Jujur di atas permainan kejujuran dan permainan idealisme

04Jan07

Hari ini kata Jujur menjadi kata kunci buat saya, kebetulan minggu ini merupakan minggu Ujian buat kampus saya.

Di sebuah plasa elektro terpampang spanduk tentang Granats, dan Spanduk itu sudah beberapa kali terpampang bahkan pernah ada pengumpulan tanda tangan segala.Granats merupakan salah satu program dari divisi Kalam (Kajian Islam) di jurusanku yaitu Gerakan Anti Menyontek saat UAS dan UTS.

Suatu gerakan mulia untuk mendorong aktivitas moral yang lebih baik.

Tetapi sebenarnya sistem yang memberikan kita untuk berbuat melakukan hal tersebut.

Teladan lah yang patut kita kedepankan untuk memberikan gerakan moral itu bisa terwujud.

Seperti kisahku hari ini, saya ujian dengan hanya mengetahui satu bagian dari 4 soal dengan beberapa bagian, dan saya hanya mengerjakan bagian itu dan bagian2 lain tidak saya kerjakan, saya kosongkan. Jujur, saya tidak menyukai mata kuliah ini dan saya tidak bisa merespon dengan baik ketika dosen mengajarkan ilmu itu.apakah ini wujud dari sebuah idealisme arul atau sebuah kejujuran arul?

Tapi saya bahagia, hari ini saya lolos ujian kejujuran dan idealisme arul 🙂

Tapi kadang saya berfikir, percuma kita mengosongkan jawaban demi sebuah idealsme kejujuran, karena kejujuran itu bukan nilai untuk sebuah IPK…. Dosen aja menilainya berdasarkan kerjaan yang terlihat mata… tidak peduli itu kosong karena memang dia jujur tidak bisa mengerjakan ataukah orang ini memang benar bodoh.

Betul sekalikata temanku…. IPK sekarang tidak bisa menjadi acuan di cerdas (badrud said to me when meeting about LKMM TM).

Dan benar sekali kalau kejujuran itu, merupakan nilai dari Allah, bukan nilai pemberian manusia.

Lets see the next… what happen with the world?

Iklan


2 Responses to “Jujur di atas permainan kejujuran dan permainan idealisme”

  1. Mungkin bisa dijadikan perenungan bagi kita, kok bisa ya, momen yang hanya berkisar 1-3 jam, bisa menjadi tolok keberhasilan seseorang, dia dianggap bisa atau tidak?

  2. parameter nilai abadi hanya milik Allah….
    parameter nilai akademik ditentukan dosen terserah dia…. tanpa melihat adanya kebenaran dan kejujuran itu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: