Kerbau, Komunikasi dan Marketing Politik yang Berhasil

05Feb10

Kerbau menjadi keyword untuk infotainment politik kali ini, kata kerbau ini menjadi khas karena yang mengeluarkan atau bisa dikatanya sumber dari penyebaran istilah ini adalah Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sendiri dalam event pertemuan Gubernur seluruh Indonesia. Beliau mengkritik para pendemo yang tanggal 28 Januari 2010 lalu dimana sebagai moment 100 hari kerja kabinet baru bentukan SBY setelah terpilih menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya. Seandainya Presiden SBY tidak mengucapkan hal itu, kerbau tersebut tidak akan menjadi artis seperti sekarang ini. Demikian halnya kata pemakzulan, istilah tersebut beliau sendiri yang menggelontorkan, sehingga yang lain ikut menanggapi dan Presiden seperti senjata makan tuan sendiri saja.

Kerbau

Kerbau adalah hewan mamalia yang tergolong dalam kelas yang bernama ilmiah Bubalus bubalis, kalau dilihat dari penampakan tubuhnya memang terlihat seperti besar dengan beberapa ada yang memiliki tanduk, kadang dipakai juga untuk membajak. Jalannya lamban dan seperti terlihat malas, bisa jadi seperti yang diungkapkan oleh Presiden RI. Namun siapa yang tau dibalik kerbau itu bermanfaat selain untuk membajak tadi, juga kulit, daging dan susunya juga dimanfaatkan orang.

Simbolisasi

Sejati apapun yang dibawa ketika aksi di lapangan, seperti spanduk, pohon, hewan, itu hanya sekedar simbolisasi saja untuk menegur pemerintahan supaya mendengarkan aspirasi rakyat. Banyak sebenarnya simbolisasi dalam beraksi (demonstrasi) atau dengan istilah unjuk rasa, namanya juga demonstrasi jadi ada yang diunjukkan dengan simbolisasi alat peraga.

Ketika wakil rakyat kita di DPR selalu menggunakan kata yang formal untuk menegur pemerintah dengan kata “perbaikan”, “tindak lanjuti”, “demi kepentingan rakyat”, “berjuang untuk demokrasi”, dan kata-kata baku lainnya yang sering diucapkan dalam setiap rapat ataupun ungkapan politik lainnya sudah tidak mempan di telinga para pejabat, simbolisasi benda menjadi hal yang lumrah dan seharusnya diadakan biar pejabat ataupun yang jadi obyek unjuk rasa terbuka telinganya, tersentuh hatinya, dan tergerak badaknya untuk melakukan perubahan.

Seperti contohnya keranda mayat memberikan arti bahwa demokrasi sudah mati, Melempar tomat busuk, jangan sampai yang didemo adalah politikus busuk, atau dengan membawa tikus-tikus untuk memberikan semacam teguran kepada pemerintahan untuk tidak jadi tikus2 tukang korupsi. Dan banyak lagi persimbolan yang digunakan untuk ditunjukkan dan diperhatikan dan seharusnya dijadikan bahan untuk perbaikan untuk pemerintah.

Komunikasi dan Marketing Politik

Kerbau menjadi alat komunikasi politik yang berhasil sekaligus marketing aksi yang yahud, bagaimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung menanggapinya. Kerbau menjadi heboh dalam suasana perpolitikan kali ini.  Siapa sangka alat peraga aksi tersebut bisa menyita perhatian mata seluruh Indonesia yang semestinya dimarketingkan oleh SBY sendiri.

Kerbau menjadi bahan infotaiment politik, setelah beberapa simbolisasi ataupun alat peraga yang sering ditampilkan dalam aksi sudah tidak lagi menjadi perhatian serius. Orasi di depan massa, aksi teatrikal, bakar ban, atau tulisan-tulisan di spanduk hanya menjadi formalitas aksi saja, dan datanglah kerbau yang tidak banyak memberikan pengaruh sebenarnya di aksi, namun telah membuat Presiden RI tersinggung menjadi hal yang luar biasa hebatnya dalam mengkomunikasikan dan memarketingkan aksi.

Dan pihak yang kontra SBY pun mengatakan bahwa beliau terlalu lebay dan berlebihan dalam curhat menghadapi situasi politik negara ini, dan di sisi yang Pro SBY mengatakan hal tersebut sudah sepatutnya dilakukan oleh SBY karena bentuk penghinaan terhadap negara yang katanya Ahmad Mubarok seharusnya DPR dan lembaga lain ikut mengecam tindakan tersebut, tidak Presiden yang langsung turun tangan begini.

Seharusnya Presiden kita berterima kasih sudah dikritik oleh para demonstran, sebagai cambuk buat Presiden dan para menterinya untuk bertindak lebih cepat, lebih gesit, dan memperhatikan kehendak rakyat. Menyelesaikan permasalahan negara ini segera termasuk permasalahan Bailout Bank Century, jadi jangan heran muncul kecaman atau semacam ancaman untuk dimakzulkan.

Jadi menurut anda, kerbau bermanfaat ngak?

NB : ilustrasi gambar dari detikcom



25 Responses to “Kerbau, Komunikasi dan Marketing Politik yang Berhasil”

  1. Tulisan ini sudah 2 hari lalu mau dipost, tapi blum maksimal😀 hehe
    cuman belajar jadi pengamat pinggir jalan😛 hehe

  2. “Dan pihak yang kontra SBY pun mengatakan bahwa beliau terlalu lebay dan berlebihan dalam curhat menghadapi situasi politik negara ini, dan di sisi yang Pro SBY mengatakan hal tersebut sudah sepatutnya dilakukan oleh SBY karena bentuk penghinaan terhadap negara yang katanya Ahmad Mubarok seharusnya DPR dan lembaga lain ikut mengecam tindakan tersebut, tidak Presiden yang langsung turun tangan begini.”

    ah no komen ah, takut ntar saya disomasi…

    *balik ke sawah, ngangon kebo*

  3. cobaa besok bawa gajah, marah nggak ya Pak SBY.

  4. Politik oh politik. Pertempuran terbuka, tanpa darah, tapi korbannya bisa lebih gila dari perang fisik.

  5. 5 tary si kuman

    gara-gara kebo, SBY jadi curhat hehehehe

  6. kerbau tukang tidur … kayak km dunk rul .. xixixi

  7. saya ndak ngomentari kerbaunya, biar diurusi yang lain.

    yang saya komentari adalah tulisan sampeyan ini yang sangat dahsyat. berkualitas. komprehensif. sudah sangat jarang saya lihat ada blogger yang nulisnya bagus kayak gini.

    lanjutkan mas arul!

    selamat ke 100 its ya!

  8. Bermanfaat mas, mudah-mudahan yang didemo sadar..

  9. Kalau kerbau dikatakan bodoh dan malas sepertinya kurang tepat. Kalau dikatakan bodoh, ya memang kerbau itu kemampuannya cuma segitu! Apalagi kalau dikatakan malas, nggak tepat banget. Karena kerbau telah berjasa membajak banyak sawah di negeri kita tanpa kenal lelah dan tanpa pamrih. Pendek kata, saya kasihan sama kerbaunya karena dia nggak tahu apa2 kok dihina bodoh dan malas sih?? Padahal kerbau itu kan ciptaanNya juga, bukankah dulu kita sering diajarkan jikalau kita menghina ciptaanNya berarti kita kurang menghargai Sang Pencipta??🙂

  10. Tulisannya keren pol…….gaya penulisannya udah kayak wartawan professional……saya harus banyak berguru nih sama K’ Arul…………

  11. wuiihh…sekarang k’ aruL jadi pengamat politik ihiyy…
    padahal nama kerbaux keren y k’…SiBuYa…wuiihh…😆

  12. Salam super-
    salam hangat dari pulau Bali-
    jangan salahkan rakyat..
    toh waktu mereka kampanya juga pakai bahasa ” langit ” yg meniupkan angin surga ya ?

  13. sayangnya tahun kerbau udah lewat ya.. sekarang kita ada di tahun macan😆

    saya ga terlalu ngerti politik, tapi saya jg ga terlalu suka sby. plin-plan, ga berani, lamban, kebanyakan alesan. begitulah kira2:mrgreen:

  14. dengan simbol hewan, seseorang akan gampang tersinggung
    biasanya dengan disamakan hewan yang menjijikan seperti (maaf) anjing baru tersinggung
    tapi ini baru kerbau aja udah tersinggung
    cuma bisa berharap pemerintahan indonesia lebih baik lagi setelah kejadian ini

  15. ide yang brilian dan kreatif, hehe … sampai2 pak sby perlu meresponnya secara langsung.

  16. kok kerbau ya???
    gak sapi ajjah….

  17. 17 darahbiroe

    wah wah wah

    kerbau lagi naik daun nuy hahhahha

    berkunjung n ditunggu kunjungn balikna makasihh

  18. Di sisi lain memang sebagai simbolisasi agar pemerintah memperbaiki kinerjanya tapi disisi lain menurut saya hal itu tetap kurang pantas karena bagaimanapun juga beliau masih pemimpin kita yang juga mesti kita hormati…

  19. masih untung kerbau bisa bajak
    kalau singa , bagaimana….????

  20. 20 jarwadi

    mudah mudahan, setelah mempopuler, harga jual kerbau dari petani/peternak, segera naik, dengan demikian kesejahteraan petani juga meningkat.

  21. Kerbau SiBuYa mendunia *baru baca tag gini dimana ya?* hahahaa

  22. 22 darahbiroe

    wah kerbau lagi naik daun nuy ceritanya heheheh

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasihhh

  23. Yah.. saya sbg mhs peternakan. sebetulnya aksi itu melanggar animal welfare (Hak Asasi Hewan untuk mendapatkan martabatnya). kasihan SiBuYa digiring kesana-sini. stress tu kebo. tapi sy makasih bgt ma tu kebo. bidang peternakan yang jarang diperhatikan sama pemerintah, tapi SiBuYa mau berkorban untuk mengingatkan pada mereka. semoga pemerintah tau maksud SiBuYa itu, Amin…

    SiBuYa, you are my hero ^^

  24. ini Gw punya link ebook…marketing politik karangan FIrmansyah UI,,linknya : http://www.ziddu.com/downloadlink/8450205/ReferensiPolitikpraktisdanmarketingpolitik.rar


  1. 1 pinjaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: