Praja IPDN dan Tukang Ojek bersalah !!!

24Jul07

Sebenarnya tidak ingin menulis tentang ini, tetapi karena tertarik melihat tulisan-tulisan di sini, di sini, di sini, di sini , di sini, dan terakhir saya baca itu di sini serta terkait tulisanku di sini, di sini dan di sini, dan juga membaca semua komentar-komentar di artikel-artikel tadi itu akhirnya ku menulis juga.

Sembari membaca berita-beritanya tentang kematian wendi di detik.com tapi tadi pagi saya mencari di jawapos koq tidak ada yah.

Ada beberapa hal yang terjadi pada saat hari pertama berita ini booming, tidak ada satupun keterangan yang dikeluarkan oleh pihak praja IPDN, serta merta kita sudah membabi buta untuk mengecamnya. makanya di beberapa komentar saya terutama yang komentar pertama saya muncul terkait peristiwa ini di blognya bu evy :

iya.. bu koq bisa… tapi saya masih menyangsikan berita2.. karena blum mendengarkan kesaksian dari siswa IPDN itu….
karena yang terungkap hanya dari pihak tukang ojek itu….
Tapi apapun itu.. tindakan itu tetap tidak dibenarkan…

Begitu hari kedua sudah bermunculan sanggahan-sanggahan dari praja IPDN itu terkait dengan pelecehan teman mereka dan juga berdasarkan kesaksian dari praja IPDN itu mereka lebih awal di siksa.

Yah begitulah, dilema sebenarnya bahwa mereka berdua salah, yah sama-sama mengusik nyawa orang dan nyawa diri sendiri.

Pihak IPDN sendiri sebagai salah satu yang berperan di masyarakat menggunakan ototnya dan emosinya tidak menggunakan otaknya untuk mengadukan ke polisi. Sampai benar-benar korban tewas mungkin mereka baru sadari. Tindakan itu benar-benar tidak dapat dibenarkan.

Di pihak lain wendi dan teman-temannya itu yang melecehkan dan juga sempat membahayakan pihak praja IPDN itu, nah ini salah dan tidak dapat dibenarkan juga. Apalagi berdasarkan pengakuan praja yang wanita ada yang dilecehkan, melanggar HAM ngak? *pertanyaan buat aktivis HAM*. Gimana kalau yang mengalami itu adalah saudara perempuan kita atau ibu kita. tentu kita tidak maukan. Yah tidak ada api jika tidak ada penyulutnya, nah itu yang dilakukan oleh Wendi dan kawan-kawan.

Sudahlah kedua belah pihak Praja IPDN dan Wendi dkk, benar-benar melakukan kesalahan fatal dan menjadi konsumsi berita kriminal saat ini. Kita berharap kedua pihak ini sadar, dan pihak masyarakat untuk melihat semua ini dalam berbagai sudut pandang, sehingga kita bisa adil dalam berkomentar.

*opini ungkapan pribadi melihat kejadian ini, dan masih terus melihat perkembangan kejadian ini*

Iklan


76 Responses to “Praja IPDN dan Tukang Ojek bersalah !!!”

  1. yang menjadi kesalahan itu kan MEMBUNUH. titik

  2. http://anangku.blogspot.com/2007/07/ipdn-lagi-ipdn-lagi.html

    IPDN Lagi IPDN Lagi

  3. Euh, tapi perlu diingat bahwa klaim pelecehan itu baru pembelaan pribadi dari pihak IPDN. Sementara, dari pihak Wendi Budiman sendiri menyatakan hal yang berbeda… (soal puntung rokok).

    Jadi sementara ini, belum bisa dipastikan apa yang sebenarnya terjadi, selain bahwa praja melakukan pembunuhan. Dan itu yang jadi inti masalahnya ( IMO)… masa iya pelecehan boleh sampai berakhir dgn pembunuhan?

  4. harus diselidiki sampe tuntas!!!

    bakar ipdn!!! 😈

  5. apapun alesannya, pengeroyokan itu ga seharusnya terjadi, terlebih dilakukan oleh mereka2 yang nantinya akan jadi pelayan masyarakat.

  6. kalo IPDN masih ga ditutup,
    Rul, peramal paleng top di indonesia mak erot Adnan Buyung ya? ayo diminta ramalannya mengenai korban berikutnya, jadi bisa dihindari sejak dini..
    *sediakan payung sebelum berenang*

  7. wah, pembunuhan ya, sereeeemmmm

  8. gelut yo…gelut!

  9. Mendingan kuliah di IKIP…jadi guru. Damai 😀

  10. Apapun alasannya PEMBUNUHAN telah dilakukan para praja.

  11. Mungkin saja kedua fihak bersalah. Tetapi dalam penyelesaiannya ada peraturan dan hukumnya tidak asal main hakim sendiri dan berlebihan apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang!

  12. Arif dan bijak itulah kata yang tepat untuk menyelesaikannya.
    Oleh sebab itu agar hal itu tidak terjadi, marilah kita telanjangi anak-anak dengan hal-hal yang mendasar bagi hidup dan kehidupannya.

  13. before anything, my friend, aku pengen mengingatkan kita semua ADA ATAU TIDAK ADA PELECEHAN SEKSUAL, JAWABANNYA TETEP: TIDAKSEHARUSNYA TERJADI PENGEROYOKAN SAMPAI MENYEBABKAN HILANGNYA NYAWA SESEORANG! PREMAN ATAU YG DIANGGAP PREMAN SEKALIPIUN!

    *ngos2an, atur nafas dulu sebelum pulang*

  14. @ all ::
    saya juga mengutuk tindakan dari para IPDN dan tidak membenarkan.
    apalagi sampai terjadi pembunuhan.

    Nah kita juga harus melihat sisi lain. Saya menyalahkan kedua2nya.
    Ingat pembunuhan dan pelecehan juga termasuk tindak kriminal (walau itu adalah cuman pembelaan dari praja IPDN), tapi tidak ada api kalo tidak disulut.

    Kita tunggu pengadilan semoga bisa mengatakan kebenaran yang ada.

    piss buat semua 🙂

  15. 15 abumie

    wah… ko bisa yah ngebunuh, seandainya aku yang di bunuh.. atau senadainya ku yang ngebunuh……. gimana perasaanku dan saudara serta teman-temanku.

  16. Memang benar kalo dengan alasan apapun pembunuhan tidak dapat dibenarkan, tetapi jika adik perempuanku diperlakukan seperti itu aku pasti melakukan hal yang sama.

  17. iya siiiih

    Tapi pernah ga terpikir kalo yang dilecehkan itu saudara perempuan terdekat kita?
    Mungkin aku berpikiran lebih kejam dari membunuh ya..
    naudzubillah..

    *anti pembunuh..apalagi yang intelek dan berseragam*

  18. 18 hasumimayangedo

    Emang kalau ada pelecehan, boleh membunuh? Ibarat kalau gak punya duit, kepepet, lalu boleh maling. Atau kalau lagi ngebet, boleh memperkosa orang? Uhh serem deh.

  19. Sudah sepantasnya kita belajar dari berbagai peristiwa. Wajar kalau manusia itu salah, yang salah adalah terus menerus salah.
    Untuk IPDN, insyaf woi….

  20. iya tuh..si preman udah miting kepalanya si praja gara2 marah rokoknya diinjek

    nah…si praja udah ngos-ngosan hampir mati kali dia

    begitu lift terbuka, si praja wanita keluar minta tolong

    ga ada babibu..langsung deh praja lain bak buk bak buk

    moral cerita:
    – ga boleh mabuk2an (di sembarang tempat)
    – ga boleh pukul2an
    – ga boleh (apalagi) membunuh (meskipun ga sengaja)
    – toleransi dengan lingkungan dong
    – saling menjaga diri ajalah

    *sambil ngaca..apa gw dah jadi orang suci ya?? ooh..ternyata enggak*

  21. 21 an991to

    Saya setuju jika IPDN itu di serbu aja sama massa atau di Bumi hanguskan rata dengan Tanah. Udah nggak ada gunanya sih masih tegak berdiri juga…

    Jadi Please Putusin pilihan di pihak mana loo,..

  22. 22 LeftClick

    Qishash aj deh…

  23. Hmm..satu pihak terpancing..satu pihak emosi…satu pihak anarkhis

    Akhirnya…tiada beda dengan begundal IPDN itu..kasihan

    *yang tidak memihak*

  24. wah kalau dah begini?
    IKUT BACA AJA AH…..

  25. @ all ::
    komentarku tetap saya yang di atas…:)
    kedua pihak tetap bersalah…
    jadi mohon adil aja dalam berkomentar 🙂
    dan moga pengadilan juga adil.

    *jadi ngaca juga apa saya sudah adil*

  26. Seharusnya beliau (para praja IPDN) itu berhati2 dalam bertindak dan menahan diri dan menunjukan sikap yang lebih baik, bukannya makah menambah coreng-moreng wajah mereka sendiri yg memang ud bejaddd.
    Putusan akhir BUBARKAN IPDN dan PENJARAKAN SEMUA PELAKU dan PEMBELANYA

  27. :: Irwan ::
    sepakat bahwa tindakan praja IPDN itu salah.
    moga pengadilan tetap adil
    piss.:)

  28. 28 Amd

    @ deking

    Mendingan kuliah di IKIP…jadi guru. Damai 😀

    *Tertohok*

    Sekarang sih saya cuma selalu pengen tanya, masihkah wacana petisi itu bisa dianggap sebagai konyol dan emosional???

  29. :: Amd ::
    Tanyanya ke saya yah??
    *pura-pura ngak tau*

    Kalo saya sih jawabnya : semua orang silahkan berpendapat…. kalo petisi sebagai sarana menampung pendapat why not.. silahkan 🙂
    dan orang lain juga silahkan dengan cara mereka sendiri menyampaikan pendapat.
    piss 🙂

  30. @AMeD:
    *plakkk* toss sesama IKIPer 😀 walau kita bermuara pada sisi laut yang berbeda

    Sekarang sih saya cuma selalu pengen tanya, masihkah wacana petisi itu bisa dianggap sebagai konyol dan emosional???

    saya tidak tahu itu ditujukan kepada siapa, tetapi karena di atas ada “@deking” maka saya akan ikut2an iseng2 menjawab… hehehehe 😀
    Kalau saya pribadi sich tidak pernah menganggap petisi itu sebagai sesuatu yang konyol walau secara jujur terlihat agak emosional. Tapi masalah emosional menurut saya adalah hal yg wajar, lha saya juga menandatangani petisi itu dalam dua keadaan…emosional dan tidak emosional dan saya menandatangani petisi itu sebanyak 2 dalam dua pribadi yang berbeda.
    Yaitu:
    deking: sebagai pribadi saya sebagai blogger yg turut prihatin
    nama asli saya: sebagai sosok manusia yg turut prihatin
    Mengenai komentar saya ttg mending kuliah di IKIP karena damai itu sama sekali tidak ditujukan pada para pihak yg pro maupun kontra thd IPDN tapi saya hanya membandingkan dua institusi pendidikan yang sama2 berawalan I dan sama2 mencetak “abdi negara dan atau bangsa” tetapi memiliki “sifat dan sikap” yang bertolak belakang, terutama para produknya.
    Kalau dilihat…komentar saya secara tidak langsung menunjukkan “ach untuk apa IPDN itu?”
    Gimana Bang AMeD…IKIP asyik kan 😀

  31. Semoga tidak OOT-OOT amat dan juga tidak memicu masalah 😀
    Kalau boleh saya main analogi (semoga masih sedikit nyambung dengan kasus IPDN)
    Mari kita sama2 mengenang Piala Dunia di Jerman tahun 2006 kemarin (bagi yg tidak suka atau tdk tahu sepakbola saya mohon maaf)…
    Masih ingat final PD antara Perancis melawan Italia kan?
    Masih ingat “pertikaian” antara Zidane dan Materazzi kan?
    Waktu itu Zidane menurut berita terpancing provokasi Materazzi sehingga dia menanduk Materazzi. Kalau tidak salah menurut versi pihak Zidane provokasi tsb menyangkut pelecehan thd ibu dan saudara Zidane
    Bolehkah saya menganalogilkan Materazzi sebagai preman yang melakukan provokasi (dalam kasus IPDN). Dalam hal ini provokasi menurut kabarberupa “senggolan” puntung rokok.
    Lalu apa yang terjadi saudara2?
    Kembali ke kasus PD 2006 ya….
    Ternyata Zidane diberi kartu merah kan? Artinya Zidane DIHUKUM. Tidak peduli dia melakukan pelanggaran (tandukan) karena telah diprovokasi oleh Materazzi.
    Tidak peduli latar belakang paling awal dari masalah tsb kan? (latar belakang awal —> aksi provokasi)
    Yang penting akhirnya Zidane telah melakukan “kejahatan” sehingga dia HARUS menerima HUKUMAN.
    ******************************
    Apa kesimpulan komentar saya?
    Silakan teman2 simpulkan sendiri, yang jelas ada beberapa poin dari komentar saya:
    ********
    A. Kasus PD – Piala Dunia:
    * Aksi-latar belakang awal: provokasi dari Materazzi (menurut pihak Zidane)
    *Reaksi: Zidane menanduk Materazzi walau karena terpancing provokasi
    *Yustisi: Zidane DIHUKUM karena perbuatannya melanggar hukum sepakbola…TIDAK PEDULI apa LATAR BELAKANG MASALAH
    *???: Siapakah yang salah…Zidane, Materazzi atau wasit?
    **********
    Kasus IPDN:
    * Aksi-latar belakang awal: provokasi dari preman??? (menurut pihak ????)
    *Reaksi: Praja membunuh preman walau karena terpancing provokasi
    *Yustisi: ???????????????????????????
    * Siapa yang salah?: ……………………….
    ********************
    Maaf saya belum berniat ataupun tertarik membuat tulisan tentang IPDN
    LALU APA SIKAP SAYA….
    Ach saya tidak peduli apa sikap saya….silakan kita sama2 renungi apa maksud komentar saya ini….
    *******************
    DAMAI …… 😀

  32. UNTUK ARUL:
    Mohon komentar analogi sepakbola yang pertama dihapus saja karena script-nya ngaco 😀
    Thanx ya…

  33. Mohon MAAF jika analogi tsb tidak berkenan bagi beberapa rekan yang mungkin merupakan penggemar Zidane ataupun Materazzi
    Komentar saya tidak bermaksud menyamakan Zidane dengan praja maupun Materazzi dengan preman.
    Yang saya analogikan BUKANLAH pelakunya tetapi konten kejadian yang ada…yaitu peristiwa nya

  34. *scroll up*
    Busyet banyak banget gambar avatar keren itu.
    Selamat kepada Arul yang akhirnya menjadi sasaran pembuangan komentarsampah deking hehehehe…..
    PEACE YA UNTUK SEMUANYA hehehehe 😀
    AYO BURUAN DAFTAR KE IKIP (Institut Keguruan Ilmu PERDAMAIAN):
    *) UNY a.k.a IKIP Yogya: almamater deking
    *) UNLAM : almamater AMeD, Mansup, 49
    *) Masih ada lulusan IKIP yang lain?
    **********
    :: 1 juta pendaftar pertama di UNY a.k.a IKIP Yogya akan mendapatkan bonus foto+tanda tangan salah satu alumnus bengal KERENmpeng bernama deking.
    Masih banyak yg belum tahu wajah deking kan? 😀

  35. #36:
    6^{2}= 36

  36. Mas Deking, aku alumni tetangga kampus sampeyan sing sisih kulon 😛

    *bujur aruuuuuus 😛 *

  37. Wah,iyah,sayah juga spendapat ma mas asrul (ato azis?) whatever lah ya,,
    Ga mgkin la ada org ngeroyok tanpa alasan,,wong sama juniornya aja mesti ada alasan(wlau dibuat2),tapi ni kan sama ORANG LAIN,di lingkungan LUAR kampus.Mereka pasti punya alasan yang cukup. CUMA,karena pendidikan internal kampus terbiasa pake otot,mereka udah terlatih.Yah,,mereka jg ga boleh kalah klo brantem,sama kayak kita2 klo brantem…Tapi mereka kan calon pamong,jadi….(ah sulit ah..pning..)

  38. @ deking
    selamat anda layak dapat penghargaan TANDA JASA JAYUZ!!!

    maaf Rul kalo OOT abis gatel ngelihat ada orang jayuz tebar-tebar sampah komen 😀

  39. Big mistake: PEMBUNUHAN, karena PEMBUNUHAN = KRIMINAL = TINDAK PIDANA (sebab dalam kondisi normal, tidak dalam kondisi perang, tidak dalam kondisi membela diri atas ancaman senjata yang dapat menghilangan jiwa).
    Bigger mistake: PEMBUNUHAN DILAKUKAN OLEH MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI KEDINASAN “MILIK” DEPARTEMEN DALAM NEGERI yang nota bene adalah PARA CALON BIROKRAT, yang katanya ABDI NEGARA, ABDI MASYARAKAT, dan APARATUR PEMERINTAHAN.
    Biggest mistake: PEMBUNUHAN DILAKUKAN OLEH MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KEDINASAN “MILIK” PEMERINTAH, yang juga CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL, DENGAN CARA KROYOKAN !!!
    “BEST PRACTICE” atau “LESSON LEARNED” ??? :
    1. TELAH TERJADI TINDAH PIDANA KRIMINAL, MENGHILANGKAN NYAWA ORANG LAIN YANG DILAKUKAN OLEH MAHASISWA SEKOLAH TINGGI KEDINASAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI/PEMERINTAH.
    2. KESEKIAN KALINYA, MAHASISWA IPDN (yang hakikatnya adalah STPDN, sungguh BUKAN IPDN, karena tidak mengandung unsur sistem pendidikan IIP sedikit pun) TELAH MEMBUKTIKAN KEPADA PUBLIK BAHWA MASIH BERSTATUS MAHASISWA SAJA MEREKA “MENTALLY & TECHNICALLY” SUDAH MAMPU MELAKUKAN PEMBUNUHAN TERHADAP SESAMA ANGGOTA KORPS DAN BAHKAN WARGA MASYARAKAT BIASA.
    3. KESEKIAN KALINYA, MAHASISWA “STPDN” INI TELAH MENDEMONSTRASIKAN KEPADA PUBLIK MENGENAI NILAI-NILAI TRADISI YANG TELAH LAMA MEMBUDAYA DALAM INSTITUSI TERSEBUT, YAITU SIFAT TIDAK KESATRIA SAMA SEKALI, DALAM BENTUK PERILAKU “PENGEROYOKAN” DAN MENGAKUI KESALAHAN UNTUK MEMINTA MAAF, BERTOBAT, DAN MEMBERBAIKI PERILAKU BURUKNYA.
    4. TIDAK YAKIN BENAR PERILAKU MEMALUKAN SEPERTI ITU TIDAK AKAN TERULANG KEMBALI DI MASA MENDATANG, baik setelah lulus sekolah mau pun nanti telah bekerja di tengah-tengah Masyarakat, yakni PERILAKU YANG TIDAK MENUNJUKKAN UNSUR-UNSUR KEPEMIMPINAN DAN KEPAMONG-PRAJAAN SAMA SEKALI, tetapi sebaliknya nampak jelas selama ini MENUNJUKKAN UNSUR-UNSUR PERILAKU GEROMBOLAN/”GENG” DAN KEPANGREH-PRAJAAN.
    5. SESUNGGUHNYA, MEREKA ITU JUGA MASIH TERGOLONG ANAK-ANAK, YANG DALAM “LEMBAGA PEMBENTUKAN KADER” MASIH BERSIFAT SANGAT TERGANTUNG (“DEPENDENT”) PADA “SISTEM PENGAJARAN” (MELIPUTI PROSES BELAJAR MENGAJAR DAN PEMBINAAN ADMINISTRATIF, karena MEREKA ITU KAN MAHASISWA SEKOLAH KEDINASAN) DAN “KUALITAS PERSONIL PARA PENGAJAR DAN MANAJEMEN LEMBAGA”.

    MENURUT TEORI “BLACK BOX”, teori standar yang sering diberikan di sekolah kedinasan, ANAK-ANAK YANG BARU LULUS SMA, “MASIH HIJAU”—-DENGAN MIMPI BESAR MENJADI MAHASISWA SEKOLAH KEDINASAN DENGAN SERAGAM KEMILITER-MILITERAN DAN PASTI MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG DI KAMPUNG-KAMPUNG MASIH SANGAT DIHORMATI SEBAGAI PRIYAYI DAN PENGUASA—- KEMUDIAN MASUK “LEMBAGA PEMBENTUKAN KADER” DEPDAGRI YANG DIAJARI OLEH PARA SENIOR YANG SUDAH MAKAN ASAM GARAM LIKA-LIKU JURUS-JURUS JITU “BERMAIN” DALAM SISTEM DI LEMBAGA ITU DAN DI LEMBAGA INDUKNYA YAITU DEPDAGRI BESERTA JAJARANNYA——-KEMUDIAN LULUS ATAU TIDAK LULUS YANG PENTING KELUAR DARI LEMBAGA ITU PASTI AKAN MENJADI “ORANG BARU” ATAU ORANG YANG BERKEPRIBADIAN BARU HASIL OLAHAN “LEMBAGA PEMBENTUKAN KADER” ITU.

    Tidak heran jika, di berita-berita TV, banyak orang tua dan mantan guru SMA Mahasiswa itu diberitahu dan diwawancari menjadi kaget, terperangah, heran, tak habis pikir, tidak bisa mengerti, sampai tidak percaya . . . . anak itu sebelum sekolah di IPDN itu perilakunya terpuji, dan diakui lingkungan Masyarakatnya di situ, tidak pernah berkelahi, pokoknya anaknya itu sangat baik . . . . tetapi kenyataannya sekarang yang terjadi . . . .anak itu telah berubah . . . menjadi . . . . ???

    Salam (alumnus sekolah pamong praja, bukan sekolah pangreh praja)

  40. 40 dhedy

    wah lagi2 ipdn gmn sih …….kalo menurutb gw rombak …selurunh birokrasi nya …. gmn mau jadi pejabat nantinya serbu aja kampus nya kapan perlu tutup aja

  41. 41 Grandiosa Roffi

    tepuk tangan buat komen birokrat indonesia

    hukumlah pelaku kriminal.

  42. Lihatlah sesuai dengan proporsinya……………
    Kalau tidak………….maka akan timbul fitnah dan mudhorat yang mengakibatkan IBU PERTIWI MENANGIS………..

  43. capek emang ngeliat kekerasan di IPDN. lagian pemerintah masih plin plan. kurang tegas kayaknya. kasian anak2 IPDN.

    -IT-

  44. :: buat semuah…. ::
    (maaf tidak bisa balas satu-satu….)
    terima kasih atas komentarnya… silahkan berpendapat karena setiap orang punya pandangan berbeda….
    terimakasih yang sependapat..

    spesial :: deking ::

    iya ntar ta hapus… btw analoginya keren…tapi gara2 peristiwa itu banyak loh yang simpati sama zidane…. sampe diundang ke Indonesia segala….
    apa itu bisa jadi analogi juga yah???

  45. 45 phoenixblood

    Pusat pelatihan bakal teroris indonesia. Harusnya setelah itu mereka daftar keBa’asyir
    http://phoenixblood.wordpress.com/un%C2%A9lassified/

    Politik, Bisnis, Birokrasi, Mafia dan Darah.
    http://phoenixblood.wordpress.com/

  46. 46 safitri

    *bawa spanduk* Gusur IPDN! Ganti dengan stadion sepak bola ^^
    Anyway, selaku pembayar pajak, saya g rela uang pajak dipake buat bayarin calon birokrat yang rada sarap gitu. Saya sendiri kuliah aja bayar dan seumur2 belum pernah ngrasain nonjok orang..

  47. 47 the70no

    wew….panjang bgt komentarnya…sampai2 daku musti menyelam dalam2 ke dasar….kekeke….Satuju2 sama Teh Safitri…eh musti panggil teteh apa ibu ? … tar main ah ke blognya 😀

  48. :: phoenixblood ::
    wah2.. mereka bukan diajarin jadi teroris loh… jangan macam2…:P
    hehehehe

    :: safitri ::
    nah makanya penggunaan pajak harus diawasi….

    :: the70no ::
    🙂

    :: One Man Army ::
    semoga pemerintah mendengar rintihan masyarakat Indonesia

  49. praja IPDN tetap salah….mengapa menyebabkan nyawa seseorang hilang….apa itu yg selama ini di ajarkan di IPDN ,bukanya menjadi contoh yg baik ,malah sebaliknya,….lebih baik STIE Tunas Nusantara saja ….ada beasiswanya , lab.kom 100% LINUX segera hub:(021)80883639.

  50. iya memang salah koq… 🙂

  51. 51 imam_al_halaj

    imam al halaj. Mas iki aku imam, msh ingt kn?! Heee bosen yah mas denger ipdn lagi!. Kalo katane org madura sih ipdn tu meggelin ato nggawe susah. Satu kata ae y mas, Bubarkan IPDN……..!Pokoke VIVAT!

  52. 52 bento

    mas ni dari arema arek malang+arek madura,menurut ku ipdn bubarkn aj,ntr kampusnya jadikan pasar minggu kn lebih bermanfaat buat masyarakat sekitar…..????

  53. :: imam_al_halaj ::
    terima kasih imam, masih ingat koq.
    semoga pemerintah mendengarkan keluh kesah masyarakatnya

    :: bento ::
    kampus IPDN jadi pasar minggu? koq bisa? 🙂

  54. bubar
    titik

  55. wah ngeclaim.. btw koq blum dengar pengakuan farid yah??

  56. 56 klikharry

    tserah deh alasannya apa..
    yang penting IPDN bubar….

  57. :: klikharry ::
    kalo saya sih berharap, semoga pemerintah adil dan bijak dalam memutuskan kelangsungan hidup IPDN.

  58. Ada apa ya? 😀

  59. @ mas deking :: pertanyaanku blum dijawab tuh…. saya ulang yah :

    iya ntar ta hapus… btw analoginya keren…tapi gara2 peristiwa itu banyak loh yang simpati sama zidane…. sampe diundang ke Indonesia segala….
    apa itu bisa jadi analogi juga yah???

  60. eeee…itu sih apa bukan gara2 sponsor?

  61. @ Shelling Ford ::
    tapi koq banyak yang masih ngefans dan bela2 zidane saat Piala dunia maupun sekarang
    kayaknya mereka juga melihat mata hati

  62. 62 nayz

    pusing ndeleng wong gelut !!!

  63. ikut nimbrung ah.. gara analagi zidane…
    jika saya membaca dengan teliti -buset kaya pa lurah aja- analogi kang deKing dan pertanyaan2 mas arul saya rasa penghormatan terhadap zidane hanyalah imbas dari apa yang telah diperbuat selama ini.. sebagai seorang bintang yang relatif bersih dari berbagai skandal, dan bisa dijadikan panutan oleh semua orang, sehinga peristiwa piala dunia kemaren tidak terlalu berpengaruh.
    akan tetapi yang saya liat, bukan pada persoalan efek akhirnya tetapi pada saat proses terjadinya, pada peristwa zidane hukum benar2 ditegakkan dengan tidak pandang bulu nah cemana dengan IPDN boro-boro hukum ditegakkan, untuk mengadili harus memakan proses bertahun2 dan mungkin kita masih ingat jga kasus yang telah terjadi beberpa tahun sila dimana para
    tersangka IPDN tersebut malah bebas bahkan menjadi PNS didaerah masing2….trus dimana keadilan seandainya seperti itu terus.

  64. 64 gessh

    apa perlu ‘swastain’ aja yah Indonesia ini? masalahnya klo dijual ada ga ya yg mo ngelola negara yg carut marut gini….

  65. :: Nayz ::
    perlu banyak belajar… hehehe..
    ngak gelut koq cuman berdebat dan mungkin saja ada solusi tercetus.

    :: Almascatie ::
    iya juga neh, akhirnya dijawab sama almascatie jadinya, mas deking gimana jawabannya?
    tapi opinion, permasalahan IPDN sendiri tidak dapat dibandingkan dengan sepakbola zidane, dgn prespektif yang tadi, memang ada kesamaan tapi kayaknya tetap beda.

    :: gessh ::
    swasta? wah ini bukan Perguruan Tinggi biasa, ntar pada mikir duit semua kalo “diswastakan”

  66. salut tuk sikap bijak arul yg enggak grusa-grusu, moga makin banyak arul-arul yang lain…

  67. :: Titah ::
    terima kasih atas komentarnya … 🙂

  68. Usut tuntas para pelaku……okey!!!

  69. 69 kimi

    mz meratakan IPDN dengan bumi iku g gmpang lho….
    sampeyan kudu duwe ilmu seng ngusai 4 unsur:
    bumi
    angin
    air,lan
    api
    koyo film avatar…
    he….he…..

  70. 70 kimi

    mz meratakan ipdn iku g gmpang lho….
    sampeyan kudu duwe ilmu seng ngusai 4 unsur:
    bumi
    angin
    air,lan
    api
    koyo film avatar…
    he….he…..

  71. :: suprie ::
    okeh 🙂

    :: kimi ::
    he eh….:)
    moga pengadilan dan pemerintah bisa bijak dalam memberikan hukuman ataupun sanksi…
    🙂

  72. Ketika budaya kekerasan menjadi bagian dari ritual pendidikan di suatu institusi pendidikan, maka seperti inilah jadinya. Korban…korban..

  73. bukan kekerasan yang kita butuhkan tapi ketegasan tapi ada batasan..

  74. 74 indra K Elfarisy

    IPDN => Institut Pembunuh Dalam Negeri. Bagus tuh Kreatif!

  75. 75 TIKA

    mengapa sih dalam kasus ini kalian semua menyalahkan IPDN
    belum juga kalian tau kasus sebenarnya
    jadi menurut saya tak pantas bagi kita yang tak tau menau tentang masalah ini turut menyalahkan IPDN

    HIDUP IPDN !!!!!!!!!!!!!
    HIDUP IPDN !!!!!!!!!!!!
    HIDUP IPDN !!!!!!!!!!!!


  1. 1 One Man Army

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: