SPMB dan duit

01Mar08
lab
salah satu kegiatan di laboratorium kampus ITS (koleksi labku)

Sabtu, 01 Mar 2008,
PTN Jatim Akhirnya Ceraikan Perhimpunan
SURABAYA – Sembilan perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur akhirnya sepakat keluar dari Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Nusantara. Dengan keputusan itu, kampus-kampus negeri di Jatim tidak lagi menginduk pada Perhimpunan SPMB Nusantara seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi, mereka melaksanakan seleksi terpadu swakelola tingkat nasional.
Keputusan cerai itu diambil setelah para rektor dan perwakilan sembilan PTN bertemu di Kampus Universitas Airlangga (Unair) kemarin (29/2). Keputusan tersebut juga ditandatangani para rektor PTN di Jatim. Yakni, Unair, ITS, UIN Malang, Universitas Jember (Unej), Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan, Unesa, Universitas Negeri Malang (UM), IAIN Sunan Ampel, dan Unbraw.
Sumber : Jawapos baca lebih lanjut di sini

berita yang lain

Sabtu, 01 Mar 2008,
Sudah Siapkan SPMB Baru

SEJALAN dengan keputusan cerai dari perhimpunan, PTN di Jatim sedang menyiapkan teknis pelaksanaan SPMB baru mulai tahun ini. Mereka sudah mengirimkan surat kepada Dirjen Dikti tertanggal 23 Februari 2008. Selain itu, mereka membuat konsep SK tentang tata cara pelaksaan SPMB di PTN.
“Kami membentuk panitia bersama. Jatim melaksanakan tes sendiri tingkat nasional. Jadi, calon mahasiswa dari daerah mana pun tetap bisa mendaftar,” jelas Kusmintardjo, pembantu rektor I Universitas Negeri Malang (UM) kemarin (29/2).
Sumber : Jawapos baca lebih lanjut di sini

Akhirnya SPMB kembali ke jaman bahuela, seperti jaman dulu yang kampus-kampus negeri mengadakan tes tersendiri dalam menyeleksi calon mahasiswanya, di Jawa Timur seperti yang diberitakan jawapos, sudah bercerai dengan perhimpunan SPMB nusantara.

Saya sendiri sudah mencoba memahami kenapa sampai permasalahan SPMB ini dipermasalahkan terutama hasil dari uang pendaftaran SPMB itu, tapi koq blum paham-paham yah. Apakah karena sejumlah duit itu menjadi permasalahan seorang anak negeri untuk bersekolah lebih tinggi di sekolah yang diinginkan terhambat?

Kenapa harus berpolemik dalam pengelolaan SPMB apalagi terkait duit (ah lagi-lagi omongannya kalo bukan duit yah anggaran), kenapa tidak bisa terselesaikan? *ah saya omongnya idealis* tapi itu seperti anak-anak kecil aja yang mempertengkarkan suatu barang aja.

Saya sebenarnya tidak mendukung adanya Ujian Masuk tersendiri di kampus masing-masing, mungkin enak bagi yang berada dalam satu kota dengan kampus-kampus itu, tapi bagaimana yang di luar kota, luar provinsi lagi, atau malah luar pulau? harus ke kota itu dengan membutuhkan biaya banyak yang belum tentu juga lulus dan direstui oleh orang tuanya. Saya jadi berkaca pada diri sendiri seandainya saya tidak mengikuti tes SPMB di Makassar yang akhirnya lulus di ITS saya mungkin tidak akan berkuliah di kampus ini.

Seperti USM ITB dan UM UGM yang diadakan di kota masing-masing yah membuat potensi calon mahasiswa yang berasal di daerah yang barangkali kurang mampu akhirnya membatalkan niatnya karena membutuhkan biaya banyak ke tempat pendaftaran di mana kampus itu berada.

Dengan nanti adanya SPMB yang terpisah antara SPMB yang se Indonesia dan se-Jatim lagi-lagi calon mahasiswanya tentunya akan mengeluarkan duit yang tidak sedikit. Kapan yah Indonesia bisa memberikan pendidikan yang murah dan berkualitas?

Iklan


65 Responses to “SPMB dan duit”

  1. arull dasar narsis….
    yg lainnya pada merhatiin mesin. Eh..arul malah merhatiin kamera.
    dasar narsis…. ๐Ÿ˜€

    *dikandatto arul*

  2. @ ina :
    *sa kandatto maki itu*
    heheh sayakan yg memberikan instruksi praktikumnya ๐Ÿ˜€

  3. sepertinya itu persiapan masing2 univ di jatim utk menuju ke arah otonomi kampus Pak, kalo sy pikir itu jg jalan awal bagi kampus2 agar masing2 mempunyai “pasar” yg lbh laris dlm hal penerimaan mhswa baru… tp sy yakin dgn adanya Ujian Masuk yg dikelola oleh univ2 itu sndiri akan berkorelasi dekat dgn mutu pendidikanya

  4. halah…ada poto narsisnya arul.. :mrgreen:

    *mendadak hilang selera untuk komen* ๐Ÿ˜†

  5. Sebenernya ini mau nardis apa mau crita seleksi mahasiswa…

    (komen ndak mutu, ndak usah di gubriss…)

  6. Lhadalah. Nulis narsisnya kliru. Jadi komen lagee degh…

    Begenee Rull….

    Doloo, taon 70an, kalok ndak salah namanya SKALU.
    Itu persis seperti Arul bilang, membuwat nyang berduwit ajah nyang bisa mobile kesana kemari ngejar sekolah.
    Sayah mingsih inget, Abang sayah nyang paling gede, taon 76 (sayah kelas 3 SD), sibuk ke Jogja, abis tuh ke Bandung, dari BDG pulang doloo minta duit. Lalu ke Surabaya….

    Akhirnya dapet panggilan dari UNAIR….
    (Jadilah dia mahasiswa abadi disana…..)

    ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜† ๐Ÿ˜†

  7. aku cuma bisa ngiri liat fotonya. karena aku belum pernah kuliah. ah, pasti menyenangkan ya kumpul bersama teman2 lalu diskusi berbagai hal bersama. karena tidak pernah kuliah aku ndak bisa koment tentang ujiannnya. :mrgreen:

  8. 8 karaengisla

    pasti yang masuk sini dilarang yang bertipe ‘bolot’ bisa salah sambung kabel…..

  9. @ fauzansigma : iyah otonomi sih paham, tapi arahnya juga sudah komersil…apalagi sudah terkait pasar… seperti ini yang saya khawatirkan untuk masuk di PTN semakin sulit orang2 daerah yang notabene ngak kalah juga sama orang2 di daerah kota.
    @ cK : koq perhatikan foto aja sih cK? hehehe tertarik yah? ๐Ÿ˜†
    @ mbelgedez :
    – hahahaha, yah mau cerita SPMB bang, tapi tadi nyari ilustrasi fotonya, eh dapatnya foto diri sendiri.. wakakakak ๐Ÿ˜†
    – iyah SKALU, saya lupa namanya… ๐Ÿ˜€ iyah bang, orang tertentu yang punya duit aja yg mampu ke sana ke mari mencari sekolah2, padahal orang2 daerah ngak mampu sampai ke tempat2 itu apalagi mesti menyeberang laut, ugh….
    @ hanna : wah mbak, semua orang diberi Tuhan jalan hidup masing2, dan pastinya akan telah diberikan jalan yang terbaik… tinggal kita menjalaninya…
    @ karaengisla : hahaha… ada-ada saja karaeng isla ini.. ๐Ÿ˜€ yah namanya tempat belajar jadi orang yang tidak tau menjadi tau… hehehe ๐Ÿ™‚

  10. permasalahan akan semakin rumit jika otonomi kampus bener2 dah 100% jalan mas aRul. ndak bisa membayangkan, berapa duit saja uang yang mesti dikeluarkan untuk bisa menikmati bangku pendididkan tinggi.

  11. Untung di Jateng belum kek gitu…

  12. melihat komen di atas.. sepertinya memang lagi narsis…

  13. saya gak tau, bagus apa tidak melepaskan diri dari kepanitiaan nasional buat wilayah tmur.. tak kira sah2 aja mas! ๐Ÿ˜€

  14. @ Sawali Tuhusetya : iyah itu yang saya khawatirkan pak, moga2 ke depannya calon mahasiswa masih bisa merasakan pendidikan tinggi yang murah dan berkualitas.
    @ maxbreaker : wah berharap juga yah? hehe ๐Ÿ˜€
    @ gempur :
    – wah, saya juga ngak nyangka bisa menjadi foto narsis saya.. hehehe ๐Ÿ˜€
    – iyah sih pak sah2 saja, tapikan gimana rekrut calon mahasiswa yang luar daerah? apa nanti diharuskan ke surabaya untuk mengikuti tesnya? wah betul2, orang2 yang daerah yang kelabakan terutama yang berekonomi rendah…

  15. Waduh, saya baru tahu nih berita. ckck.. kasihan juga buat yang dari Jatim kalau mau ke PTN di luar daerah. Apakah SPMB nusantara masih ada di Jatim, ya? Barangkali mereka akan mengikuti 2 SPMB..

  16. SPMB ni jualan baru yah
    ๐Ÿ˜†

  17. Kasihan anak-anak Jatim malah…
    Kalau penyelenggaranya (Universita Negeri) di Jatim nggak ikut SPMB Nusantara, berarti mereka harus keluar daerah dong buat SPMB nusantara…
    Kasihan yang ingin kuliah di ITB, UI, IPB, UPI, Unpad atau PTN lain…
    Duit lagi deh… ๐Ÿ˜ฆ

  18. Kapan yah?
    Kalo kita sudah cerdas dalam memilih pemimpin. Bukan memilih pemimpin yang paling banyak ngasih duit saat kampanye…

  19. klo pendidikan disangkutkan dengan yg namanya duit
    gak akan maju deh pendidikan di Indonesia

  20. 20 nFath

    Hm… klo dipikir pikir seh, antara setuju dan tidak.. masalah duit emang gak ada habisnya..

    Mo mandiri, okelah, dengan konsekuensi dan kesiapan yang juga patut dipertimbangkan. Jarak dan keterbatasan itu harus dicari jalan keluarnya. Pendidikan jangan dipersulit, klo bisa ya dipermudah.

    Sampek sekarang masih wondering kenapa diformulir pendaftaran SPMB itu ditanyakan gaji orangtua. Terus lagi kenapa hanya diberitahukan lulus ato tidaknya tanpa menyertakan nilai dan hasil test secara menyeluruh (pengalaman 1 tahun yang lalu).

    Birokrasi ya? oh.. ini semua tentang birokrasi.. dan uang? okay okay.. fine.. i got it then…

    CMIIW ya mas… ^^

  21. Hmm, saya jadi penasaran emg dg motif bapak2 rektor ini. Tapi bagaimanapun, mereka kan orang2 pintar. Jangan2 -dan mestinya- ini bukan melulu terkait perihal uang. Jika di Despro ITS test sudah sejak dulu dilangsungkan scr mandiri, maka jangan2 kampus2 juga akan membuat model test yg bersifat unik berdasarkan kekhasan kurikulum yg ada di kampus tsb. Saya yakin keburukan2 yg rawan muncul dari ketidakseragaman test ini pasti akan diantisipasi. Tapi mari kita liat aja deh perkembangannya.

  22. bner mas, saya juga membayangkan betapa sulit nya perjuangan temen2 calon mahasiswa dari luar kota, luar pulau yang ingin ikut tes ujian masuk bila SPMB tak lagi satu….Mungkinkah BEM ITS mengadakan demo menentang aksi PTN sejatim ini ??

  23. hiiiiiiiii sulit juga ya cari soal2 prediksi uan 2008 gimana cara nya dong? klu ada yg tau…kirim ke email ku ya “tayuya_031190@yahoo.com” makasih…..

  24. wah…kayanya makin ada celah nih buat “oknum-oknum tertentu” buat nitipin “titipannya” agak bisa lulus ๐Ÿ™‚

  25. @ Sir Spitod : yah itu buang2 energi dan uang untuk mengikuti banyak ujian masuk…. ๐Ÿ˜ฆ
    @ almascatie : hehehe, baru tau yah ๐Ÿ˜€ hizk hikz… ๐Ÿ˜€
    @ ardianto : nah itu, saya menyoroti yang itu, saya terus terang motif utama dari pemisahan ini, karena yang diberitakan di korat rata2 masalah penetapan anggaran dan keluar-masuknya duit…
    @ Nin : nah pemimpin yang gitu skrg ada ngak? atau ntar ada ngak?
    @ hanggadamai : iyah yah, mmmm duit dan pendidikan memang saling butuh tapi kalo didewakan duit itu yang masalah ๐Ÿ˜€
    @ nFath : makanya saya juga ndak paham apa sebenarnya motif dari pemisahan ini, tapi yang saya soroti itu adalah masalah calon mahasiswa luar daerah itu… membutuhkan banyak biaya…
    oia masalah duit ortu dicantumin di form mungkin sebagai salah satu database dari kampus untuk nerima beasiswa dll..
    Saya sih sepakat mandiri tapi jangan jadi komersil…
    @ Akhmad Guntar :itu yang saya harapkan, di pemberitaan yang sering diwacanakan itu karena anggaran SPMB yang masuk ke mana gitu… jadinya yah fikirnya duit… Iya mas kita tunggu aja perkembangannya seperti apa, harapannya mereka mengantisipasi semua hal termasuk peminat di luar daerah walau menurut mereka hanya 3 %.
    @ Cempluk : semakin sulit, semakin banyak duit yang dibutuhkan, termasuk membujuk ortu…
    seandainya ortu kaya dan mendukung ngak masalah, gimana kalo ortu yang ngak ngedukung…… *berkacadari kasus saya, setelah lulus tes SPMB baru diizinkan…*
    @ illa : maaf illa saya juga kurang tau, serach ada di google, banyak tuh kisi-kisi yang diberikan dan contoh2 soal tahun lalu kayaknya.
    @ Pramudyaputrautama : mmm itu kekhawatiran, moga2 tidak terjadi deh…. ๐Ÿ˜€

  26. Kalau dirasa menyenggarakan seleksi terpadu memang lebih baik, ya nggak apa-apa.

  27. Bener-bener narsis…. *ikutan Ina*

  28. kan ud dibilang, ‘orang miskin dilarang kuliah’ ๐Ÿ˜›

  29. terserah deh mau pake SPMB atau gak, yang penting kampus dikelola secara baik dan benar dan tetap mengakomodasi kaum miskin untuk terus belajar

  30. @ Edi Psw : iyah pak, ngak apa2 asal semua antisipasi bisa dijalankan, dan seluruh masyarakat diperhatikan…
    @ Effendi : *ganti Effendi skrg yah? hahaha *
    halah… koq fotonya diperhatikan, effendi beneran nih.. wakakakak ๐Ÿ˜†
    @ mbebek : wekz… yah itu mah jangan boz…. ๐Ÿ˜€
    @ deteksi : iyah boz, nah SPMBnya kalo memasyarakat sih ngak apa2, sebenarnya metode SPMB yang dilakukan di seluruh indonesia cukup mengakomodir loh… yah kalo akhirnya terpisah, yg disayangkan yang dari luar ๐Ÿ˜€

  31. saya tunggu Anda menjadi mentri pendidikan!

    ๐Ÿ˜Ž

  32. yup langkah menuju komersialisasi…. jgn sampe JAWA TENGAH gt deh… hehe

  33. 33 Guh

    Anda kan bentar lagi lulus, pulang nanti bikin saja universitas, atau majukan yang sudah ada. Agar putra daerah tak lagi harus jauh2 ke jawa untuk bisa sebijaksana SBY, Bakri dkk :-).

  34. Ah, yg jelas aLe uda ga butuh SMPB lagi

    *apatis mode : on*

    :mrgreen:

  35. anak sekarang dibuat kelimpungan setengah mati, je, mas,
    bayangin ajah buat mangsup UNNES ajah SPL nyah minimal 5 juta ๐Ÿ˜ฏ
    po rak modyar kui? ๐Ÿ˜ฆ
    bukankah itu komersialisasi PT….
    alasannyah BHMN……
    wes2…nak ngene ki otodidak ae po yo?

  36. This post is very hoting, and this blog is high ranked in
    the top blogs report
    . You can
    earn some money with a good blog
    like this.

  37. 37 tika

    Bener tuh, paling2 ujung2nya duit. Kasihankan yg pingin kuliah. Gimana caranya supaya rencana itu batal??

  38. 38 tika

    Mas bisa nggak opininya dimasukkin aja di website ITS, kan bisa jadi pertimbangan bpk rektor

  39. pendidikan murah…
    *mikir..mikirrr*

    mungkin klo negara ini sudah tidak pengen saling menang dan para penjahat pejabat ga mentingin kantong dewe dan partai kali ya..

  40. foto-a narsis akh.. xp
    bikin dt ilang selera bwt komen.. ๐Ÿ˜†

  41. Pertama…. itu fotonya lagi bener2 belajar dan observasi atau cuma nampang aja masuk foto? wakakakak…. ๐Ÿ˜†

    Kedua…. desentralisasi saringan masuk mahasiswa baru mudah2an tidak menyulitkan calon mahasiswa baru yang akan masuk PTN, atau jikalau sedikit lebih menyulitkan mudah2an manfaat yg didapatnya jauh lebih nyata daripada sistem yg sekarang…..

    Namun paling sedikit dengan berpisahnya beberapa PTN di Jatim dari sistem SPMB Nasional diharapkan terciptanya suasana demokratis di kalangan pendidikan di Indonesia selain diharapkan juga terciptanya kualitas saringan yang lebih baik dan lebih fokus……..

  42. Perguruan Tinggi amat sangat membutuhkan INSAN PERUBAHAN
    Coblos Daeng sebagai Rektor..!!!!
    Hidup ARUL
    ARUL Hidup
    Matilah bunga <– nggak jelas ๐Ÿ˜€

    narsis mode : ON

  43. @ Mrs. Fortynine : menteri pendidikan dari hongkong… hehhee *tapi tetap diamini ae lah…*
    @ fauzansigma : yah moga2 kekhawatiran itu bisa diantisipasi oleh bapak2 kita di sana….
    @ Guh : iyah2 betul2 tersentuh dengan komentar ini, seandainya semua pendidikan di daerah sebagus di kota2 besar mungkin orang2 tidak perlu ke kota, tapi mau gimana lagi, ternyata memang terjadi ketidakmerataan pendidikan dan fasilitas itulah yang menyebabkan orang-orang berbondong-bondong ke kota.
    Moga2 manfaat orang seperti saya dan akhirnya memilih kota besar sebagai tempat menuntut ilmu bisa memberikan sumbangsih buat daerah masing2 ๐Ÿ™‚
    @aLe : gimana dengan anaknya? suatu saat butuh loh.. ๐Ÿ˜€
    @ Abeeayang™ : iyah, saya awal juga masuk kampus saya terasa berat untuk ortu masih sanggup bayar….. memang sudah mendapat pendidikan murah dan berkualitas… *miris nih*
    @ phuongnana : SPAM isnt? ๐Ÿ˜€
    @ tika : nah yang sering diceritakan di media massa itu adalah tentang anggaran yang tidak dimasukkan dalam pajak (apa gitu lupa), itu terus menjadi alasan kenapa akhirnya terpisah, makanya saja juga heran masa hal seperti itu menyebabkan terjadinya pemisahan yang berdampak mungkin dari calon mahasiswa daerah…
    Terima kasih sarannya untuk dimasukkan di opini ITS, saya fikir2 dulu, tapi kalo pihak pimpinan kampus2 rajin mencari aspirasi saya rasa, tulisan di blog ini bisa dibaca sama bapak2 kita.
    @ baliazura : nah moga2 kita2 menjadi penerus bangsa tidak begitu yah… kita putus rantai itu…
    @ deeT : wah cewek rata2 merhatiin foto saya yah…..mmmm makanya terpesona melihat foto sehingga ngak bisa ngoment apa2…. * ๐Ÿ˜› *
    @ Yari NK : Swear Pak! saya memang bukan akting, kebetulan benar2 praktikum, tanya aja sama kawan saya yang ambil fotonya hehehe, memang sih saat itu lagi ada praktikum dan tepat juga butuh foto praktikum ๐Ÿ˜€
    Harapan bapak dengan saya sama pak, kalo toh jadi keputusan itu seperti yang telah disebutkan, pemerintah bisa memberikan pendidikan terbaiknya dan bisa mengantisipasi segala sesuatu misalnya bagaimana tetap merekrut orang2 daerah dsb.
    Yah memang demokrasi di kampus2 Indonesia saya rasa sudah sejak dulu ada, tapi setidaknya dengan bersatunya sistem penerimaan mahasiswa baru, mengurangi beban calon mahasiswa harus mendaftar tempat yang banyak dan berpindah tempat pula. Yah kalo berharap sistem penerimaan yang berkualitas saya rasa selama ini SPMB sudah menjadi item tepat koq pak untuk menguji kualitas inputan ๐Ÿ™‚
    @ Raden Mas Angki : yah anda juga bisa menjadi insan perubahan koq…
    terima kasih dukungannya *blum tertarik jadi rektor nih hehehe ๐Ÿ˜€ *
    bunga siapa? halah… ๐Ÿ˜›

  44. SPMB emang udah jadi lahan bsnis yang menguntungkan pihak akademisi

  45. kabel2 na terlihat membinun kan
    hiks………..

  46. 46 tika

    Yang aku pernah baca sih bkn pajak tapi PNBP. Tapi kan aku pernah baca koran yg kpn hari waktu mereka bilang batal cerai dgn perhimpunan karena sudah ada kepastian BPK bahwa itu bukan obyek PNBP, nah kenapa skrg dipermasalahkan lagi. Aku rasa ada yg pihak yg punya kepentingan dan ngambil keuntungan nih..(kayak politik aja)

  47. itulah indonesia, apapun dikomersilkan…. sampe dosen2 aku pun berdebat soal alat superkonsuktor (apa semikonduktor ya, aku lupa…) yang disewakan atau di”free”kan bwt akademis…

  48. Hmmm ini obrolan tinggkat tinggi

  49. waaaah jd inget masa berjuang melawan SPMB doeloe yg berakhir dgn kekalahan hiksszzz…!!but no cry laaah toh mo SMPB ato ga it’s just a matter of place u study..u still have the same knowledge to share dude! ๐Ÿ˜‰

  50. pada kondisi ideal, peningkatan biaya (pendidikan) sebanding dengan peningkatan kualitas (pendidikan)..
    bukannya tidak berpihak pada rakyat kecil (saya juga rakyat kecil kok.. hehe), begitulah kenyataannya..
    makanya fokus pembangunan perekonomian pemerintah harusnya adalah pembangunan sektor riil.. (ngaco..)
    :mrgreen:

  51. @ rwinciyin : mmm… mungkin saja… *kemaren dengar keluh temanku kalo biaya wisuda juga sudah dikomersilkan*
    @ arya : hehehe, ngak koq kalo kamu pelajarin… hehehe ๐Ÿ˜€
    *tadi sibuk nyari kata kabel, ternyata kabel yang ada digambar.. hehehehe*
    @ tika : maksud saya itu PNBP, bukan pajak, thx mengingatkan….
    mungkin saja, tapi sperti kata mas guntar, kita ikuti perkembangannya
    anyway orang2 daerah akan benar2 terkikis kalo begini caranya, walau itu cuman 3 % ๐Ÿ˜ฆ miris
    @ Hasan Seru : koq gitu sih? belinya pake unag apa? kalo uang pribadi ngak masalah dikomersilkan tapi kalo duit negara… yah amfun…
    @ FDO : masa sih? saya orang kecil koq ๐Ÿ˜€
    @ theloebizz : yupz, benar banget semua tempat kita bisa mendapatkan ilmu tiada batas dari kitanya aja. Nah konteksnya skrg ini adalah SPMB untuk masuk PTN, yang pengennya orang2 lebih murah masuknya…
    @ morishige : iyah benar banget sih, tapi kalo sistem penerimaan dari awalnya udah banyak dan mahal… yah minta ampun deh…hehehe
    sektor rill untuk pendidikan mungkin saja… ๐Ÿ™‚

  52. ngomen photonya dulu… wah mas aRuL satu-satunya yang sadar kamera rupanya….

    ngomen spmbnya…. orang pintar butuh prestis… itu klata teman saya… dan kalo aku bilang putra daerah harusnya bisa lebih mantabh kalo mau memilih…. kalo dia merasa mampu menembus ujiannya… saiyah rasa sampe berhutang buat ikut ujian pun akan dijalani…. tapi bila dia tidak merasa yakin dengan kemampuannya sendiri… mundurtlah dia dan memberikan kesempatan pada yang lain…

    sementara komentar dari jaman baheula dulu….

    1. pendidikan itu investasi…!!! tabungan masa depan…!!!

    2. pendidikan itu mahal…

    lestari…. uhuhuhuhu…. *yang komen ini lagi songong karena taun lalu udah lulus spmb*

  53. Hmm… iya mas. Aku mikirnya kenapa sich kok sampai lepas dari SPMB ? Padahal urusannya “cuma” uang

    Memang mungkin kualitas input bisa sesuai dengan PT yang mengadakan tes.. karena kadang SPMB itu untung-untungan (menurut saya lo mas )

    Kita lihat aja nanti mas… semoga tidak lebih buruk

  54. walah ya narsis nya keluar!
    he2
    menanggapi SPMB itu saya sangat salut atas tindakan PTN-PTN yang berani keluar, karena memang sudah seharusnya uang hasil SPMB tersebut diberikan kepada negara dan bukan untuk biaya operasional, kan udah ada undang-undangnya

  55. @ Andrew Andhika Wij :
    lah gimana ngak sadar, pas waktu itu praktikannya lagi ngerangkai, saya kan lagi mengamati ๐Ÿ˜›
    keyakinan mengikuti ujian itu bisa dibuktikan setelah ada hasil, yah bukan berarti kalah sebelum berperang. Tapi tetap uang kadang menjadi kendala untuk melanjutkan kuliah loh..
    Yah sangat disayangkan orang2 yang mau melanjutkan pendidikan lebih baik, tertunda gara-gara ngak mampu kan?
    iyah komentar2 bauhela itu emang ada benarnya, tapi sayang juga ketika pendidikan itu tetap dimahalkan mau kemana bangsa ini? apa hanya orang berduit aja yang bisa mengejam pendidikan?
    @ Gyl :
    iyah sangat saya sayangkan sekali sih. saya rasa kualitas SPMB itu lumayan bagus loh, bisa jadi parameter juga.
    masa sih untung2an? saya yakin SPMB itu menjaring benar2 menjaring loh…
    @ Nico Kurnianto :
    hahaha, yah bagian dari hidup lah itu narsis ๐Ÿ˜›
    tapi saya heran koq permasalahan itu tidak selesai2 yah? kenapa hanya karena anggaran semuanya berpisah, yah mbok bisa dirembukkan… masa tidak ada solusi?
    heran….
    yang sangat rugi adalah yang katanya 3 % itu…. sangat disayangkan…

  56. duit adalah tiang kehidupan, nggak jamin deh

    *untung saya masuk lewat PMDK tapi kayaknya sama aja, masih masalah duit, dan kabarnya dikampus saya untuk taon masuk yang baru depan anak baru bakalan dapet biaya besar, bahkan kenaikannya mencapai 120%*

  57. ” ……… tapi saya heran koq permasalahan itu tidak selesai2 yah? kenapa hanya karena anggaran semuanya berpisah, yah mbok bisa dirembukkanโ€ฆ masa tidak ada solusi?
    heranโ€ฆ.” tull, padahal kita negara yang menjunjung musyawarah mufakat [ada hubunganne ngga yah? ๐Ÿ™‚ ] tapi itu problem yang harus kita perjuangkan

  58. mau sekolah dengan jalan “normal” semakin susah…

  59. @ quelopi : yah moga2 pemimpin2 kampus bijak dalam menetapkan keputusannya ๐Ÿ™‚
    @ jekivita : iyah menunggu keptusan minggu ini lagi ๐Ÿ˜€
    @ agung!: iyah gung, mo gimana yah… semakin banyak alasan untuk meninggikan biaya pendidikan ๐Ÿ˜ฆ

  60. 60 erma

    giLeeeee…. univ yg mw t Msukn tnyata CERAI dr…”SPMB NUsantara”
    tRuzzz gimana Nich…!!!!! takyuuuut….!!!!

  61. 61 miu

    peeeeeeeeeh ko’ gtu to kputusannya???npa hrus cerai????tyuZ klo g da SPMB gmn dunk???khan bz mematikan kreatifitaZ gnerasi BangSa…
    Tp klo mank gtu gpp dech,,,yang penting ujiannya ntar jgn sulit2 amat,ya kyk SPMB gtu ae…’n bayarnya jgn mahal2 amatZ…!!!!!!

  62. 62 Tono and tini

    tono: YanK.. ntar Km mW kul dmna???
    Tini: iyach nicH Chay.. aQ bngung mw kul Dmn… Lha G ad SPMB..
    Tono: Cma… PUsing juja yach… pazti tambh mahal Dunk!!!!
    Tini: enaknya gmn yach???
    Tono: EMmmmm…. gmn kalow………
    Tini n Tono: KAWIN AJAH YUUUUUUkzzzzz…!!!!!
    Tini: he’em CHay
    TOno: Ho’oh Yank…sippp kuwi….YUk ya…
    Tini: YUUUUUKKKK….!!!!

  63. @ erma : gak usah takut, ternyata mereka akan membuat UMPT sendiri yang kayaknya cakupannya nasional…
    @ miu : iyah harapan kita sama, semoga didengarkan ๐Ÿ™‚
    @ Tono & Tini :
    wah dialog satir, keren2 ๐Ÿ™‚
    iyah berdoa aja semoga mereka memperhatikan kita2 ๐Ÿ™‚

  64. wahhhh,,kaya senang kumpul-kumpul bareng sama teman-teman apalagi kalau sambil diskusi tentang tugas,,tambah seru kayanya.


  1. 1 silahkan baca di sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: