Boediono lebih baik dari SBY

21Mei09

Apa yang bisa dilihat dari pidato deklarasi masing-masing Capres-Cawapres yang awalnya memiliki slogan SBY-Berboedi yang kemudian diganti SBY-Boediono ini? Banyak hal secara personal bisa diketahui dari pembawaan pidato masing-masing yang disiarkan langsung oleh salah satu TV Swasta dan disaksikan oleh rakyat Indonesia.

Deklarasi Capres dan Cawapres untuk mengikuti Pemilihan Presiden RI periode 2009-2014 dua pasang calon sudah melakukannya tinggal Pasangan Capres dan Cawapres Megawati dengan Prabowo Subianto yang merencanakan tanggal 24 Mei 2009 medeklarasikan diri mereka. Sedang untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon presiden dan Boediono sebagai calon Wakil presiden sudah melakukan hal tersebut di Gedung Sabuga ITB Bandung.

Dari pembawaan SBY membacakan pidatonya seperti terlihat sangat procedural dengan membaca teks yang ada di depan mimbar deklarasi, apakah beliau sendiri yang menyusun naskah pidatonya, kesan terlihat seperti tidak percaya diri untuk memberikan pidato yang menyakinkan. Satu lagi bahwa belum terlihat gaya elegan untuk menyakinkan orang untuk memilih beliau.

Gaya elegan SBY sejak dari dari dicapreskannya beliau di tahun 2004 lalu memang dia terlihat sebagai orator ulung, tapi kesan saya untuk deklarasi kali ini bahwa SBY tidak seperti demikian, Seperti sedang melaporkan ke DPR berupa laporan tahunan kenegaraan atas kinerja pemerintah. Yah seperti itu yang dilakukan oleh SBY ketika berpidat pendeklarasian beliau. Menyampaikan keberhasilan pemerintahnya, apa yang diinginkan ke depan dalam rangka pencapresannya, serta tak lupa menjelaskan pasangan calon wapresnya Boediono.

Lebih terkesan lagi bahwa beliau hanya membacakan pidato yang bagus dari stafnya. Bisa jadi itu seorang Anas Urbaningrum yang memiliki kharismatis yang luar bisa. Saya melihat Anas Urbaningrum dengan tampilan elegan ketika menjadi juru bicara Partai Demokrat ketika memberikan pernyataan partainya terkait sikap Partai Golkar yang memberhentikan pembicaraan koalisi kedua belah pihak.

Coba kita bandingkan dengan gaya orasi (pidato) Boediono, Gubernur Bank Indonesia yang mengundurkan diri utk persiapan kampanye Pilpres 2009 kali ini. Boediono walaupun terlihat membawa teks pidato namun beliau dengan sigap mampu membawakan pidato deklarasinya tanpa membaca teks. Kemampuan luar biasa dari seorang Boediono diperlihatkan kepada rakyat Indonesia.

Terlepas dari isu, beliau adalah antek dari paham neoliberal yang diomongkan oleh sejumlah pengamat ekonomi maupun politik, bahkan oleh para politisi juga memberikan pandangan yang sama tentang seorang Boediono. Namun dari segi artikulasi dan pembawaan yang baik membuktikan bahwa beliau lebih baik dari seorang SBY.

Pidato SBY masih terlihat diatur untuk intonasi dan penekanan maksud pidato yang disampaikan, namun ketika Boediono memberikan pidatonya terlihat betul-betul dari hati dan sangat natural pembawaan materi yang ingin disampaikan. Tidak perlu membaca, cukup mengungkapkan hal yang sebenarnya dari hati, beliau terlihat sangat mantap.

Memuji kepemimpinan SBY selama ini, memberikan penjelasan tentang keikutsertaan beliau dalam pilpres kali ini, penjelasan bahwa beliau tuduhan sebagai penganut paham neoliberal dan penyampaian ucapan terima terutama kepada istrinya, benar-benar terlihat tulus dan gaya yang saat berwibawa memberikan pidato di depan para simpatisan pendukungnya serta ditonton oleh rakyat Indonesia.

Yah itulah mengapa saya menyimpulkan bahwa Boediono lebih baik dari seorang SBY, meskipun yang saya nilai dari saat moment itu aja, itupun dari sisi pembawaan materi pidato deklarasi beliau berdua, belum melihat pertimbangan dan momentum lainnya.

Artikel ini sih pendapat pribadi, sependapatkah anda dengan saya?

Sumber foto : detik.com

Iklan


31 Responses to “Boediono lebih baik dari SBY”

  1. menurut saya, ke kakuan SBY karena beliau terbiasa dengan protokoler ke presidenan, sehingga beliau terlihat begitu ‘mengacu kepada text’, jadi bukan berarti berbeda dengan orasi pada tahun 2004, kalau di tahun 2004 karena beliau belum menjadi presiden, jadi belum terikat dengan protokoler kepresidenan.

    sedang dengan pak Boed, saya tidak setuju kalau beliau di katakan dengan antek neoliberalisme, sosok Pak Boed yang tegas, wibawa, dan intelek, yang membuat pak SBY meminangnya menjadi cawapres.

    semoga komen saya tidak salah, maaf kalau ada yang tersinggung, ini cuma pendapat pribadi.

  2. Hmm, gimana kalau berkhusnuzon Mas Arul, mungkin Pak SBY takut ada kata yang salah atau kepleset waktu pidato, jadi pakai teks, setjara beliau masih presiden RI gitu.
    Iya pak Boediono kalem tapi lantjar waktu pidato.
    Ah orator ulung tetaplah Bung Karno, yang sampai saat ini belum tergantikan 😀

  3. Yah, meskipun Boediono lebih oratis -untuk tidak kepleset jadi erotis (lmao)- daripada SBY, tapi yang (hampir) pasti, adanya Boediono mengurangi popularitas SBY beberapa persen. 🙂

  4. di antara para capres-cawapres .. saya hanya tertarik dengan cara pak JK .. begitu sederhana, semangat, nasionalis, tegas dan spontanitas .. ditambah dengan pintar guyon ..

    rasanya kalau saya mengomentari pak SBY dan pak Boediono tidak tega .. pak SBY itu setiap muncul di televisi selalu seperti orang yang teratur dan prosedural .. entah apakah ini pembawaannya dari militer atau memang begitu .. saya tidak pernah melihat pak SBY bercanda dengan para stafnya atau orang lain sampai tertawa-tawa ..

    soal pak Boediono saya tidak akan memberi komentar panjang .. salah satu yg menjatuhkan poin pak SBY di mata saya adalah karena memilih pak Boediono .. gak tahulah .. ingat kasus BLBI? … itu saja ..

  5. @mierz : hehehe, masing2 mempunyai perspektif yang berbeda2 tentang seseorang bahkan terhadap calon presiden sekalipun 😀
    @generasi patah hati : tergantung penilaian orang lagi 😀 hehehe
    @denologis : menurut survey seperti itu, tapi kita liat, apakah kharismatis dari Boediono mampu memberikan dampak peningkatan perolehan suara
    @nomercy : kalo masalah JK, yah saya juga mendukung dalam program2 yg selalu ceplas ceplos diungkapkan. Yah semua capres/cawapres menjanjikan hal sama, tinggal kita liat bagaimana mereka mampu menwujudkan, jadi atau tidak mereka sudah berjanji.

  6. kata orang kampung yang penting PRESIDENNYA SBY…..

    LANJUTKAN…..

  7. Neoliberal hanya sebuah strategi pencitraan dari lawan. Padahal apa sih neoliberal? Tidak banyak orang yang tahu. Ini perang pencitraan yang sangat sengit. Seru juga lihatnya 🙂

  8. neoliberal itu apaan sih om? :mrgreen:

  9. Itu bukannya karena Boediono lebih tua ya dibanding SBY?

  10. emang katanya Boediono sebelum nyawapres kalo ditanya wartawan jawabnya singkat2 seakan enggan bicara… tapi kalo liat dari latarbelakang beliau seorang Dosen maka wajar2 saja bicaranya sistematis
    Btw … suhu politik semakin diramaikan dengan isu “Ilusi Negara islam” bener2 bikin pussingggg..
    http://serbasejarah.wordpress.com/2009/05/22/ilusi-negara-islam-kenapa-ilusi-dilawan-rekomendasi-strategis/

  11. 11 gak pake po'o

    Dari dulu wondering kalo SBY menang, 5 tahun lagi sapa ya presiden yang “kompak” dipilih ma rakyat??? kesuali UU calon presiden ganti.. 😛

  12. btw sy tidak sedang membahas boediono itu antek neoliberal lho 😀 hehehe

  13. Betul sekali. Memang bisa jadi Boediono lebih baik dibandingkan SBY. Tetapi, sayang, dalam berdemokrasi yang lebih baik bisa jadi belum tentu yang kedudukannya lebih tinggi, karena dalam berdemokrasi rakyatlah yang memilih. Apalagi mekanisme demokrasi (di negeri kita ini) seringkali menuntut seorang politisi untuk mencapai kedudukan puncak (presiden) harus punya “kendaraan” (partai politik), yang nggak punya kendaraan, ya, harus cukup puas, maksimal jadi orang kedua saja. Huehehe…… 😀

  14. 14 arifrahmanlubis

    apa kabar bro?

    kegiatan apa sekarang?

    pak budiono memang bagus banget kemarin pidatonya 🙂 terlihat lebih tulus 🙂

    *terlepas dari paham ekonominya

  15. 15 Mbelgedez™

    .
    Sayah ndak ndukung semua capres….

    Pilpres kali inih ndak ada yang pantes untuk dipilih….

    Namun kalo sayah “dipaksa” milih, kayaknya mendingan JK. Keliatannya lebih punya visi……

  16. untuk kesempatan kali itu, dan dilihat dari beberapa segi [terutama kemampuan berpidato tanpa teks] emang Bapak B lbh baik daripada Bapak SBY. Suamiku manut apa kata PKS dalam Pilpres nanti, walo sebenarnya kurang sreg sama Bapak B yth itu.

  17. sby mencoba untuk endurance alias daya tahan lebih lama dengan gayanya….

  18. Budiono mana nich? bukan budiono ‘det’ kan? :d

  19. mmm……… dari 3 pilihan memang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. namun dari 3 tersebut saya lebih memilih yang ke 4 *capresnya: katakataku, dan cawapresnya: katakataku* (lmao)

  20. 20 fetro

    mudah2an walaupun Pak Boed seorang Neoliberal, bisa mensejahterahkan rakyat.. jangan menambah sejahtera orang2 yang sudah kaya 🙂

  21. Saya punya pertanyaan sama kaya’ mbak Chic … neoliberal itu apa sih ? :p

    Eh, halo Arul … lama gak mampir ke sini 😀

  22. kan ber budi …. 🙂
    ehmm…. SBY Boediono … siap melangkah kedepan neh
    semoga yang terpilih yang terbaik diantara mereka 🙂

  23. wah yg tanya ttg neolib, saya ngak terlalu tau juga bukan ahli ekonomi 😀 hehehe
    kan sy ngak bahas ttg tudingan neolib yang dialamatkan ke Boediono 😀

  24. politik itu emang rumit…

  25. Setiap orang punya kekuatan dan kelemahan masing-masing,,,

  26. Boediono menggunakan teleprompter pada saat ber-orasi.

  27. boediono ituh belum terkontaminasi arus politik seperti SBY, bang arul…..
    tapi bedewei ngeniwei, persepsi memang bisa saja dilakukan setiap orang, saya masih belum menangkap apakah bang arul dalam penilaian ini bersifat pada pribadi (SBY dan Boediono) ataukah hanya aspek “kepintaran pidato mereka”.
    namun yang perlu digaris bawahi bahwa kita tidak serta merta menilai seseorang tidak bisa menulis padahal tangannya sedang sakit. aspek lain perlu diperhatikan bukan hanya apa yang tampak sementara atau didepan mata saja…
    *pingsan*

  28. *bangun*
    nunut OOT, bang
    mengutip pernyataan seorang teman:

    banyak orang saat ini meributkan perihal NEOLIBERALISME EKONOMI. bahkan sampai menuduh orang lain sebagai sang Neolib. saya jadi malu sendiri, mengapa harus menuduh orang lain, bukankah kita juga termasuk didalamnya, bahkan mungkin telah mendarah daging…itu semua tak lepas dari semua teori ekonomi yang di pake emang teori eko kapitalis

    *pingsan lagi*

  29. *bangkit*
    nyuwun sewu, bang arul….semoga sayah ndak salah komeng, hehehehe 😀
    hetrick!!! 😈

  30. 30 dir88gun2

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? 😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.


  1. 1 Pemilih.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: