Film Ketika Cinta Bertasbih I

Film Ketika Cinta Bertasbih

Sebenarnya saya tidak ingin meresensi film ini di blog saya, Film Ketika Cinta Bertasbih yang ternyata edisi pertama ini karena beberapa blogpun sudah melakukan resensi terhadap film ini, dan bagi saya itu sudah cukup untuk dibaca, paling ketika saya menuliskan lagi di blog saya, akan terjadi repetisi resensinya.

Tapi okelah saya mencoba melihat dari dua sisi pandangan saya, plus dan minusnya, dan sedikit membandingkan dengan novelnya, walaupun kata orang yah beda hasil cetakan yang dibaca dengan hasil visual yang ditonton masing-masing punya karakter dan cara tersendiri menikmati karya seni. Membandingkan dengan Novel Ketika Cinta Bertasbih I dan Ketika Cinta Bertasbih II, yang sudah setahun lebih membacanya sekarang perlu mengingat-ingat lagi  isi dan beberapa dialog yang membekas dalam fikiran saya.

Beberapa catatan dari saya :

1. Ketika adegan Azzam sedang membakar ikan, proses editingnya ngak yahud, masih amatiran terlihat bagaimana pemeran dengan latar belakangnya yang berbeda.

2. Beberapa kekayaan budaya ditampilkan dalam film ini, Seperti adegan pernikahan Tiara dengan siapa gitu lupa, dengan menggunakan adat Aceh serta lagu Aceh juga ikut dikumandangkan. Selanjutnya pernikahan Furqon dan Anna juga menggunakan adat Bugis, walaupun cuman cuplikan untuk Film keduanya. Ini menjadi modal utama memperkenalkan Indonesia keluar negeri apalagi ditayangkan di 8 negara. Saya salut untuk ini.

3. Beberapa scene masih kurang greget dalam mengambil emosi penonton, yah ada beberapa adegan terlihat terlalu cepat seperti ketika Husna menceritakan inspirasi kumpulan cerpennya ke Anna. Scene kepanjangan ketika Anna dilamar Furqon. Tapi semuanya menurut saya mencapai apa yang diinginkan penonton.

4. Saya paling senang dengan kata Husna dalam suratnya ke kakaknya Azzam “Nitip setetes air mata bangga ibu buat Azzam”, wah indah nian membuat hati begitu tersentuh.

5. Beberapa adegan di novelnya dihilangkan, tapi overall cukup menjaga alur bagi yang sudah membaca, tapi saya khawatirnya yang belum baca novelnya ngak tau alurnya 😀

6. Cukup sekian dulu mata saya sudah tak sanggup, yang lain silahkan di search di google banyak tuh yang ngeresensi juga

Overall saya menilai film ini menurut saya cukup bagus, dan memang memiliki kekurangan tetapi saya harap di Film Ketika Cinta Bertasbih II nantinya kekurangan itu bisa diatasi. Dan Film edisi keduanya nanti pasti akan lebih seru beberapa konflik-konflik yang mengharubirukan akan terjadi, so pasti akan menarik 🙂

Ini beberapa tambahan link yang saya ndak perlu ulangi lagi dalam tulisan saya kali ini

NB : Oh iyah pemeran wanitanya yang berjilbab cantik-cantik, mau dong satu 😀 hehehe

Diterbitkan oleh aRuL

blogger, netizen, engineer wanna be, sometimes as a trainer, and maybe a consultant for anything

44 tanggapan untuk “Film Ketika Cinta Bertasbih I

  1. Aku baca novelnya aja belon. Tapi sebenarnya nggak ada hubungannya ya, baik baca novelnya dulu ataupun nonton filmnya dulu, ya oke2 aja. Maklumlah saya orang yang agak kurang suka baca novel. Huehehe……

  2. entah kenapa sejak dulu saya selalu saja tak tertarik utk menonton film yang berasal dari teks novel, termasuk laskar pelangi yang pernah bikin heboh itu. ada sisi2 menarik dalam teks novel yang sulit divisualisasikan. jika dipaksakan, keindahan literernya jadi hilang.

  3. klo menurutku, film ini jauh lebih bagus dari AAC,.terjaga alur nya..
    bumbu komedinya juga lumayan menghibur

    NB: mas, kmrn pas ntn di BIP bandung, ketemu langsung dgn anna dan husna langsung, ternyata ada roadshow…aslinya jauh lebih cantik loo..hehhee
    mau mau?

  4. menurut kabar burung dari orang yang tahu dapurnya film, adiknya kang abik terlalu banyak ikut campur dalam urusan produksi. tapi mungkin info dari si burung ini gak otomatis menjawab catatan2 arul di atas….

    sayang belum sempet nonton… tp rada males juga sih kl emang bersambung gitu….

  5. Filmnya bgs,bs liat mesir,keren bgt………….
    Alur ceritanya trjaga tp tmn2nya azzam karakternya kurang kuat…
    KCB2 kpn muncul?????????……….
    Jgn kelamaan y………..

  6. salam kenal…
    yahhh.. saya sih menghargai-menghargai aja hasil kerja sineas indonesia.. oleh karena itu,, saya bikin blog tentang mengkritik film,,, siapa tau bisa jadi pegangan para sineas dengan melihat kritik-kritik dari penonton untuk film film yang ada… jadi bisa lihat reaksi penonton dan belajar dari kritikan penonton tersebut.. untuk itu,, coba deh lihat blog saya dan komentarin bila berkenan…

    http://kritikpenonton.wordpress.com

    terima kasih
    -djd-

    btw,, pemeran ana (Oki Setiana Dewi) di film itu, teman satu kuliah saya.. satu angkatan pula.. tapi beda jurusan dengan saya..

  7. Yg paling berkesan: “Jika ada dua orang mahasiswa datang melamar, yang satu sibuk belajar, sedang yang satunya sibuk membuat tempe, maka aku pasti akan memilih yang sibuk belajar. Apa kata Kairo tentangmu Zam?”

  8. aku kurang suka ma movie ini,,karakter kurang dapet,dr screenshoot yg jumping2,,n terlalu ngejudge,,bersambung pula,,membuat film ini serasa sinetron,,dan kurang bisa dinikmatin,,hehehe..
    (boleh donk berpendapat),hehehe

    met kenal mas ^.^

  9. hahahahaha..
    assalamualaikum Mas..
    wah..
    sayang sekaliaku belum nonton.
    Oleh karena itu aku kurang mudeng sama penjelasan diatas..
    tapi setelah liat pasti bisa..
    hehehehe

  10. yap bener mas saya juga merasa KCB kurang “greg” banyak yang lari dari Buku Aslinya. salam kenal dari “Tigaw.Wordpress.com”

  11. 4x saya liat titanic dan terhanyut dalam ceritanya, selanjutnya bosen juga, namun KCB bener beda, berualang kali (lebih 4x) nonton tetep terhanyut. ato karena ada gambaran cinta yang begitu luas dalam film KCB ini. luar biasa hidup novel Indonesia dan hidup Fil Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: