STPDN/IPDN Isu Basi

09Apr07

Melihat banyak blog-blog yang menyoroti tentang STPDN apatah IPDN namanya, saya juga kepengen untuk berkoar-koar, tapi bukan untuk mengecam atau memberikan statement yang sama….

STPDN bosan sudah saya membahasnya, yang jelas-jelas dulu sudah diberikan cerita-cerita pahitnya, sekarang diulang lagi sama media-media menunjukkan ke bobrokan.

Perubahan sistem yang membagi kampus menjadi 2, Jakarta dan Jatinangor dan memisahkan senior dan junior untuk memutuskan mata rantai kekerasan ternyata tidak cukup.

Sistem yang telah dibuat oleh STPDN sudah mendarah daging, keputusan-keputusan pemerintah seperti JK mengatakan untuk memasang 2000 CCTV itu belum cukup, gerakan-gerakan underground itu tetap saja masih ada. Perubahan total yang diinginkan SBY juga masih sulit terlaksana jika IPDN ini masih ada.

Inti solusinya BUBARKAN STPDN/IPDN. Ya benar adanya. Tidak perlu lagi ada STPDN/IPDN cukup banyak instansi pendidikan yang mengajarkan sistem pemerintahan yang dibutuhkan oleh negara ini sesuai bidang keahliannya.

lewat penerimaan CPNS dan penjenjangan karir dan ilmu di PNS sudah cukup untuk mencetak abdi negara ini, sebagai modal mereka untuk memimpin bangsa. Buktinya saja sekarang seorang guru bisa menjadi Kepala Dinas yang bisa memberikan kebijakan strategis pemerintahan. Seorang yang bisa mengikuti penjenjangan dari bawah lebih memahami lewat pengalaman dan pengetahuannya yang ada.

Ketika kita tetap memaksakan menggunakan hasil output dari lembaga pendidikan yang mencetak pemikir, pemimpin idealis yang jarang melihat keadaan sekitar, cuman berlandaskan ilmu yang didapatkan selama kuliah. Dengan kondisi ideal dan pembahasan ideal lulusan STPDN/IPDN sering menjadikan pemerintahan dengan pemikiran idealnya bukan pada kenyataan yang ada.

STPDN/IPDN hampir sama statusnya dengan pegawai negeri lainnya yang tingkat pendidikannya setara dengan mereka.

Terkait dengan masalah kaderisasi akan di bahas tersendiri dalam posting selanjutnya.



26 Responses to “STPDN/IPDN Isu Basi”

  1. buang2 duit aja masang 2000 CCTV di sana,.. mendingan ditaro di jalan2 raya aja, lebih banyak manfaatnya

  2. BOSEN?
    Hah?

    Keduax!!! 🙂

  3. Setuju, bubarkan saja. Pemborosan. Sudah dikasih kesempatan untuk berubah tapi tidak mau berubah. Ya dibubarkan saja.

  4. Gak usah dibubarkan… di biarkan saja gak usah dikasih modal… pasti modol-modol dan gak ada yang minat masuk… biarin aja kalau mau mati masuk situ.

  5. Alle :: yupz… CCTV tidak perlu banget… perubahan sistem harus mengubah seluruh prajanya. dan mengubah pengajarnya juga

    Luthfi :: say juga sudah bosan mendengar kisah2 mereka… dari undeground sampai kisah2 yang sering beredar, termasuk percaloannya

    Alief :: sepakat…. sudah banyak pelajaran koq gak mau berubah yah..

    helgeduelbek :: wah mereka nanti palak duit orang laan kalo gak ada modal… hehehe 🙂

  6. Salam Kak Arul…
    pin gabung di blognya neh, boLehkan?
    ThankZ

  7. salam chiw Imudz

    gabung aja di blog ku…..
    ok daftar sekalian WordPress….

    Ok.. ur welcome

  8. wah dasar aku orang ndeso yah… selama ini yang aku tau STPDN/IPDN tu skul buat jadi camat… kalo iya, walah paklik… arep dadi camat ae dibelani mati dhisik… 😀
    bener rul, masi banyak instansi pendidikan lain yang lebih menjamin warna negara Indonesia yang ingin mengabdikan diri untuk negara… bubarkan STPDN/IPDN! turunkan harga! (loh… ga nyambung yah? 😛 )

  9. hehehe bukan aja… koq semua PNS…
    turunkan harga masuk STPDN gitu kali yah…

  10. 10 manusia_biasa

    Neen:
    wah dasar aku orang ndeso yah… selama ini yang aku tau STPDN/IPDN tu skul buat jadi camat… kalo iya, walah paklik… arep dadi camat ae dibelani mati dhisik… 😀

    bukan sekolah untuk camat nama dulunya STPDN (Sekolah Tukang Pukul Dalam Negri) sekarang
    IPDN (Institute Pendekar Dalam Negri), kasian yah sekolahan kaya begitu.. hari gini masih ngandelin Otot.. dah ga jaman kalee.

  11. hehehehe

  12. 12 agung

    waduh gmn ya…… sy dah terlanjur jd PNS, dpt gaji, dpt fasilitas dr negara. lulus dr IPDn langsung kerja. kaliian kasian banget. udah capek2 kuliah, lulus masih bingung cr kerja. inget lAgunya iwan fals kan ” ENGKAU SARJANA MUDA RESAH MENCARI KERJA SIA SIA IJASAHMU………”
    KASIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIAN BGT
    BISANYA CM IRI IRI IRI DAN SYIRIK

  13. NDESO TP KAN YANG PENTING JD PRAJA IPDN. HIDUP MASA DEPAN CERAH. HHHHAAAAAAHAHHHAAAAA
    JANGAN NANGIS GT TO. NIKMATI N SUKURI PEMBERIAN TUHAN SBG ORANG YANG SUSAH CR KERJA KAYAK KALIAN
    SLMT TINGGAL PENGANGGURAN……

  14. agung
    terima kasih deh komentnya….
    moga bisa introspeksi diri.. 🙂

  15. sbnrx bukan mslh instrospeksi diri bung arul. ini smua emang kondisi yg kita terima demikian. terlepas dari takabur kami sbg praja ipdn. sbaiknya kita g perlu saling menyalahkan. biarlah smua mslh berlalu atas keterpurukan kami ini,bukannya memberika saran kritik konstruktif, malahan cm bisa menghujat n mengujat. skrg mari kita sama saqma berbenah diri, lebih arif lg. bukan cm mslh ipdn aja, tp smua hal yang kita alami dlm hdp kita masing masing,sudah saatya kita berfikir lebih arif dan bijaksana.

  16. okeh….. bung…..:)
    semoga semua elemen bisa memberikan perbaikan itu….
    dan sebenarnya semua orang itu ingin kebaikan buat IPDN tetapi cara mereka berbeda dala m meyampaikan pendapat2nya.

  17. 17 imam_al_halaj

    Heeee mas arul q numpang ngasih komentar y….!Jabatan adalah amanah yang harus dijaga, apabila jabatan disalah gunakan sama saja penjahat berdasi dong, aq tanya ap ad pendidikan akhlak di ipdn?Melihat komentar diatas tu merupakan suatu bukti kalo memang orang2 yg menghuni ipdn adalah orang2 yg tdk mau mengakui segala kesalahan.Wong ntar jadi juru tulis kecamatan kok sombong, waktu reformasi aja mahasiswa berjuang keras menantang peluru, weh anak ipdn malah asyik tidur,ngesex,wih gak ketulungan deh. Kalo boleh aku ngomong sih rata rata anak stpdn ato ipdn tu pejahat kelamin, banci, penakut. Klo mang mereka gentle jangan main pukul keroyokan dong, ayo fight one by one dong….!Dasar mereka aja dididik mental banci dan mental preman.Kasian cewek cwek yang ada di ipdn digarap abis abisan ma praja pria sampe satupun g ad yg virgin.Trus aq juga mau tanya apa sih sumbangsih utama ank ipdn bagi negara kita.Mereka itu sudah dididik jadi penjilat sama seperti anjing, tidak memiliki pendirian. Apa ad realitas nyata bagi perubahan bangsa menjadi lebih baik…! Aq pikir g ad…!Oh ya memang menjadi kaya harus jadi pegawai negeri mas yang ngasih komentar diatas?HEEEEEEE…………..!Bwt mas arul makasih udah ngasi sarana bwt nuangin ide ini…….!Hidup mahasiswa kita lanjutkan perjuangan kita….!Vivat…..!

  18. :: imam al halaj :: yah memang yang kamu omongkan itu benar adanya…. yah tapi kadang kita berfikir satu sisi dan tidak melihat sisi yang lain…
    Semangat deh juga buat imam
    Vivat juga…
    Hidup ITS
    Hidup ITS
    Hidup ITS

  19. Bubarkan sajalah. Capek membahasnya.

  20. @ kang kombor :: yah semoga pemerintah bijak dalam memberikan penyelesaian masalah ini.

  21. 21 Bepe

    Saya alumni STPDN Angkatan XII. Saya berterima kasih untuk semua kritik dan saran yang dialamatkan kepada kami. Saya sadar betul bahwa semua kritikan dan saran itu merupakan bukti cinta dari seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai orang yang pernah menjadi bagian dari lembaga ini secara jujur harus saya akui bahwa memang kekerasan itu ada. Kekerasan merupakan suatu bentuk penyimpangan yang terjadi akibat adanya proses penyimpangan dari pemahaman pembinaan itu sendiri, dan ini tidak dilakukan oleh semua senior. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untk menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak-pihak yang berwenang untk menyelesaikannya. Untuk semua kritik dan saran yang dialamatkan kepada kammi saya ucapkan limpah terima kasih dan itu semua akan menjadi bahan bagi kami agar ke depan kami lebih berhati-hati lagi. Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, tidak terbersit sedikitpun rasa benci dalam hati ini oleh komentar-komentar kalian. Kami juga manusia biasa yang kadang salah jalan dan butuh bantuan. Sebagai sesama generasi muda bangsa ini kita saling membantu agar tidak ada yang berjalan sendirian. Saya mengajak kepada kita semua untuk mengawal STPDN agar keluar dari permasalahan ini menuju ke STPDN yang lebih baiki di masa datang.Terima kasih.
    Petrus Antonius Rasyid, SSTP (2000-2004)

  22. okeh… terima kasih saudara petrus… semoga kita bisa sama2 mengawalnya… 🙂
    kita memang butuh pemikiran orang dalam sendiri, seperti tulisan2 saya yang lain tentang STPDN.

  23. 23 arief

    jangan sampe diulang lg deehhh kjadian yg mrenggut nyawa IPDN dan penduduk lokal sndiri,gw bosen denger crita IPDN…..n kalopun di kritik or di caci skalipun toh IPDN ga da malunya,tul gak?


  1. 1 IPDN : Crime Market News « Insan Perubahan
  2. 2 Praja IPDN dan Tukang Ojek bersalah !!! « Insan Perubahan
  3. 3 Nganggur.. nulis I-Pe-De-En (Institut Pelayan Dalam Negeri) | Mous dan Kiborku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: