Pemakzulan

02Feb10

Akhir-akhir ini kata pemakzulan menjadi kata yang sangat familiar di telinga rakyat Indonesia, tidak perlu buka kamus, dengan sendirinya sudah memahami arti kata pemakzulan. Munculnya istilah pemakzulan tidak lepas dari keberadaan Pansus Century oleh DPR dalam menyelidiki kasus dana Bailout Bank Century yang diindikasikan (masih dalam tataran diindikasikan belum ditentukan hasil penyelidikannya) melanggar peraturan yang melibatkan petinggi negara, bahkan katanya sampai ke Presiden RI.

Namun saya coba berikan arti menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai berikut :

mak·zul v berhenti memegang jabatan; turun takhta;
me·mak·zul·kan v 1 menurunkan dr takhta; memberhentikan dr jabatan; 2 meletakkan jabatannya (sendiri) sbg raja; berhenti sbg raja;
pe·mak·zul·an n proses, cara, perbuatan memakzulkan

Pemakzulan dengan padanan bahasa Inggrisnya adalah impeachment  menurut UUD RI tidak ada istilah pemakzulan, yang ada mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya.

Mekanisme pemakzulan menurut Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 Perubahan bisa dilihat pada urutan pasal berikut :

Pasal 7A

Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden. ***)

Pasal 7B

  1. Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)
  2. Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.***)
  3. Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***)
  4. Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap pendapat Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.***)
  5. Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)
  6. Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan Rakyat menerima usul tersebut.***)
  7. Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)

Pasal 8

  1. Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa  jabatannya. ***)
  2. Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh hari,  Majelis  Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden. ***)
  3. Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksana tugas kepresidenan adalah Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk   memilih   Presiden  dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya. ****)

***)  : Perubahan 3
****) : Perubahan 4

Ini mekanisme menurut UUD lho, jadi DPR harus membuktikan dulu kalau Presiden dan/atau Wakil Presiden pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden baru melangkah ke mekanisme UUD di atas.

Nah apakah sekarang sudah terbukti?

NB :
– Download UUD RI Perubahan 4 di sini
– sumber gambar ilustrasi sini



38 Responses to “Pemakzulan”

  1. lagi belajar istilah politik😀

  2. ini soal hukum juga. Rencananya pingin ngambil judul skripsi ini.

  3. Dulu waktu sd tak kira hampir sama dengan pencabulan, akibatnya jadi bahan tertawaan sekelas.

  4. ooo… ternyata gitu ya. ya ya yaaa…🙂

  5. lagian pake bahasa yang aneh2…

  6. ini teh belajar bahasa apa belajar politik yah? hehehehehe

  7. kalo jaman suharto disebut lengser, jaman SBY makzul… ntar apa lagi ya?

  8. hakakaka yang ada sekarang ini kan orang kebelet menjadi presiden, segala macam upaya dilakukan untuk menghancurkan indonesia. dampak sistemik akan mengakibatkan indonesia tak berharga lagi di mata dunia

  9. Mak Zul kan perempuan, kalau Pak Zul itu baru laki-laki … hehehe🙂

  10. makasih infonya

  11. 11 darahbiroe

    wakwkakwa yang koment atas saya gokilllll

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  12. Ow..begitu toh…
    Jelas banget mas..

    Untuk masalah terbukti atau tidaknya terserah DPR saja…
    Sudah terlalu lama masalah ini…

  13. Kemarin juga banyak yang tanya makna pemakzulan ke saya. Untungnya saya bisa jawab seperti definisi kang asrul🙂

    Salam Kenal

  14. Makasih daeng sudah mampir di tempatku. Semoga blog nya making kereng, bekeng dang ngetreng :p

  15. akhirnya…saia tw juga,,bizx tiap kali ntn berita tentang kasus bank itu..saia cuma bisa bengong sey…*kebanyakan ntn gosippp* >,<

  16. ah taulah bro
    gak mikirin soal makzul
    bikin kepala pusing 7 keliling

  17. heheeeee, sekarang orang politik MAHAL dan KAYA mas, hehee

  18. mumet aq baca undang2…ntar pasti bisa di cari celah dari UUD tuh

  19. wah, mas aruL jadi penasehat politik ya!!

  20. mas arul jadi politikus nih….. di kubu mana mas ? hehehe….

  21. arul, kupikir itu tadi bahasa malay loh, ternyata ada juga di KBBI ya. thx infonya

  22. barusan tadi di twitter ada murid yg tanya, apa arti ‘pemakzulan’. yah lumayan lah, bisa kukasih link ke postingan ini, supaya dia bs baca sendiri :p

  23. mau makzul atau impeach atau pecat
    yang penting kalau memang bersalah ya mesti tau diri donk
    jgn mau menaang dan seenaknya aza

  24. 24 ariflarosarch

    Sungguh bnyak sekali cobaan yang menimpa bangsa ini….

  25. 25 elon s.

    capek deh……… masalah trussssss nggak ada tuntasnya aq jadi bingung pada hal aq selalu menghormat bendera tanda merdeka apanya merdeka ?

  26. 26 nirmala k.

    SBY tampaknya sebih buruk dari Suharto yang berhasil mensejahterakan rakyatnya meskipun melalui hutang. Saat itu rupiah tinggi dan harga sembako murah. SBY, presiden saat ini, sudah berkuasa 5 tahun lebih, tapi tidak menghasikan apa-apa untuk rakyat. Pemerintahannya diam-diam berhutang pula, tapi bukan untuk mensejahterakan rakyat. Wawasan dan niatnya untuk mensejahterakan rakyat tidak ada.

  27. 27 Karlina Hutapea

    Jurus-jurus dahsyat. Lantas kemana arahnya? Horee akhirnya Gayus divonis hanya 7 tahun. Hebat. Nggak bisa dimiskinkan. Setelah potong remisi tinggal 5 tahun. Keluar penjara Gayus masih kaya raya. Uangnya masih milyaran. Lebih parah lagi Gayus Gayus lainnya yang lebih dahsyat atau sama tingkat korupsinya aman, nggak tersentuh oleh hukum. Luarbiasa negeri ini. Siapa yang harus dipersalahkan? Mafia peradilan, Satgas MPH yang diduga terlibat rekayasa atau lemahnya kepemimpinan nasional? Sementara, LSM preman bayaran pro SBY, Gadis (Gerakan anti Din Syamsudin) sudah memasang spanduk di depan gedung DPR/MPR, menghujat tokoh hebat Muhammadiyah tersebut. Suatu teror mental warisan masa Orba, yang kembali digunakan oleh tangan-tangan SBY? Bisa jadi. (Jangan dihapus dong, biar kita semua dapat pencerahan).

  28. 28 Serenaya

    Tak baik dihapus, Kakak atau Abang yang baik hati, lebih baik kalau di-share ke kawan-kawan terdekat. Biarlah mereka tambah wawasan.

    Menkominfo Lagi-lagi Berkelit

    KELASMENENGAH.com – Menkominfo Tifatul Sembiring berkelit lagi. Sampai hari ini pengguna internet di Indonesia tidak cuma twitter tetap dipantau ketat oleh pemerintah antara lain dari Kemkominfo. “Indonesia masih seperti negara totaliter negara komunis,” kata aktivis HAM yang tidak mau disebut identitasnya.

    Menurut aktivis tersebut pemerintah diam-diam tetap memantau dan memblokir informasi yang dikirim melalui internet oleh para aktivis ke lembaga-lembaga penting internasional seperti lembaga-lembaga di bawah PBB dan dinas-dinas interlijen asing. Sebelumnya Tifatul menegaskan pemerintah ingin memblokir situs pornogarfi saja.

    Kepada detik.com Jumat (28/1/2011) Tifatul mengatakan pemerintah tidak menutup situs microblogging twitter di Indonesia. Itu berarti pemblokiran masih dilakukan terhadap komunikasi internet yang lain.

    Seorang pengamat Barat yang tidak mau disebut identitasnya mengatakan sejumlah aktivis HAM Indonesia prihatin dengan masih banyaknya pelanggaran HAM di Indonesia. “Mereka peniup peluit yang baik untuk kami sehingga kami tahu dari sumber-sumber pihak ketiga itu soal berbagai pelanggaran HAM disini,” katanya.

    Pengamat tersebut menambahkan komunikasi internet tidak hanya twitter tidak boleh diblokir rezim manapun apalagi hanya oleh seorang menteri.

    Seperti dilansir detik.com, Tifatul sepertinya tetap berkelit dengan mengatakan Indonesia adalah negara terbuka yang memberikan kesempatan setiap orang untuk bebas bicara. “Kita tidak akan menutup, twitter itu sosial media. Itu kan saluran saja, sama dengan yang lain,” kata Tifatul.

    Sejumlah pengguna internet di Indonesia yang aktif memantau dan memberikan laporan berkala kepada lembaga-lembaga internasional mengaku mereka ingin bukti bukan teori maupun janji.

    Mereka mengaku sulit mengakses situs institusi dan intelijen global penting seperti Amnesty International, UNHCR, CIA Amerika, MI6 Inggris, FSB Rusia dan lainnya, yang dahulu mudah diakses di Indonesia. “Situs-situs itu kini hanya bisa diakses dari luar negeri misalnya dari Singapura,” katanya. (rgs).

  29. 29 sheilla

    Pemerintah percaya diri itu baik dan harus juga mampu dan mau mendengar dan melihat serta secepatnya mengatasi masalah-masalah memprihatinkan banyak warganya. Harga-harga perlu diturunkan agar tidak mengalami seperti di Tunisia dan kini di Mesir dimana pemimpin nasionalnya dipaksa lengser.

  30. Betul, lebih baik hari-hari ini menonton liputan upaya penggulingan di Mesir.
    Kenapa rakyat disini yang sudah sangat susah masih diem dan mau menerima dan enggak bangkit seperti di Mesir? Jampi-jampi apa yang dipunyai pemerintah sekarang dong? Hebat ya.

    Sebaiknya media jangan membesar-besarkan evakuasi, toh itu niatnya jauh lebih banyak untuk PENCITRAAN. Jangan menyenangkan pemerintah, sebab mereka sudah senang dan makmur, gaji dan tunjangan mereka jauh dari cukup. Buktinya Megawati bilang gaji dia dulu cukup dan malah lebih, katanya sambil nyengar-nyengir toh. Lebih baik menyenangkan rakyat dengan memberi mereka uang dan makan cukup dengan pengawasan yang baik sehingga uang dan raskin benar-benar sampai ke tangan mereka.

    Mesir sama dengan Indonesia, Indonesia tak lebih dari Mesir, Sama saja, 30 tahun berkuasa bukan lagi ukurannya. Ukurannya adalah apakah mampu mengelola negara dan memakmurkan rakyat secara merata atau enggak.

    Kalau kita lihat GDP Mesir dengan Indonesia, mana lebih banyak dong. Kalau kita lihat jumlah penduduknya, mana yang lebih sejahtera, Mesir atau Indonesia. Kalau kita lihat pembangunan sarana publik, mana yang lebih masif, Mesir atau Indonesia? Atau sama saja. Kalau sama saja, lalu gimana dong setelah melihat di Mesir.

    Itu cara melihat. Itu dari satu sisi, belum yang lain-lain. Indonesia sebenarnya memiliki penduduk meskin lebih banyak, tapi tidak dikatakan.

    Perekonomian katanya membaik, tapi rakyat di negeri kita buktinya banyak yang susah. Mereka banyak yang melarat, terpaksa jadi pemulung, jadi apa saja asal bisa makan, pemeritah enggak pernah membantu mereka kok. Mereka terpaksa cari makan sendiri-sendiri. Sementara orang-orang di eksekutif dan legislatif dan yudikatif hanya main sandiwara, mereka kaya-kaya. Rakyat menerima terus nasib buruknya. Kenapa rakyat susah itu masih mau menerima dan enggak bangkit seperti di Mesir? Jampi-jampi penenang apa yang dilakukan pemerintah sekarang kepada rakyatnya sehingga seakan-akan mereka menerima terus. Rakyat itu padahal banyak yang sudah enggak bisa makan, tidak punya daya beli, tapi diem saja. Sementara harga sembako tidak terjangkau lagi, naik tinggi dan pemerintah membiarkan semuanya mahal. Pengangguran makin banyak.

    Lihat, di jalan-jalan dan di bus-bus, mereka berjubel, semua susah. Sementara yang kaya main kaya. Ini bukan soal berkuasa 30 tahun atau baru 6 tahun. Ini soal kemampuan mengeloal negara. Bagaimana negara bisa menghidupi kalau enggak punya sumber penghasilan, negara enggak punya pabrik, hanya punya satu sumber pendapatan, narikin pajak doang. Apa enggak masuk jurang? Harga sembako tinggi lho kalau dibandingkan di negara-negara lain dari segi penghasilan rata2 masyarakat masing-amsing. Lalu di negeri kita orang Indonesia, lapangan pekerjaan untuk rakyat enggak ada. Mereka petani juga enggak punya sawah, mereka nelayan tidak punya perahu, punyanya hanya motor ojek, lalu ke kota-kota, ngojek. Uang yang didapat enggak ada nilainya. Beda dengan masa Megawati dan sebelumnya. Uang Rp 20 – 50 ribu saja nilainya masih agak lumayan, bisa membeli banyak barang. Sekarang enggak ada. Mereka makin susah sekarang, tidak bisa makan.

    Liputan sebaiknya jangan membesar-besarkan evakuasi. Tujuan dan niat pemerintah lebih banyak untuk PENCITRAAN. Sebetulnya kawan-kawan kita di Mesir tidak menginginkan evakuasi sebab mereka semua MUSLIM bukan BULE lagi jadi teman-teman itu aman kok. Lihat, gemuk-gemuk lagi, pertanda lebih makmur kalau dibandingkan di negeri sendiri, tau. Nanti kawan-kawan kita kalau mau kembali ke Mesir lagi emangnya gratis semua? Siapa yang akan membiayai semuanya? Apa teman-teman kita setelah sampai di Indonesia bisa kembali ke Mesir naik pesawat lagi gratis? Sekarang katanya mereka di Mesir kurang makanan, seperti yang diakui kawan dari Gontor yang disiaran tadi petang oleh sebuah TV, langsung dari Mesir. Bukannya pemerintah SBY kini sudah menganggarkan uang banyak untuk itu semua itu? Untuk evakuasi dll. Kemana sebagian perginya dana itu? Masih ada juga yang suka menyunat atau mem-markup anggaran ya? Ah kau. Transparan dong.

    Jadi dirinci ke publik, semua dana untuk misi evakuasi dan lain-lain itu, berapa untuk kedutaan besar, dan berapa untuk kementerian luar negeri Indonesia sendiri, adakah dan berapa uang saku untuk ongkos pulang kawan-kawan kita ke daerah masing-masing, sebab tidak semuanya tinggal sekitar Jakarta. Sebenarnya, mulanya mereka ingin tetap di Mesir, karena kata mereka bahwa mereka kebanyakan akan ada ujian untuk Masters degree mereka dan ada juga yang untuk ujian S1 mereka, ada yang akan ujian untuk PhD mereka, tapi kacau mereka dibujuk, untuk enggak bilang “dipaksa” pulang, dengan janji-janji nanti ketika kembali lagi ke Mesir semuanya gratis. Jangan mereka dijadikan alat pencitraan.
    Kalau benar-benar niat evakuasi, seperti Malaysia dong, mengirim banyak pesawat militer Hercules, lesehan, tidak memanjakan. Malaysia juga sudah mengirim kapal perangnya untuk evakuasi lebih serius, memuat lebih banyak penumpang, lebih aman lagi. Kita memang dangkal enggak bisa mikir dalam, dalam segala bidang. Malu ah sama Malaysia.

  31. 31 Ibu Rukiah

    Pemakzulan boleh-boleh saja. Tapi mustahil, sebab mereka semua main sandiwara, membohongi rakyat. Kurang percaya?

    Baik legislatif maupun eksekutif sama-sama jago bermain sandiwara. Pemain sandiwara tinggal menghapal naskah skenario dan mengikuti sutradara. Tak mungkin mereka mampu berpikir dan melaksanakan kehendak negara/rakyat, tolol.

    Ambil satu contoh saja kasus, untuk memperkuat teori mereka memang hanya pemain sinetron. Dua atau tiga malam lalu Radio Elshinta dalam acara Komisi pilih narasumber anggota DPR, Nudirman Munis,yang juga ketua Badan Kehormatan (BK) DPR. Di Elshinta dia ngotot skandal Bank Century 6,7 triliun harus ditindak-lanjuti. Kami pikir Itu benar.

    Tapi banyak anggota DPR termasuk dia korup juga dan tidak konsekuen. Buktinya mereka jalan-jalan ke luar negeri dengan alasan studi banding termasuk singgah ke Yunani. Jelas itu menghabiskan uang negara/uang rakyat juga, meskipun dia bantah itu uang pribadi masing-masing. Gila.

    Mana mungkin studi banding DPR tidak gunakan anggaran uang negara/uang rakyat? Dimana konsistensi, logika, akal bulus Nudirman? Apa hasil studi banding itu? Tak ada. Semua hanya pura-pura biar seolah-olah di mata rakyat, kedua pihak bekerja untuk negara/rakyat. Seolah-olah.

  32. 32 Yazidah Usman

    Tiga nyawa anak muda lugu tak berdosa, melayang. Pembunuhan sadis tak berperikemanusiaan. Membunuh adalah kejahatan berat. Pelakunya nyata kelihatan di kamera TV. Mereka harus diadili, divonis hukuman berat. Mungkin kalau perlu hutang nyawa bayar nyawa. Ahmadiyah adalah sebuah organisasi aliran agama besar dan perlu kita tahu bahwa Nabi Muhammad pun nabi mereka. Ghulam Ahmad hanya guru atau ulama mereka. Ahmadiah yang murni pusatnya di Lahore. Mereka menyiarkan alirannya seperti agama-agama lain yang juga punya liran. Mereka punya TV sendiri yang bisa diakses melalui satelit. Mereka besar. Hanya saja di Indonesia, dimunculkan dan dibenturkan dengan aliran lain, yang dibentuk oleh kelompok tertentu bahkan konon melibatkan orang-orang MUI, dengan nama Ahmadiyah juga, dan dimanfaatkan untuk menzalimi Ahmadiyah cabang Lahore. Itu juga sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik tertentu. Mengenai SKB jelas bertentangan dengan UUD 1945 dan harus dibuang ke sampah. Sayang sekali, presiden itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu masalah ini. Lihat, pernyataannya hari ini seperti pernyataan orang awam dan bukan seperti pernyataan presiden.

  33. 33 maskiah

    Setuju. Selain itu, media apapun harus pintar mengarahkan pikirannya, demi pembaruan yang tidak diselewengkan. Adalah keniscayan, pemimpin atas nama hukum harus berani tegakkan hukum positif, bukan wacana. Pemimpin yang penakut mudah jatuh, kalau media-media pintar dan berani, sebab rakyat berhasil disadarkan bahwa pemimpin mereka tukang bohong. Wacana akan menjerat diri sendiri, terutama pemimpinnya, sebab bukan zamannya lagi berwacana, rakyat sudah pintar. Semua kesalahan polisi. maka kapolri bisa pecat kapolda, kapolda bisa pecat kapolres. SBY bisa pecat kapolri. Kalau tidak, cepat atau lambat, SBY bisa dipecat Rakyat. Apalagi kalau kasus-kasus mafia pajak dan lain-lain, SBY tidak serius. Mengalihkan isu, membohongi rakyat, lama-lama pasti ketahuan. Menjatuhkan dengan kerusuhan tidak akan berhasil. Kalau dengan menggerakkan mahasiswa dan rakyat dengan masif dan damai, pasti berhasil, seperti di Tunisia dan Mesir, mubarak pasti menyerah, sebentar lagi.

  34. 34 Ibu Marwah

    Numpang lewat. Jangan dihapus.

    Seluruh mahasiswa dan kaum intelektual Indonesia, saatnya melihat apa pemilu yang lalu juga murni suara rakyat?

    Horeee… Husni Mubarak akhirnya lengser. Kapan dengan Indonesia? Setiap pemimpin yang tidak pro rakyat, membiarkan rakyat teraniaya, membiarkan preman main kekerasan, tidak mau ambil sikap, pura-pura tak tahu, melakukan kebohongan publik, demokrasi palsu, harus lengser atau dilengserkan segera. Hidup rakyat Mesir!

    Kapan dengan Indonesia? Ini bukan lagi soal 30 tahun. Jangan biarkan keledai melenggang melanjutkan kekuasaan tidak sah dari money politic dari bank century.

  35. 35 Ida Harnida

    Obama akhirnya tidak tega lihat kesengsaraan rakyat Mesir mau diperpanjang Mubarak. Maka ia nelepon dan tekan habis Mubarak: “Kau harus mundur”. Pro demokrasi juga harus berterima kasihlah pada Obama.

  36. 36 Karlina Hutapea

    Males ah….kau hanya berwacana dan enggak bergerak kongkrit….enggak baraksi seperti mahasiswa dan aktivis Mesir. Capek deh…..

    Padahal, rezim sangat pandai mengalihkan atau melakukan penyempitan isu.

    Harusnya ada yang bisa dipelajari dari gerakan demo masif dan efektif di Mesir, mereka hebat….

    Kau perlu tahu kalau ciri-ciri gerakan efektif lebih ke aksi-aksi dan agenda-agenda nyata. Mereka melibatkan aktif tokoh-tokoh oposan tidak peduli siapa. Kalau perlu melibatkan tokoh-tokoh oposan musuh bebuyutan mereka.

    Kedua, harus masif, didukung dana masif dan foskus pada isu-isu sentral: harga-harga yang terus naik dan pembiaran korupsi yang menyedot dana besar negara, berbagai mafia itu.

    Mesir dan Indonesia sama. Bedanya di Mesir, barusaja terjadi. Indonesia, lebih dahulu, tahun 1998, tapi tidak menghasilkan apa-apa untuk rakyat banyak.

    Apakah perubahan di Mesir saat ini akan menguntungkan rakyat atau hanya berganti tangan, masih perlu dilihat. Mungkin rakyat Mesir lebih pandai untuk mengarahkan kemana dan bagaimana reformasi yang lurus dan tidak kembali terbajak.

    Indonesia praktis belum ada reformasi yang berarti.

    Rakyat dan anak-anak rakyat itu tidak memperoleh hak-hak dasar mereka: hak kesejahteraan, hak jaminan kesehatan dan pendidikan yang benar-benar gratis, kecuali gratis hanya wacana. Padahal itu semua merupakan hal-hal paling mendasar, yang harus dimiliki oleh rakyat, seperti yang dimiliki rakyat dari negara-negara baik di dunia. Semua itu sudah lama dilaksanakan oleh bahkan negara-negara tetangga negara itu sendiri seperti Malaysia dan Singapura, yang merdeka belakangan, dan bahkan negara relatif baru seperti Vietnam. Kemana pemikrian kepemimpinan nasional di Indonesia?

    TKi-TKI itu, juga, apakah mereka semua TKI? Bukan. Mereka kebanyakan para korban dari mefia perdagangan manusia oleh orang-orang WNI yang ber-KKN dengan oknum pejabat di Kementerian Tenaga Kerja. Presiden tidak tahu atau pura-pura tidak tahu dan membiarkan atau hanya perintah menteri dan lainnya tanpa mengawasi pelaksanaannya. Semua itu menjadikan rakyat Indonesia semakin sengsara.

    Mungkin Indonesia perlu gerakan reformasi jidil dua untuk mendapatkan sebuah pemerintahan yang benar-benar baru dan steril dari mentalitas lama, seperti yang akan terjadi di Mesir.

    Reformasi jidil dua yang dikehendaki oleh para mahasiswa dan kaum intelektual pada tahu 1998 itu nyata terjadi dan tidak dibajak seperti sekarang.

    Reformasi yang bukan hanya sekedar kulit luar, hanya bebas menyataka pendapat, tetapi perekonomian tidak dibangun untuk kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

    Negara ini tidak mungkin bertahan karena tidak memiliki industri dari repelita-repelita. RRC mampu karena mengamalkan tahapan-tahapan rencana-rencana itu secara benar. Kini, RRC menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan repelita-repelita yang konsisten.

    Kepemimpinan nasional sangat menentukan. Parlemen pembuat UU sangat menentukan. Kedua-duanya harus memiliki pemikiran untuk negara ke depan. Indoneia pernah memiliki di zaman Suharto, tetapi karena kebencian terhadap Suharto, UUD diubah, GBHN dihapus, itu blunder raksasa. Sebuah bangsa menuju kehancuran sendiri.

    Pembangunan menuju pertanian, kenelayanan dan apalagi industri rendah, menengah dan maju, tidak mungkin terlewati tanpa tahapan-tahapan seperti itu. Jika kepemimpinan nasional dan pemerintahan tidak memiliki dan tidak membuat atau memulai hal-hal sepertu itu, kemana negara dibawa? Mimpi kali ye.

    Seorang peimpin nasional harus tahu sadar dan memulai konkrit repelita-repelita seperti yang sudah lama ditempuh RRC itu, yang telah dihapus di Indonesia, negara tolol. Pemimpin harus benar-benar mengerti, tidak hanya berwacana, tidak zamannya lagi, itu blunder. Adalah dengan repeiita-repelita, sebuah negara akan selamat dan bisa mencapai kesejahteraan untuk seluruh rakyatnya. RRC dan bangsa-bangsa lain telah membuktikan itu semua. Semuanya harus jelas di atas kertas, GBHN, bukan wacaan dan sekedar usul atau pidato. RRC punya sistem sistem apapun dan sudah lama dan kini membuktikan mensejahterakan rakyatnya. RRC bukan Cina/Tionghoa, Cina/Tionghoa bukan RRC. Bahwa RRC didominasi etnis Cina/Tionghoa benar.

    Kau perlu tahu pula kalau reformasi yang benar dan tidak terbajak itu bisa terjadi jika kita memulai itu semua. Perlu ada pihak-pihak yang peduli, yang mau meluruskan jalannya reforamsi di Indonesia, yaitu semua perlu menggalang kekuatan, bersatu-padu, menggerakkan, membuat dan memiliki pendukung, seperti gerakan demonstran Mesir dan Tunia. Bisa?

    Dan harus pintar mengidentifikasi setiap pengalihan dan tetap fokus melihat penyebab pokoknya siapa.

    Rezim ini dikenal pandai mengalihkan atau menyempitkan isu. Taktik lama dan tetap dipakai. Kebanyakan kita tidak mengerti. Sebuah isu yang digulirkan TLA (tokoh lintas agama), misalnya, dialihkan.

    Isu yang sulit dialihkan adalah kenyataan harga-harga yang naik terus. Isu ini bisa mudah menggalang dan memicu gerakan demo masif, sebab menyangkut perut orang banyak.

    Jika sudah muncul isu penentu ini, maka akan dicoba dialihkan atau disempitkan ke isu yang jauh lebih sempit yaitu misalnya isu seputar Ahmadiyah. Ini taktik pengalihan/penyempitan isu, agar isu sentral dan berbahaya yaitu kelaparan, busung lapar, naiknya harga-harga, tuntutan penurunan harga-harga (semacam tritura zaman dulu) yang bisa mengudnang gerakan demo masif dimana-mana, bisa teralihkan.

    Sebuah rezim berbulu domba manapun akan jatuh kalau isu yang diangkat menyangkut perut. Jutaan pendemo bisa digalang untuk turun ke jalan kalau pengambilan isu tepat seperti tuntutan penurunan harga-harga. Jika isu ini masih juga ditolak tidak dilaksanakan sebuah rezim, gabungan kelompok-kelompok pendemo tetap cerdas, dengan beking tokoh-tokoh oposan yang kuat, isu bahkan dibawa untuk memaksa mundur penguasa. Rakyat Mesir berhasil menjatuhkan Mubarak, karena pengangkatan isu tepat dan berpengaruh luas: tidak adanya
    daay-beli rakyat akibat harga-harga yang selama ini terus dinaikkan, dengan membandingkan ke harga-harga rezim itu mulai berkuasa, plus isu korupsi.

    Di Indonesia, isu SARA dll merupakan taktik penyemptan/pengalihan isu. Hanya orang-orang Ahmadiyah yang terkena imbasnya, tidak selruh rakyat. Rakyat tidak mungkin mengamuk semua. Tidak akan menimbulkan geraka demo masif, yang bisa membahayakan keberlangsungan suatu rezim. Siapa perduli dengan Ahamdiyah? Hanya orang-orang dan simpatisan Ahmadiyah. Kau perlu tahu tapi kalau soal harga-harga, itu soal perut, semua lapisan masyarakat akan semuanya turun ke jalan berdemo.

  37. 37 Ariza Ong

    Behhhh, oalaaah, haiyaaaa….. kekerasan atas nama agama adalah dagang nyawa anak rakyat untuk mendapat anggaran lalu dikorupsi sama-sama. Oalaaaah, anak kecil masih TK juga tahu, itu kan cara jenderal-jenderal nakal di kepolisian mendapatkan daya-tawar agar disediakan anggaran keamanan atas nama macam-macam. DPR harus tahu itu, SBY juga harus tahu itu, sebab sponsor anggaran anti terorisme dari Amerika sudah berkurang, sebab Amerika sendiri susah ekonomi. SBY dan DPR tidak boleh mengabulkan anggaran yang akhirnya akan hilang masuk kantong, dikolupsiiii. Buang saja oknum-oknum jenderal curang nan korup itu, haiyaaaaa… Begitulah manusia pejabat di negerimu, behhhh. Oalaaah, haiyaaaa….

  38. 38 Lee Moo Hoen and Zhen Yan

    Ketidakpedulian pejabat pemerintahan pusat dan daerah Indonesia. Bukti nyata ketidakpedulian pejabat-pejabat di pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia adalah kota-kota di pusat maupun daerah-daerah tidak memiliki jaringan transportasi massal. Mereka tidak memikirkan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan trasportasi massal asing apakah dari RRC, Korsel dan lainnya untuk sungguh-sungguh membangun sistem transportasi sangat penting dan vital tersebut. Padahal Indonesia memiliki pulau-pulau utama sangat panjang dan luas seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa dll yang samasekali tidak memiliki jaringan transportasi massal. Mobil dan sepeda motor akhirnay menjadi angkutan pilihan satu-satunya. Sungguh besar dana yang dikeluarkan negara untuk memenuhi kebutuhan bbm. Sungguh besar setiap tahun jalan-jalan highway (jalan tol) yang mungkin harus dibangun dan tetap macet serta hanya menguntungkan perushaan pemilik tol. Sungguh kotor udara di kota-kota di Indonesia akibat polusi dari sisa pembakaran solar dan bensin betimbal dari puluhan juta kendaraan. Negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand cerdas. Mereka sudah lama memiliki MRT misalnya dan kereta listrik tepat waktu ceoat aman dan nyaman. Thailand bahkan sebentar lagi memiliki kereta super cepat, keeta listrik peluru . Indonesia baru akan memiliki subway yang akan mulai dibangun 2012 dan itupun hanya beberapa kilometer. Bukan jaringan subway atau MRT seluruh ibukota misalnya. Ituah bukti sebuah maslah pelik akibat mafia hukum/mafia kekuasaan dari ketidakpedulian pejabat-pejabat pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia. (kiriman Lee Moo Hoen dan Zhen Yan).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: