Antara “lulus tepat waktu” dan “lulus pada waktu yang tepat”

17Mar07

“Wah kirain kamu sudah lulus, kapan lulusnya?”

“Wah belum pak masih lama…..” jawabku sambil bangun dan jabat tangan Beliau.

Kalimat pertama itu perkataan Rektorku Pak Prof. Nuh pas ku selesai shalat jumat. di Manarul Ilmi (padahal lagi tidur2an di serambi utama Masjid).

Anyway ilmu itu didapat untuk diketahui bukan untuk asal-asalan saja, benar gak? yah itulah pemikiranku sejak awal tentang ilmu, belajar dan kuliah.

Setelah mendengar pertanyaan dari rektorku, dan juga teringat beberapa hari yang lalu ikut serta wawancara asisten baru di Labku yang diwawancarai oleh Pak Prof Ontoseno, Prof Mauridhi, Pak Adi, dan Pak Rony teman-temanku (angkatan 2003 red) semuanya tinggal beberapa sks lagi dan ada yg lulus semester ini, ku mulia bimbang antara menyelesaikan ilmu yang saya emban di elektro, tetapi saya tetap pada prinsip untuk mendapatkan ilmu dan tidak keluar sia-sia dari elektro… walau kuliahku maybe harus selesai dalam 9 semester ketimbang hampir sebagian besar temanku sudah ambil TA (skripsi ) semester ini.

Memilih untuk lulus tepat pada waktunya atau lulus tepat waktu hanya merupakan sebuah pilihan dan punya konsekuensi logis dan memiliki peran positifdan negatif tergantung kita memaknai seperti apa.

Kalau saya sudah menyakinkan diri saya untuk lulus pada waktu yang tepat, yaitu kapan? yaitu ketika ilmu elektro dan dasar-dasar kemahasiswaan itu saya bisa dapatkan semua. mememang muluk tetapi namanya impian dan mau tidak mau tetap juga ada target dengan menempuh 9 semester ku dah lulus dan setelah itu mengabdi buat daerahku.

Iklan


10 Responses to “Antara “lulus tepat waktu” dan “lulus pada waktu yang tepat””

  1. Kalau saya juga milih lulus pada waktu yang tepat…

  2. salam buat om Rektor ya 😀

  3. Jadi inget kata-kata dosen pembimbingku dulu,

    “kamu itu lulusnya jangan cepat-cepat. 4 Tahun terlalu singkat. Tapi jangan lebih dari 5 tahun. Ya kalo si XXX sih lain, dia kan luar biasa, boleh lah lulus 4.5 tahun. Lah kamu kan agak minimalis otaknya… 5 tahun lah ya?”

    hihihihihi…
    ironisnya, ternyata dunia kerja tidak butuh 100% ilmu yang aku pelajari di kampus. Keahlian pada bidang tertentu tampak lebih mengena.

    Tapi, jangan berhenti mencari ilmu. Over-prepared selalu lebih baik daripada under-prepared… SEMANGAT!

    Salam kenal, mas arul.

  4. In-art :: nice choise.. sy juga gitu loh…
    Kakilangit :: mmm wah kapan ketemu lagi yah? dah jarang ketemu nih…
    Goio :: ok thx atas commentnya, tapi kalo sy dibilang kayak giut saya gak terima…. bukannya kita gak bisa lulus tepat waktu tetapi kan ada kegiatan lain sehingga menunda kelulusan kita.. dan kita dapat mendapatkan keinginan kita setelah kita benar2 tau ttg ilmu kita itu

  5. Arul,
    Hahahaha… tentu saja profesor saya itu hanya bercanda. Kami memang memang cukup dekat untuk bisa bercanda sampe cela-celaan lah. Lagipula aku mengakui bahwa kapasitas otakku untuk hal-hal yang teoritis masih lebih rendah dari otak si XXX. Tapi aku punya keunggulan lain lah :). Nobody’s perferct.

    Tenang aja mas, aku sendiri tidak lulus 4 tahun lebih karena senang belajar-belajar yang lain di kampus. Bergaul dan berorganisasi, misalnya. Semoga ini bukan sekedar pembenaran ataupun pembelaan diri :)…

    Idealis itu bagus… kuliah itu kan pilihan… dan lulus cepat atau tidak juga pilihan. Jadi, selamat memilih.. dan apapun pilihannya, semoga selalu siap dengan konsekuensinya 🙂

  6. goio : thx banget atas sarannya.. dipertimbangkan…, terfikir aja… coz koq pada cepat lulus yah teman2ku….??

  7. Kalau saya pengin cepat2 lulus karena kasihan sama orang tua yang mensponsori (walaupun saya sudah kerja sejak semester 6). Saya kasihan lihat kerut di wajah orang tua sehingga terpaksa saya menghancurkan egoisme diri untuk berpikir idealis.Setidaknya saya tidak ingin membebani orang tua lebih lanjut dengan mengeluarkan uang untuk biaya kuliah saya…. itulah yang memotivasi saya untuk lulus cepat (3,5 tahun 😀 ). Selain itu daripada keseringan membolos kuliah lebih baik saya lulus cepat (maklum saya ini RAMBO—> RAjin MBOlos) 😀
    Ternyata setelah lulus saya mendapatkan banyak sekali ilmu baru yang tidak saya peroleh di bangku kuliah.
    BTW salam kenal mas Arul…eh kok foto di avatar dan di profile beda jauh ya? 😀

  8. ok.. sip… banyak jg pertimbanganku lulus… tapi sy tetap bertekad harus dptkan ilmu itu… (ilmu yg tidak di dapat bangku kuliah sperti soft skill)..
    salam kenal juga btw fotonya emang gak sama… tapi mukanya sama koq…. 🙂

  9. 9 Andi Keren

    Assalamu’alaikum
    ipikir sekilas betul juga
    Dipikir panjang banyak ruginya
    Ane kok membayangkan, kata-kata itu hanya mekanisme pertahanan diri seorang prokrastinator ya…..
    Coba bayangkan begitu banyaknya kelemahan menunda-nunda waktu…..
    Saranku sih mending lulus dan berproses.
    Met berjuang

  10. :: Andi keren ::
    Waalaikum salam
    terima kasih sarannya….
    iya memang salah satu kelemahan kita sehingga menunda2 waktu
    tetapi ada beberapa pertimbangan sehingga kita memanjangkan waktu kuliah kita
    misal karena ingin berorganisasi dan mendapat ilmu lebih, yang tidak memungkinkan untuk cepat lulus (tapi mungkin itu hanya alasan-alasan klasik yah… hehehe)
    terima kasih sekali lagi sarannya
    InsyaAllah sya dalam proses
    Selamat berjuang juga


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: