100 HARI SEBELUM KEMATIAN :
    http://bagalak.blogspot.com/2010/11/tanda-100-hari-sebelum-meninggal.html

  61. yah… serba salah dah kalo udah urusan TKW

  62. andai kalimat si Bapak Prof. Yth diatas, ditulis ulang tanpa kata GOBLOK (dan memakai kata/istilah lain seperti : kurang terdidik, kurang terlatih), pasti gak akan seramai ini jagad per-twitter’an.

  63. heboh juga ya berita ini, intinya y jangan coba2 nulis ‘buru-buru’😀, apalagi kalau tau kita ini orang yg selalu disoroti, atau minimal dikenal banyak orang,,,imej bs rusak kalau ada hal2 yg menyulut kontroversi semacam ini, berpikir sebelum bertindak, itulah sebabnya otak kita berada diatas daripada anggota tubuh kita yg lainnya, masalah TKW sy pikir mungkin sudah saatnya pemerintah memperkaya lapangan pekerjaan, mall udah banyak.. tp yg kerja musti cantik dan pintar, kasian ibu2 yg pendidikannya cuma ‘S1’ dan ‘S2’, harus ada jalan keluar biar mrk ga jadi sumiati2 berikutna..😦

  64. asal maksud yang disampaikan memiliki klarifikasi kata saya anggap perlu ditelaah kata yang lain, eskipun kata yang goblok itu seharusnya tidak harus dituliskan karena terlalu merendahkan. Tugasnyalah mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa pamrih.

  65. Semua orang boleh berpendapat.🙂

    Ada benarnya juga pendapat bapak itu.
    SAlah PJTKI juga, melepaskan TKW yang belum mampu.😐

  66. twitter bang nazrul masih bisa diakses dan kembali beraksi, tapi beliau patut diacungi jempol meski agak kasar

  67. mari berbicara dengan santun

  68. YANG GOBLOK YA PROFESORNYA ITU

  69. tapi tidak seharusnya disiksa. kalo ga puas kerjanya ya dilaporkan aj..

  70. saya gak setuju banget dech , masak seorang profesor menjelek-jelekkan bangsanya sendiri.. seharusnya para tkw yang dipekerjakan di luar negeri itu harus lebih diperhatikan oleh pemerintah karena seorang tkw pun harus dlindungi haknya, orang arab pun tidak boleh semena-mena kepada pembantunya, tidak dengan cara kalau dia gak suka terus apakah harus mempukuli sampai babak belur atau sampai meninggal.

  71. Ya habis beliau beliau nggak bisa memberikan tempat kerja buat bangsanya sendiri sih… disini ngggak ada kerja, ke sana kerja tapi bonus disiksa, pak, bu, mbok yao punya empati dikit napa sih…🙂

  72. Nice article, thanksfor share
    artis

  73. sama-sama orang goblok dilarang saling mengejek……:P

  74. Yang keterlaluan itu PJTKInya dan Departemen tenaga kerja yang tidak becus mengawasi proses pemberangkatan TKW. Andai saja mereka dipersiapkan dengan benar, kejadiannya tidak akan seperti ini.

  75. TKW adalah pejuang Devisa…
    tapi kasian juga sihh

  76. Nice post ..
    boleh tukeran link g?
    ini link saya http://blog.umy.ac.id/ghea
    kalo boleh di kabarin yah.. makasih..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: