Budaya Kerja

02Jan07

Memasuki tahun baru ini, ada sebuah tulisan tentang budaya kerja (saya dapatkan ketika mengikuti Diklat Pra Jabatan Tahun 2003) yang saya sadur kembali dari catatan-catatan ceramah pembicara, harapannya di tahun ini dan tahun-tahun mendatang kinerja saya dan organisasi-organisasi saya lebih baik, matang dan lebih dewasa.

Budaya : nilai-nilai yang menjadi SDM dalam menjalankan kewajibannya dan juga perilaku di dalam organisasinya.

Budaya kerja : suatu nilai-nilai yang menjadikan pedoman SDM untuk menghadapi permasalahan-permasalahan eksternal dan usaha penyesuaian integrasi ke dalam organisasi, sehingga masing-masing anggota organisasi harus memahami nilai-nilai yangada dan bagaimana mereka harus bertindak dan berperilaku

10 karakter budaya kerja :

  1. inisiatif individual

inisiatif yang dikehendaki adalah derajat tanggung jawab, kebebasan dan independensi dari masing-masing anggota organisasi.

  1. toleransi terhadap resiko

seberapa jauh SDM untuk didorong untuk lebih agresif, inovatif, dan mau menghadapi resiko dalam pekerjaannya.

  1. Pengarahan

Kejelasan organisasi dalam menentukan obyektif dari harapan terhadap SDM terhadap hasil kerjanya. Harapan itu dapat dituangkan dalam bentuk kualitas, kuantitas, dan waktu

  1. Integrasi

Bagaimana unit-unit dalam organisasi itu didorong melakukan kegiatan dalam satu koordinasi yang baik.

  1. dukungan manajemen

seberapa jauh para manajer memberikan komunikasi yang jelas, bantuan dan dukungan terhadap bawahannya dalam melaksanakan tugasnya.

  1. Pengawasan

Meliputi peraturan-peraturan dalam supervise yangdigunakan untuk melihat secara keseluruhan dari perilaku karyawan.

  1. Identitas

Pemahaman anggota organisasi yang loyal terhadap orang secara penuh. Seberapa jauh loyalitas terhadap organisasi

  1. SIstem penghargaan

Alokasi reward (kenaikan gaji, promosi yang berdasarkan criteria hasil kerja karyawan

  1. Toleransi terhadap kelompok

Usaha untuk mendorong karyawan untuk kritis terhadap konflik yang terjadi. Dalam budaya organisasi yang toleransi konflik tinggi, perdebatan dalam pertemuan adalah suatu yang wajar.

  1. komunikasi

komunikasi organisasi terbatas pada hirarki formal setiap organisasi. Misalnya kabag infokom memanggil bawahannya dengan nama depannya sedangkan kabag organisasi memanggil dengan nama Pak.

 

Iklan


One Response to “Budaya Kerja”

  1. semoga bisa dijadikan pedoman bagi banyak perusahaan di Indonesia, masalahnya banyak perusahaan kita ini yang kurang berbudaya, budaya yang lebih mereka kenal gimana bisa untung banyak dengan modal kecil atau memeras karyawan (gaji kecil tapi target or tanggung jawab gede). Makannya gue gak mau lagi diperdaya perusahaan macam gitu, mendingan usaha sendiri….

    Aido Yunan Ramadhan
    RAHASIA MENDAPATKAN UANG DI INTERNET
    Visit: http://www.bosbisnis.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: