Takbir itu….

14Okt07

 

Allahu akbar
Allahu akbar

Allahu akbar

 

La ilaha illallah.
Allahu akbar
Allahu akbar
walillahil hamdu

Takbir baru saja dialunkan selepas shalat maghrib di sebuah musholla, terletak di sebuah kompleks yang dihuni para intelektual yang dimiliki oleh negara. Jumlah jamaah saat maghrib tersebut sudah berkurang tinggal 1/4 dari kapasitas musholla. Yah karena memang para penghuni kompleks itu rata-rata sudah mudik dan hari ini merupakan hari ke 30 ramadhan, besok sudah lebaran.
Alunan takbir yang mengumandang dari dalam diri masing-masing jamaah dengan khusyunya, menguatkan hati untuk benar-benar mengagungkan kebesaran Allah SWT.

Kali ini sudah genap empat kali ku akan melaksanakan Idul Fitri tidak dengan keluargaku, bapak, ibu, saudara, dan keluarga-keluargaku yang saya sayangi sepenuh hati ini.

“Bukannya sudah terbiasa tidak berlebaran bersama keluarga jadi perasaan itu tidak terlalu sedih?”tanyaku.

Oh tidak demikian adanya, melainkan perasaan rindu sebenarnya selalu ada setiap kali mendengarkan dan melantunkan kebesaran Allah dengan serasa mengingat ayahku ketika ku masih kecil memegang tanganku ketika habis shalat Id,menjagaku tidak lepas dari genggamannya dari keramaian lapangan yang dijadikan tempat shalat Id.

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar

La ilaha illallah.
Allahu Akbar
Allahu Akbar
walillahil hamdu

Tidak terasa mata ini telah berkaca-kaca saat melantunkan lafadz takbir, sampai doaku memanjatkan keselamatan buat bapak, ibu, saudaraku, dan keluargaku.

Yah Allah, lindungilah kedua orang tuaku, saudaraku, keluarga-keluargaku.

Ya Allah, bukan aku melupakan mereka sampai ku tidak pulang kali ini untuk lebaran, tetapi aku benar-benar sungkan menjadi pengemis elit lagi untuk sekedar meminta sedikit ongkos buat pulangku.

Ya Allah, ku ingin suatu saat membahagiakan mereka dengan sepenuh jiwa raga ini, membalaskan semua pengorbanan yang telah diberikan kepadaku sejak lahir sampai saat ini dan sampai saya betul-betul berhasil.

“Bapak Ibu, ini ijazahku, ku telah lulus”kata-kata yang kuharapkan suatu saat ku ucapkan ke mereka.

“Bapak Ibu, ini gaji pertamaku di perusahaan, biar bapak ibu saja yang simpan, silahkan dipakai kalau memang perlu”, oh kalimat ini yang kuharapkan suatu saat menjadi kalimat baktiku sama orang tuaku.

Ya Allah lindungilah mereka, lindungi dari api nerakamu, jagalah mereka, sampai ku lulus, sampai ku mendapat pekerjaan yang layak, sampai ku menikah dan benar-benar sampai ku bisa membalas bakti mereka kepadaku.

Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran

Dalam kasih rinduku kepada Orang terkasih karenaMu ya Allah.
Amin ya rabbal alamin.

NB :

– gambar dari http://nonaro.files.wordpress.com/2007/06/3259022732648l.jpg

– update saya link juga ceritaku tentang lebaran setahun yang lalu di sini dan sini

Iklan


24 Responses to “Takbir itu….”

  1. 1 calonorangtenarsedunia

    *terlalu terharu untuk pamer PERTAMAX*

  2. hehee..silahkan-silahkan…
    *orang pada mudik eh malah ambil kesempatan pertamax :P*

  3. saya keduax, arul ga masuk itungan

  4. hahaha….pasti mau nyamfah… 😛

  5. ow oh ak ketauan

  6. hahahaha..

  7. Ungkapan seorang anak yang birrul walidain. Mudah2an banyak anak muda lain yang punya pandangan seperti Mas Arul. Tidak jadi pcundang kayak Malin Kundang yang durhaka sama orang tua. Setelah sukses jadi lupa kacang akan kulitnya.
    *Salut, salut, salut*

  8. terima kasih pak komentarnya…
    amin….
    moga semua ini bisa bermanfaat… 🙂

  9. orang tuamu pasti bangga punya anak km rul.. uh tsentuh banget..

  10. terima kasih.. terima kasih….
    moga kedua orang tuaku memikirkan hal yang sama…
    amin…

  11. doa untuk teman ada ga?? *ngarep*

  12. okeh saya doakan juga koq…
    tenang aja, kan temanya sekarang sama orang tua…
    hehehe
    *setelah ini angkat tangan untuk berdoa…*

  13. moga moga cepet lulus mas..dapet kerja di perusahaan besar dengan gaji cukup..amin allahumma amin..

  14. Taqobbalallahu Minna Wa Minkum

  15. @ andi bagus :: makasih yah, amin, amin, amin…. semoga terwujudkan doanya..

    @anas fauzi rakhman :: Taqabbal yaa karim… 🙂

  16. mohon maaf lahir bathin yah Arul,,,
    smoga tahun depan bsa pulkam 😀 dgn membawa ijazah,, dan,,,lain lain,,,,

  17. “Bapak Ibu, ini ijazahku, ku telah lulus”kata-kata yang kuharapkan suatu saat ku ucapkan ke mereka.
    “Bapak Ibu, ini gaji pertamaku di perusahaan, biar bapak ibu saja yang simpan, silahkan dipakai kalau memang perlu”

    Rul, jangan cuma di-impikan aja yaks, di-jalanin juga. Mumpung mereka masih di kasih kesehatan dan umur panjang ama yang Di-Atas. Aku dulu sama sekali tidak bisa memimpi-kan ini, karena ketika aku terima gaji pertama-ku dan juga lulus (kerja duluan) mereka udah gak ada lagi. 😥

    Mohon maaf lahir batin ya Rul 😉

  18. Sayah kayak si Ekstrimist.
    Ndak bisa lagi mendarmabhaktikan karena keduanya sudah ndak ada….

    (Met Iedul Fitri…..)

  19. Enggak Silaturahmi saja…?

    Selamat Hari Raya Idul Fitri. 😀

  20. @ fitrasani :: met idul fitri…terima kasih…
    amin… thx doanya… 🙂

    @extremusmilitis ::okeh… terima kasih sarannya…insyaAllah tetap komunikasi koq…
    I’m sorry to hear that.. 😦

    @mbelqedez :: met idul fitri…
    amin, moga saya mendapatkan yang saya impikan… 🙂

    @DB :: silaturahmi koq yang di surabaya 🙂
    pulang ke ortu jauh dan butuh biaya
    Btw terima kasih, met idul fitri juga… 🙂

  21. 21 wahdah

    gak usah sedih walau gak mudik.Seperti halnya diriku,sudah 3 Eid gak bisa pulang. Yang penting tetap jalin komunikasi,sillaturrohim,sungkem pada semua.Alloh Maha Mengetahui, Maha Pengatur segalanya. SO..Eid mubarok..kullu ‘am wa antum bikhoir.Met gak mudik.Maaf jika terkesan cari bolo.
    Met kenal…

  22. hehee… salam kenal…
    tenang saya ngak sedih koq sudah 4 lebaran ngak pulang..
    iyah.. sip, tepat silaturahmi aja…

  23. 23 wahdah

    Great…!But,for me insya Alloh next Eid l’ll be at home.Tepatnya next January dah bisa pulang,melepas kerinduan.Allohu Akbar.

  24. amin… saya juga doakan semster ini selesai kuliahnya… hehhee


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: