Bintang itu bukan hanya matahari

12Jun07

Ini tulisan saya buat untuk diri saya sendiri dan atau juga teman-teman saya yang awalnya berfikir bahwa “bintang itu hanya matahari”.

Berawal dari beberapa waktu lalu salah satu teman saya menganggap bahwa suatu jabatan itulah yang pantas buat dia, dan namun pada akhirnya dia tidak mendapatkannya. Dia beranggapan bahwa “bintang itu hanya matahari”.

Beberapa waktu lalu juga saya menuliskan keluhanku terhadap negara menjadi tujuan kunjungan program beasiswaku, saat itu saya berfikir “bintang itu hanya matahari”.

Dan juga banyak kejadian-kejadian di diri kita senantiasa berfikir bahwa cuman “itu” yang saya anggap “baik” buat saya, dengan kata lain berfikir “bintang itu hanya matahari”.

Kawan (termasuk saya nih) liharlah ke angkasa, saat ini memang benar bintang yang lebih bersinar dan memberikan cahaya hanya matahari, tetapi kawan di belakang matahari itu, masih banyak bintang-bintang yang lebih besar dan lebih bercahaya dan mungkin suatu saat akan menggantikan matahari. Kita saja tersilaukan sinar matahari karena terlalu dekat dengan kita.

Ini menjadi pembelajaran buat kita kawan (termasuk saya lagi) untuk tidak hanya berfikir satu tetapi berfikir banyak. Semisal suatu jabatan, kalau memang jabatan itu bukan milik kita sudah barang tentu tidak akan menjadi milik kita, tidak usah dipaksakan, karena itu merupakan amanah yang datangnya juga dari Allah. Kawan jabatan itu tidak hanya itu kawan, masih banyak jabatan-jabatan lain yang memberikan peluang yang lebih baik buatmu, malah lebih besar dari kedudukan kamu ingin sekarang ini.

Suatu saat berdasarkan pengalaman diri saya suatu saat mengharapkan suatu jabatan itu diberikan kepada saya ternyata tidak diamanahkan ke saya. Bukan kecewa yang ada tetapi suatu kepercayaan diri suatu saat saya bisa menjadi lebih dari yg telah saya inginkan. Dan terbukti bahwa akhirnya saya berhasil mendapatkan suatu amanah yang lebih besar tingkatnya dan orang malah tidak menyangka itu.

Demikian halnya dengan pilihan saya ke Malaysia atau Thailand, walaupun akhirnya terpilihnya ke Philipina, bukan berarti bintang itu hanya ada di Malaysia atau Thailand, tetapi di Philipina juga ada bintang, bintang dengan rupa lain yang mungkin saya lebih dari pada 2 negara tadi.

Bintang itu akan selalu ada di hati kita kawan, bintang itu akan redup karena hati kitalah yang meredupkannya. Bintang itu akan bercahaya karena hati kita memberikan cahaya itu. Semua itu sekali lagi tergantung kita kawan. Dan percayalah bintang itu bukan hanya matahari yang siang hari menyinari bumi ini.

Sekali lagi semoga ini menjadi pembelajaran saya dan anda serta awal perubahan pemikiran saya dan anda pula.

Iklan


2 Responses to “Bintang itu bukan hanya matahari”

  1. 1 hikmah

    km dterima lanjut blajar d Philipina?Selamat cing!

  2. bukan diterima lanjut belajar, tapi kebetulan dapat beasiswa yang salahsatu programnya study exchange selama 2-4 minggu….

    terima kasih 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: