Tragedi Pasuruan, antara Pelanggaran HAM dan Pelanggaran Aturan

02Jun07

Dua hari lalu tragedi Pasuruan terjadi yang menewaskan 4 orang meninggal dunia akibat serangan dari marinir dalam sengketa tanah di daerah Pasuruan.

ada 2 hal yang menjadi dilema dalam pertikaian ini terjadinya pelanggaran HAM dan terjadinya pelanggaran aturan yang sudah ditetapkan pengadilan.

Siapa yang salah kita tidak tahu sebelum pengadilan memberikan keputusannya karena kedua belah pihak masing ngotot tidak bersalah, dan saling menuding sebagai pelaku pemicu pertikaian.

Semoga kita akan semakin menyadari bahwa perlu komunikasi dan tidak perlu adanya menang-menangan karena akan memberikan dampak buruk bagi kedua belah pihak….

Piss 🙂



15 Responses to “Tragedi Pasuruan, antara Pelanggaran HAM dan Pelanggaran Aturan”

  1. lagu lama. yang menang selalu yang punya senjata 😦

  2. 2 rickisaputra

    seharusnya tidak seperti itu.. tp sepertinya udah jadi stereotape, Beginilah Indonesia..
    semuanya berjalan sesuai keinginan ‘pribadi’.. bukan demi rakyat banyak..

    uang, kekuasaan, senjata dimanfaatkan untuk kepentingan “pribadi mereka”..

    *) opini pribadi..

    blogwalking, regards,

  3. venus :: senjata makan tuan.. :), tapi kalo menurutku kedua2nya bersalah deh…

    rickisaputra :: iya yah… bangsa ini begitu, gak rakyat gak juga pemerintahnya dua2nya gak bisa berfikir sama…. 🙂 thx blogwalkingnya

  4. seperti kita perlu “pahlawan” buat membela rakyat kecil

    *turut berduka atas tragedi di Pasuruan, semoga semua mendapatkan Keadilan*

  5. yah pahlawan untuk kedua belah pihak….

  6. 6 chacil

    sebenerny…khan ngk prl pke cra kya gt………..
    d bcr`in baek2 khn bsa……..ngk prl pke acr tmbk2 sgl………….
    ngra ni dah rsk jgn d bkn tmbh rsk lg…dgn cr ky gt.
    qt mst ny bsa slng dkng&mmbntu antr sesama,bkn mlh ngehabisin antar sesma……

  7. iya…. mestinya begitu….
    tapi yah nasi sudah jadi bubur…
    tapi masih bisa musyawarah loh…

  8. sebenernya tu tanah kan dah miliknya TNI-AL.. tapi karan lahan tersebut kosong n gak terpakai maka oleh warga sekitar (keturunan madura) di dirikan bangunan n setelah tragedi kalteng (sampit) warga yang mengungsi ke pausuruan makin banyak n YNI AL mempersilahkan di pakek sementara,, tapi saat TNI-AL mo menggunakan lahan tersebut oleh warga madura malah di akui klo tu tanah leluhurnya.. nah klo dah begini kan jelas sapa yang salah…!!! dasar kaum pendatang aja yang gak tau tata kerama.. !! lagian bisa diliat knp dulu mereka terusir dari kalteng.. sama aja kayak di pasuruan…

  9. iya maxum, aku tau….kalo tentang itu, namun tetap ada pelanggaran HAM dengan penembakan itu…..
    dan pengadilan sendirikan sudah memenangkan TNI AL bahwa tanah itu milik TNI AL…

  10. 10 rido

    Allah maha mengetahui, Allahu Akbar…..
    jangan membeli buku dilihat dari covernya saja. dalam hal ini saya harap kawan2 tidak memandang persoalan ini dengan sebelah mata saja. ingat saya tidak membela sapa2 dalam kasus ini.tapi marinir itu sendiri juga punya HAM,begitu pula rakyat.sebagai seorang yang menggeluti di bidangi ilmu hukum,saya harus bersikap adil terhadap sapa saja.yang salah diadli,yang benar dibela.
    saya disini ingin mengajak kawan2 sejenak merasakan jadi seorang marinir yang sedang bertugas dalam kasus pasuruan.bayangkan bila penduduk setempat mengancam mengusir anda dengan senjata tajam dan bila hal itu tidak anda lakukan BENG….Kawan tau apa yang terjadi??Bisa saja Kawan dibunuh,Terus apa yang Kawan lakukan??saya yakin kawan2 akan membela diri!! untuk membela diri hanya ada senjata laras panjang yang kebetulan kawan2 bawa??Lalu??anda melaporkan kondisi terakhir dilapangan kepada komandan anda.disini teka – tekinya, apabila komandan anda yang menyuruh menembak dengan alasan terpojok?maka anda pasti akan melakukannya.dalam kasus ini berarti anda sebagai pelaksana (penembak).di Hukum Memerintahkan dengan yang diperintah sangat beda Hukumnya.Memerintahkan berarti yang merencanakan,sedangkan diperintah(pelaksana)bearti hanya dilakukan dengan terpaksa tanpa ada niatan tersendiri dari (pelaksana) itu. kita hanya bisa tau mslh ini dari media masa.perlu kawan2 ketahui :bahwa media masa mempunyai cara untuk dapat menarik para pembaca, dengan cara menambah – nambahkan,atau pun mengurangi isi berita.jadi hati2 untuk berpendapat. apa yang saya simpulkan diatas melainkan hanya untuk menyadari kawan2 dari kebutaan Hukum, dan Ketidakadilan Hukum. dan ingat janganlah kita terlarut dengan masalah yang kita hadapi, sesungguhnya di dalam masalah itu kita sedang diuji oleh sang Pencipta.jadi bersikaplah Arif dan Bijaksana dalam menyikapi suatu persoalan yang sedang melanda kita. Harapan saya kita satu Saudara se TANAH AIR dan SENASIB PERJUANGAN,selalu berjuang untuk dapat mewujudkan keinginan yang luhur dan sesuai dengan keinginan sang pencipta.
    AMIEN………Allahu AKbar…..salam demokrasi………………..Hidup Rakyat……….Hidup Keadilan……….

  11. Allahuakbar!!!
    Kawan, saya tidak membela siapa2 saya hanya melihat kasus ini dalam 2 sisi, yaitu aturan yang membenarkan TNI AL sebagai pemilik lahan tersebut, sesuai hukum tanah itu menjadi milik TNI AL, namun warga di Alastlogo melanggar hal tersebut. Namun di sisi lain, ternyata TNI AL juga melakukan perbuatan yang menurut saya sebenarnya bisa dihindari, yaitu penembakan itu.
    Jadi disini menurut saja ada dilema antara kedua element ini, siapa yang disalahkan dan dibenarkan.

    Coba baca kembali tulisan dan komentar2ku….
    piss 🙂

  12. 12 yoli

    menurut saya dalam kejadian tersebut yang salah adalah pihak marinir. karna mereka tidak mau mengerti bagaimana kesusahan masyarakat pasuruan yang khususnya tinggal didaerah tersebut. bukannya saya membela masyarakat pasuruan, tapi masyarakat kecil seperti kami perlu bantuan serta dorongan untuk memajukan bangsa dan negara yg sekrang sedang terjajah oleh orang indonesia sendiri. seperti anggota2 majelis yang suka koruptor dan badan2 lainnya yang mengkorupsi dana sumbangan untuk fakir miskin. jadi saya berharap mudah2an kaum marinir yang seharusnya melindungi itu, supaya bisa membedakan mana yg benar dan yg salah. dan melihat nasib kaum miskin itu agar dilindungi dan diberikan hak sebagai mana mestinya

  13. yoli ::
    kayaknya perlu diskusi dan duduk bareng deng keduanya supaya masalah ini bisa terselesaikan.
    Janganlah ada dendam lagi.
    Saya rasa dari 2 pihak ini sudah sepantasnya untuk damai

  14. 14 Rere

    Violence, again and again…
    Heg!
    Tidak bisakah mengenyampingkan ego, harga diri ato apalah itu…..
    Demi sebuah kedamaian…..

    Let’s Spread The LOVE! 🙂

  15. 15 mashurirembang

    heh, kita buat komunitas blog yuk… khusus anak-anak pasuruan
    mashuri, desa rembang Pasuruan, sekarang menjadi staf IT di SKH Radar Tarakan, [Jawa Pos Grup]—


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: