mahasiswa proletar sekarang berbudaya konsumerisme

30Des06

Kehidupan mahasiswa memang memperkenalkan antarakaum borjuis dan proletar (memakai istilah revolusi Prancis).

Hal tersebut dapat anda lihat dalam kehidupan sehari-hari seorang mahasiswa yang bisa dikatakan borjuis, jika memang dia berada budaya konsumerisme melekat pada diri mereka dan mungkin saja kita beranggapan hal tersebut biasa buat mereka, kan mereka punya banyak uang. Namun parahnya kaum proletar malah sok-sokan sebagai kaum borjuis.

Jika melihat keadaan itu miris dan sangat tidak tega kita melihatnya. bayangkan jika seorang proletar mengikuti gaya-gaya kaum borjuis, sering ke mall hanya untuk mencari pakaian yang mungkin bisa di dapatkan di pasar Turi, atau mencari makanan yang mengenyangkan menuju restoran mahal.

Parah !!!! seandainya mahasiswa proletar ini mengetahui bahwaorang tua mereka adalah kamu proletar juga, mereka adalah pengemis berpendidikan, artinya sering mengemis uang ke orang tua mereka untuk menghidupi kuliahnya, tapi ternyata berbeda malah mereka juga menggunakan uang orang tua yang nota bene proletar juga untuk berbudaya  konsumerisme, yang merupakan salah satu budaya dari kaum borjuis.

Mereka mungkin tidak sadar orang tua mereka itu sedang mencari diut serupiah itu sangat susah sedangkan kita serasa serupiah itu belum ada apa2nya, kitabutuh yang sejutaan….

Menyadari kemampuan

Saatnya kita menyadari untuk lepas dari kungkungan budaya borjuis tersebut, ingat “Besar Pasak dari Pada Tiang”, lepasdari budaya konsumerisme yang menyebabkan kita setiap akhir bulan duit menjadi sekarat, saatnya kita mengetahui bahwa kita kaum proletar yang berjuang menjadi borjuis, bukan proletar seakan-akan menjadi borjuis,

lepaskan pemikiran-pemikiran bahwa kita bisa memiliki segala hal hanya dengan menggunakan uang orang tua..

nb : teruntuk u/ diriku dan teman2ku

Iklan


6 Responses to “mahasiswa proletar sekarang berbudaya konsumerisme”

  1. budaya borjoisme memang tidak bagus buat kaum proletar, tetapi haruskah kita menjadi kaum proletar terus kalau kita

  2. 2 dewaruci

    sepakat banget ma pemikiran arul!!
    jelas negara ini semakin terhegemoni kapitalisme yang semakin mencakar dari hidup masyarakat proletar!!
    yang jelas satu kata !! lawan !!buang rasa takut, hentakkan kaki menuju revolusi yang sebentar lagi akan terjadi !! percayalah !!bukan dogma, karena akal asalnya !!
    hancurkan segala yang meninabobokan generasi bangsa !! caranya !!
    jangan sampai bangunan-bangunan borjuis mangkarak disekitar area basis pendidikan !! dan yang memberi izin itu pemerintah !! yang telah kenyang uang kaum borjuasi !!
    sekali lagi lawan kaum borjuasi dan pemerintah yang tribalisme !!
    satukan tekad, kuatkan semangat dan raih apa yag sebenarnya harapan kita semua !! amien!!

  3. ok dewaruci bangun bangsa yang terbebas dari kapitalisme yang sudah merasuk ke dalam darah segar bangsa ini

  4. 4 didi pramono

    kritis bgt. dan di zaman seperti ini saatnya buat kita untuk hidup prihatin. semua itu (konsumerise) hanyalah kesenangan semu. namun, sebenarnya entah itu kaum borjuis maupun ploretar janganlah mempunyai sikap konsumtif. itu adalah jelas sesuatu yang negatif. tetapi marilah kita budayakan hidup hemat, budayakan menabung. masih banyak hal-hal didepan kita yang harus kita kejar.
    dan ada satu hal yang ingin saya tanyakan pada anda.
    apa beda konsumerisme dan konsumtivisme?
    hidup mahasiswa…!

  5. 5 omo

    bukan harus menjadi proletar.
    Tapi kita harus menjadi lebih pintar dan memprioritaskan kebutuhan kita.
    Jangan membeli sesuatu berdasarkan apa yang kita inginkan. Melainkan apa yang kita butuhkan.

    omo_KMD-Unpad

  6. 6 Demar grg

    Parah ya..
    Budaya konsumerisme kaum bourjuis..
    Seperti virus y terinfeksi kepada kaum proletar..
    Semestiny jangan sampai ad y berstatement seperti it
    karena sama saja mempermalukan agama ,orangtua, dan pendidikan yang belum pernah menyarankan budaya seperti itu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: