Selamat Jalan Prof

24Feb10

Baru kemaren saya menuliskan tentang titik dari sebuah kehidupan, kawan saya seangkatan di Elektro telah berpulang ke haribaan, ternyata hari ini kabar duka lainnya juga tersebar. Seorang dosen Teknik Elektro ITS yang tak lain ada dosen pembimbing Tugas Akhirku Prof. Ir. Hadi Sutrisno (1947-2010) telah meninggalkan kita semua karena sakit. Sungguh rahasia Allah Yang Maha Kuasa yang tahu hidup mati seseorang.

Sejak awal masuk kuliah di elektro ITS silam, sudah sering melihat nama beliau. Waktu aktif di BEM ITS saya sering melihat foto beliau di ruang PR III. Bertanya-tanya bapak ini orang elektro yang terkenal namun jarang ketemu di jurusan dan ternyata ditugaskan sebagai dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram NTB. Sejak pertama bertemu beliau sebagai seorang pembimbing karena terkait dengan topik TA yang saya ajukan, beliau telah menyelesaikan tugasnya di Unram dan kembali lagi mengajar di ITS.Beliau lahir di Ngawi 9 Januari 1947 silam, merupakan salah satu profesor pertama di ITS, beliau mengajar mata kuliah Distribusi dan Transmisi Tenaga Listrik dan Konversi Tenaga Listrik dan beberapa mata kuliah lainnya.

Banyak jabatan yang diemban beliau selama menjadi dosen karena beliau dipercaya, pada tahun 1976 beliau menjadi Pembantu Dekan III Fakutas Teknik Elektro ketika itu Elektro ITS berupa fakultas. Kemudian tahun 1978 beliau menjadi Ketua Jurusan Teknik Tenaga Listrik. Pada tahun 1080 beliau menjadi Pembantu Dekan III Fakultas Teknologi Industri dimana elektro sebagai salah satu jurusan di dalamnya.

Selama 2 periode (1987-1992) menjabat sebagai Pembantu Rektor III ITS. Nah pada tahun 2000 beliau diperbantukan di Universitas Mataram sebagai Dekan Fakultas Teknik sampai tahun 2009 kembali lagi ke ITS mengajar.

Beliau juga tergabung dengan tim gamelan elektrobudoyo ITS yang terdiri dari dosen dan karyawan itu. Seni dan filosofi menjadi salah satu kelebihan beliau yang sering ditularkan ke rekan-rekan dan mahasiswanya.

Beliau yang berkemeja putih, berdasi merah melepaskan pakaian toga Guru Besarnya dari sidang majelis senat ITS pengukuhan Guru Besar tampil bersama tim elektro budoyo

Beliau dengan senyumnya selalu memberikan arahan dan bimbingannya, walaupun maaf ya pak mungkin tidak terlalu intens bimbingannya. Meskipun hanya berinteraksi sebagai mahasiswa bimbingan dengan pembimbing, namun beliau sudah memberikan banyak pelajaran berarti buat kami. Kadang harus mengorbankan waktunya hanya untuk kami, menuju apartemennya untuk bimbingan TA.

Banyak cerita tentang kebaikan beliau, namun sungguh saya masih merasakan secuil kebaikan-kebaikan itu, masih ingin rasanya bersama beliau untuk mendapatkan pengalaman dan ilmu yang lebih banyak lagi. Seperti kata beliau kepada ITS Online wawancara beliau “Dalam bekerja, kita harus tulus, karena tujuan utama orang bekerja adalah ibadah” memberikan makna dalam untuk tulus dan ikhlas.

Saat saya melaksanakan Seminar dan Sidang Tugas Akhir, beliau masih sehat, masih mengikuti dua moment penting tugas akhir tersebut serta masih sempat memberikan arahan-arahannya. Namun setelah saya menyusun revisi buku TA, saya dengar beliau sudah sakit Tubercolosis.

Pun saat ingin meminta tandatangan beliau di buku TA saya, beliau masih sakit dan yang menerima kami adalah istrinya dan bapak masih terbaring di kamarnya.

Seminggu kemudian diberitakan beliau masuk RS Siloam, sakit TBnya menyebar infeksi sampai ke otak. Sabtu 2 minggu lalu saya dengar beliau masih RS Graha Amerta lagi, padahal sudah balik ke rumah. Akhirnya sabtu lalu selepas saya menghadiri pemakanan teman, menyenguk beliau di rumah sakit.

Beliau sudah mulai terbatas ngomong, karena infeksi yang terjadi di paru-parunya, ditemani istri dan anaknya dan beberapa tamu yang menjenguk, yang setau saya adalah alumni elektro dan ada mantan rektor ITS juga. Beliau terbaring sakit, namun ketika diberikan obat sama anaknya, terlihat semangat beliau untuk sembuh. Dengan mengurut sendiri badannya.

Sore ini dari salah seorang kerabat beliau, tersebar kabar beliau telah meninggalkan dunia ini. Tidak menyangka beliau yang beberapa hari lalu terlihat semangat, masih bisa duduk walaupun untuk berbicara beliau terbatas kondisinya. Berita sedih yang tiada terkira tersebut dalam beberapa hari terakhir menjadikan banyak pelajaran berharga buat saya dan kita. Untuk mensyukuri hidup dan bagaimana menjaga kesehatan.

Beliau meninggalkan seorang istri, dan 3 orang anak. Istri dan anaknya terlihat tabah ketika saya mendatangi tempat disemayamkan.

Doa kami :

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.

Amin….

Selamat Jalan Prof…



33 Responses to “Selamat Jalan Prof”

  1. Foto courtesy its.ac.id dan pak didit.
    masih banyak kesan tertinggal tidak cukup dituliskan dalam sebuah posting blog, selamat jalan Prof….

  2. turut berduka cita

  3. selamat jalan pak Hadi, meskipun tidak pernah bertemu(di perkuliahan dll), hanya melihat dari foto, saya sebagai warga elektro turut merasa kehilangan yang mendalam.
    Segala yang berasal dari-Nya, akan kembali kepada-Nya.
    Semoga dihapuskan segala dosa dan semoga diterima segala amal ibadah beliau Di sisi-Nya.
    Amin.

  4. turut berduka cita 😦

  5. turut berduka cita

  6. turut berduka cita 😦

  7. May he rests in peace and blessed by Allah SWT Amiiin

  8. Turut berduka cita bro

  9. Prof. Ir. Hadi Sutrisno, dia adalah mentor, kebanggaan di keluarga besar kami. Yang membuatku menjadi jatuh cinta pada Elektro ITS. Hmm… walaupun jarang bertemu muka karena hampir sepanjang perkuliahanku, beliau berada di Unram, dan hanya setahun sekali di momen lebaran bertemu sebagai keluarga.
    Selamat jalan Om, selamat jalan Prof …. semoga engkau mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya, Amin.

  10. turut berduka
    dosen kampus sebelah fakultas saya dulu

  11. 11 Kurnia K.P. Pratomo

    Almamater telah kehilangan salah seorang Guru Besar terbaiknya. Selamat jalan, pak Hadi. Kan kuturut bimbinganmu, “Jadi pejuang yang tak kenal letih membangun negeri …”

  12. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga amal2nya diterima di sisiNya dan semoga kesalahan2nya diampuni olehNya. Bagi yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan juga mudah2an jasa2 beliau semasa hidup dapat diteladani oleh semua orang yang ditinggalkan…

  13. 13 dwi b

    Bener, Pak Hadi ini orangnnya baik. Semoga Amal ibadah beliau diterima di Sisi Allah. Amin

  14. semoga dosa – dosa beliau di ampuni dan diterima semua amalnya olehNYa, amin

  15. selamat jalan prof. ir. hadi sutrisno. semoga amal dan ibadahnya diterima di sisiNya. amin.

    turut berduka cita.

  16. 16 darahbiroe

    turut berduka cita

    semoga amal ibadahnya diterima

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih 😀
    salam sukses

  17. innalillahi wainnailaihi rajiun, semoga prof hadi dilapangkan jalannya menuju ke haribaan-Nya, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

  18. selamat jalan pak prof. …..

  19. turut berduka cita

    zulhid perdana putra

  20. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…
    Turut berduka cita…

  21. ilmunya takkan pernah pergi…begitu jga dgn kenangan akan dirinya 🙂

  22. Innalillahi wa iinailaihirrojiun turut berbela sungkawa mas..
    semoga semua amal ibadah diterima oleh-Nya. amin..

  23. innalillahi wainnailaihi rojiun….semoga arwah mendapat tempat terbaik disisiNya..amin

  24. inalilahi wainailahirojiun… semoga almarhu diterima di sisiNya…

  25. ikut berduka cita.
    semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan mengampuni kesalahannya.amin

  26. Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun…

  27. 27 ayi

    terima kasih buat semuanya,.
    papa juga sudah pergi dengan begitu baik.
    begitu cepat sehingga bagus banget.
    sekarang papa sudah tenang mohon doanya,..
    maaf ya mungkin ada sikap papa yang kurang berkenan,..
    terima kasih,..

  28. HUHUHUHUHUHHUHUHUHUHUH………………………..
    w bner2mo nangis pas ngebacanya!w jd nysl klo dlu w smpt nglwn ma guru!

  29. Sungguh indah hari ini. senang berkunjung ke sini. visit back! 05:11

  30. Saya mengenal beliau walau tidak begitu dalam, walau lain jurusan di ITS. Selama jalan Pak, semoga Allah memberi tempat yang layak di sisi Nya. Amin

  31. 31 Rini Medyaningtyas

    100 hr telah lewat selamat jalan. terima kasih buat semua.kulanjutkan tugas kita sebagai ortu membimbing anak2 kita. semoga menjadi yang kau inginkan keinginan luhurmu mas yang mantan dosenku.

  32. saya mendapat kuliah beliau satu semester sebelum beliau sakit semester depannya dan meninggal.
    pak hadi ini orang yang subhanallah, sangat memotivasi saya.
    beliau bercerita lalu lalang hingga sampai ke ntb, untuk mengemban tugas negara, memajukan bangsa lewat pendidikan.
    pak hadi seorang yang sangat kritis, yang benar-benar memperhatikan waktu dan saya ingat betul ketika saya terlambat, sesuai kesepakatan, tidak boleh masuk kelas.
    kemudian saya nekat masuk kelas dan beliau tanya mendetail kenapa saya telat. akhirnya,mungkin karena kasihan,saya diijinkan masuk. dari situ saya sadar betul bagaimana hebatnya beliau menghargai waktu. sesuatu yang langka di negeri ini, apalagi buat seorang guru besar yang aktivitasnya seabrek.
    tapi beliau komitmen full pada pendidikan anak didiknya, subhanallah.
    berkali-kali beliau berkata: yang perlu diperbaiki lebih dulu itu attitude kalian, dan beliau menceritakan tentang proyek beliau di ntb,semacam sekolah riset untuk anak usia dini. mereka diajari bagaimana cara mengantri (queue) dan membuang sampah pada tempatnya.
    kalau diingat-ingat, banyak akademisi di negeri tercinta ini yang bahkan tidak mau antri atau menyempatkan sejenak membuang tissue di kantong sampah. mereka membiarkannya begitu saja tergeletak di meja atau lebih parah lagi, membuangnya di jalan.
    Pak Hadi motivator yang menurut saya lebih hebat dari Bapak Mario Teguh.
    Satu kalimat lagi dari beliau yang masih saya ingat hingga detik ini:
    Kita bilang, mari mengenang jasa para pahlawan.
    Menurut saya,itu kurang tepat.
    Yang benar adalah, mari kita mengenang jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangan mereka sehingga cucuran darah mereka tidak sia-sia begitu saja.

    Sebenarnya saya ingin lebih banyak berdiskusi masalah transmisi dengan beliau. Begitu banyak ilmu dari beliau yang tidak sempat tersingkap dalam 2 sks mata kuliah. namun inilah kehendak Allah.
    Kita patut bersedih hati karena kehilangan salah satu putra terbaik bangsa.
    Semoga Allah memberi tempat terbaik bagi Prof. Hadi di sisiNYa.
    Amin Ya Rabb

  33. semoga disan bapak bisa lebih tenang…ammmienn


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: