Peradilan Pertama di Keluarga Mahasiswa ITS

15Jun07

Organisasi Kemahasiswaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya mengukir sejarah dengan mengadakan Peradilan Pertama sejak Konstitusi Dasar (KD) Keluarga Mahasiswa (KM) ITS disahkan di MUBES III Tahun 2001 berdasarkan TAP MUBES III ITS No. 01/TAP/MUBES/IX/2001.

Salah satu bagian dari fungsi Student Goverment, fungsi yudikatif berdasarkan Pasal 9 Bagian II KD KM ITS,

“Organisasi Kemahasiswaan yang selanjutnya disebut Ormawa terdiri atas Eksekutif Mahasiswa ITS, Legislatif Mahasiswa ITS, dan Yudikatif Mahasiswa ITS”

Dimana MKM (Mahkamah Konstitusi Mahasiswa) ITS diamanahi untuk menjalankan fungsi yudikatif mahasiswa ITS yang bersifat normatif dan memegang kekuasaan tertinggi kehakiman, sesuai pasal 15 ayat 1 Bagian II KD KM ITS.

Sesuai Bagian III Pasal 26 ayat 3 mengenai tugas MKM salah satunya adalah mengadili baik personal ataupun lembaga terhadap penyimpangan perundang-undangan, maka MKM berhak mengadakan peradilan jikalau ada dari Mahasiswa ITS menemukan indikasi pelanggaran konstitusi ataupun Undang-Undang.

Dalam PEMILU Presiden BEM ITS dan LM ITS 2007/2008 ini, pihak mahasiswa yang antara lain Rahmat Thamrin, Agra Nurullah Ahmad, kandidat no 2, dan ada beberapa 4 orang Kahima dan atau mantan Kahima juga tanda tangan sebagai pengugat mengajukan gugatan kepada Pihak No. 1 saudara Nur Cholis Dwi Saputro, terhadap indikasi pelanggaran Undang-Undang PEMILU Presiden BEM ITS dan LM ITS, maybe ke KPU juga (ngak tau persis).

Peradilan tersebut berlangsung Hari Jumat Pukul 13.30 di Lantai 2 SSC (Student Community Center) berlangsung sampai pukul 17.00 lebih. Mendengarkan pembelaan tergugat dan pengaduan penggugat serta mendengarkan keterangan para saksi. Sidang dilanjutkan besok untuk menunggu keputusan dari MKM sebagai hakim dalam peradilan ini.

Saya tidak akan menjelaskan isi persidangan karena sebelum keputusannya dikeluarkan dan saya tidak mau terkesan memihak pihak tertentu. Saya hanya melihat dari fungsi peradilan yang dilaksanakan di KM ITS ini.

 

Hasil analisis saya terhadap pelaksanaan Peradilan di KM ITS ini bahwasanya keputusan mengadakan Peradilan terhadap suatu masalah harus dilihat dulu substansinya apakah sudah pantas untuk mengadakan peradilan atau tidak cukup bukti kuat (bukti tidak jelas) sehingga peradilan belum bisa dilaksanakan.

Disamping itu perlunya aturan-aturan yang mengatur pelaksanaan peradilan sehingga semua KM ITS bisa merasakan adil dalam berkehidupan, dan memang aturan-aturan dalam KD KM ITS masih global yang didetailan di Undang-undang.

Produktivitas LM dalam membuat Undang-undang juga dituntut agar semua bisa jelas dan gamblang.

Semua aktivitas-aktivitas yang kita lakukan sekarang dalam proses pembelajaran kita untuk memasuki dunia sesungguhnya. Sungguh luar biasanya kita sudah mampu mempelajari ilmu hidup itu dalam berorganisasi di ITS.

Apapun hasilnya nanti semoga memberi keadilan bagi seluruh Keluarga Mahasiswa ITS dan semua pihak baik yang menang dan kalah agar legowo memang itulah kebenaran dari keadilan yang telah ditentukan.

Penulis sebagai salah satu mahasiswa ITS

Iklan


5 Responses to “Peradilan Pertama di Keluarga Mahasiswa ITS”

  1. rupanya mahasiswa ITS sudah pada haus kekuasaan ya..
    kalo nanti mereka jadi birokrat gimana ya..
    emang sih “menegakkan keadilan” tapi apa yakin kalo benar2 bisa adil??? apa bener gak ada tujuan “saling makan” didalamnya?? apa yakin selepas kasus itu selesai hubungan mereka baik2 saja??? gak bisa njamin toh…
    ya… semoga saja idealisme mereka yang sok demokrat (baca: baik yang tergugat maupun yang menggugat) itu mampu bertahan sampai mereka jadi birokrat (setidaknya birokrat di kampus perjuangan ini) jangan sepoerti Om Akbar Tandjung atau Mas Anas Urbaningrum yang …. tau sendirilah mereka kayak apa sekarang..
    sori kalo komentarnya kebanyakan cabe (pedes)

  2. hehehe, shiro yang perlu dipahami bahwa ini merupakan sebuah proses pembelajaran, memang pemikiran “haus kekuasaan” itu akan selalu ada, tapi di sinilah kita belajar untuk saling memahami dan mengerti bagaimana keadilan itu ditegakkan.
    Memang kita milihat sendiri kadang idealisme ketika mahasiswa itu tidak sesuai ketika kita sudah tidak jadi mahasiswa, nah itu kuncinya sekarang saatnya untuk memahami, idealisme itu tidak akan berubah dari zaman ke zaman.

  3. btw, kl dari sy pribadi masih krg yakin apakah perlu badan yudikatif dalam organisasi kemahasiswaan. alasan pastinya lebih kepada kompetensi mahasiswa sendiri. btw, kl ttg mhs ITS yg di DO krn masalah Kemahasiswaan, emang beneran yah kejadian???(beberapa minggu ini krg update sih)

  4. namanya juga student goverment, percuma ketika ada aturan trus dilanggar dan tidak diberikan sanksi….. benar kan..
    wah ndak ada yg DO, skorsing adanya, tapi fitrasani harusnya mengumpulkan data-datanya dulu karena media banyak meberitakan hal yang lain tentang kasus ini.
    Ini bukan juga masalah kemahasiswaan (kalo menurutku).
    coba liat situsnya BEM ITS di http://www.bem.its.ac.id, ada pernyataan sikap BEM ITS di situ sebagai kronologinya juga.

  5. mas arul,,, kira2 mas punya file or artikel tentang sejarah kemahasiswaan ITS gk..? sejak dri orde lama, orde baru, ampe sekarang.. saia mencari2 tu kok sulit sekali mendapatkan nya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: