Ku belum sempat membuatmu tersenyum sobatku

17Jan07

Kemaren dan hari ini begitu banyak kejadian-kejadian yang membuat hatiku begitu luluh menyaksikan kebesaranNya.

Kepergian teman, sahaat, rekan kerja, dan seorang yang bisa memberikan senyum itu kepada setiap orang dan memberikan ketenangan dalam bertindak itu telah pergi. Memang bukan untuk merenungi tetapi untuk mengingatkan kebaikan-kebaikannya dalam hidup dan dapat ku gunakan dalam hidupku.

Sobat terakhir kurasakan auramu sobat ketika masih di BEM, rapat PIMITS 10 dengan teman2 Ristek. Tak tau kalau kamu di situ sudah merasakan penderitaan yang kamu sendiri menyembunyikan dari kita.

Dia…. pas ketika kecelakaan motor di songgoriti, kamu membantuku… terima kasih sobat…

Beberapa waktu lalu teman-teman BEM berkunjung ke rumahnya, saya sudah mengiyakan tetapi ternyata kuliahku yang padat menghalangiku mengunjungi dia yang sedang sakit.

Mungkin lain kali ku akan berkunjung tetapi saat itu ternyata belum ada.

Terakhir ku diingatkan teman-teman untuk memberikan sms semangat dan senyuman itu.  Tetapi mungkin ku takabar sehingga ku belum sempat sms samapi HPku hilang …

saat itu ku berniat sms lagi tetapi setelah hpku ada, belum dapat2 nomornya (ku mungkin malas)

tenyata ketika mendengar telepon Pak Detak di sela-sela menuju magrib di salah satu masjid dekat Rumah Sakit International Surabaya (kebetulan mau menjenguk eyangnya wirawan yang sakit.” Kapan saya kembali ke BEM tetapi saya menjawab masih ke RS Int dan kemudian mau menjenguk Lukman yang juga mau diopname di RS Dr Soetomo.

Ya Allah…. sahabatku itu telah berpulang kepadaMu, ku belum sempat memberi dia sms senyuman kehidupan kepada dia, Allah.

Semua kebaikan-kebaikan dia terngingang di fikiranku dan membuat hati berfikir untuk memberikan perhatian kepada teman2ku yang masih bisa tersenyum.

Ku belum sempat membuatmu tersenyum kawanku, sobatku.

Ku belum bisa memberikan yang terbaik buatmu….

Kawan ingatkah ketika kita sehabis shalat memijat tanganku sampai bunyi sedangkan saya belum bisa membunyikan tanganmu itu…..

Kawan, maafkan aku kawan… maafkan ..

dengan sepenuh jiwaku kuikhlaskan kepergianmu ini untuk lebih berbakti lagi kepada Allah.

Iklan


2 Responses to “Ku belum sempat membuatmu tersenyum sobatku”

  1. Jodoh,Rezeki dan umur semua ditangan Allah…
    kita tidak tahu kapan datangnya, bisa lusa, besok ataupun semenit kemudian
    kita, saudara kita atau orang tua kita meninggal atau temen2 yang kita sayangi!! serahkan semuanya kepada yang diatas !!
    smoga kita semua bisa punya UNSHAKEABLE MENTALITY !!
    ALLAH SWT selalu bersama orang2 yang sabar
    dan bersama kita Bro!!

  2. yup.. benar sekali………

    ESQ yah ttg unshakeable mentality???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: