Listrik, lebih Besar Pasak daripada Tiang

20Nov09

Berbicara tentang Listrik Indonesia [2]

Salah satu alat untuk menganalisis kondisi kelistrikan Indonesia adalah melihat grafik konsumsi dan produksi listrik suatu negara. Demikian untuk kondisi kelistrikan di negara kita, Indonesia, sehingga nantinya bisa diambil kebijakan apa yang patut diambil untuk mengatasi krisis kelistrikan yang sekarang ini menjadi pembahasan utama juga selain masalah korupsi di negeri ini akibat sering terjadinya pemadaman bergilir.

Berikut adalah grafik perbandingan konsumsi dengan produksi listrik Indonesia :

produksidankonsumsi listrik copy

sumber : esdm.go.id

Berdasarkan data produksi dan konsumsi listrik Indonesia konsumsi listrik cenderung naik sedangkan produksinya sendiri walaupun cenderung naik, namun tahun 2008 terjadi penurunan produksi listrik . Tahun 2007 produksi listrik yang besarnya 141.711,30 GWh, masih lebih tinggi dibanding konsumsi listrik sebesar 121.554,79 GWh sedang sejak tahun 2008 konsumsi listrik sudah melebihi batas produksi listrik dengan rincian produksi listrik 113.080,70 GWh sedangkan konsumsinya 129.018,90 GWh.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat konsumsi masyarakat Indonesia dalam penggunaan listrik, sedangkan produksi listrik tidak sebanding. Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa terjadi pemadaman bergilir di beberapa wilayah Indonesia.

Namun dengan melihat data tersebut mungkin saja hanya bisa mencakup Jawa-Bali karena daerah tersebut menguasai 80 % listrik Indonesia, coba kita bandingkan dengan salah satu provinsi di luar Jawa-Bali bagaimana tingkat konsumsi dengan melihat tingkat beban puncak dan produksi dengan melihat angka daya mampu listrik yang dihasilkan di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nusa Tenggara Barat terbagi 3 sistem listrik, yaitu Sistem Lombok, Sistem Sumbawa, dan Sistem Bima. Berikut ini penjumlahan dari ketiga sistem tersebut.

sumber : bappeda prov NTB (daya dalam MW)

Jika melihat grafik tersebut beda dengan grafik nasional, grafik nasional menunjukkan bahwa pada tahun 2007 baru terjadi tingkat produksi yang lebih rendah dari tingkat konsumsi listrik, namun dibandingkan dengan grafik perbandingan daya mampu dengan beban puncak di Provinsi NTB tersebut, ternyata sejak 2004 beban listrik puncak yang digunakan di provinsi ini sudah tidak mampu dibebankan pada PLN, sudah melebihi daya mampu yang dimiliki pembangkit yang seluruhnya PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel).

Sehingga dari grafik ini walaupun belum terlalu ilmiah bisa disimpulkan sementara selain lebih besar pasak daripada tiang listrik Indonesia, juga kesenjangan Jawa luar Jawa terjadi di dalam ketenagalistrikan Indonesia, terbukti bahwa di NTB sudah sejak 2004 beban puncak lebih tinggi daripada daya mampu yang tersedia. Inilah salah satu  cermin bagaimana kondisi kelistrikan Indonesia saat ini.

Berlanjut di posting selanjutnya.

Tulisan sebelumnya :

Berbicara tentang Listrik Indonesia



17 Responses to “Listrik, lebih Besar Pasak daripada Tiang”

  1. pantesan pemadaman listrik bergilir.

  2. anggap sama kalau kena pemadaman listrik bergilir berarti anda mendapatkan ARISAN dari PLN

  3. 3 eliabintang

    sbnrnya ada hubungannya ga ya sama lampu merah mati? huehe. kl pemadaman listrik bergilir di rumah masih bisa dimaklumi lah.. tapi kl lampu merah sih kyknya keterlaluan ya. waktu itu gue di lampu merah, yg tengah merah yg kanan hijau.. aneh ga sih😆

  4. Hmm….kapan ya kita bebas dari pemadaman listrik?

  5. nyang dipademin juga gak boleh telat mbayar….. 😦

  6. Apakah pemadaman terus-menerus ini juga merupakan efek dari hal tersebut ya..!?!

  7. dari sisi user kita memang harus berhemat pemakaian (bila dilihat dari kepentingan yang lebih besar) … dari sisi pemerintah juga mestinya harus dapat mencari solusi terbaik … sda kita lebih dari cukup untuk menjadi sumber energi, namun sama sekali tidak termanfaatkan secara benar dan maksimal …
    sayangnya, justru pemakan listrik terbesar adalah bumn dan instansi pemerintah itu sendiri dan mereka enggan untuk membayarnya, padahal biaya tersebut sangat diperlukan untuk outsourching dan sebagainya …

  8. Harusnya mereka malu, wong jelas2 penyedia listrik cuma mereka sendiri (monopoli). Bagaimana kalau pihak ketiga dikasih masuk yah? bisa bangkrut abis2 tuh PLN … ck ck ck

  9. hahaha…gila juga ya pas liat statiknya ga terduga banged ..

  10. miris gan, padahal SDA alam indo melimpah yg bisa dijadiin alternatif

  11. bukanji TA ta ini k’??? :p

    tapi memang..sekarang negara krisis listrik..oleh karena itu sekaraNg sedang dibuat pembangkit 10rb megawatt..*CMIIW*
    menurut om ucu wktu perkiraan pembangunan suatu pembangkit sekitar 3-5 tahun..sedangkan proyek itu baru bner2 dpat aliran dana pas taoN 2006 *CMIIW again*
    tapi mengenai lanjutannya..saia kurang tw pastinya..hehhee..
    tpi sekraNg sudah muLai dibicarakan proyek pembangkit 10rb megawatt tahap kedua..krena diprediksikan tahun 2013 qtha akan mengalami krisis listrik lagi.. *dohhh…*

  12. disini sudah lumayan tidak sering lagi pemadaman listriknya..
    masalahnya Listrik di daerah Riau itu numpang dari PLTA di SUMBAR…makanya kena pemadaman terus rul…😦

  13. 13 fege

    berdasarkan statistik PLN 2007, mulai 2000-2007, pertumbuhan rata-rata energi terjual mencapai 6,28% sedangkan pertumbuhan kapasitas pembangkit terpasang hanya 2,82%..

    jadi memang realitanya indonesia ini sedang dalam defisit listrik..
    Sebelum meledaknya GIS Cawang, Jakarta adalah sistem yang normal..namun karena meledak, Jakarta jadi ikutan mencicipi rasanya pemadaman..
    Data terbaru PLN, dari seluruh sistem yang ada di Indonesia (baik itu isolated maupun interconnected) sistem yang normal hanya Sistem Mahakam (Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong) dan Bontang, yang lainnya dalam kondisi defisit.

    Defisit artinya bukan hanya kekurangan tapi juga bisa berarti tidak terpenuhinya kondisi N-1..😀
    segitu dulu

    salam kenal mas arul..gimana kampus?btw, masih banyak kambing berkeliaran ta?

  14. makasih buat infonya

  15. yah,
    sampe sekarang gan masih ga rubah prilaku konsumtif kita.

  16. nice post

  17. sy bayar listrik mahal tp GA SEBANDING,sering ada pemdaman..sehari pasti minimal sekali…asem


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: