SBY vs JK : Prosedural vs Kebutuhan

27Mei09

sby-jk

Kepemimpinan yang diciptakan oleh kedua pemimpin bangsa saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jusuf Kalla (JK) selama ini membuat rakyat sudah bisa menebak tipe kepemimpinan masing-masing. Perihal tersebut dapat dilihat dari sejumlah kebijakan yang digelontorkan maupun komentar-komentar yang disampaikan kepada masyarakat.

Saya mencoba menganalisis dari beberapa komentar-komentar yang disampaikan oleh kedua Presiden dan Wakil Presiden RI tersebut melalui kutipan-kutipan media cetak maupun media online. Dan hasilnya SBY cenderung memberikan kebijakan dan komentar yang procedural sedangkan JK selalu menjawab kebijakan pemerintah sesuai kebutuhan langsung apa yang dibutuhkan rakyat.

SBY :

“Setelah krisis yang insya Allah akan berakhir dua tahun lagi, bagaimana pun anggaran pertahanan harus kita tingkatkan,” disampaikan saat meresmikan Kompleks Rusun Dinas Paspampres di
Bojong Nangka, Kabupaten Bagor, Jawa Barat, Senin (25/5/2009). – detik.com-

Kebijakan anggaran alutsista bagi pasukan TNI Republik Indonesia akan ditingkatkan, namun ada prosedur yangterlebih dahulu dilewati, yaitu setelah krisis berakhir, bagaimana kalau krisis ekonomi ini tidak berakhir? berarti semakin banyak yang akan mati di udara yah.

JK :

“Jika saya tidak segera menyelesaikan konflik di Ambon dengan cepat, dalam 1 hari bisa 10 orang meninggal. Makanya harus cepat diselesaikan. Kalau pikir-pikir dulu, kalau rapat dulu yang lama, tiap rapat ada 10 orang meninggal,” disampaikan saat Pra Kongres Ikatan Pelajaran Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlatul Ulama (IPPNU) Rabu (27/05/09) -detik.com-

Bagi JK, tidak perlu menunggu rapat yang lama melalui prosedur, namun harus langsung turun, memenuhi kebutuhan rakyat. Namun tetap butuh waktu kan pak JK untuk merumuskan strategi perdamaian itu kan?

Sebenarnya masih banyak kutipan-kutipan pernyataan dari SBY maupun JK yang mengidentikkan bagaimana beliau mengambil keputusan, tapi saya serahkan ke teman-teman saja mencarinya. Ini hanya pendapat pribadi melihat gelagat politik pemimpin kita dalam memimpin negara ini.

NB : Fakta menarik di search enginenya detik.com, ketika mengetikan nama “Susilo Bambang Yudhoyono” ditemukan hasil 1050, sedang ketika mengetikan nama  “Jusuf Kalla” ditemukan 3875

Iklan


34 Responses to “SBY vs JK : Prosedural vs Kebutuhan”

  1. Duh, makin bingung nih saya bang Arul.
    Tadinya sudah mantap mau contreng SBY, tapi sekarang jadi ragu soalnya Cawapresnya Boediono.

  2. analisa yang sama sekali tidak ilmiah. membandingkan statement untuk urusan yang berbeda.

    ya ya ya..

    jusuf kalla memang pemberani dan tangguh. tapi terlalu berbahaya memegang kendali negara karena dia akan menggunakan insting pengusaha. high-rish high-gain. iya kalo gain, kalo loose???

    sby memang prosedural. dan justru begitulah harusnya pemimpin. tidak bertindak serampangan. ini konteks negara, bukan konteks bisnis.

    jadi saya pilih siapa? GUS DUR!

  3. (doh) (doh) (doh) no comment lah untuk urusan yang dua orang itu, pokonya doh doh doh ……………… (lmao)

  4. @fadhil & det : yah masing2 punya kelebihan dan kekurangan. Sebenarnya kalo dipadupadankan akan mantap hasilnya.
    @deteksi : lho sy ngak bilang ini ilmiah, tapi ini opini pribadi yang menurut saya.
    saya hanya menebak dari segi ungkapan kata2 yang sering dikeluarkan mereka dalam menjawab permasalahan rakyat.

  5. hahaha…., liat gelagat kedua prang itu sudah kacau semuanya…., sekarang sudah padu semua….., pilih LEBIH CEPAT LEBIH BAIK atau alon-alon asal kelakon

  6. Alon – alon asal kelakon vs Grusa grusu

    sing endi yo sing bener????

  7. ada pepatah sesama teman saya: “lelaki itu yang dipegang omongannya” 🙂

  8. hidup SBY!!!

  9. thx for sharing rul 🙂 aku pikir sby ato jk masing2 punya keunggulannya sendiri2. aku pribadi masih belom memutuskan lebih suka yg mana, tapi dua duanya jelas lebih bagus lah daripada mega. kita dulu sudah pernah dipimpin mega, dan aku kecewa dg pengalaman itu heheheee… (imho)

    tapi siapapun yg nanti terpilih jadi presiden, aku doakan semoga dikaruniai kekuatan supaya mampu memenuhi tanggung jawabnya sbg kepala pemerintahan, dan semoga mendatangkan banyak manfaat buat rakyat. aamiin 🙂

  10. Kita hanya bisa berharap siapapun yang bakal jadi presiden semoga bisa membawa kebaikan bagi negri ini.

  11. mana yang baik saja,
    tapi jangan golput

  12. hidup …. 🙂
    rakyat yang penting kenyang 🙂

  13. semua ada plus minusnya…
    yang penting nggak arogan

  14. aku hanya berharap kang, pemimpin yang terpilih nanti adalah yang amanah dan memang disukai oleh rakyatnya
    ya khan kang?

  15. Kalau menurut saya, ada kalanya kita mengambil tindakan secara prosedural dulu, dan ada kalanya kita memang harus bertindak spontan dan cepat. Mana yang lebih baik?? Tentu tergantung kasusnya. Yang penting di sini kita harus melihat sesuatu secara lebih obyektif (tidak selalu harus ilmiah) dan tidak memihak. Analisa yang baik, bahkan opini yang baik, tidak dipengaruhi oleh hal2 yang berbau subyektif seperti persamaan suku, persamaan pandangan politik, persamaan kepercayaan dan sebagainya… 🙂

  16. Bertindak cepat tapi tidak mengikuti prosedur nanti kena dech.. Bisa bahaya, jadi saya setuju dengan mas yari, segala sesuatunya harus mengikuti prosedur dulu

  17. saya dulu demen ma sby tapi sekarang saya ke keluarga lebih baik kita memilih tipikal pemimpin yang cepat dan tanpa ragu serta berani mengambil resiko dan jujur saya melihat itu ada pada JK karena faktor pengusaha bagaimanapun baut seorang pengusaha bila terlambat dalam mengambil keputusan atau kebijakan jelas kerugian akan terjadi….

    so maaf bukan kampanye hihihihihih tapi ini semata-mata pendapat pribadi saya

  18. 18 eric

    saya pilih pak JK orangnya peduli terhadap bangsa dan masyarakat indonesia kita bisa lihat hasilnya pd konflik aceh, ambon dan poso. begitupun untuk mayarakat miskin dgn program BLT nya, PNPM Mandiri semua ini adalah hasil karyanya.

  19. memang seru pilpres saat ini. Ya ada rasa syukur juga sih… dengan demokrasi indonesia saat ini…. walau belum sempurna… tapi rasanya sudah berada pada arah yang lebih baik.
    Bangsa ini rasanya memang butuh meningkatkan kecepatan namun memang harus cepat dan tepat… jangan cepat grusa grusu….
    salam,

  20. 20 sakainget

    saya contreng seingetnya aja ah ntar 😀
    kunjungan dinas rutin dari – sakainget

  21. wah kalau GINI pusiing juga ya
    AH KITA PILIH Yang bisa kasih rezeki aja buat golongan rendah
    moga kami berhasil layakknya bapak
    ting……ting….

  22. itulah JK, lebih cepat lebih baek!

  23. 23 sinyo

    pak jk …….. jagan ngotot gitu klo emang pak jk benar2 membela rakyat mengapa tidak mendukung yang sudah bagus klo pak jk naik jadi presiden saya tdak yakin bpak membantu pekerja tapi membantu pengusaha membuat untung bagi pengusaha lihat aja semua semua teman bapak pengusaha yang spt ular

  24. Kita coba taanya saja pada para psikolog yang sering ngetest (tes psikologi) saat proses rekruitment kerja. … Untuk posisi jabatan pengambil keputusan… bagus manakah tipe “peragu” atau tipe ” berani ambil resiko”…..hayo….. pasti semua tau jawabannya

  25. jadi pro JK nih?
    hayooooo ngakuuuu 😀

  26. 26 Hesty

    aq sih ga 2-2 nya deh…
    no 1 must be choosen…..

  27. Namanya orang berpendidikan tu, setau saya adalah berpikir sebelum bertindak. Dan jika di dalam suatu kelompok, maka dia harus mengikutsertakan seluruh anggotanya dalam suatu diskusi sehingga dapat diambil keputusan bersama. dan terakhir sebagai orang yang taat hukum, maka dalam penyelesaian suatu masalah ya harus bertindak sesuatu peraturan (prosedur) yang berlaku.
    Ini masalah negara Mas, bukan maen2. Tanggung jawabnya sangat besar. Satu keputusan yang tergesa2 mungkin baek bagi satu golongan tapi bisa berakibat buruk bagi tiga golongan yang laen.
    Negara kita ini apa to yang dibutuhkan? Orang yang sangat berpengalaman dalam bisnis atau orang yang sangat berpendidikan dan berpengalaman dalam kepemimpinan?
    Masa kondisi negara yang sudah “seperti ini” mau dijadikan taruhan dalam suatu tindakan “berani ambil resiko” ?

  28. 28 eah

    Mengajak untuk berpikir, JK dengan “Lebih Cepat Lebih Baik”nya menurut pendapat saya selama ini tidak ada masalah. Kita lihat sekarang, apakah ada keputusan JK yang salah? Kita lihat pula dibelakang JK masih ada orang yang tegas (Wiranto), bandingkan dengan SBY saat ini, apakah tegas juga? Hmmm, andaikan suatu saat JK turun ditengah jalan saya masih yakin akan capability Wiranto untuk memimpin bangsa ini. Tapi, klo SBY yang turun ditengah jalan, ky’nya saya nggak yakin tuh apabila si Boed capable untuk mimpin negara ini. So Vote 3 for RI-1!!

  29. mampir lagi…. saya juga makin tertarik nih sama JK… hehehe…
    SBY memang tidak buruk… tapi jangan-jangan JK memang lebih cepat dan lebih baik.
    kekuatan moral SBY rasanya sudah bukan compettive advantage lagi….. saya yakin dengan iklim keterbukaan seperti sekarang …dan moral capres kita… ketiganya akan memimpin dengan hati nurani….
    saya malah semakin berkurang simpati pada SBY, karena beliau yang “menolak JK”, lalu beliau yang selalu bicara jangan menyerang…. nyatanya sering menyerang duluan dengan sindiran-sindirannya dalam pidatonya……
    sebaliknya JK WIN semakin banyak membuktikan bahwa jargonnya bukan asal-asalan.. dia buktikan dan terlihat dari semangat keduanya untuk selalu bergerak dan mengambil tindakan cepat…..
    Ya… mungkin memang harus berganti …. Hidup JK ! hahaha….

  30. 30 wahab

    Memilih Presiden & Wapres harus yang terbaik
    Mengatasi Kemiskinan harus lebih cepat
    setuju?????????

  31. 31 wahab

    eah: saya jadi berpikir gimana kalo Presiden berhalangan tetap digantikan si Boedi, apa ga mikir PPP PAN apalagi PKS dipimpin oleh si NEOLIB

  32. 32 IDJ

    Apa PKS, PAN, PKB, lupa klo SBY bisa saja tidak mampu lagi meneruskan kepemimpinan oleh karena berbagai hal (klo kepilih)…? apakah mereka tidak takut adzab Allah karena telah salah tidak mendengarkan secara menyeluruh hati nurani umat ?
    Sedihnya melihat Indonesia saat ini, ketika partai Islam tidak mampu lagi mewakili umat Islam… Partai Islam memilih SBY sedangkan jamaah2 umat Islam mengarahkan pilihan ke JK…
    Tiada guna menggunakan partai berlabel Islam kalau tidak mampu mendengarkan nurani umat..
    Silahkan lah partai Islam Mubes atau Sidang Istimewa apakah masih pantas menggunakan label partai Islam.. Tegaskan saja … NASIONALIS…
    Ampuni kami Ya Allah…

  33. Hidup Indonesia, lho gimana toh, jagon JK malah kalah ya gini heee


  1. 1 Pemilih.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: