Gosip dalam Perdebatan RUU Pornografi

25Sep08

Memang kalo berdebat, apalagi kalo sudah ada kelompok pro dan kontra yang ideologis, siapa yang ahli memelintir kata-kata pasti memiliki kedahsyatan dalam mempengaruhi orang. Coba yah esensi yang dikemukakan pasti semuanya akan satu visi, demikian pula dalam merumuskan Rancangan Undang-Undang Pornografi.

Sudah lama sebenarnya mau menuliskan tentang pendapat saya tentang RUU ini, apalagi perjalanannya sungguh panjang, saya masih ingat ketika membalas bulletin board teman saya tentang penolakannya terhadap RUU yang namanya dulu RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang sekarang menjadi RUU Pornografi di sini (tulisan itu juni 2006, wow lama juga perjalanan RUU ini). Namun gara-gara debat di TVOne, saya tertarik juga membahas ini di blog saya.

Bergosip

Tapi dalam pembahasan sebuah RUU ini apalagi dibutuhkan pemikiran yang luar biasa detilnya untuk mengatur kehidupan bangsa ini, kadang kala asumsi pribadi kadang menjadi lahan-lahan yang diikutkan dalam perdebatan.

Misalnya “RUU ini sebagai hadiah buat salam satu umat karena akan disahkan di bulan sucinya”, lah itu mah gosip yang diluncurkan orang per orang atau pihak per pihak yang selanjutnya dijadikan landasan berfikir dan berdebat tentang RUU ini yang tentunya tiada ujung-ujungnya.

Belum lagi bahwa “RUU ini mengakomodir kepentingan salah satu pihak”, kalo disebutkan bahwa semua UU pasti semuanya memiliki kepentingan, nah yang perlu diperhatikan bahwa sejauh mana itu memihak kepentingan rakyat.

Dalam perdebatan di acara Debat TVOne itu, saya sebagai masyarakat awam memenangkan pihak yang pro RUU Pornografi dengan alasan-alasan yang dikemukakan dan lebih rill, dibanding pihak yang kontra RUU Pornografi yang hanya membawa-bawa pendapat yang tidak berlandaskan.

Intinya sebenarnya adalah kita semua sepakat yang berbau pornografi itu kita harus berantas, nah tinggal caranya saja. Demikian pula dengan RUU Pornografi ini digulirkan, untuk mengatur norma yang sudah ada lebih dipertegas. Tinggal bagaimana cara mengaturnya kan? Berarti anda setuju dengan RUU Pornografi kan? 😀 hehehe

Bagaimana dengan anda? setujukan anda dengan RUU Pornografi?



36 Responses to “Gosip dalam Perdebatan RUU Pornografi”

  1. Berdebat yukz… 😀
    silahken 😀

  2. intinya RUU Pornografi kan baik…. lagian di norma adat kita juga menanamkan apa yang ada pada pasal2nya kok….. oke saya sepakat! lanjutkan UUnya

  3. apapun namanya demi kebaikan bangsa
    semua pihak berkewajiban menyatakan setuju
    klo RUU itu akan membuat
    akhlak bangsa semakin baik, why not

  4. mesi sdh mengalami berkali-kali uji publik, ruu pornografi agaknya masih debatable, mas arul. kita hanya berharap, RUU yang akan disahkan menjadi UU terbebas dari upaya utk mengekang kreativitas kaum seniman dan budayawan serta membawa peradaban bangsa yang lebih santun dan bermartabat.

  5. Di sisi agama RUU sangat baik dilaksanakan tapi di sisi seniman terkesan membatasi imajinasi kretifitas jiwa. Semoga RUU dapat mempertimbangkan kami dalam kacatamata agama dan seni.

  6. karena itulah membahas setiap RUU apapun….. harus melihat pertimbangan sisi kemajemukani suatu bangsa dilihat dari sisi agama, sosial,budaya,politik….jadi harus mampu mengakomodasinya….namun di sisi lain sebagai entitas yang tergolong minoritas dan menolak suatu RUU seharusnya…….berpendirian satu bangsa juga yakni sekali RUU Pornografi itu disetujui DPR dan disahkan pemerintah….ya wajib dipenuhinya……tiada lain…..

  7. ribetlah ngurusin politik mah.. hahaha..
    *udah, anak sma belajar aja sanah!*

    :b

  8. UU ponografi ini mencakup apa aja sih ? dooh ntar tak baca2x lg.

    kalo cara berpakaian sih…hmmm kayak binatang aja, masak hrs dipukul dulu baru bisa berpakaian dg sopan. measing2x individu aja dah nyadar sendiri.

    eh kalo bikin UU, dapat duit ya ? 😀 pantesan..hehe

  9. 9 memanfaatkan

    Yang penting anak-anak tidak mengkonsumsi deh..

  10. Sebenarnya saya sangat mendukung RUU Antipornografi ini, saya lihat juga perdebatannya di TV One, mereka yang berdebat mendukung RUU Antipornografi memang lebih solid. Tapi ada satu kelemahan (menurut saya) pada mereka yang mendukung RUU ini. Mereka mengatakan bahwa RUU ini “tidak berlaku” dalam dunia seni dan kebabasan berekspresi seniman tidak akan terpasung dengan RUU ini. Masalahnya terkadang beda antara seni dan pornografi terkadang tipis2 saja. Coba aRuL silahkan menilai seni ini. Apakah menurut aRuL, body art seperti itu seni atau pornografi?? 😀

  11. saya setuju selama UU tersebut tidak menghalang-halangi kebebasan berekspresi seseorang.. kalo cuma sekedar diatur agar tidak melenceng dari norma ya sah-sah saja…

  12. Bukan Indonesia kalau tidak ahli berdebat…
    Namun bukan Indonesia pula kalau tidak becus bertindak…
    Kita orang Indonesia lebih suka omong besar daripada tindakannya…

  13. Emmmhhh …

    Sebelas tahun diperjuangkan , tetapi belum kelar-kelar juga yah … kok bisa begini yah ?
    dan tentunya saya sangat mendukung penetapan RUU ini , tentunya demi kehidupan yang lebih baik ….

    tapi ada beberapa hal juga saya anggap aneh dalam proses perumusan RUU ini :

    1. RUU ini terlalu kompromistis , sehingga esensi utama dari masalah inti tidak dibahas tuntas, yang ada malah penetapan “regulasi baru” terhadap hal pornografi dan bukan untuk menghilangkan pornografi itu sendiri.

    2. Tidak adanya landasan teologis dalam unsur penetapannya , sebagaimana kita ketahui indonesia sendiri terdiri dari berbagai etnis agama yang beragam, yang setiap etnies memiliki karakteristik tersendiri dan mempunyai aturan hukum tersendiri , dan dalam hal batasan-batasan moral tertentu setiap etnies tentunya berbeda jauh , karena dilandasi oleh kepercayaan agama yang mereka yakini ,

    dan jika melihat dari konteks RUU ini ,sungguh RUU ini dicoba diterapkan secara tanpa pandang bulu, secara egaliter , dan tentunya hal ini tidak bisa dilakukan , contohnya saja jika kita bandingkan standar “ke-sandangan” beberapa agama yang ada di indonesia tentulah berbeda antara satu dengan yang lain , jika di lihat dari ajaran agama Hindu dharma tentulah memakai kemben ataupun menampakkan beberapa bagian bentuk tubuh merupakan sebuah hal yang dibolehkan dan ini juga merupakan bagian dari ritual mereka , begitu juga dengan agama kristen , didalam kristen sendiri standar ke sandangan itu juga berbeda, jika kita lihat sudut pandang kekristenan , penggambaran sesuatu yang telanjang itu merupakan sesuatu yang sah, dan tidak bertentangan dengan ajaran mereka , coba kita lihat lukisan-lukisan dan patung-patung karya michaelabgelo,da vinci yang nota bene menjadi masterpiece seni budaya kristen, semuanya mengambarkan akan kebolehan akan hal itu , begitu juga dengan orang-orang yang ada di lembah baliem , kepercayaan animisme yang mereka anut tentunya telah melahirkan kultur tersendiri pula dalam hal be keseharian , dalam budaya mereka tidak memakai bra atau telanjang itu merupakan sesuatu yang masih dibolehkan , karena itu standart mereka ,

    tetapi jika beberapa contoh ini di bandingkan dengan kondisi umat islam,manusia yang menjadi 90 persen penduduk negeri ini , tentunya ini berbeda jauh , jika kita berbicara islam , tentunya berbicara tentang aturannya yang lengkap itu , aturan yang melingkupi semua seluk beluk kehidupan manusia, dari bangun tidur sampai tidur lagi , dan dalam konteks porniografi ini , islam sendiri telah memiliki solusi yang jelas , dalam QS. Al-AHzab :59 telah dijelas kan bagaimana standart pakaian seorang wanita, dan bagaimana pakaian seorang lelaki, dan tentunya ini sangat berbeda dengan golongan lainnya ,

    dan saya rasa prinsip-prinsirp teologi ini tentunya harus menjai landasan dari RUU ini , agar tidak ada yang menjadi pihak yang di rugikan , dan akan lebih baiknya jika untuk umat isalam itu sendiri digunakan perangkat RUU yang sesuai dengan islam , sesuai dengan prinsip bahwa yang bukan aurat wanita itu cuma muka dan telapak tangan , begitu juga dengan kristen,hindu, budha, dan kepercayaan animisme lainnya , buatlah peraturan ini sesuai dengan aspek ke religiusitas mereka, agar nilai esensi yang didapat dari pengesahan RUU ini tidak hanya bersifat horizontal, tetapi juga berhubungan dengan sifat ke religiusan terhadap ketaantan kepada tuhan ,

    dan rencana RUU ini yang berusaha men generalisasikan makna akan pornografi secara kebersamaan tentulah dapat merugikan golongan tertentu, dan golongan itu adalah islam , karena islam telah memiliki pandangan tersendiri dalam urusan pakaian penganutnya , dan untuk golongan lainnya tentunya tidak bermasalah karena tidak bertentangan dengan keyakinan bmereka … dan jangan sampai untuk menghormati keragaman, maka kita telah menyakiti kepercayan agama kaum mayoritas , tentulah ini tidak FEAR

    3. Upaya upaya sinis yang mengatakan bahwa RUU ini dapat menimbulkan perpecahan sebenarnya juga merupakan sesuatu yang sengaja dibuat-buat , jika kita perhatikan beberapa fraksi yang menolak RUU ini maka kita bisa menyimpulkan jika ini semua hanya berdasarkan akan kepentingan politik, ujung-ujungnya untuk 2009 , ada partai yang mengatasnamakan masyarakat bali , kerena bali merupakan basis utama masa mereka, ada partai yang mengatasnamakan membela rakyat SULUT , toh juga karena adanya basis masa di daerah tersebut … simple saja, ini cuma politik

    4. Dan media juga menjadi alasan utuama mengapa opini anti RUU ini menjadi sangat besar , pemberitaan media yang tidak berimbang telah membuat sebuah trend simulacra itu menjadi wahh , menjadikan penyesatan opini ditengah publik , yang kenyataan sebenarnya adalah bahwa hampir dari semua rakyat negeri ini sangat mendukung akan RUU ini , budaya timur yang kita miliki mejadi landasan sosial untuk mendukung RUU ini ,
    jika kita bertanya kenapa media melakukan hal ini ? tentunya ini juga berhubungan dengan kapitalisasi itu , dunia kapitalis yang menuhankan uang , dan dunia media juga manjadi penyumbang utama industri porno ini eksis , misalnya saja jika sekarang saya punya media tv, jika tak ditampilkan tayangan tanyangan cipika-cipiki, sun sana sini maka tv itu tak akan laku dan tak akan ditonton …

    5 . Lalu seni , seni menjadi alasan utama dari alasan beberapa golongan menolak RUU ini, alasanya tidak sesuai dengan demokrasi , tapi jika kita bertanya lagi apakah kita sebagai manusia yang diberikan oleh tuhan sebuah perangkat yang sempurna yaitu akal, akal yang menjadikan kita bisa mencipytakan sesuatu ini , apakah tuhan hanya mencipkana akal manusia hanya untuk berfikir tentang ruang lingkup kepornoan ? apakah akal itu cuma bisa digunakan untuk melukiskan bentuk kelamin saja ? tentunya tidak .

    seharusnya para seniman menjadi lebih kreatif lagi dengan ditetapkannya RUU ini , sehingga mereka bisa lebih inovatif dalam melahirkan karya , jiaka ditanya , apakah semua seniman menolak RUU ini ? tentunya tidak, ada 1001 cara yang bisa dilakukan untuk mengapresiasikan seni , seni itu tak harus selalu telanjang

    Saya rasa, penolakan seniman terhadap RUU ini sendiri sebenarnya merupakan sebuah bentuk kemunafikan yang sangat tidak mendasar , bukankah setiap karya seni itu lahir dari sebuah kultur yang telah menjadi konsensus bersama , dan konsensus itu adalah budaya ketimuran itu sendiri , budaya timur yang sangat menghormati akalbudi, sangat menghormati kesucian jiwa , sangat menghormati harga diri manusia , manusia yang tidak hanya dilihat dari bentuk kelaminnya …. dan saya pikir mungkin saja para seniman yang menolak RUU ini sebenarnya telah keluar dari budaya ketimuran itu .
    ________
    dan nantinya para penari-penari striptis itu akan bersorak riang, karena kini perilaku zinah meraka telah menjadi bagian resmi dari seni yang SUCI itu , dan para pelacur-pelacur yang ada di gang Dolly dan Saritem itu juga akan berbangga ria, karena kini job zinah mereka telah diakui oleh DEMOKRASI dan HAM, dan mereka tidak boleh klagi dikejar-kejar dan ditertibkan ….. dan mereka kini tak akan bermimpi “buruk” lagi kalau-kalau tempat mangkal mereka nantinya akn berubah seperti yang dialami oleh Kramat Tunggak , berubanh sari tempat kumpulan najis, menjadi istana yang suci …
    _________
    dan pastinya hal-hal seperti ini cuma cocok di terapkan didunia barat , dunia dimana mereka-mereka bebas berporno ria, bebas menampakkan dada-dan pahanya, bebas ber zina ria, dan bebas meninggalkan agama mereka … … dan disana agama itu cuma sampah … dan di indonesia ini Agama itu adalah segalanya … karena nantinya kita tak ditanya oleh tuhan tentang lukisan bugil apa yang kita buat , jenis goyang apa yang kita ciptakan , ataupun ketelanjangan apa yang kita lihat , ataupun adegan zina apa yang yang sering kita berkutat …. tapi yang ditanya nantinya adalah ….. Siapa Tuhanmu ? apa kitabmu ? siapa imammu ? dan apakah kamu telah melakukan semua Aturan-aturan tuhan mu itu ? apakah kamu telah menutup auratmu itu ? dan semua anggota tubuhmu akan menjawab serempak dengan kata “Tidak” Yaa Tuhanku …… maka mungkin Neraka akn menunggu kita ….

    dan Nafsu tidak lah sama dengan Tuhan ….
    Afwan……

  14. hm mnurut saiya, sbenarny RUU anti pornografi itu baik..
    namun batas2ny msh blm jelas..

  15. Saya mendukung 100%

  16. Saya setuju kalau pornografi sampai batas tertentu harus diatur oleh negara dalam undang-undangnya. Tapi … saya rasa calon UU Pornografi seperti yang sedang digodok sekarang ini (RUU AP) bukanlah cara yang terbaik buat menyelesaikan masalah moral bangsa kita. 😕

  17. Saya mendukung RUU itu bro 😀
    BTW debat di TV One itu acara favorit saya 😀

  18. buat saya UU gak penting yang penting adalah mensosialisakikan slogan SAY NO TO PORNOGRAPI … cukup itu saja.

  19. aq pkir dulu masalah ini udah selesai, tapi ternyata masih berlanjut yah, karena tak pikir, msalah ini, sudah ga’ kedengeran lagi dulu., atau malah mungkin saya yang kurang dengerin berita pa ya ?

  20. *g’ baca postingan*
    Bapak Dewan terhormat disana buang-buang duit membahas RUU ini. Saya sampai detik ini TIDAK SETUJU RUU APP
    Gus Dur pernah berkata: “Jangan pernah campur adukkan antara BUDAYA dan AGAMA”.

    Untuk yang Pro RUU APP dengan alasan menyelamatkan moral bangsa, mereka lupa Indonesia adalah negara yang terdiri dari beragam budaya dan agama.

    Bukan bagaimana cara menghentikan pornografi dengan RUU APP, tapi pembentukan watak masyarakat Indonesia yang bisa membedakan antara “BAIK” dan “BURUK”. Dan watak itu berawal dari Keluarga. Keluarga yang sayang dengan anggota keluarganya akan membimbing untuk tidak terjerumus dalam hal negatif dan akan melahirkan manusia-manusia bijak karena pendidikan yang dimulai dari keluarga tersebut.

    Kenapa tidak membahas RUU Kesejahteraan Keluarga aja mereka?? 😡

  21. # 2 Anang : iyah sepakat anang, intinya bahwa pasal2 itu udah ada dalam norma tinggal dijabarkan dalam UU inilah seperti itu.
    # 3 mikekono : iyah sebenarnya ini, walau dalam kondisi agak memaksa dengan adanya aturan ini, setidaknya akhlak2 manusia Indonesia bisa terjaga…
    # 4 sawali tuhusetya : saya sepakat pak dengan tidak mengganggu ranah kreativitas di bidang budaya dan seni, namun harus diperhatikan juga jangan sampai ranah budaya dan seni itu menimbulkan efek pornografi.
    misalnya di suatu daerah, ada namanya saweran, tapi sebatas seni dan budaya. Jikalau sudah mempertontonkan aurat dan sudah menimbulkan nafsu untuk berperilaku seks. itulah yang harus diatur pak.
    # 5 gajah_pesing : Saya sih berharap UU ini tidak membatasi kreativitas, tapi tetap juga suatu kreativitas seni, tidak bertentangan dengan norma. saya rasa seni itu akan indah, bukan untuk menimbulkan namanya syahwat seks bukan 😀
    # 6 sjafri mangkuprawira : RUU ini juga baru di buat, artinya masih dalam tahap penggarapan suatu tatanan ideal UU, nah sumbangsih masyarakat di butuhkan.
    Yang menolak RUU ini sebenarnya ada beberapa point tertentu dalam pasalnya yang tidak sesuai, tapi kadang mereka berfikirnya komunal bahwa RUU P ini bertentangan semuanya. Nah itu perannya masyarakat untuk saling mengisi dan memberi informasi.
    # 7 anggavantyo : iyah belajar aja angga, tapi hal-hal beginian setidaknya jadi tambahan informasi buat angga 😉
    # 8 mercuryfalling : di Internet byk tuh bersebaran draftnya.
    seperti itu mungkin manusia, kalo tidak ada aturan sepertinya mereka seenak udel berpakaian. padahal mestinya sudah ada norma … nah norma ini kadang sudah terlewatkan, butuh penegasan dalam RUU seperti ini mbak 🙂
    yah semua UU dibuat dengan duit…. 😛
    # 9 memanfaatkan : Nah itu, salah satu point penting dalam RUU ini adalah pornografi itu tidak akan dikonsumsi oleh anak2… untuk melindungi anak2 dari bahaya pornografi itu sendiri.
    # 10 Yari NK : Wah foto yang diberikan pak Yari itu porno pak….
    Kalo bagian tubuh wanita yang sudah dipertontonkan itukan bukan seni lagi pak.
    Saya sependapat dengan pak yari, bahwa sebenarnya semua ketentuan itu perlu tidak perlu dibatasi.. menimbulkan ambiguitas.
    Salah satu contohnya seperti foto yang diberikan pak Yari, itu ranah pornografi yang disenikan…. 😀
    # 11 chic : iyah, seperti itu harapan sy, nah jangan sampai juga kreativitasnya kebablasan sampai-sampai hal-hal yang berbau pornografi di senikan.
    # 12 galih : He eh… benar banget….
    Nah sekarang bagaimana kita sama2 berkomimen menjaga. minimal dari pejabat2nya.
    Kalo pejabatnya udah benar, sip tinggal bagaimana mengatur rakyatnya 🙂
    # 13 Muda Bentara : wow panjang banget…. 😀

    1. RUU ini terlalu kompromistis , sehingga esensi utama dari masalah inti tidak dibahas tuntas, yang ada malah penetapan “regulasi baru” terhadap hal pornografi dan bukan untuk menghilangkan pornografi itu sendiri.

    Nah itu gara2 mengatasnamakan aspirasi rakyat jadinya gitu deh…. sy juga ndak sependapat kalo sampe sekompromistis demikian.

    2. Tidak adanya landasan teologis dalam unsur penetapannya , sebagaimana kita ketahui indonesia sendiri terdiri dari berbagai etnis agama yang beragam, yang setiap etnies memiliki karakteristik tersendiri dan mempunyai aturan hukum tersendiri , dan dalam hal batasan-batasan moral tertentu setiap etnies tentunya berbeda jauh , karena dilandasi oleh kepercayaan agama yang mereka yakini ,
    dan jika melihat dari konteks RUU ini ,sungguh RUU ini dicoba diterapkan secara tanpa pandang bulu, secara egaliter , dan tentunya hal ini tidak bisa dilakukan

    Yah benar memang ada perbedaan prinsip masing2 agama dalam memandang suatu tubuh manusia itu seperti apa. Nah prinsip persamaan, dan kita punya namany pancasila dan norma-norma yang berlaku di masyarakat sebenarnya yang bisa dijadikan prinsip.
    Misalnya, bertank top ada lingkungan yang berpegang pada prinsip bahwa sudah melanggar norma. Tapi bagi di beberapa daerah itu sudah biasa.
    Ada hal umum yaitu norma tadi bisa dijadikan patokan dalam menyusun RUU ini.
    sebenarnya sudah dijelaskan dalam RUU itu, bahwa untuk adat istiadat itu tidak dipermasalahkan.

    Point no 3. yah namanya politik seperti itu juga yg dijalankan…

    Point no 4 : benar banget muda, media terlalu mengubar2 pemberitaan penolakan RUU ini, padahal ketika kita tanya langsung ke masyarakat sebagian besar pasti setuju.

    5 . Yah saya sependapat sekali dengan muda, untuk masalah seni, kreativitas bagus banget ditingkatkan, tapi kalo kebablasan jua yah itu yang harus dibatasi…
    misalnya seperti gambar yg dberikan pak yari.

    subhanallah panjang banget, tapi salut sebagian besar sisi dikaji..
    terkait bahwa seni dijadikan landasan untuk membenarkan pornografi saya tetap tidak setuju. Seni juga perlu diberlakukan pembatasan.

    # 14 galihyonk : batas seperti apa? sebenarnya batas2 yang ada itu adalah norma.
    # 15 Fikar : ngak diliat isinya dulu?
    # 16 Catshade : Memang bukan cara terbaik, tetapi salah satu jalan terbaik ditempuh memperbaiki akhlak bangsa.
    Saya bercermin pada aturan-aturan korupsi yang dibuat negara kita, awalnya aturan-aturan itu bebas, tapi setelah dibuat jelas, semua bisa terlihat bahwa orang2 semakin sadar untuk tidak melakukan korupsi.
    Kadang akhlak atau perilaku perlu diberikan batas2 untuk mengatur bangsa ini.
    # 17 Nugraha Fadhil : Sipz.. .baguslah tinggal kita memasukan sumbang dan saran untuk aturan2 ini.
    # 18 Rindu : Kalo sekedar slogan kadang orang hanya berkata “iya.. yah” tapi ternyata bukti dilapangan ternyata mereka masih asyik2 aja untuk berpornografi..
    Seperti halnya narkoba, ternyata byk juga mengkonsumsi, padahal mereka mengatakan SAY NO TO DRUGS…
    # 19 hendra : beritanya lagi diperbincangkan lagi, tulisan saya 2006, itu aja sebagai titik tolak awal perumusan RUU ini
    # 20 angki : *kebiasaan ngak baca posting :P*pemikiran sekuler…
    Kalo kita tidak berpandang pada agama, ada namanya norma di masyarakat yang tentunya sepaham dnegan aturan agama.
    intinya sih RUU ini juga membedakan baik dan buruk koq..
    Mana namanya pornografi mana yang namanya seni…
    Nah tapi sekali lagi jangan kebablasan, bahwa ada hal porno sebenarnya dikatakan seni…
    Sekali lagi kalo sekedar slogan bagi bangsa ini ndak mempan.. harus ada aturan yang membuat bangsa ini teratur.

  22. 22 Bhinneka Tunggal Ika

    Pada intinya Aturan-aturan dalam Agama lebih tinggi daripada UU untuk masalah moral dan etika, jadi kalau anda lebih percaya agama anda buat apa ada UU apalagi tidak merangkul semua agama. Adanya ide mengesahkan RUU Pornografi adalah adanya misi terselubung kelompok-kelompok tertentu untuk mengubah secara bertahap UU yang ada di Indonesia dan disamakan dengan ajaran dan paham yang mereka anut, selain akal-akalan anggota DPR yang setuju utk mendapatkan uang membuat UU.

    Lebih baik buat UU yang khusus mengatur tentang peningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia agar tidak terjadi lagi kasus: TKW yang diperkosa dan disiksa di LN, 21 rakyat miskin meninggal sia-sia untuk berebut zakat uang Rp. 35rb, dll.

  23. Apa sih “porno” itu?
    Lha kalo definisinya relatif banget, buat apa gaya2 pake buat undang2 segala? Aneh2, buang2 tenaga aja!
    Hahahaha…

    ivan_arista@yahoo.com

  24. 24 Firman

    Fraksi yang nolak RUU Pornografi (PDIP dan PDS)argumennya seperti meng ada-ada seolah-olah takut salah ditafsirkan pasal per pasal. Sementara RUU yang lainnya tidak terlalu cerdas mengkritisi nya contoh UU ketenaga kerjaan, malah nyusahin dengan dibolehkannya perusahaan menggunakan pegawai/buruh dng outsourcing

  25. sayah lebih suka kalo para satpol PP atau polisi TIDAK main garuk PSK atau main grebek para PSK.
    mereka itu cuman cari duit… untukbertahan hidup
    mending negara itu nangkep maling atau koruptor…
    RUU Pornografi?? banyak yang ga beradab.. cen telek negoro iki

  26. wwaaahhhh pada pinter2 ne disini…
    mantab…!!!

    saya gak tau banyak, yang saya lihat kok banyak yang mempermasalahkan RUU ini dengan seni yak..?? kenapa seh, tenang aja kale., seni gk bakal mati dengan RUU itu., yakin deh 😀 :imho:

  27. Saya pro RUU anti-pornografi..

    tapi..

    saya lebih pro klo anggota dewan dan pemimpin bangsa ini diganti sama yang lebih bener. Bosan gitu ngeliat bangsa terpuruk terus..:(

  28. 28 Gamank

    RUU ini memang TIDAK ADA GUNANYA,moral itu bukan diatur negara,tapi moral itu kesadaran dari pribadi masing2,selain itu RUU ini akan memecah kesatuan bangsa Indonesia.Bangsa kita ini bangsa yg majemuk&berbudaya,bukan satu agama saja…Marilah kita berpikir global dan jangan jadi bangsa yg MUNAFIK…SAY NO TO RUU pornografi…urusi dulu kepentingan rakyat,masih banyak rakyat yg kelaparan,pengangguran,korupsi merajalela…jangan membahas yang TIDAK BERGUNA seperti ini,RUU yang sarat kepentingan politik dan pihak tertentu…Maju Indonesiaku….Bhineka Tunggal Ika..

  29. saya rasa kita memerlukan UU pornografi ini untuk mempertahankan negara kita dari gerbang kehancuran moral. kegiatan pornografi sudah menjamur di mana-mana, jika tidak segera diatasi, maka ini akan menjadi fitnah bagi bangsa ini.
    mungkin saja musibah yang kita dapatkan beberapa waktu lalu itu adalah peringatan dari tuhan karena kita sudah kurang ajar.

  30. 30 wahyudi

    saat saya masih di bangku SD saya di jejali dengan perkataan bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang bermartabat, berakhlak mulya, bermoral, sopan santunnya di dengar oleh dunia, namun akhir ini pikiran saya kok seakan kurang yakin dengan itu semua, sebab ketika ada yang ingin memperbaiki moralitas yang semakin tan menentu malah di tolak, saya sangat heran sekali, sedangkan bangsa yang mayoritas tidak beragama hatinya masih sempat memikirkan dekadensi moral anak bangsanya seperti cina,hingga sekarang ini situs pornografi di cina menjadi targe empuk tuk di di berantas

  31. # 22 Bhinneka Tunggal Ika :
    Wah jangan membawa isu2 agama, soalnya seperti itu bergosip.
    membuat UU ini tentunya membawa norma2 yg ada di masyarakat Indonesia.
    wah apa yang ada omongkan sepertinya cuman berupa gosip2
    Kalo membuat UU sekalian juga ngatur kesejahteraannya sangat baik kan, dua-duanya bisa jalan.

    # 23 Ivan Arista :
    definisinya sudah jelas di RUU itu koq, dan parameternya itu mungkin yg masih dirumuskan.

    # 24 Firman :
    emang banyak berbeda opini dalam melihat UU, kalo memang UU itu sudah saatnya diterapkan saatnya juga untuk ditok.
    kalo masalah kritisme sepertinya apa yg menjadi update selalu menjadi bahan pembahasan, bisa jadi itu sebuah strategi politik.

    # 25 nothing :
    yaizk.. kalo cari uang, emang harus lewat cara itu?
    yah emang kalo saya sih sekalian diberantas sekalian juga dikasih kompensasi gitu lho..
    yah jangan asal menghina sih, saya melihat RUU ini sudah representatif masyarakat Indonesia. kalo emang ada yg tidak berkenan dalam pasal2 silahkan dikritisi.
    anda setujukan pornografi dihancurkan? nah itu… itu dulu baru kita melihat pasal2nya.

    # 26 inidanoe :
    sepakat bro, berseni itu bukan pornografi, dan sebaliknya pornografi itu juga bukan sebuah seni 😀

    # 27 icalmahdi :
    hehe, anda mau gantikan mereka? daftar caleg aja atau calon anggota DPD 🙂
    tapi setidaknya yang ada DPR ini ada beberapa yg konsen memperhatikan kondisi rakyat, kita berharap2 dari mereka. kalo masalah kebosanan itu kembali lagi ke selera masing2 🙂

    # 28 Gamank :
    untuk membuat sadar tentunya ada aturan.
    Anda punya pemikiran menyadarkan masyarakat ngak? kalo emang ada silahkan diperbuat. dan Anggota DPR juga menganggap dengan adanya RUU ini nantinya bisa menyadarkan masyarakat.
    UU ini dan UU lainnya yg sejalan dengan kesejakteraan rakyat sama2 harus dijalankan.

    # 29 yudios :
    iyah saya sepakat mas, intinya moral juga harus tetap diatur… 🙂

    # 30 wahyudi :
    iyah mas, sepertinya ada hal aneh yang terjadi dimasyarakat kita. sepertinya mau menegakkan keadilan tapi itu bukanlah keadilan namun menjatuhkan moral bangsa.

  32. Terus terang kalau ditanya apakah saya setuju adanya sebuah UU yang mengatur tentang pornografi, maka saya pasti bilang setuju. Tapi setelah membaca RUU Antipornografi yang lagi dibahas, kok kesan saya Pornografi itu tidak didefinisikan dengan jelas. Semua bisa kena sikat karena adanya ayat-ayat karet yang bisa ditafsirkan apa saja. Terus, perempuan dijadikan “korban” dari kebijakan yang selalu menyangkutpautkan perempuan dan pornografi. Lebih jauh lagi ada ayat yang bisa menimbulkan konflik horizontal di masyarakat ketika masyarakat bisa “mengadili” pelaku pornografi. Juga tentang budaya yang kurang diakomodasi. Terus porsi pornografi anak yang sangat kurang, sementara ini yang harusnya mendapat perhatian lebih.

    Jadi kalau dikatakan apakah UU Antipornografi ini sudah benar, dari segi konsep dan isi masih jauh dari sempurna. Tapi dari segi pemikiran saya setuju kalau ada sebuah UU yang mengatur pornografi sejauh pornografi itu didefinisikan dan dibatasi dengan jelas dan tegas.

    Yang saya sesalkan, ketika berdiskusi soal pornografi sering dikatakan bahwa UU ini tidak menyangkut agama, tetapi ketika memberikan argumennya, konsep agama masuk di dalamnya. Apalagi ketika memberikan argumen moral, sebenarnya kita berbicara moral yang mana ?

    Seharusnya, ini pendapat pribadi ya, kalau ada sebuah UU yang mengatur pornografi maka sebaiknya dibuat spesifik, misalnya UU Pornografi Anak, atau UU yang mengatur pornografi dalam produk-produk masal, dan bukan disatukan yang kelihatan besar tapi isinya tidak jelas, multitafsir, dan lentur sekali.

  33. 33 kobiekun

    setuju dengan UUAPP, tetapi sampai batas-batas tertentu.
    ada beberapa pasal yang terlalu umun dan memojokkan agama dan dan budaya tertentu. selain itu ada pasal yang sangat bersifat subjektif dalam pelaksanaannya karena subjektifitas tiap individu berbeda bukan.
    jadi karena Undang-Undang ini belum jelas batasannya dan sangat berbahaya karena ketidak objektif nya,saya untuk sementara menghindar dari spesies homo sapiens berjenis kelamin lelaki agar tidak dituntut sebagai pelaku pornoaksi karena kesalahan persepsi pihak ke 2 dst dalam menanggapi prilaku masyarakat sekitarnya.

  34. 34 acakadudd

    hweLeh,,
    ada ada saja negri ini,,
    cobalah jangan berpikir dangkaL.
    RUU itu hanya buang buang uang rakyat.
    uang rakyat habis buat mbayar uang konsumsi anggota DPR yang pas rapat tidur saja kerjaannya,,ato kLuyuran entah kmana alias kaga ikut rapat.
    apa bisa dengan aturan tertulis bgitu saja,moral bejat orang-orang bisa diatur.
    wong yang sudah jadi aturan tak tertulis alias adat wae dilanggar kok.
    benerin dulu otak rakyat..
    lewat pendidikan yang bener…
    jangan malah sekolah mahal, buku mahal..


  1. 1 RUU Pornografi - Perlu Nggak Ya? « Spektrum Pemikiranku
  2. 2 Undang-Undang Pornografi. « Muda Bentara !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: