Ketika aku meminta sedikit

05Mar07

Ini ada cerita menarik juga buat kalian2 yang terlalu mengharapkan banyak…. hehehehe

take from milist tetangga….

——————————————————————————————–

Ketika aku meminta sedikit….. ..
Sahabat-sahabat, ketika usiaku 25 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 30 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.

Ketika usiaku 35 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.

Ketika aku minta yang cantik, aku berpikir sudah tampankah aku?
Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?
Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?
Bahkan ketika aku minta yang solehah, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehkah aku?

Ketika aku meminta sedikit….. Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.

Dan ketika aku meminta sedikit…sedikit. ..sedikit. ..lebih sedikit….. Ya Allah, siapapun wanita yang langsung menerima ajakanku untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allahpun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi suami dari seorang istri yang melahirkan dua orang anakku.

Sahabatku, 10 tahun harus aku lewati dengan sia-sia hanya karena permintaanku yang terlalu banyak. Aku yakin, sahabat-sahabat jauh lebih mampu dan lebih baik daripada yang suadh aku jalani. Aku yakin, sahabat-sahabat tidak perlu waktu 10 tahun untuk mengurangi kriteria soal jodoh. Harus lebih cepat!!! Terus berjuang saudaraku, semoga Allah merahmati dan meridhoi kita semua. Amin.

Rico Atmaka – 08158018156
Koordinator Majelis Sehati
Daarut Tauhiid Jakarta

Iklan


8 Responses to “Ketika aku meminta sedikit”

  1. bertahun-tahun aku meminta seorang pasangan,seseorang yang akan menemaniku menjalani fase-fase kehidupan ini,tidak hanya meminta tapi aku juga menyebutkan kriteria yang aku inginkan.aku ingin seorang suami yang penyayang,pemaaf,penyabar,cerdas,taat beribadah,dermawan,penuh cinta…dan masih banyak lagi kriteria yang aku sebutkan.
    namun,dalam doaku Allah menjawab semua permintaanku
    “hambaku aku tidak bisa mengabulkan semua do’amu”
    Kenapa Tuhanku?
    “Hambaku…Aku ini Tuhan yang maha adil,tidak mungkin aku memberikaan sesuatu yang bukan dirimu,bagaimana mungkin aku memberikan seseorang yang penyayang,jika engkau masih penuh kebencian,seseorang yang pemaaf,,namun terkadang kamu masih menyimpan dendam,seorang yang penyabar sementara engkau selalu terlihat ga sabaran,seseorang yang dermawan sementara engkau tidak peduli pada sesama….dan seterusnya.”
    “maka untuk sisa waktu yang sedikit ini, daripada engkau menghabiskan waktu meminta sesuatu yang bukan untukmu,maka izinkanlah aku merubah dirimu sesuai dengan kriteria seseorang pendamping yang kau inginkan”
    kemudian…jika pada suatu hari engkau telah berubah dan bertemu dengan seseorang yang sama dan sesuai dengan dirimu..maka engkau akan berkata seperti Hawa tercipta untuk Adam “Aku adalah tulang dari tulang rusuknya” dan “daging dari dagingnya”
    “setelah bertemu denganya engkau akan lebih kuat berdiri dalam menghadapi cobaanku wahai hambaku….karena engkau telah bertemu tulang penyanggamu karena engkau hanyalah sebuah tulang rusuk yang bengkok”.

  2. jodoh di tangan Tuhan, namun kita yang berusaha mencari 🙂

  3. Subhanallah,betapa ALLAH telah membuat kita melek terhadap hikmah kehidupan ini.

  4. 4 sandra

    bertemu teman lama, aku malu.. menghadiri walimahan, gak ada teman… rutinitas kantor,bosaaaan… jalan-jalan, capek. itulah sedikit dari banyak keluhan seorang jomblo.
    entahlah… banyak hal yang bisa diusahakan, banyak cita-cita yang bisa diperjuangkan.
    sejauh ini karir, harta dan status sosial insyaAllah tidak mengecewakan. Namun untuk masalah jodoh, oh Tuhan… suliiiitttttt………… bingung ah.

  5. Menjemput jodoh yang sudah ditentukan Allah, tidak ada cara lain selain harus dengan berilmu……Insya Allah, dengan ilmu yang pas, Allah akan mempertemukan jodoh kita…

  6. wah penulisnya sendiri yang ngoment, terima kasih banyak, sy terinspirasi sama tulisan pak RIco ini 🙂

    wah ilmunya betul2 harus mantap agar mendapatkan jodoh yang tepat 🙂

  7. 7 Claudia

    Ketika aku menduduki sekolah tingkat SMA aku berprinsip punya pacar setelah bekerja & itu terkabulkan.ketika aku bekerja aku mengenal seseorang, sehingga tumbuh cinta & pacaran,berjalan’nya waktu aku berusia 24 tahun aku berkeinginan menikah diusia 25 tahun dengan pacar’ku, satu bulan lagi genap usia 25 tahun, pacarku berpaling & menghamili cewe lain, aku terpuruk seakan-akan hidup ini tidak adil bagiku, & mulai dari itu juga aku bersumpah demi diriku sendiri tidak akan percaya pada lelaki, diketepurukan aku itu ada lelaki berusaha mencuri hatiku lagi, berjalannya waktu hatiku luluh & aku menjalin cinta padanya, tapi dalam pergaulan’ku dengan’nya, aku tidak kuasa memberikan cintaku & setahun sudah kami lalui banyak cobaan & penderitaan yang kami alami baik dari keluarga & teman, namun keinginan hati mau menikah juga masih gagal, tapi aku tetap tegar karna semua ada waktunya diberikan Tuhan, aku bertanya kepada Tuhan, kapan’kah waktunya akan tiba ?
    aku tidak mampu menjalani kehidupan’q sendirian, teman-temanQ yang aku sayangi sudah meninggalkan’ku, sedangkan hubungan pacaran kami tidak direstui satupun dari Keluarga’ku baikpun dia.
    Mengapa aku menderita sekali, tidak satupun yang pedulikan aku, mengetahui hati’ku, bahwa aku sungguh menderita kali dengan keadaan ini. teman-temanku tidak pedulikan’Q.

  8. subhanaallah,, sungguh betapa besar nya dia telah memberikan nikmat yang begitu indah kepada hidup kita. dan hikmah yang begitu besar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: