Novel vs Film Laskar Pelangi

30Sep08

Anda sudah membaca novel Laskar Pelangi? Kalau saya sendiri belum, belum selesai maksudnya, saya baca seperempat isinya, akhirnya tidak melanjutkan membaca novel tersebut. Ada beberapa opini pribadi dalam menilai novel ini.

Beberapa bagian hiperbolis dalam novel ini salah satu yang membuat saya tidak melanjutkan membacanya, istilah ilmiah yang sebenarnya ingin dibangkitkan dalam novel ini, akhirnya membuat cerita membosankan walau secara garis besar ceritanya menarik. Padahal yang sudah membaca novel ini, mengatakan bahwa novelnya membuat kita tertawa, menangis, dan berganti suasana di dalamnya deh, tapi saya tetap menganggap bahwa novelnya tidak semenarik yang saya duga sebelumnya.

Bagaimana dengan filmnya? Apakah lebih menarik atau tambah buruk?

Berbeda dengan Novel Ayat-Ayat Cinta, di mana orang sudah terhipnotis dalam cerita tersebut dan ketika diangkat dalam sebuah film yang tidak sesuai lagi dengan isi buku akhirnya beberapa orang mengatakan ketidaksukaannya.

Namun lain halnya dengan Laskar Pelangi ini, really I like the movie, wonderful!! yaizk…. seperti itulah ekspresi saya setelah menonton film ini. Bukan apa-apa beberapa bagian rumit dalam novel akhirnya tersederhanakan dalam bentuk sinema. Beberapa bagian yang perlu pendalaman karakter di novelnya akhirnya ngak perlu repot-repot lagi, dengan menyaksikan film ini, sudah bisa menebak.

Wah betul-betul penulis skenario dan sutradaranya handal dan berpengalaman banget. Alur cerita yang sungguh menarik, serta banyak saat-saat yang membuat kita tertawa, bersedih, menangis sedih atau menangis gembira betul-betul dibuat hanyut dalam film ini.

Dalam film ini tidak sepenuhnya mengambil dari novelnya, tapi bagi saya sih itu ndak masalah karena penggambaran secara virtual dan tulisan memang berbeda. Orang-orang juga sudah tidak memperdebatkan kenapa tidak sesuai dengan novelnya.

Beberapa bagian yang terasa sulit dimengerti dalam novel seperti lagu-lagu yang disenangi oleh mahar yang notabene berbahasa Inggris, yang diganti lagu Seroja, lebih apik dan sungguh menggugah perasaan, ketimbang lagu barat yang saya sendiri tidak memahami maknanya *secara saya malas mengartikan ๐Ÿ˜€ *.

Penekanan fokus film ini ke beberapa anak laskar pelangi membuat film ini lebih menarik, Ikal, Mahar dan Lintang, yang memiliki karakter yang berbeda benar dimaksimalkan ketimbang semua anggota Laskar Pelangi ditonjolkan ntar malah ngak bisa diterima banyak penonton.

Belum lagi akting para pemainnya, sungguh luar biasa, pantas mendapatkan oscarnya Indonesia. Cut Mini, awalnya saya ragu setelah dia mendapakan peran Muslimah (takutnya tidak sesuai karakter di novelnya) namun masyaAllah aktingnya luar biasa mantap, bisa menghipnotis penonton. Aksi anak-anak juga sangat menarik.

Film Laskar Pelangi ini muncul menutupi kekurangan dalam novelnya, yah memang sih diakui bahwa Andrea Hirata bukanlah seorang sastrawan yang bisa melukiskan kalimat-kalimat indah seperti Habiburahman El Shirazy. Karena beliau menceritakan pengalamannya dalam sebuah tulisan yang akhirnya menjadi sebuah novel itu.

Tata musik dari film ini juga saya berikan two thumbs up, sungguh saat membawa suaranya lagu dan lirik-lirik ke dalam hati, ikut menyesuaikan dengan alur cerita.

Satu lagi yang saya suka dari film ini adalah pesan moral yang terkandung di dalamnya, banyak sebenarnya, motivasi, semangat juang, pesahabatan, dan kritik sosial terhadap masalah pendidikan di negara Indonesia secara menyeluruh.

Bagaimana dengan anda? Sudahkah membaca novel dan menonton filmnya?

NB : Ternyata hari ke-5 pemutaran film ini, masih padat dan antri dalam mendapatkan tiketnya, saya sampe didorong-dorong mulai dari pintu masuk sampai depan loket tiket demi berburu tiket, yang saya beli sejam sebelum diputar, ternyata mendapat baris ke-4 dari bawah, berarti sebelumnya sudah banyak yang pesan. Wow betul-betul film ini luar biasa, tapi liat aja ntar apakah bisa menyaingi Naga Bonar Jadi 2 dan Ayat-ayat Cinta?

Iklan


75 Responses to “Novel vs Film Laskar Pelangi”

  1. Nonton di XXI TP bersama teman-teman SMA yang ngak mudik ๐Ÿ˜€

  2. menyesal,,,ndak nonton pas premiere..
    pdhl waktu itu ndak perlu ngantri beli tiket :((

  3. hari minggu (siang) kemaren aku nonton di sutos XXI, nggak rame kok rul. malah nggak sampek 1/2 seat di studio 2 yg terisi. padahal waktu itu ada promo kalo pake kartu debit mandiri, beli 1 dapet 2 tiket.

  4. akhirnya, comment juga deh d blog nya mas arull..
    he3x..
    wah, laskar pelangi?
    sampe sekarang saya belum nonton tuh mas..
    hari 1 – 3 kehabisan tiket mulu..
    entar deh, habis lebaran kayaknya, atau pas masuk kuliah, semoga aj masih ditayangin..
    btw, setelah baca ini, kyknya asik filmnya..
    ๐Ÿ˜€

  5. wah aku malah baru download lagunya

  6. met idul fitri mas arul, ma’af lahir bathin… ๐Ÿ˜€

  7. 7 agunk agriza

    takut film yg ada diotakku (udah baca) rusak gr2 nonton mas ๐Ÿ˜€

  8. buku laskar pelangi saja, gak perlu filmnya.

  9. Get Hari Raya Graphics Here

  10. kemaren di XXI tetep masih penuh.. Di 21, malah diboking dari pagi.. yowes, pulang :b

  11. baik novel maupun movienya blum sempatlah kubaca dan tonton..
    tapi dari iklannya yang ada di tivi, kayaknya movienya lumayan..

  12. Ndak ada konFlik Cincin newton……

    overall, seru, bagus….

  13. wweew….
    laskar pelangi..???
    kp gk laskar aman bungkul yak..??? ๐Ÿ˜€

    lom nonton ne., males bgt juga., gk ada yg diajak nonton., kan lucu klo nonton sendiri :p

  14. Aku lom nonton filmnya laskar pelangi. Di ponorogo gda bioskop sih….hiks hiks…

  15. wah sy belum nntn mas,mudik mlahan,hehe..

    slmt idul fitri 1429 H..

    mohon maaf lahir dan batin..:)

  16. hiahiahia
    aku juga udah nonton..
    rela-relain ngantri walaupun panjang banget..
    nggak nyesel deh pokoknya

  17. 17 djdepagskw

    sampai saat ini dan hati ini 30-09-2008 di kota pontianak belum beredar film itu, padahal saya dah pengen nonton film itu

  18. Loh katanya mau nonton bareng saya mas …. duh gimana sih ๐Ÿ˜ฆ

  19. Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah ๐Ÿ™‚

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

  20. Tanggal 25 lalu sayah nonton bareng Chika.

    Eh, temen-temen Chika ding….

    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

  21. seenggaknya saya sudah baca triloginya…*yg satu blon terbit* saya yg asli teramat males baca novel, bisa dg telaten baca sampe akhir triloginya hohoho.kalo film…saya yg seumur2 muales nonton film ini, blon sempet…msh dikampung g ada bioskop.huihu..hah emg aslinya mls.secara general…great…diantara bny film2 ecek ecek

  22. saya juga sependapat lho.. kurang gimana gitu bahasa yang digunakan, saya kira bisa seperti AAC yang sekali baca langsung tamat :D. Jadinya ampe sekarang juga belum dibaca lagi, aga sedikit kecewa juga, padahal sudah beli yg hardcover segala ๐Ÿ˜ฆ

  23. # 2 wennyaulia : hehehe, masa sih? di surabaya antri panjang ๐Ÿ˜€
    # 3 fahmi! : oh yah?? mungkin ramenya malam soalnya sy malam mas ๐Ÿ˜€
    # 4 TauFan : iyapz.. hehee halo taufan..
    wah kalo rame2 asyik.. bisa ketawa2 bareng lho… ๐Ÿ™‚
    # 5 andyQ : lagunya sudah sering dengar
    6 yhadee : maaf lahir batin juga ๐Ÿ™‚
    # 7 agunk agriza : ngak koq… ini betul2 bagus… seperti yg saya tulis di atas
    # 8 ALBIRRU : lebih seru filmnya ๐Ÿ˜€
    # 9 Adhy Rizaldy : ????
    # 10 anggavantyo : wekz.. kejadian hampir kayak aku, tersisa 4 baris depan aja ๐Ÿ˜€
    # 11 adi isa : iyah keren banget dah, nonton!!!
    # 12 masDan : wah baca detil novelnya nih… malah sy ngak tau cincin newton.
    # 13 inidanoe : hehehe laskar taman bungkul… boleh tuh… km mo mimpin? wekz
    itu kemaren ngak minta bareng si dia? hhehehehehe
    yaikz..
    # 14 Rush-2-Chisty : wekz… iyah yah… ๐Ÿ˜€
    # 15 bhagas : weh mudik asyik nih…. maaf lahir batin juga yah ๐Ÿ™‚
    # 16 dantyka : ah sy sempat dorong2an ๐Ÿ˜€
    # 17 djdepagskw : ada bioskopkan di sana?
    # 18 Rindu : hehehehe.. yah mbaknya di jakarta sih ๐Ÿ˜›
    # 19 Rindu : maaf lahir batin mbak ๐Ÿ™‚
    # 20 mbelGedezโ„ข : oo yg katanya bareng plurker itu kah?
    # 21 cebong ipiet : dibikin tuh bioskop di bojonegoro sana ๐Ÿ˜€ wah sy ndak sanggup baca novelnya, katanya teman sih endensor itu bagus ketimbang laskar pelanginya ๐Ÿ˜€
    # 22 niteranger : iyah AAC sama KCB aja sy sampe sehari selesai bacanya, tapi laskar pelangi ngak ๐Ÿ˜€ hehehe

  24. aku sih ga baca novelnya sih tetep aja enjoy ๐Ÿ˜† emang bagus kok
    and aku akuin aku lebih suka nih film daripada AAC wakkaka

    tapi emang beberapa orang bilang kalo mereka kecewa sama filmnya. enggak sesuai sama novelnya. banyak di potong ato ada beberapa yang di ubah. Tapi komennya ibu ku ma mbak ku yang udah selesai baca bilang, walo banyak yang hilang, tapi keindahan isi cerita tetep enggak hilang~

    emang keren!

  25. kalo sy *sebagai pembaca dan penonton filemya*..

    mnrt sy ketika Andrea banyak menggunakan bahasa ilmiah dlm sebuah novel, itu mengajak kita berpikir dan belajar.. bahwasanya science itu tidak selamanya saklek empiris hanya berkutat pada angka2 saja,namun benar2 bisa pelajari melalui alam semesta ini. Bhkan ketika seorang kawan yg berbackground Ilmu Sosial mmbaca novelnya dia mnjadi tertarik dan berbicara ttg hal2 ilmiah ituh..

    nah, klo filemnya Nih.. actually emang sbnernya kan, bukan sebuah keharusan utk menyamakan filem dgn novelnya kan.. its OK.. kedua2nya mempunyai kelebihan masing2.. dan filem ini bener2 memberi sbuah pencerahan yg hakiki bahwasanya sbuah filem itu bukan hanya ansich sbuah hiburan semata.. tp bisa memberi kita inspirasi dan menyadarkan ttg bgmn realitas yg tjd pd masy luas.. GAK SINETRON CINTA2AN ANAK SMA MULU KAYAK DI TIPI2 GAK jelas ITUHHH…

    BRAVO LASKAR PELANGI.. smoga akan muncul laskar2 pelangi selanjutnya stelah ini!

  26. Kalo aku termasuk yang agak kecewa sama filmnya karena ada beberapa hal yang perlu diangkat dari buku buat memperkuat cerita kok gak ditampilkan.
    Mungkin kalo belum baca bukunya harapan saya gak setinggi itu ๐Ÿ˜€
    Tapi dua jempol tetap aku acungkan buat visualisasi yang indah ๐Ÿ˜€

  27. 27 aminhers

    mohon maaf lahir dan bathin jika ada salah ucap dalam tulisan2 saya.

  28. baca novel sudah. nonton belum. gak kebagian promo buy one get one free-nya debit mandiri pula. katanya film indonesia terbaik kedua setelah nagabonar jadi dua ya.

  29. saia juga belom baca novelnya,,

    tapi demen banget sama filmnya,,

    KEREN ABISSS!!!

    ceritanya bener-bener sangat inspiratif dan manusiawi,,

    ide pembumian ceritanya riri sama mira boljug tuh, cth: tennessee waltz diganti bunga seroja,,

  30. 30 indi

    Saya yang notabene anak sastra justru lebih suka baca Laskar Pelangi dibandingkan AAC. Bagi saya bahasa AAC standar banget, malah cenderung membuat bosan (mungkin karena bacaan nyastra begitu udah makanan sehari-hari saya). Justru baca Laskar Pelangi saya benar-benar larut dan menikmati. Memang dilihat dari aturan penulisan karya sastra yang baik, Laskar Pelangi ini banyak menabrak aturan, dari segi ketidakkonsistenan alur sampai penggantian metode cerita orang pertama, tapi buat saya justru itu menariknya. Istilah-istilah ilmiah yang ada di situ malah bikin saya tambah betah (atau mungkin ini karena pengaruh saya sebenarnya anak sastra yang lebih punya minat terhadap IPA? Entahlah). Jadi kembali lagi, ini masalah selera kali yeee.

    BTW, saya belum nonton filmnya, padahal pengen banget. Ngebet nih, sampe tiap hari cari2 berita tentang Laskar Pelangi. Sayang lagi di luar negeri dan baru bisa balik ke Indo tahun depan, hiks..hiks..

    Kalo dari review orang2 yg saya baca, sepertinya Riri Riza dan Salman Aristo berhasil dalam beberapa hal, antara lain membuat ceritanya jadi lebih meyakinkan dan membumi dibandingkan narasi Andrea yang hiperbola abiss. Yang saya sesalkan, casting tokoh Flo kok kurang pas ya. Padahal kalo castingnya pas, walau cuma muncul sebentar, efek kehadirannya mungkin menyamai dahsyatnya tokoh Lintang dan Mahar yang sama2 berkepribadian kuat.

    Oh ya mumpung lebaran, Mohon Maaf Lahir Batin. Semoga kita semua kembali ke fitrah dan tetap semangat berjuang seperti Laskar Pelangi. Hidup LP!!!

  31. Hmmm… Saya belum membaca novelnya dan belum juga menonton film Laskar Pelangi. :mrgreen:
    Masih berkutat dg novel tahun 1970, berjudul “Ziarah”. (Promosi kali awa’, bah!)

  32. # 24 Zazi : iyap sama.. filmnya keren ๐Ÿ™‚
    yah memang sih kita bisa menjudge, suatu buku novel harus disajikan plek di sinemanya karena emang berbeda proposinya. tapi sutradara dan penulis skenarionya sudah membuatnya mantap sehingga bisa memberikan semua nilai dalam novelnya langsung diterima baik penonton. Great ๐Ÿ™‚

    # 25 fauzansigma : memang sih prespektif sigma juga benar, tapi itu tergantung lagi dari selera pembacanya, hehehe, tapi bagi saya blum cukup memberikan daya tarik istilah2 ilmiah itu bagi saya, mungkin karena yg diungkapkan terlalu berlebihan sehingga naluri seperti sigma maksudkan ndak tercapai *itu opini saya lo*
    Yasp… filmnya menarik banget bro… mantap..
    semakin menunjukkan kualitas film Indonesia ngak kalah bagus dengan yang lainnya ๐Ÿ™‚

    # 26 Astri : wah kalo detil isi bukunya sy ndak begitu tau bu, tapi memang sih ndak semuanya ditampilkan.
    sipz… mantapkan, walau beberapa scene sajha dalam buku itu diambil…tapi tetap mantap ๐Ÿ™‚

    # 27 aminhers : sama2 pak ๐Ÿ™‚

    # 28 Johan Asa : iyap nonton aja, keren poul…. akan menunjukkan kedahsyatannya…

    # 29 putri : iyap benar banget, wah kita sama dong, tapi sy udah baca 1/4 isinya ๐Ÿ˜€

    ide pembumian ceritanya riri sama mira boljug tuh, cth: tennessee waltz diganti bunga seroja

    katanya blum nonton filmnya? tapi koq tau lagunya diganti ๐Ÿ˜€ hehehe

    # 30 indi : yah sih selera orang berbeda-beda melihat karya sastra. baik AAC, ataupun LP semuanya pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
    Kalo saya melihatnya malah LP masih standar dalam memberikan impulsif dalam ceritanya, istilah ilmiahnya kurang masuk di cerita, walau sudah diusahakan menjelaskan alurnya tetap bagi sy blum nangkap.
    Wah ntar langsung beli DVDnya aja, pasti menarik deh.. berkali2 nonton juga ngak bosan soalnya dibuat terpingkal-pingkal, emosi, sedih dll campur aduk
    Iyah benar banget, penulis skenario n sutradaranya mantap banget, memperbaiki kekurangan dalam novel ini, yang membuat saya mengagumi film ini.
    Katanya sih, emang penekanan tokohnya hanya ke 3 orang tersebut, ikal, mahar, lintang… kalo menurut saya lebih pada bagaimana memfokuskan film ini di hati penonton.
    Sama2 mbak indi… maaf lahir batin ๐Ÿ™‚

    # 31 HeLL-dA : ayo nonton, ayo baca ๐Ÿ˜€
    hehehe, wah apa tuh? kalo novel jadul kayaknya ngak dulu deh ๐Ÿ˜€

  33. Yang saya paling suka nih, para aktor bisa mengekspresikan perasaannya tanpa terlihat berakting.

  34. 34 blogmonik

    Nonton filmnya asli ga rugi, padahal waktu nonton pas masih puasa, ngantri parkir, ngantri tiket dan tengah hari bolong pula (lagi laper-lapernya gitu). Tapi pas dah nonton… puas deh. Novelnya juga asik abis, punya saya sampe lecek dan sekarang ga tau ada di tangan siapa, secara pada giliran minjem..

  35. huuhh… blm nonton!
    pokoknya hrus nonton!!

  36. saya juga belum nonton…

    bukunya juga masih disegel plastik, teronggok manis di rak bukuku, menanti dijamah, hahahaha… haduh, kapan yah saya punya bener21 waktu untuk “sit sweet” trus baca buku2 yg dah saya beli tapi blom dibaca…

    *memandang sedih pada tumpukan buku yg masih bersegel plastik, dirakbuku”

  37. Banyak yang sudah merekomendasikan tapi belum sempat nonton.
    Salam kenal. ๐Ÿ˜€

  38. 38 d4ni5

    Masih banyak bagian2 menarik di dalam novel yang tidak bisa dituangkan di dalam film, mungkin itu lah salah satu kekurangan dari film yang di ambil dari suatu novel yaitu “durasi”, sehingga bagi saya tetap novelnya jauh lebih bagus dari filmnya…

    Tetapi makna dari Laskar Pelangi masih dapat disampaikan dengan baik, saya merasa terhibur dan tersentuh setelah menonton filmnya..

    Jadi Bagi yang belum menonton, cepat nonton..
    dan bagi yang belum baca novelnya, harus baca (hehe.. ada sedikit pemaksaan)

  39. dinikmati aja tanpa banyak komentar.. *digebukin rame2* :kabur:

  40. 40 yessymuchtar

    setuju banget…

    novel laskar pelangi menurut saya biasa aja..maksusdnya..gak heboh heboh amat sampe kudu di cetak ulang sampe 21 kali.

    But yet..when i saw the movie..

    kerennnnn banggettttttt

    asli

  41. # 33 Herman Saksono :
    iyah seperti itu yang sy liat, tapi memang beberapa karakter tidak terlihat baik, seperti tora.. blum maksimal.

    # 34 blogmonik :
    untung sy nonton di malam ramadhan jadi luamyan.. tapi antrinya itu lho sampe dorongan2 padahal utk dpt kursi 4 baris depan yang dekat layar..
    ni baru mo baca novelna lagi ๐Ÿ™‚

    # 35 amanda :

    ayo nonton keren….

    # 36 silly :
    ayo nonton, pasti seru…. *berharap reviewnya mbak silly, pasti menarik*
    nah dari pada nunggu baca novelnya mending, langsung nonton aja ๐Ÿ˜‰

    # 37 Marisa :
    salam kenal.
    ayo nonton pasti keren ๐Ÿ™‚

    # 38 d4ni5 :
    iyah pendapat kita berbeda, tapi kalo yg blum baca atau setengah membaca, menyakinkan bahwa filmnya sudah mantap ๐Ÿ™‚
    waktu membaca tersentuh juga ngak?
    hehee iya, harus nonton dan baca ๐Ÿ™‚

    # 39 bangzenk :
    hehehe, sipz mantap juga prinsipnya ๐Ÿ™‚

    # 40 yessymuchtar :

    wah ada yg sependapat dengan saya ๐Ÿ™‚
    tos dulu bu ๐Ÿ™‚

  42. 42 nuubzz

    novelnya lebih ke tipe adventure gitu, klo gua suka karena unsur petualangnya itu, klo soal kemanusiaannya lebih ngena di film deh, apalagi bisa liat alam belitong.

    dan juga klo udah baca novelnya, lanjutin aja sekalian lsg ke buku ke 2 ama ke 3 nya serta yg bakal rilis bulan ini buku ke 4nya. karena baca tetralogi klo cuma buku pertamanya sama aja boong.

    kalo menurut gw novelnya mirip2 trilogi Supernova dulu, jadi cuma genre tertentu yg suka(klo LP=adventure,supernova=sci-fi), ga all rounder kaya harry potter (itu pun ada yg ga suka kan novelnya).

  43. 43 nuubzz

    oh ya dari ketiga novel itu paling mantep sih edensor, karena gua susah nutup itu buku ampe bener2 kelar, haha bener2 pengen tau ada apa di halaman2 belakang novel itu!

  44. Mumpung lg di Surabaya, kmrn lusa langsung lihat 2 film. Superhero Movie (Sutos XXI) sama Laskar Pelangi (Empire 21) secara kejar tayang.. ๐Ÿ™‚ Wahh… bagus banget “Laskar Pelangi” menurut saya. Akting para anggota Laskar-nya natural. Cut Mini jg pas. Tora Sudiro jg tidak terlalu merusak film. Alam-nya bagus, dan bener.. bunga-bunga yang jatuh agak mengganggu. Yang janggal malah majalah “National Geographic”-nya. Kan belum ada di tahun 1979. sama “Tampilan” bu Muslimah-nya kok gak beda jauh antara thn 1975 sama 1979. Tapi overall bagus banget. Layak Tonton.

  45. Filmnya bagus. Saya sampai pernah menunda nonton karena kehabisan karcis di loket. Ya emang sih ada pro-kontra soal pembingkaian film, tapi itu biasa. Oh ya, menurut saya ini film terbaik Indonesia tahun ini. Silahkan baca ulasannya di
    http://junarto.wordpress.com/2008/10/03/laskar-pelangi-film-terbaik-tahun-ini/

  46. Kalau sudah membaca novelnya dan “jatuh cinta” pada novelnya biasanya ketika menonton filmnya dinilai filmnya kurang bagus karena visualisasi di dalam film seringkali tidak sama dengan imajinasi pada saat membaca novelnya.

    Yang jelas jikalau kita ingin menonton filmnya dan film tersebut ada novelnya, lebih baik tidak usah baca novelnya dulu sehingga tidak terjadi bias visualisasi antara film dan novelnya. Tapi, kalau novelnya nggak pada dibaca, ya bagaimana bisa terkenal lantas dibuatkan filmnya dong ya?? Huehehe…….

  47. @Yari NK
    setujuuuu!……………

  48. 48 deeant

    gw setuju ma crta diatas..
    gw udh baca novelnya,tapi yaaa…blom smpe slsei jg cee..
    kt sbgian tmn2 gw yg sama2 baca novel laskar pelangi,,mrka bilang lucu,,mengharukan,,bkin sdih,,bla..bla..bla..
    tp kl mnurut gw,,dmna cee letak lucuNya..sedihNya..gembiraNya,,
    prasaan,,biasa az dech..crtaNya emg hiperbolis (tu menurut gw..^^)
    byk koq novel2 sjenis yg lbh deep & ngrah ke realita..yg bs lbh bkin gw nangis,,lbih bkin gw ktawa,,en something like thatLah..
    kalo blh gw ambil contoh bwt perbandingan, gw lbh sula,,love,,like mati ma Ganti Hati_nya pak Dahlan Iskan..
    sama2 true story,tp penyusunan bahasa n’ gaya bahasa yg dipake jauh lebih mudah dicerna. kalo ada yg blm baca, gw saranin mendingan buru2 baca dech…sumpah!!!bgs bgt..
    gw emg lom nton filmNya..coba dech ntar gw bandingin antara film ma novelNya,,bagus mana cee sbnrnya…tengkyuwh..

  49. 49 fandra

    yuuuuuuuuuuuuuuuupppppppppp!!!!!!!!!!!

  50. buat saya untuk 2 jam film ini sudah mewakili 1 buku laskar pelangi kok,,,

  51. lebih suka novelnya, bisa berimajinasi. yang tulisan hiperbol tinggalin aja. saya sih begitu. ehuehue

  52. 52 rizal

    kalo gwee sech cerita serupa dengan tujuan serupa laskar pelangi mank dua abad terakhir beklum ada yang nyaingi,..
    ya boleh dibilang nech film tooop bangets, ( jangan ngiri )

  53. 53 diana

    aku uda baca ketiga novelnya
    tp blom nonton..
    ntr klo uda nonton InsyaAllah ak comment lg
    ๐Ÿ™‚

  54. 54 nie

    The best Indonesian movie ever!!!!….two thumbs up =)

  55. sy sudah babatmi novelnya, filmnya juga langsung sy nonton hari kedua.. *karena hari itupi sy dapat tiketnya*

    sebenarnya sy ga terlalu suka sebagian besar film Indonesia, tp film Laskar Pelangi ini masuk pengecualian.. wlopun kubilang masih agak datarji filmnya, tp setidaknya nda terlalu kecewa ja, k na dapatji tawwa makna na filmnya.. tidak seperti film kebanyakan yang diangkat dari novel, yang jadinya malah ngubah karakter..

    tp tetep k cinta ma novelnya.. karena imajinasiku lebih main pas sy baca ketimbang nonton.. ada beberapa imajinasiku kelewat.. mgk terlalu tinggiki imajinasiku di?? hihihihi

    di Makassar, sampe skg juga masih rame yang nonton ini… blom pi bergeser posisinya.. dan penontonnya juga selalu penuh..

    LUMayan mantap ji tawwa

    *Maaf klo penulisan koment pake bahasa daerah, begitumi klo ngobrol sama teman sekampung, jadi lupa sama sekitar :P*

  56. jadikan semangat untuk menyelesaikan skripsimu Rul! jgn cuma jd tontonan..tp jg tuntunan..*nyindir positif ON*

  57. 57 rizal.chan

    duch,..mulay primiere tayang ampe sekarang qw dah 7 kali nonto,..ga’ tw nech pas nonton qw bahgy bangets,..walaupun setiap kli nonton pasti berurai air mata en pasti terkakak2,..menurut-qw inilah saatnya menumpahkan dahaga akan film yg bercitarasa anak negeri,…sungguh andrea membuat hidup-qw berubah,…mulai sekarang qw bercita2 untuk melanjutkan semangat lintang da ikal,,,dan mimpi-qw tuk melahirkan jutaan laskar pelangi laen yg sekarang masih belum tercium oleh banyak orang,…
    selamat bagi team kribo,..(niji,.andrea riri,..mira,..andy f noya,… ),..walaw belum diberi penghargaan,..yakinlah jutaan penghargaan sudah kalian miliki,…terimakasih dan kami tunggu keajaiban selanjutx,…

  58. Menurut saya filemny kurang sip… Yg bagus bgt ceritanya… Walau demikian saya puas nontonnya,, daripada nonton film2 indonesia laen yg enggak jelas ceritanya..

  59. 5 jempol untuk film laskar pelangi, satu jempol pinjem jempol temen hehehehhe

    ketawa cekikian, sampe nangis ( ssssttt jangan bilang2 ya.. pacar sy yang duduk disebelah ga sadar kalo sy nangis)

    tengsin dunk kalo ketahuan nangis.

    Ternyata pulau Bangka pantainya bagus yahhh, jadi pingin ke sana. Apalagi denger2 akomodasinya ga terlalu mahall..

  60. Mas Arul,

    masih inget saya? Cebu city… ๐Ÿ˜›

    Film vs Novel, seri aja lah ya. Menurut saya 22nya punya kelebihan dan kekurangan masing2. Dan sebenernya sulit membandingkan 2 media yg jelas berbeda…tapi yang jelas LASKAR PELANGI adalah masterpiece…

  61. Ini dia yang ditunggu2. Dh pengen nonton nih.

  62. Bagaimnapun cintailah film Indonesia. Gini2 juga buah karya nak bangsa ๐Ÿ™‚

  63. oke lah…lumayan.dua-dunya punya kelebihan kok.
    salam kenal mas.

  64. whoaaa mau nonton ahhh!!……..tapi takut jadi ilfil nih!….secara akyu ngefans bgt ama lintang!……..jd kalo ntar diperaninnya ga asik……pasti jd NAH LHO?…

    tapi kalo gratis ga apa2 drehh!….ada nyang mau bayarin?….

    wihihihi dasar cewek gratisan neh dirikyu!

  65. 65 Mochamad Firmansyah

    Nonton laskar pelangi.. sampe harus 2 hari baru dapet tiketnya. hehe.
    Tapi nonton laskar pelangi, menurut saya, pesan moralnya sangat mengena. Cuma aja, pas klimaksnya kurang, keberhasilannya si Ikal kurang diperlihatkan, jadi efek bahagia dan bangga kita melihat perjuangan masa kecilnya kurang. Tapi itu cuma menurut pendapat saya lho, soalnya saya suka melihat akhir yang bahagia tapi mengena.
    Tapi over all.. Filmnya ini inspiring banget! apalagi novelnya. Pesan moral yang sangat mengena tu ada di “Raihlah impianmu, karena impian sebenarnya hanya selemparan batu, satu2nya penghambat untuk meraih impian adalah diri kita sendiri”.. Waw!

  66. yup.. filmnya lebih membumi.. awalnya saya juga ragu apakah tokoh mahar tetap menyanyikan lagu bahasa inggris,, eehh ternyata dia nyanyi Seroja..

  67. 67 aahcantik

    saya suka laskar pelangi yang versi novel, tapi…entahlah kalo filmnya. mpe sekarang lum saya tonton coz slalungantri puanjang banget di loket.tunggu muncul di tipi aja kali ye….

  68. 68 aahcantik

    asslm. salut buat sastra!

  69. 69 richardo fransiscoli

    Mnurut gw laskar pelangi tetep is the best…!!
    ayat2 cinta..? Apaan tuhh…. Aktingnya aja gak becus…
    Masa akting nampar, namparnya masih ketauan banget kalo gak kena wajah sama sekali….
    KALO DIBANDINGIN AMA LASKAR PELANGI… jeLAS.. LASKAR PELANGI LEBIHHH BAGUS 100X LIPAT DARI AYAT – AYAT CINTA.
    Kalo laskar pelangi memiliki pesan yg berguna untuk memotivasi kita didalam dunia pendidikan.. Nahhh ayat – ayat cinta apaann..? Memotivasi kita untuk berpoligami…!!!
    Huhhhh…. Jijai dan malah memperburuk moral bangsa tau…!!

  70. wah…..

    filmnya bgs bgt….bkn nangis,,,,

  71. kalau menurut saya Filmnya lebih bagus daripada novelnya laskar pelangi, riri reza dan mira lesmana sangat cerdas membawa alur cerita kepada yang lebih realistis.

    Dalam novel mahar menyanyikan lagu Tennese Waltz karya Anne Muray sedangkan dalam film mahar menyanyikan lagu seoraja yang merupakan lagu melayu. ada juga lintang yang sudah pandai memakai rumus integral tanpa adanya perhitungan secara tertulis, perdebatan lintang dan drs zulfikar guru fisika teladan pn timah yang terlalu meninggi.

    lagu begadang-2 dalam film memang merupakan lagu yang lagi ngetren dibelitong pada tahun itu.

    sedangkan di film cerita lebih realistis dan natural.

    Andrea terlalu berlebihan dalam menulis sebuah karya sastra tanpa disertai data-data yang benar.

    Adanya beberapa bagian yang ditiadakan dalam film seperti trapani yang menjadi gila karena ketergantungan sama ibunya, societeit de limpai yang mengunjungi pulau lanun, tuk bayan tula. adalah merupakan hal yang wajar karena banyak hal-hal yang dianggap tidak mungkin dilakukan oleh anak seusia itu dan disisi lain dianggap sisi negatif seseorang sehingga tidak patut dipertontonkan atau di tiru

    dan dalam hal ini pembaca laskar pelangi jangan terlalu berlebih-lebihan dalam membaca atau memuji laskar pelangi, andrea terlalu emosional dalam menulis. dan andrea pun mengakui kalau filmnya lebih bagus dari novelnya.

    so bagi pembaca yang sekaligus menonton filmnya jangan kecewa terhadap filmnya. justru harus lebih kritis terhadap novelnya…

  72. no comment

  73. gw gi nyari calon istri nih,.ada nak daftar ga?
    buruan..hee

  74. filmnya bagus,.tp lebih inspiratif kl baca novelnya..hee

  75. kalo saya lebih suka novelnya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: