Banjir lagi… oh Surabayaku

29Des06

Sejak sore tadi hujan melanda kota Surabaya, dan sudah bisa ditebak bahwa Surabaya akan tenggelam. terbukti sekitaran Kertajaya, Mulyosari, dan daerah-daerah lain juga tenggelam.

Dan perlu kita sadari bersama bahwa pemerintah (Surabaya red) jauh-jauh hari sudah melakukan perbaikan drainase-drainase di kota terutama di daerah rawan banjir. namun waktunya tersebut tidak memberikan banjir untuk tidak ada. Waktu pelaksanaan perbaikan drainase menjelang musim hujan tidak mencukupi untuk menghilangkan banjir di kota Surabaya.

Teringat tahun lalu, pas pemerintah kota membeli 3 pompa untuk menyelesaikan permasalahan banjir, tapi ternyata barangnya bekas dan ternyata pula tidak bisa menyelesaikan permasalahan banjir.

Ataukah memang banjir menjadi agenda Tahunan kota Surabaya selama musim Hujan? pertanyaan sinis penuh makna.

Ya tepat sekali kalau kita menyindir semua pihak untuk segera berbenah dengan program-program yang baru yang bisa mencegah kota surabaya banjir untuk tidak selamanya.

Peran penting masyarakat sebenarnya memegang peran penting dalam penyelesaian banjir ini, terutama masyarakat yang tinggal dalam lingkup perumahan. misalnya saja untuk tidak membuang sampah ataupun barang apapun di sungai dan drainase-drainase. Drainase-drainase tersebut betul-betul untuk saluran air.

Kayaknya kita perlu back to basic untuk menggotongroyongkan masyarakat kembali membersihkan lingkungannya masing-masing.

Terkadang masyarakat yang egois melakukan penutupan drainase dengan beton sampai-sampai tidak di cek apakah masih efektif digunakan ataukan sudah bejibun sampah bertumpuk di dalamnya.

Pertama kali saya datang surabaya, saya langsung melihat drainasenya yang benar-benar tidak tertata rapi, ada yang tertutup sampah, ada yang tertutp beton sehingga tidak bisa dibuka-buka, ada juga yang gak berair. Jika mau dibanding tempat kelahiranku walaupun belum terkenal-kenal amat (insyaAllah akan terkenal juga, jika sudah terbentuk Provinsi Luwu Raya,Palopo red) sudah tersusun rapi, sehingga kalau hujan airnya mengalir dengan tenangnya, walaupun hujannya lebat. Mungkin karena kota Palopo masih kecil jadi masih bisa dideteksi ketika ada banjir daerah penyebab kebuntuan saluran air dapat ditentukan dengan cepat.

Sehingga suatu saat saya berfikir, apakah dalam pembangunan (terutama perumahan) jarang sekali membuat saluran air, sehingga dampaknya sampai sekarang tetap banjir.

Iklan


No Responses Yet to “Banjir lagi… oh Surabayaku”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: