Titik dari Hidup

20Feb10

Tanah itu masih basah, dan tentunya akan lama mengering karena semalam hujannya begitu lebat mengguyur kota ini. Apakah hujan itu pertanda ikut berkabung juga. Entahlah. Yang jelas tanah tersebut  tempat kita berasal dan tempat kita akhirnya kembali di dunia fana ini menuju dunia selanjutnya dalam perjalanan hidup manusia.

Kamboja masih tetap berdiri di antara tatanan tanah yang diberi tanda dengan nama masing-masing orang yang telah menempati kamping masing-masing. Beberapa bunga putihnya jatuh ke tanah merasakan sendiri kehangatan tempat kita berpijak itu.

Tak ada banyak bicara cuman doa saja yang berkumandang memenuhi aura-aura di sekitar tempat itu, tapi tetap aja aura gaib tak berwujud selalu menyelimuti tempat itu.

Merenung, menengadah, membayangkan, menangisi, mensyukuri bercampur aduk dalam hati.

Hari ini, dirimu yang telah tak bernyawa telah dibenamkan menyatu dengan asalmu, menuju haribaanNya. Menuju kehidupan yang baru yang semoga khusnul khotimah.

Ah sudahlah, saya tak sanggup bercerita, silahkan menengok kisah teman saya yang telah dipanggil Tuhan di sana



25 Responses to “Titik dari Hidup”

  1. 1 wachcaw

    mangstabh gan!!!

    lanjutin tulisan2nya

  2. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

  3. suatu saat akan tiba giliran kita….

  4. (cozy)

  5. Semoga yang telah dipanggil olehNya dapat diterima di sisiNya, dan mudah2an jasa2 dan kebaikan2 orang tersebut dapat menjadi tauladan bagi kita yang masih menghirup udara di bumi ini. Amin. Ya robbal alamin.

  6. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun…
    semoga almarhum Khusnul Khatimah……

  7. Turut berduka cita buat temanya.
    Btw puisinya keren.

  8. Sebetulnya kita semua sedang menunggu, untuk suatu saat dipanggil kembali pada Nya.

  9. turut berduka cita atas kepergian temannya…

  10. innalillahi wa innnailaihi rojiun..

    mengingatkan kapan saja kita musti siap dijemput..
    semoga kita selalu ingat dan selalu memperbaiki..

  11. bukan main … bagus tulisannya mas, dunia cuman terminal sementara…mari kita perbanyak amal ibadah.

  12. innalillahi wa inna ilaihi roji’un..

    apa yang sudah kita siapkan?

  13. Kalo masuk kesana, jangan lupa ucapin: Assalamu Alaikum Ya Ahlal Kubur🙂

  14. Pake acara tabur bunga nggak?🙂

  15. turut berduka ya…😦

  16. turut berduka cita…only the good die young…

  17. 17 darahbiroe

    smoga kita smua sellu siap kapanpun jika harus menghap Nya

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh😀

  18. innalillahi wa innnailaihi rojiun..

    turut berduka cita.. mas aRuL..

  19. innalillahi wa inna ilaihi raji’un
    semoga diterima di sisi Allah..

  20. 20 Kurotsuchi

    …dan kita ini tanpa sadar sedang mengantri menuju mati…

    btw, tulisannya keren, masbrur. puitis. tajam. dalam

  21. woowww….
    aku juga pernah punya tmn yg akhirnya meninggal duluan…sedih iya….tapi,ya…hidup ttp jln trs

  22. turut berbela sungkawa mas, semoga semua amal ibadah diterima oleh Allah SWT..

  23. turut sedih…
    semoga jalannya di permudah…

  24. Kita pasti juga akan menjalani kisahnya nanti….

  25. Blogwalking berbagi pengalaman. datang ke temapt ku. 14:04


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: