Ittikaf Sosial dan Eksotisme Surabaya

29Sep08

Kalau anda ingin meneropong kota Surabaya, tidak saja cukup dengan periskop yang ada di kapal selam, paling hanya melihat Hotel Sahid yang sudah berganti kulit lebih fresh ketimbang dulu kelihatan jadul. Dan Surabaya terlalu luas untuk dijelajahi dan lebih besar dari anda bayangkan.

Selanjutnya ketika anda ditanya seseorang yang berasal dari luar dari Surabaya” apa yang tempat mengasyikkan di kota ini?”. Tentu anda sejenak akan bingung menjawab pertanyaan itu. Apalagi jika seseorang ini ingin berittikaf sosial di Kota Pahlawan ini.

Mungkin saja satu dari jawaban anda adalah mall, yah mall salah salah satu produk kapitalisme global dalam menciptakan katanya ekonomi yang baik, tapi tidak berpihak pada rakyat kecil. Iyah tentunya anda sudah mengetahui banyak bahwa Surabaya juga memiliki banyak mall, walau tidak sebanyak Jakarta. Sebut saja Tunjungan Plaza, Delta Plasa, Hi Tech Mall, Galaxi Mall, ITC, Cito, dll.

Apakah anda akan mengajak mereka ke sana? bisa jadi ya bisa jadi anda akan memikirkan tempat-tempat eksotik lainnya di surabaya.

Sebut saja, Monumen Kapal Selam (Monkasel) milik TNI AL, menjadi salah satu ikon kota Surabaya. Terlihat bahwa Surabaya menunjukkan eksotismenya, Ah saya sering mengatakan eksotisme, walau bangomania mengatakan bahwa itu bukan eksotik, namun gemerlap.

Terlihat jembatan di atas sungai kalimas yang kotor itu, masih berdiri kokoh jembatan itu, menunjukkan kejantanannya dalam menopang laju kendaraan yang berlalu lalang.

Apalagi yang membuat Surabaya eksotik? Yah bisa jadi taman Bungkul malam ini begitu ramai dikunjungi oleh para muda-mudi, tua-tui 😀 hehehe,padahal malam ini malam ganjil, waktu yang paling mustajab untuk ittikaf, namun mereka akhirnya memilih ittikaf sosial. Yah demikianlah semua bercampur aduk, duduk dalam pelataran panggung di taman Bungkul, atau sekedar menikmati makanan atau seteguk kopi susu di pelataran belakang taman ini. Belum lagi banyak orang menyempatkan ziarah ke makam Sunan Bungkul.

Gemerlapnya taman ini oleh lampu-lampu yang terang benerang, namun tidak tau lagi apakah itu menggunakan perhitungan hemat energi 😀

Sebenarnya banyak lagi tempat-tempat eksotik lainnya, seperti Tugu pahlawan sendiri (namun kalau malam tertutup dan hanya berdiri kokoh tugunya). Ada House of Sampoerna (bisa melihat langsung penggulungan kertas rokok), ada wisata religi di Kawasan Ampel, ada Kebonbin (Kebun Binatang), Ondomehen, makan-makan yang cakep banget rasanya, Sungguh surabaya penuh dengan eksotisme rasa. Ah terlalu banyak tempat-tempat indah di Surabaya yang anda tidak boleh lewatkan.

Eh wisata kampus juga tuh, banyak kampus-kampus keren di Surabaya, betulkan? 😀

Yah lain kali yah kawan, tempat-tempat itu akan kita kunjungi, termasuk wisata lendir yang sayang kamu datang di saat tempat itu ditutup bulan Ramadhan ini.

Lain kali jangan lupa bawa obat ganteng dalam menyusuri dalaman kota Surabaya, soalnya banyak si cantik menunggu siulan panggilanmu 😛

Iklan


23 Responses to “Ittikaf Sosial dan Eksotisme Surabaya”

  1. hahahahahaha…..
    saya doakan deh…. amin….. amin… amin…… 😛 huhahaha
    *thx bro ilmu potoshop+grafinya, syg blum saya terapkan di posting ini, soalnya buru2 😀 hehehe*

  2. weh foto modelnya pek….. tapi sayang obat gantengnya ndak dipake 😛

  3. ak ganteng… haha… wah neropong sby pake teropong monkasel ya gak bisa… harus pake teropong gugel earth. halah… rul kampus kita emang keren, kebukti sahur aja harus dipapan nama kampus hakakakaka… rul km mau ajak ke tempat lendir ya? kapan??

  4. rul, ayo gabung pisan dg komunitas wisata surabaya, gejala2nya abis lebaran ini mo ada acara jalan2 lagi lho, jangan kelewatan!

    http://groups.yahoo.com/group/wisatasurabaya/
    http://dolansuroboyo.wordpress.com/
    http://wisatasurabaya.blogspot.com/

    🙂

  5. waaakkk. . . .
    obat ganteng. ?
    km mau rul. ?
    biar akhwat2 ngelirik km 😀

    Rul., ni ak lg istirahat and makan di sragen., klo dah nyampe semarang ak onlen deh. ! ! !

    Oio., tengkiu buat saur mantab di kostmu yak. . . ! ! !

  6. wisata lendir? 😕

  7. kali ketiga ke Surabaya..frame yg sampai saat ini masih melekat tentangnya adalah image jembatan tua di dekat musium kapal selam itu.. it was beautiful 🙂

    salam

  8. mall dan semua yang berdiri sekarang memang sudah panggilan ke-modernisasian (bener gag tuh bahasanya??) kita tinggal menikmati, karena memang tak bisa teriak…

    mereka ingin kita pura2 tidak pemperhatikan wajah2 lesu rakyat kecil yang melihat kokohnya bangunan di hadapan mereka…

    ngomong2 kapan ya bisa ke surabaya lagi… hhe…
    salam kenal…

  9. surabaya itu rame bener ya kotanya mas… dulu pernah naek mtr dari Jogja ke surabaya.. uih kesasar2 kemana2 di surabaya :d .. maklum ndeso ..di kota besar bisa ilang :)) oh ya mas Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  10. surabaya? aku baru tau 0,001 persennya saja.

  11. Saya sering sekali berkata kata yang tidak semuanya indah, kadang saya salah, mungkin riya, mungkin sedikit dusta … dan saya mohon untuk dimaafkan segala kesalahan saya yah 🙂

    Minal aidin wal faidzin … maafkan saya lahir dan batin karena beginilah kewajiban kita sebagai hamba untuk meminta maaf dan memberi maaf.

    Rindu [a.k.a -Ade-]

  12. Assalamualaikum wr wb

    Memang, kadang sering bingun bila ditanya tempat apa yang unik di Surabaya.
    Bila yang tanya seperti adalah teman yang benar2 dari desa, saya tahu jawabannya.
    Tapi kalau yang tanya teman kuliah,… mboh! Ga ro aku jawabane.
    Globalisasi dan modernisasi menjadikan kota-kota besar terlihat seragam.

    Btw Mas, boleh minta foto yang monkasel itu?
    Punya foto2 Surabaya kontemporer ga?

    Saya mau buat serial tulisan ttg Surabaya.
    Itung2 buat nemenin temen2 kampus yang ga bisa pulang kampung.
    Jadi mereka bisa jalan-jalan ke Surabaya lewat tulisan. 😀

  13. # 3 Anang :
    ah narsis banget… 😛 kampusnya juga dinarsiskan 😛 hehehe
    # 4 fahmi! : wha pengen banget mas, aku udah ikut milsitnya koq, cuman malu aja sama teman2 yang udah pengalamannya gede ttg sby 😀
    # 5 inidanoe : wakakaakakakak
    tapi jangan pake obatmu wakakakak mo cari obat jenis lain….
    ok2, sama2 sori lho kalo ngak memuaskan 😀 hehehe
    # 6 wennyaulia : mmm… just idiom 😀
    # 7 fickry : iyap benar banget, terlihat keren banget… 🙂
    # 8 Si DuduL : hehehe, sy menikmati sebatasnya dan tidak berlebihan.. 😀
    ayo ndang ke sby 🙂
    # 9 norjik : iyah rame banget, yah di bawah jakarta sih…
    maaf lahir batin juga 🙂
    # 10 andyQ : dapat dari mana hitung2annya?
    # 11 Rindu : maaf lahir batin mbak 🙂
    # 12 agungfirmansyah : Waalaikum salam.
    yah begitulah surabaya, monkasel ada, coba cari di http://tugupahlawan.com
    Surabaya kontemporer sih ngak ada, 😀 hehe yah cari2 aja di internet.. yang ada di sy, yah kegiatan2 sy aja.. kalo mo kutip silahkan 🙂
    iyah buat tulisan ttg SBY mantap 🙂

  14. fotonya nyante banget boss

  15. gambar yang terakhir itu lucu..hihihihi
    kayak orang prustasi…baru putus cinta…

  16. @ adi isa :

    wwaaakkk…bukan putus cinta., tapi lagi jatuh cinta 😀

  17. Taon 2003 sayah wisata lendir da DOLLY.
    Sayang sekalee ndak ada nyang mbayarin….

    😆

  18. # 14 cinker : hehehe itu bukan salah lho… 😛
    # 15 adi isa : hahahahaha udah dijelasin danoe tuh 😛
    # 16 inidanoe : cie.. cie.. cie…..
    # 17 mbelGedez™: 😆 bang mbel ada2 saja, ke sana cuman meliat2 akuarium manusia… kenapa jadi manusia dalam akuarium juga 😆

  19. ada foto nya om danoe??
    gitu ya kesurabaya enggak bilang bilang, mentang mentang mau ketemu soulmate nya.. ehm ehm…

  20. pas ke surabaya saya gak sempat ke mana-mana… cuma jalan ke pasar genteng…

  21. saya selalu ke Surabaya, tp nda pernah jalan2… paling banter memang jalan ji ke Mall (produk kapitalisme klo ko bilang) karena ituji paling gampang di akses.. sama stasiun, bandara, pelabuhan, karena disitu ji juga tempatku untuk melanjutkan perjalanan berikutnya 😀

    pernah kepikiran untuk jalan² ke tempat wisata lain, tp selalu tersangkut waktu..uFF entah kapan bisa betul² jalan… (dan bukan jalan ke Mall :P)

    maaf lahir bathin, btw. maaf telat 😀

  22. I currently use 3D Cart for my shopping cart and Order Motion for my order manager. They don’t seem to work well together even though they are suppose to.


  1. 1 Mlaku-mlaku lan Suroboyo « Insan Perubahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: