Minyak Rakyat Dicuri

SPBU
Salah satu SPBU

PT. Pertamina (Persero) menjadi satu-satunya yang memegang hak untuk mengatur dan menjual minyak di masyarakat, walaupun di Jakarta sudah mulai beredar operator-operator lainnya, misal shell, petronas, dan lain-lain. Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) juga ditentukan oleh pemerintah melalui pertamina sebagai pelaksana di lapangan karena mengelola SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum).

Namun sayang kadang beberapa SPBU menjadi nakal dan melakukan pelanggaran dalam menyalurkan BBM ke masyarakat. Fenomena yang selalu terjadi adalah menaikkan harga atau menutup dan atau menjual BBM itu kepada penjual minyak curah (baca penjual di pinggir jalan).

Kejadian ini selalu saja terjadi terutama dalam beberapa kondisi :

1. Kenaikan harga BBM oleh pemerintah (sesaat sebelum naik, beberapa SPBU tiba-tiba BBMnya kosong)

2. Menjelang atau hari libur terutama Lebaran

3. Di daerah yang kurang pengawasan yang bukan perkotaan

4. Kejadian alam sehingga terjadi penyerbuan (rush) BBM dengan jumlah banyak, misalnya ketika gempa atau banjir terjadi kebutuhan BBM meningkat seakan-akan sangat membutuhkan minyak banyak, padahal tidak demikian lebih banyak karena ketakutan, dan sebab-sebab lainnya.

Kalau semisal di daerah-daerah (yang mungkin terpencil) dari jangkauan transportasi kurang memadai atau memang jauh dari tempat pengolahan minyak bumi yang sudah BBM, namun melihat kejadian-kejadian di masyarakat yang terjadi, bukan hal itu menjadi penyebab kelangkaan BBM di suatu daerah.

Hal ini saya alami sendiri ketika pulang ke kota kelahiran dan menelusuri beberapa daerah. Ketika berada di kota Palopo yang ada sekitar 5 SPBU ternyata masih saja terjadi antrian pengisian BBM bahkan ada yang tertutup. Yang lebih parah lagi, ketika ke daerah-daerah kecamatan yang kadang hanya tersedia 1 SPBU, dengan teganya penjual di pinggir jalan menjual berliter-liter bensin dengan harga yang melambung tinggi dibanding harga standar, sedangkan SPBUnya antri 1 jam sampai 2 jam atau malah ada SPBU yang tutup. Kejadian yang menurut saya sudah harus diperhatikan pertamina sebagai penyalur BBM di Indonesia.

Paling parahnya lagi, ketika mengadakan perjalanan jauh dari Sulawesi Selatan menuju Sulawesi Tengah di sebuah SPBU bus yang saya tumpangan antri sampai satu jam. Sebenarnya sih antrinya tidak menjadi masalah,  namun yang ada adalah pengisi BBM yang menggunakan motor dengan membawa jirigen besar dan dilakukan beberapa kali, lebih didahulukan oleh petugas SPBU tersebut, padahal baik motor, mobil, dan bus antri.

Hal sungguh sangat melanggar, sebenarnya ingin diambil fotonya namun lupa karena saking mangkelnya. Instruksi yang kadang tertera di papan pengumuman SPBU di daerah malah tidak dijalankan, asal seenaknya saja mengisi. Peringatan yang tidak boleh mengisi botol, jirigen dan sejenisnya di SPBU tidak diindahkan petugasnya.

PT Pertamina sebagai operator di Indonesia, sudah seharusnya meningkatkan pengawasan yang lebih, terutama di daerah-daerah. Kalau di lingkungan perkotaan sangat mudah untuk diawasi karena masyarakat juga sudah pintar dan bisa melaporkan kejadian pelanggaran yang terjadi di sebuah SPBU. Sedang daerah perkotaan yang diketahui lebih sejahtera dibanding di daerah, malahan BBM daerah lebih mahal karena dijual curah tersebut. Perhatian pemerintah termasuk Pertamina sangat diperlukan dalam menjamin ketersediaan bahan bakar minyak untuk masyarakat.

Semoga tulisan ini terbaca dan menjadi kritik untuk segera memperbaiki sistem pengawasan penyaluran BBM.

Diterbitkan oleh aRuL

blogger, netizen, engineer wanna be, sometimes as a trainer, and maybe a consultant for anything

47 tanggapan untuk “Minyak Rakyat Dicuri

  1. kl bicara korupsi dan kecurangan2 sih saya ga tau mau ngmg apa lagi.. sodara sy aja prnh masuk sel krn si pelapor nyuap kapolresnya. untungnya keluarga kita punya link polisi yg lbh tinggi, jd bs ngeluarin sodara sy.. semua org korup sekrang bos..

    salam kenal yah! 😀

  2. membaca tulisan ini saia jadi ingat skripsi saia kemarin…
    kebetulan, skripsi saia jg membahas hal ini…
    mengenai pengawasan yg lemah dari pertamina, hal itu memang benar…
    dalam surat perjanjian antara pertamina dg spbu disebutkan setelah penyerahan bbm kpd spbu, maka sjk itu hak & kwjiban berpindah kepada spbu ituwh…
    intinya, pertamina sdh lepas tangan…

  3. minyak termasuk salah satu kekayaan alam yang harus dikelola dan dioptimalkan penggunaannya utk kepentingan publik alias hajat hidup orang banyak. sayangnya, di negeri ini kultur kapitalis sudah menjadi budaya baru di kalangan pemilik otoritas dan kekuasaan. doh!

  4. Iya Bang,,bayangin aja kalo sampai kita tua nanti sistemnya masih kayak gt. Apa bukan kita sendiri yang malu pada generasi muda. Nah,kalo sekarang, berarti “mereka” pada gak punya malu tuh. Ya Bang ya..

  5. PT Pertamina sebagai operator di Indonesia, sudah seharusnya meningkatkan pengawasan yang lebih,

    Masalahnya yang ngawasi Pertamina trus siapa bos? :mrgreen:
    Masalahnya AFAIK mereka juga mengambil keuntungan dengan pemberian monopoli distribusi BBM kepada pengusaha2 tertentu untuk distribusi ke daerah2 yang jauh dari depo2 pertamina (terpencil). Pernah baca ini? 🙂

  6. mungkin sebenarnya masuknya shell, petronas dan penyedia BBM swasta lainnya itu bertujuan untuk menghindari monopoli yang dilakukan pertamina. tapi ternyata harga yang ditawarkan oleh penyedia BBM swasta begitu tinggi sehingga pertamina tetap memegang monopoli untuk BBM murah. semoga saja indonesia menjadi lebih baik dikemudian hari

  7. di daerah kami juga sudah berkali-kali mengalami kejadian macam ini mas asrul.
    jika harganya naik, mungkin masih kurang parah. yang gawat itu kelangkaan barang.
    bahkan saya juga pernah iseng-iseng menghitung panjangnya antrian untuk mendapatkan bbm yang dijatah banyaknya.

  8. arul… sekali2 bahas tentang transportasi umum di surabaya dong, khususnya bus. ga adil aja, bus ke TP yg Damri AC cuma 4ribu tapi bus ke bratang 3ribu jelek. padahal cm beda seribu 😦

  9. smoga kita bisa memulai untuk tidak melakukan “tindakan mencuri hak rakyat” sejak masih di bangku kuliah.
    Bahkan kalau perlu diajarkan sejak masih sekolah dasar agar tertanam nilai2 kuat kelak kepada mereka..

  10. yah, 😦 kecenderungannya siapa saja yang punya kesempatan untuk meraih keuntungan pribadi ya di manfaatkan meski keuntungan itu didapat dari cara cara yang tidak legal,

    ketika sedang membeli bensin di spbu, teman teman saya hampir tidak percaya sama petugas spbu dengan mengawasi secara jeli meter yang dipakai, padahal tidak ada jaminan bagaimana meter itu di kalibrasi, teman teman saya juga hapal dikota kami dimana saja spbu yang mana petugas petugasnya sering bermain curang 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: