Minyak Rakyat Dicuri

03Okt09
SPBU

Salah satu SPBU

PT. Pertamina (Persero) menjadi satu-satunya yang memegang hak untuk mengatur dan menjual minyak di masyarakat, walaupun di Jakarta sudah mulai beredar operator-operator lainnya, misal shell, petronas, dan lain-lain. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) juga ditentukan oleh pemerintah melalui pertamina sebagai pelaksana di lapangan karena mengelola SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum).

Namun sayang kadang beberapa SPBU menjadi nakal dan melakukan pelanggaran dalam menyalurkan BBM ke masyarakat. Fenomena yang selalu terjadi adalah menaikkan harga atau menutup dan atau menjual BBM itu kepada penjual minyak curah (baca penjual di pinggir jalan).

Kejadian ini selalu saja terjadi terutama dalam beberapa kondisi :

1. Kenaikan harga BBM oleh pemerintah (sesaat sebelum naik, beberapa SPBU tiba-tiba BBMnya kosong)

2. Menjelang atau hari libur terutama Lebaran

3. Di daerah yang kurang pengawasan yang bukan perkotaan

4. Kejadian alam sehingga terjadi penyerbuan (rush) BBM dengan jumlah banyak, misalnya ketika gempa atau banjir terjadi kebutuhan BBM meningkat seakan-akan sangat membutuhkan minyak banyak, padahal tidak demikian lebih banyak karena ketakutan, dan sebab-sebab lainnya.

Kalau semisal di daerah-daerah (yang mungkin terpencil) dari jangkauan transportasi kurang memadai atau memang jauh dari tempat pengolahan minyak bumi yang sudah BBM, namun melihat kejadian-kejadian di masyarakat yang terjadi, bukan hal itu menjadi penyebab kelangkaan BBM di suatu daerah.

Hal ini saya alami sendiri ketika pulang ke kota kelahiran dan menelusuri beberapa daerah. Ketika berada di kota Palopo yang ada sekitar 5 SPBU ternyata masih saja terjadi antrian pengisian BBM bahkan ada yang tertutup. Yang lebih parah lagi, ketika ke daerah-daerah kecamatan yang kadang hanya tersedia 1 SPBU, dengan teganya penjual di pinggir jalan menjual berliter-liter bensin dengan harga yang melambung tinggi dibanding harga standar, sedangkan SPBUnya antri 1 jam sampai 2 jam atau malah ada SPBU yang tutup. Kejadian yang menurut saya sudah harus diperhatikan pertamina sebagai penyalur BBM di Indonesia.

Paling parahnya lagi, ketika mengadakan perjalanan jauh dari Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tengah di sebuah SPBU bus yang saya tumpangan antri sampai satu jam. Sebenarnya sih antrinya tidak menjadi masalah,  namun yang ada adalah pengisi BBM yang menggunakan motor dengan membawa jirigen besar dan dilakukan beberapa kali, lebih didahulukan oleh petugas SPBU tersebut, padahal baik motor, mobil, dan bus antri.

Hal sungguh sangat melanggar, sebenarnya ingin diambil fotonya namun lupa karena saking mangkelnya. Instruksi yang kadang tertera di papan pengumuman SPBU di daerah malah tidak dijalankan, asal seenaknya saja mengisi. Peringatan yang tidak boleh mengisi botol, jirigen dan sejenisnya di SPBU tidak diindahkan petugasnya.

PT Pertamina sebagai operator di Indonesia, sudah seharusnya meningkatkan pengawasan yang lebih, terutama di daerah-daerah. Kalau di lingkungan perkotaan sangat mudah untuk diawasi karena masyarakat juga sudah pintar dan bisa melaporkan kejadian pelanggaran yang terjadi di sebuah SPBU. Sedang daerah perkotaan yang diketahui lebih sejahtera dibanding di daerah, malahan BBM daerah lebih mahal karena dijual curah tersebut. Perhatian pemerintah termasuk Pertamina sangat diperlukan dalam menjamin ketersediaan bahan bakar minyak untuk masyarakat.

Semoga tulisan ini terbaca dan menjadi kritik untuk segera memperbaiki sistem pengawasan penyaluran BBM.



47 Responses to “Minyak Rakyat Dicuri”

  1. entah lah, saya mengatakan hak minyak rakyat sudah dicuri😀
    btw tulisan sy sebelumnya, diskip dulu, suatu saat dilanjutkan🙂

  2. yach, bginilah kalo monopoli yg tidak propesional.

  3. Korupsi sebenarnya telah menjadi budaya, kita sendiri jika diberi kesempatan akan korupsi juga kok. Contohnya ya petugas SPBU ini…

  4. 4 eliabintang

    kl bicara korupsi dan kecurangan2 sih saya ga tau mau ngmg apa lagi.. sodara sy aja prnh masuk sel krn si pelapor nyuap kapolresnya. untungnya keluarga kita punya link polisi yg lbh tinggi, jd bs ngeluarin sodara sy.. semua org korup sekrang bos..

    salam kenal yah!😀

  5. Padahal, kalau di Jakarta, saya melihat orang lebih suka ke Pertamina daripada ke Shell, apalagi petronas….

  6. membaca tulisan ini saia jadi ingat skripsi saia kemarin…
    kebetulan, skripsi saia jg membahas hal ini…
    mengenai pengawasan yg lemah dari pertamina, hal itu memang benar…
    dalam surat perjanjian antara pertamina dg spbu disebutkan setelah penyerahan bbm kpd spbu, maka sjk itu hak & kwjiban berpindah kepada spbu ituwh…
    intinya, pertamina sdh lepas tangan…

  7. nice info

  8. tulis di publikana mas😀

  9. nice posting..

  10. yach begitula keadaan negara kita sekarang….tapi menurut saya udah mulai ada peningkatan kok dari yang dulu2

  11. 11 angga

    kalau kagak gitu spbu nya yo gak laku bro….

  12. 12 Firman Ramdhani

    huhh.. apa sih yg bener di negeri kita ini.. kasian rakyatnya di kibulin mmuluu… padahal bayar pajak dipaksa2.. hikkksss

  13. Wah ini dia….. minyak rakyat dicuri juga oleh rakyat…. sebuah bentuk sifat ketidakdisiplinan yang korup dan parah dari bangsa kita sendiri…😦

  14. mungkin karena pombensinnya kurang banyak…jadi ada peluang untuk jual bensin eceran yah…

  15. Korupsi memang sudah mendarah daging…..kayaknya bangsa kiata telah di takdirkan korupsi

  16. Korupsi harus diberantas…ga perduli mau berapa lamaaa…kasian rakyat jelata, uang rakyat buat memperkaya diri sendiri….

  17. minyak termasuk salah satu kekayaan alam yang harus dikelola dan dioptimalkan penggunaannya utk kepentingan publik alias hajat hidup orang banyak. sayangnya, di negeri ini kultur kapitalis sudah menjadi budaya baru di kalangan pemilik otoritas dan kekuasaan. doh!

  18. 18 John

    Iya Bang,,bayangin aja kalo sampai kita tua nanti sistemnya masih kayak gt. Apa bukan kita sendiri yang malu pada generasi muda. Nah,kalo sekarang, berarti “mereka” pada gak punya malu tuh. Ya Bang ya..

  19. yang punya banyak duit pasti lebih berkuasa🙂

  20. Bisa saja jika element bangsa yg anti Penindasan dan kesewang2an mengumpulkan data2 dan bukti2 untk di “Blow Up”

    Salam Kenal

    Arya

  21. PT Pertamina sebagai operator di Indonesia, sudah seharusnya meningkatkan pengawasan yang lebih,

    Masalahnya yang ngawasi Pertamina trus siapa bos?:mrgreen:
    Masalahnya AFAIK mereka juga mengambil keuntungan dengan pemberian monopoli distribusi BBM kepada pengusaha2 tertentu untuk distribusi ke daerah2 yang jauh dari depo2 pertamina (terpencil). Pernah baca ini?🙂

  22. wkwkw minyak lagi minyak lagi.
    padahal katanya Indonesia ladang minyaknya banyak😦

  23. 23 jipajip

    mungkin sebenarnya masuknya shell, petronas dan penyedia BBM swasta lainnya itu bertujuan untuk menghindari monopoli yang dilakukan pertamina. tapi ternyata harga yang ditawarkan oleh penyedia BBM swasta begitu tinggi sehingga pertamina tetap memegang monopoli untuk BBM murah. semoga saja indonesia menjadi lebih baik dikemudian hari

  24. di daerah kami juga sudah berkali-kali mengalami kejadian macam ini mas asrul.
    jika harganya naik, mungkin masih kurang parah. yang gawat itu kelangkaan barang.
    bahkan saya juga pernah iseng-iseng menghitung panjangnya antrian untuk mendapatkan bbm yang dijatah banyaknya.

  25. weks, kok poto nggantengku gak muncul yak>?

    coba lg ah😀

  26. sptnya memang hrus ada yg d benahi dr pemerintahan ini🙂

  27. arul… sekali2 bahas tentang transportasi umum di surabaya dong, khususnya bus. ga adil aja, bus ke TP yg Damri AC cuma 4ribu tapi bus ke bratang 3ribu jelek. padahal cm beda seribu😦

  28. iya kadang nakal banget tu Mas POM Bensin….
    keliatan banget campurannya… parahnya lagi ada yang dicampur ma air..
    gila kan..??

  29. ehm….pinter

  30. harusnya bisa jadi artikel menarik di salah satu kolom koran🙂

  31. smoga kita bisa memulai untuk tidak melakukan “tindakan mencuri hak rakyat” sejak masih di bangku kuliah.
    Bahkan kalau perlu diajarkan sejak masih sekolah dasar agar tertanam nilai2 kuat kelak kepada mereka..

  32. referansi RE 1599 sepertinya ini…

  33. Rul….rul…..sejak kapan jadi juragan minyak ??

  34. ini juga yang pernah saya bicarakan mengenai spbu pertamina.
    coba deh saling mengingatkan…

  35. berkunjung…..
    begitulah kondisi Indonesia saat ini. hukum rimba berlaku

  36. uda ga heran dengar yg beginian…

  37. kalo ga diproteksi pemerintah,ga lama pertamina juga kalah ma produsen minyak asing

  38. 38 jarwadi

    yah,😦 kecenderungannya siapa saja yang punya kesempatan untuk meraih keuntungan pribadi ya di manfaatkan meski keuntungan itu didapat dari cara cara yang tidak legal,

    ketika sedang membeli bensin di spbu, teman teman saya hampir tidak percaya sama petugas spbu dengan mengawasi secara jeli meter yang dipakai, padahal tidak ada jaminan bagaimana meter itu di kalibrasi, teman teman saya juga hapal dikota kami dimana saja spbu yang mana petugas petugasnya sering bermain curang😦

  39. wah, rupanya mas asrul perhatian sampai sejauh itu,
    sepakat. memang harusnya, rakyat tidak mesti jadi korban akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

  40. Sudah saatnya ada operasi pasar juga untuk sektor bahan bakar, tidak hanya minyak goreng saja. Sayangnya saya pesimis Pertamina mau melakukan itu.

  41. padahal rakyat lebih suka ke pertamina ya…😦

    lebih miris lagi di sini rul… duri = kota minyak tapi klo mo beli bensin SUSAH!!!

  42. 42 andtheree

    itulah efek dari uang..
    membutakan mata.. dan menutup mulut..

    kalo mata sama mulut tertutup..
    ngga ada yang bisa lapor..

  43. kembalikan uang rakyat @_@” hahaha

  44. 44 Dangstars

    Semoga rakyt jngn jdi korban

  45. 45 Dangstars

    Sukses gan

  46. 46 chrisna

    hari kemerdekaan udah lewat ,tapi rakyat masih dijajah oleh kemiskinan

    kapan kita akan maju seperti negara lain ???

  47. MONOPOLI SUCKS


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: