Membersihkan Cermin dan Hati

19Jun07

Alhamdulillah, setelah beberapa kali ngak bisa ngaji bareng, akhirnya hari ini saya kembali sama teman-teman, afwan yah akh kalo selama ini saya gak bisa datang, dengan berbagai alasan-alasan yang benar-benar saya tidak bisa tinggalkan.

Ada hal saya dapatkan saya ingin sharing dengan teman-teman dari ngaji tadi, tidak ada salahnya untuk kita berbagi. Yaitu tentang Hati dan cermin.

Kita tau tentang cermin kan? yah cermin yang setiap hati kita lihat ketika akan beraktivitas. Teman-teman mengetahui fungsi cermin kan?

Yah benar cermin melihat diri kita apakah sudah rapi, sudah baik atau masih kusam, masih acak-acakan, intinya bahwa kita melihat kapan kita terlihat rapi dan tidak rapi.

Yah itulah analoginya dengan hati, hati kita digunakan untuk melihat baik dan buruk, tidak berprasangka buruk karena dengan hati kita bisa juga membedakan yang mana yang halal dan haram.

Seperti halnya cermin jika diberi tinta atau noktah maka cermin itu kotor dan jika semakin kita beri noktah yang akan terlihat hanyalah hitam tidak dapat lagi melihat diri kita rapi atau tidak.

Begitu juga dengan hati, ketika hati itu dipenuhi dengan noktah-noktah maksiat dan niktah-noktah kejahatan, maka hati itu tidak melihat secara benar lagi, sesuatu yang buruk atau baik. Jikalau hati hitam (seperci cermin penuh noktah) semua yang benar dan halal akan tidak dihiraukan, tetapi ketika itu haram dan buruk, dilihatnya itu baik dan halal.

Makanya cermin itu harus dibersihkan dari noktah-noktah hitam itu agar kita melihat keadaan diri kita, sudah rapi atau tidak, dicuci sampai bersih dengan sabun dan air, sehingga terlihat bergitu bening dan mampu memantulkan cahaya.

Begitu halnya dengan hati, ketika hati ini sudah hitam, dipenuhi dengan fikiran-fikiran kotor sepatutnya hal itu dibersihkan.

Membersihkan hati dengan bertaqwa kepada Allah SWT, cara supaya kita bertaqwa kepada Allah antara lain :

  1. Muwáadah yaitu mengingat janji kita kepada Allah, Tuhan Semesta alam, yang menguasai akhirat. sehingga hati kita tidak akan terhitamkan karena akan selalu mengingat janji kita yang sering kita ucapkan kepadaNya
  2. Muroqobah yaitu merasakan kekuasaan Allah, selama ini Allah menunjukkan kekuasaannya dengan udara yang diberikan dan banyak hal yang luar biasa kekuasaan Allah tersebut, sehingga sungguh sepatutnya kita taat kepadaNya dengan ibadah dan selalu memberikan kebaikan. Dengan senantiasa bersyukur sehingga hitam-hitamnya hati itu akan hilang.
  3. Muhasabah yaitu mengevaluasi diri dengan kata lain introspeksi diri, sehingga setiap hari kita mengalami peningkatan iman dan taqwa, sehingga akan semakin jauh dari kemungkaran, seperti halnya cermin yang setiap saat harus dilihat ada kotoran atau tidak, dan ketika ada kotoran kita membersihkannya.
  4. Mujahadah yaitu Memotivasi diri, bagaimana kita tetap dalam keadaan semangat dan tidak malas. Menggerahkan seluruh kekuatan kita untuk tetapi berbuat baik dan amal. Dengan ini tentunya pekatnya hati akan hilang.
  5. Terakhir Muáqobah, yaitu memberikan punishment and reward kepada diri kita ketika melakukan pelanggaran dan kebaikan. Ini bisamenjadi motivasi hidup kita untuk selalu terhindar dari kesalahan (pelanggaran yang kita lakukan) dan terus menurus menguatkan keimanan kita dengan kebaikan.

Demikian sedikit taujih dan ilmunya Allah yang dibagi-bagikan, semoga bermanfaat buat Saya dan anda, dan Umat Allah yang lain.

 

Terima akh arif atas ilmu-ilmunya Allah yang telah diberikan.

Iklan


9 Responses to “Membersihkan Cermin dan Hati”

  1. 1 fachri

    subhanallah, sangat inspiratif akhi, tulisan antum

  2. Jazakallah, semoga bisa mencerahkan…. 🙂

  3. 3 kurniawanto

    Waaahh.. jadi merasa bersalah juga neh nggak pernah mentoring.

    Maafkan aku mas gatot & temen2 semua.. 🙂

  4. Iya, selalu menjaga Ketaqwaan kita…… 🙂

  5. ada yg ping back neh…

  6. Afwan gak minta izin, gak sopan ya ? 🙂
    Alternatif aja kalo ada yg nanya di postingan ana itu tentang kata : Bersamalah …
    Maksudnya ya : Ngaji Bareng itu … 🙂

    Gimana skripsi Fuzzy nya, bagi2 ya kalo dah selesai …

  7. ::Herianto::gak… apa2… koq.. saya kan sudah bilang
    “Ada hal saya dapatkan saya ingin sharing dengan teman-teman dari ngaji tadi, tidak ada salahnya untuk kita berbagi. Yaitu tentang Hati dan cermin.”
    Saling berbagi gak apa2 koq…. hehehe

    skripsi fuzzy blum tau nih… jadi garap apa gak tuh…. :p

  8. terimakasih sudah berbagi ilmu
    artikelnya sangat bermanfaat buat saya 🙂
    sukses slalu iah maz 😀


  1. 1 Saat Dirimu Bermaksiat, Apa Yang Kau Derita ? « HERIANTO ’s blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: