Menjadi Insan Perubahan sebagai Aksi Nyata Terhadap Lingkungan

15Okt07

Pertanyaan yang cukup menarik yang diajukan seorang dosen kepada mahasiswanya kuliah tentang lingkungan,

“Sebenarnya pembangunan itu berorientasikan kepada manusia atau lingkungan?” tanya dosen itu kepada mahasiswanya yang akan dijadikan bahan diskusi.

Semuanya hampir sepakat dengan mengatakan bahwa pembangunan itu harus berorientasi pada lingkungan. Semisal orang membangun mall itu harus memperhatikan lingkungan yang akan dibangun, misalnya masalah air tanah, lokasi jalan, dan sebagainya.

Tapi hal itu dibalikkan sama dosen itu, mungkin kita sedikit terkecoh sama pertanyaannya juga. Dosen itu akhirnya mengatakan bahwa pembangunan itu berorientasi pada manusia. Yah manusia, kita membangun itu tidak lepas dari manusia, itu semua karena kebutuhan dari manusia itu.

Kenapa harus dibuat jalan tol tengah kota karena dibutuhkan sama manusia karena kendaraan mereka yang sudah membludak. Kenapa membangun mall yang dekat jalan tol, karena sudah tidak ada tempat stategis lagi, karena tempat itu benar-benar stategis bagi manusia. Kenapa mall dibangun di daerah resapan air? karena sudah tidak adalah lagi lahan stategis dengan perumahan elit.

Kenapa harus membuka hutan untuk pembangunan perumahan? Bukankah akan menimbulkan kerusakan habitat dan akan merusak ekologi. Bahkan dampak kepada global warming juga ada. Namun itu semua harus dilakukan karena kebutuhan perumahan manusia yang sudah tidak mencukupi kalau dibangun di kota. Mau ditaruh di mana lagi perumahan itu, yah hutan menjadi alternatif, daerah rawa yang seharusnya tempat menjaga abrasi pantai dijadikan tempat juga.

Yah lagi-lagi kebutuhan manusia kan? Dan semua harus menyesuaikan tumbuh-tumbuhan, hewan harus menyesuaikan, jika tidak memenuhi standar lingkungan mau tidak mau harus mengikuti standar manusia.

Jadi teringat postingan Pak Rovicky, tentang Inconvenient Truth : Aku berbeda reaksi dengan Al Gore, yang mengatakan bahwa global warming itu adalah tidak diketahui persis itu akibat human made ataukan natural, prediksinya masih fifty-fifty, tapi melihat tulisannya saya berpandangan dia lebih menyadarinya sebagai peristiwa alam yang akan benar-benar terjadi.

Begitu pula tadi tentang pembangunan yang akan sudah barang tentu merusak lingkungan bahwa mau tidak mau trend ke depan segala pembangunan akan berorientasi pada manusia, hutan-hutan juga akan semakin terbuka oleh aktivitas manusia, tidak ada lagi payung dunia, karena untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Apakah fenomena itu alamiah? bahwa semakin hari semakin sempit saja dunia ini, semakin banyak manusia-manusia yang akan memakai lingkungan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, dengan harus menyingkirkan makhluk Tuhan yang lain.

Mau tidak mau kita harus bersiap-siap terhadap perilaku-perilaku manusia, karena kita tidak bisa menghadang kerusakan lingkungan karena itu untuk kepentingan manusia juga. Istilahnya rovicky adalah itu natural.

Dan kita juga sudah sering mendengarkan orang berteriak-teriak selamatkan lingkungan. Sudah banyak tulisan-tulisan yang mengajak kita untuk melindungi alam ini. Sudah capek aktivis-aktivis lingkungan mengingatkan kita arti pentingnya lingkungan.

Saatnya berubah untuk lingkungan yang lebih baik, kita mungkin tidak dapat menghadang, tapi kita bisa memperbaiki, dan mengurangi sedikit demi sedikit dampak itu dengan perilaku benar kita.

Saatnya menjadi insan perubahan, yang benar-benar berubah karena kalau kita tidak mengubah perilaku kita jelas-jelas cuman akan sekedar menjadi aksi doang tanpa hasil.

Save our enviro!!



49 Responses to “Menjadi Insan Perubahan sebagai Aksi Nyata Terhadap Lingkungan”

  1. VERTAMAX!!!😆 😆

  2. siyal, keduluan….
    padahal mo ngelarang pertamax di sini…😛
    hehehe

  3. kadang orang mikir “apa saya bisa membuat perubahan tersebut?”

    banyaknya orang yang berpikir demikian, namun tidak mencoba untuk melakukan perubahan tersebut. sehingga gejala-gejala kehancuran ini terus merebak.

  4. saat ini kayaknya kita tidak perlu mikir lagi…
    kayaknya sudah harus bertindak…
    sampah yg ada disekiitar kita, dibuang
    sepeda motor yang sering dipakai, jalan kaki aja kalo dekat.
    yah hal2 kecil itu yang sepantasnya mengurangi kerusakan lingkungan

  5. 5 mardun

    *liat komen diatasku*
    kayaknya pernah baca ya? hmmmm….😛

    dan jangan lupa kita jangan sampai ikut-ikutan melakukan pencemaran moral akademik😛

  6. hehee….
    kan tadi dah bilang di postingannya sampeyan kalo harapannya hampir sama…
    hehehe..😛
    makanya contohnya juga pasti hampir sama…
    hehehe…😛

    pencemaran akademik…. topik baru dan bisa menjadi mempengaruhi lingkungan nih..🙂

  7. save our world!

  8. Sudah capek aktivis-aktivis lingkungan mengingatkan kita arti pentingnya lingkungan.

    Starting from you and let others follow

  9. yup. mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri.😀

  10. Setuju banget. Insan2 perubahan harus terus dilahirkan untuk menjaga kelestarian lingkungan. selamatkan bumi kita sekarang juga demi kepentingan kita semua dan anak cucu kita kelak. Jadikan hari esok lebih baik dengan menjaga kelestarian lingkungan.

  11. orang2 yg komen masih yg itu2 aja😆
    blogger yg laen msh berlibur yak?

  12. @anang :: yah sepakat banget….🙂
    *ngeblognya dari trenggalek nih..😛 *

    @harriansyah :: benar sekali… sekarang kita coba dari yang kecil dan diri kita..🙂

    @danalingga :: sudah terjawab..🙂

    @ Sawali :: iyah pak, menyelamatkan bumi ini, mungkin tidak ada manfaat sekarang tapi akan bermanfaat untuk masa depan generasi-generasi yg akan datang🙂

    @trekbek DB nih

    @Telmark :: Okeh meluncur…🙂

  13. ada yang kelupaan😛
    @ caplang :: iyah, kan liburnya sampe minggu depan.. hehehe🙂

  14. wah rada susah..ga usah munafik lah, itu pasti berat ngelakuinnya…
    kitaa butuh t4 tinggal (ya dgn membuka lahan/hutan), mslh transportasi (kecuali transportasi umum di negara kita udh beres) baru saya mau meninggalkan kendaraan pribadi, dan bagi saya pribadi perlu lebih dari sekedar hanya mulai dari yg kecil…
    know what i mean right😀

  15. @ekowanz :: yah gitu yang saya maksud, mau tidak mau kebutuhan manusia akan semakin meningkat…
    dan memang harus dipenuhi…
    dan mestinya sih seimbang antar semuanya….
    baik kebutuhan manusia dan kebutuhan lingkungan, tapi susah sih karena memang patokannya manusia, karena manusialah yang menentukan jalannya dunia ni

  16. 16 nieznaniez

    jadi apa yang bisa kulakukan ??
    menghentikan pembangunan ?? ga mungkin.
    ato kita bikin rumah pohon aja ??
    klo ga kita hidup kaya jaman pra sejarah aja..
    kayanya asik..
    ehehheeee..

  17. 17 mardun

    @atasku
    belajar berhenti membuang sampah di dunia maya

    sukur sukur bisa dipraktekkan di dunia nyata😛

  18. perubahan dan perbaikan itu harus dimuali dari diri sendiri🙂

  19. @niez :: iyah…. itu sudah akan menjadi terjadi, hal-hal sederhana aja kita lakukan, seperti yang sebutkan mardun….🙂

    @mardun :: sepakat… hehehe.. wah-wah….

    @mina :: iyah.. sepakat…🙂

  20. 20 morishige

    mau tidak mau manusia harus segera merubah prilakunya thd alam…
    jika tidak, kita akan segera jadi bintang film “the day after tomorrow”..
    ane juga ikutan blog acion ini lho… baca ye..

  21. @ morishige :: iyah.. yah.. yah.. tapi apakah kaum kapitalis mau merubah budaya konsumerismenya?
    yah rata-rata mereka cuman mau enakna

    @POPsy : trekbek trekbek😛

  22. save or soul aja deh🙂

  23. wekz… semuanya harus di savekan🙂

  24. I love this article….and I absolutely agree…sekarang ini sering banget kita temuin fenomena dimana semakin banyak orang yang koar-koar teriak save the earth, selamatkan lingkungan kita…bla,bla,bla….Ok, sampe di poin itu saya sangat setuju…tapi, yang ironis, nggak sedikit dari orang yang koar-koar itu dengan enteng punya mobil lebih dari satu, sepeda motor yang tiap anggota keluarganya punya masing-masing. bahkan banyak juga orang yang koar-koar itu bahkan “bernafas” dari bidang property, lahan bisnis paling ganas yang berperan dalam perusakan lingkungan.

  25. 25 afief

    sebuah pepatah mengatakan dalam bahasa arab ;”Ibda’ binafsika” artinya mulailah dari dirimu sendiri. jadi bila kita iinginkan suatu perubahan maka kita harus memulainya dari diri kita sendiri. ya…dari diri kita..mulai dengan kembali agama yang hak(islam),memperbaiki tauhid kita serta memahami dan mengamalkan semua ajarannya..di samping kita berusaha menuntut pengetahuan pengetahuan tentang science lingkungan.

  26. 26 steri

    this artikel is very good, i like this artikel. can u give anymore artikel. Aku bakal buka truz email ini coz its very good thankz.!!!!!

  27. @ suci : terima kasih🙂
    yah emang benar sih, byk yang berkoar tapi tidak dilaksanakan. minimal dari diri kita sendiri aja dulu. :0

    @ afief : iyah benar banget🙂

    @ steri : makasih yah. moga2 ntar setelah Tugas akhirku selesai saya akan membuat artikel lagi🙂

  28. bumi memanas akibat efek rumah kaca itu peristiwa alamiah. tanpa efek rumah kaca, bumi ini ga akan bisa ditempatin makhluk hidup apa pun saking dinginnya. tapi dimulai sejak revolusi industri, suhu bumi semakin memanas dan memanas. emisi gas dari kendaraan2 bermotor membuat lapisan yang menahan panas bumi melebihi tingkatan yang normal. efek rumah kaca itu telah melebihi batas normal yang membahayakan. kemajuan teknologi dan industri yang memudahkan manusia harus dibayar mahal dengan kerusakan lingkungan dan global warming yang terjadi perlahan2.

    mungkin kita mikir. Ah, satu perbuatan satu dia orang ga akan berpengaruh pada bumi yang luas ini…

    tapi pikir lagi, gimana kalo smua orang berpikiran hal yang sama?

    aq udah nonton film An Inconvenient Truth-nya Al Gore, film itu emang bagus kok. dan memberikan fakta betapa yang namanya Global Warming itu bener2 terjadi. Mungkin kita ga merasakannya sekarang (atau udah mulai?) Tapi beruang2 kutub dan penguin2 di kutub sana udah merasakannya. Mereka nggak lagi punya tempat tinggal. Mereka juga makhluk hidup, sama seperti kita.

    Itu lah yang bakal terjadi kepada keturunan kita, seandainya keadaan bumi tetap seperti sekarang, atau bahkan lebih buruk.

    udah siap menghadapi semua itu?

  29. @ qskywalker : kita harus siap mau tidak mau…
    sekarang hal2 kecil aja yang kita lakuin supaya pemanasan itu tidak berlangsung cepat.
    misalnya nih hal2 kecil.
    seperti buang sampah pada tempatnya, berhemat, dll

  30. termasuk pake situs blackle, instead of google. tampilan warnanya yang hitam lebih menghemat listrik dibanding warna putih…

  31. @ qskywalker : iyah mungkin salah satunya itu, tapi saya blum tau menggunakan warna hitam lebih hemat dari warna putih.

  32. 32 djampank

    bumi adalah tanggung jawab kita
    so kita mesti kerja keras untuk selamatkan bumi ini dengan apapun yang bisa kita lakukan

  33. Pas pelajaran PIL ada pertanyaan seperti itu, jelas pembangunan harus berorentasi pada lingkungan, hal itu dipertegas dengan adanya amdal pada suatu pembangunan, namun jika kekuasaan yang berbicara, kelihatannya orientasi linkungan menjadi yang nomor ke sekian!

  34. apa sudah selesai kuliahnya. dan kapan kembali kepalopo.
    sekedar mengikatkan , jangan memburuh yang belum tentu datang. ingat apa yang sudah dinikmati.

  35. kirimkan emailnya safruddin .dan mirnah sudah punya eleptop juga , tapi barangkali belum ada emailnya.yang kamu ceting dulu eleptopnya temannya.

  36. saya ingat ketika masih di smp, rasanya seger lingkungan kita tanpa polusi dari asap kendaraan. Tak ada satupun siswa pakai sepeda motor, atau diantar dengan sepeda motor. temen-temen pada jalan, atau paling tidak pakai sepeda ke sekolah. diantarpun juga pakai sepeda. Tapi ndak tahu, semakin maju peradaban, kok malah ngrusak lingkungan ya? apakah ini kemajuan atau kemunduran. Alasan klise para pengendara motor itu biar cepet nyampe. Coba kita lihat sekeliling kita, terutama di sebagian besar kota di Bali terutama di Singaraja, Denpasar. (saya tinggal di Singaraja), tak ada satupun siswa yang bersepeda, kalaupun ada bisa dihitung. saya pernah curhat dengan beberapa orang tua siswa, kenapa mereka tidak amu bersepeda?. Banyak yang bilang gengsi. Waduuuuh… gawat ini dunia, bila karena gengsi mereka merusak lingkungan. Makanya lewat urun rembug ini saya mengajak teman-teman untuk kampanye bersepeda, ayo kita bersepada!! agar bumi kita adem. ayo kita belajarkan insan-insan muda kita tentang alam yang asri dengan bersepeda!

  37. 37 marmis asid

    saya suka akan tulisan anda, bolehkan saya ikut mempublikasikannya

  38. saya setuju, karena semakin banyak orang berpikir sehingga tidak pernah melakukannya.semakin banyak kehancuran yang merembet.


  1. 1 Selamatkan Bumi Tercinta « cK stuff
  2. 2 Global Warming and Destruction of the Earth « [Chaos Region - Incorporated]
  3. 3 Telmark.
  4. 4 JalanMenujuKetenaran
  5. 5 Pesan Peduli Lingkungan yang Efektif « POPsy! - Jurnal Psikologi Populer
  6. 6 Blog Action Day
  7. 7 Tuhusetya’s Site » Blog Archive » Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup melalui Dunia Pendidikan
  8. 8 Global Warming, GLOBAL WARNING! « BLOGIE
  9. 9 Theremuth’s Blog
  10. 10 Global Warming, GLOBAL WARNING! « gegesik comunity
  11. 11 DINAMIK » Blog Archive » Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup melalui Dunia Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: