Samudera Pengetahuan Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam

05Nov06

Samudera Pengetahuan Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani
Suhbat 24 Agustus 2006*

A`udzu billahi min asy-shaitaan ir-rajiim  Bismillahi
‘r-Rahmani ‘r-Rahiim
Nawaytu’l-arba` iin, nawaytu’l-`itikaaf,
nawaytu’l-khalwah, nawaytu’l- riyaada, nawaytu’s-suluuk,
nawaytu’l-`uzlah lillahi ta`ala fii hadza’l-masjid

Pada sesi sebelumnya dikemukakan tentang tidak ada
satupun yang bisa mengerti tentang Peningkatan
Samudera Pengtahuan Nabi salallahu alaihi wasalam. Dan
peningkatan beliau ini tidak terhitung, kalian tidak
dapat menghitungnya. Karena dalam setiap kesempatan
peningkatan beliau merupakan kenaikan berganda dari
yang sebelumnya.

Ini tidak berarti bahwa dalam setiap kenaikan beliau
mencapai jarak yang lebih pendek dari sebelumnya,
namun beliau menempuh jarak 2 kali dari sebelumnya.
Yang selanjutnya akan menjadi 4x dari sebelumnya lalu
16x dari sebelumnya dan seterusnya. Inilah bagaimana
Nabi (saw) mengalami kenaikan dalam setiap waktu 2x
dari kenaikan pertama. Dan awliyaullah bahkan tidak
dapat mengerti pengetahuan dan realitas yang Allah swt
pakaikan kepada kekasihNya Muhammad saw dari satu
kenaikan ke kenaikan lain. Mereka mungkin mengambil
setetes dari samudera dan satu tetes itu cukup membuat
mereka terlena dan mabuk.

Kebesaran yang Allah swt berikan kepada Sayyidina
Muhammad (saw) tidak dapat dijelaskan dan karena
itulah Allah berfirman dalam kitab suci Al Qur’an:
Laqad ja`akum rasulun min anfusikum…. Bil muminiina
raufun rahiim fa in tawallaw, fa qul hasbiyAllahu La
ilaha ill-Allah. Allah swt telah mengirimkan kepada
kalian. *Laqad ja`akum min anfusikum rasulun min
anfusikum* –dari diri kalian sendiri. Artinya bahwa
dari dalam diri setiap orang memiliki koneksi kepada
Nabi (saw). Bila diandaikan jika Nabi (saw) adalah
sumber utama energi lalu setiap orang terhubung
kesana. Di setiap rumah kalian memiliki energi listrik
yang dialirkan dari sumber utama, itulah mengapa kita
mengatakan listrik ini (energi) datang dari listrik
itu (sumber energi listrik .pet). Di rumah listrik
datang dari sumber yang sama. Itulah sebabnya juga
kami mengatakan kamu berasal dari kamu.

Allah telah mengirimkan ke tengah-tengah kamu seorang
pembawa amanat. Itulah arti literalnya. Namun dalam
arti hakikatnya adalah Allah swt telah mengirimkan
seorang pembawa amanat bagi semua manusia, dari sisi
manapun orang itu telah mewarisi dan memiliki koneksi
kepada para Nabi dan hanya Allah mengetahui yang
terbaik. Dari setiap ke-aku-an dari kita ada sebuah
koneksi/koneksi kepada para nabi. Artinya bahwa setiap
individu memiliki sebuah hubungan. Dan para nabi dapat
meraih kita melalui dengan melacak koneksi yang menuju
ke-aku-an dalam diri setiap manusia.
Laqad ja`akum rasulun min anfusikum – datang dari
dirimu sendiri.

Tidak datang dari … artinya beliau (Nabi (saw))
laksana sebuah sumber energi utama dan setiap orang
terhubung dengan beliau. Ketika seseorang sangat dekat
dengan kalian, ketika seseorang terhubung dengan
kalian, (maka) kalian terhubung kepada Nabi saw,
itulah mengapa *ummat an-Nabi* berada dalam pelukan’
Nabi saw, antara ‘sayap-sayap’ dan lengan-lengan
beliau, dibawah ‘sayap-sayap’ dan lengan-lengan
beliau, mereka (ummat an-Nabi) tidak dapat keluar.

Itulah alasan mengapa dia ‘bersama kalian’. Kalian
berada dalam pengaruh Nabi (saw). Ketika kalian berada
dibawah ‘sayap’ dan lengannya, beliau sangat
memperhatikan kalian, itulah kenapa beliau bersabda
*Hariisun alaykum*. Beliau tidak memberikan kesempatan
bagi setan untuk menarik kalian keluar. Dan juga
itulah alasan mengapa hal ini menjadi berkesinambungan
dalam penjelasan sebelumnya yang dipaparkan oleh
Grandsyekh, bahwa *la`an-Allah al kafiriin,
la`an-Allah al-musyrikiin, la`an-Allah al-munaafiqiin*
, kutukan itu datang dari karakter-karatkter buruk.

Saat kutukan datang kepada mereka, kutukan ini seperti
mesin cuci. Saat pakaian dimasukkan ke dalam mesin
cuci apa yang terjadi? Mesin itu akan membersihkan
pakaian. Begitu pula dengan halnya dengan
karakter-karakter ini, dalam Kehadirat Illahi akan
dibersihkan. Itulah alasannya beliau sangat
memperhatikan kalian, *wa bil muminiina raufun rahiim*
untuk kelompok kalian, *muminiina*… beliau
memperhatikan kita karena ‘steker’ kita adalah steker
yang bagus, sehingga kita menjadi Muslim. Dan dengan
sebagian orang yang *raufun rahiim* apa artinya Rauf?
Lemah lembut.

Memiliki belas kasihan. Dan *rahiim* – penyayang.
Bukan hanya pengasih. *Rahman* memiliki arti pengasih.
*Rahiim* adalah rasa pengasih untuk mengampuni kalian.
Artinya jika kalian berada dilingkup dikasihi dan
kalian dibawah lingkup belas kasihan, artinya
dimanapun (tingkat) Nabi (saw), beliau akan bersama
kalian, kalian berada dalam tingkatan yang bergerak.
Meskipun kalian tidak mengerti setetes dari
pengetahuan ini tapi Nabi (saw) tidak akan membiarkan
kalian keluar dari lengan dan sayap beliau. Itulah
mengapa semua Ummah ‘bergelantungan’ dengan Nabi (saw)
dan tidak ada satupun yang akan tertinggal.

Setiap orang akan berada dalam Mi’raj. Karena itulah
ketika seseorang dari *Ummat an-Nabi* meninggal, dia
melihat dirinya sendiri,”Oh, Saya tidak melakukan
semua itu. Saya tidak melakukan banyak ibadah. Saya
tidak pernah mencapai tingakat itu.” Pada kesempatan
itu dia mengerti bahwasanya dia berada dalam lingkup
NabiNya tercinta Sayyidina Muhammad dan dia tidak
tertinggal. Jikalau dia tertinggal maka Nabi (saw)
tidak *Hariisun alaykum*.

Beliau tidak bisa menjaga seseorang jika dia memang
diperuntukan bagi Iblis. Allah mengenakan Nabi (saw)
dengan atribut pemelihara kaum beliau dan dia tidak
akan melepaskan satupun ke tangan iblis. Beliau akan
membawa semua Ummahnya ke Hadirat Allah dengan bersih.
Bukan …*uluum al-awwaiin wal akhiriin* sesuatu yang
dapat dijelaskan. Kalian tidak dapat menjelaskannya.
Apa yang Allah berikan kepada *Sayyidina Muhammad*
(saw) melebihi akal pikiran kita. Dari pengetahuan itu
Grandsyekh memberitahukan bahwa Nabi (saw) memanggil
para Sahaaba dan mengumumkan bagi siapapun yang dapat
membaca Al Qur’an hingga selesai (khatm) dalam
semalam, maka anak beliau saw, Fatima ra akan menjadi
istrinya –Jadi, semua Sahaaba berusaha menyelesaikan
membaca Kitab Suci dari Isya hingga Fajr untuk
menyelesaikan dalam jangka waktu tersebut.

Dan mereka harus membaca dengan *Ahkam*,
aturan-aturannya. Semua Sahaaba membuka mata semalaman
berusaha khatm Al Qur’an. Saat Fajr Nabi (saw)
menanyakan,” Adakah yang khatm Al Qur’an?” Tidak ada
yang menjawab ‘ya’ kecuali Sayyidina `Ali (r). Mereka
bertanya kepada Sayyidina `Ali (r),”Ya ‘Ali (r) kamu
tidur semalaman. Bagaimana caranya kamu bisa khatm Al
Qur’an?” Karena ketika mereka membaca Al Qur’an, harus
dengan aturan tertentu, tidak seperti ketika kita
membaca sebuah cerita. Al Qur’an dibaca beserta
rahasia dibaliknya. Ketika mereka membaca Al Qur’an
berarti mereka memasuki samudera dalam tiap hurufnya.
Dan awliyaullah dapat meraih dari setiap huruf
tersebut 24.000 samudera pengetahuan. Pada saat mereka
membaca Al Qur’an, maka mereka harus mengerti
pengetahuan dibalik tiap huruf. Tidak seperti cara
baca kita saat ini.

Atau bahkan tidak seperti cara baca awliyaullah saat
ini. *Sahabat an-Nabi* (saw), ketika mereka membaca Al
Qur’an, mereka membacanya dengan rahasia cahaya
yang datang dari setiap huruf di saat itu. Karena
pengetahuan dalam setiap huruf terus bertambah, dalam
urutan tertentu, urutan yang diikuti dengan
pengertiannya masing-masing. Para Sahaaba membaca Al
Qur’an walaupun tidak mungkin  menyelesaikannya satu
halaman dengan aturan-aturan yang ada.

Sayyidina `Ali (r) sedang tidur sepanjang malam.
Mereka bertanya kepadanya, “Bagaimana cara kau
menyelesaikannya (membaca Al Qur’an)?” Dia
menjawab,”*Ya sayyidii Ya Rasulullah*” –Dia adalah
pintu dari kota pengetahuan dan dia tahu bagaimana
mencapai tingkatan itu. Kalian harus menyelesaikan
suatu tingkatan untuk diberikan pengetahuan dalam
setiap huruf Al Qur’an. Itulah kenapa awliya
memberikan banyak perhatian terhadap amalan harian
(awraad) yang mereka berikan kepada kalian.

Sayyidina `Ali (r) berkata, “*Ya sayyidii Ya
Rasulullah* apa yang saya baca adalah yang saya ambil
dari hati Engkau, yaitu 3x *shahada* 70x *istighfaar*
,
dan Fatiha dan *Amana ar-Rasula* dan 7x *alam nashrah
*dan 11x *qul Huwa Allahu ahada*, 10x *La ilaha
ill-Allah*, dan 10 *salawat* tertuju kepadamu
(Rasulullah) dan saya mengirimkan sebuah hadiah
kepadamu. Nabi (saw) menjawab,”sadaqa `Ali .”
Karena pelafalan 3x *qul Huwa Allahu Ahad* seperti
membaca seluruh Al Qur’an sebagaimana yang Nabi (saw)
katakan. Jadi, 3x memasuki samudera dari Surah
itu telah cukup bagi Sayyidina `Ali (r) untuk
menyelesaikan membaca Al Qur’an hingga selesai
dibandingkan dengan para Sahaaba lain yang tidak
sanggup menyelesaikannya pada waktu itu. Jadi, Nabi
(saw) memberikan (dalam artian untuk dinikahkan )
Sayyidina `Ali ra kepada Sayyida Fatima ra.

Seorang Wali Qutb bertanya kepada Qutb lain kemudian
para Qutb  mendiskusikannya  Qutb pertama bertanya,
“Jika semua Sahaaba menyelesaikan pembacaaan Kitab
Suci Al Qur’an pada saat itu, apakah yang akan
dilakukan oleh Nabi (saw)?” Nabi (saw) menjawab jika
salah satu khatam Al Qur’an saat Fajr tiba, aku akan
memberikan dia kepada Fatima ra. Qutb pertama
menanyakan hal ini kepada Qutb kedua yang memiliki
tingkatan yang lebih tinggi. Perhatikan awliyaullah,
Nabi (saw) akan memberikan nomor kepada para Sahaaba
yang telah khatm Al Qur’an dan beliau (saw) akan
memberikan seorang Fatima kepada setiap orang.

Seberapa besar kepercayaan kalian? Kita dapat saja
menyangkalnya bahwa itu tidak mungkin. Tapi awliya,
perkataan Nabi (saw) tidak dapat disangkal. Jikalau
mereka semua atau pun separuhnya berhasil khatm Al
Qur’an, Allah akan menciptakan wanita-wanita yang
mirip dengan Fatima. Bukan hanya satu yang diberikan
kepada Sayyidina `Ali (ra).

Ini berasal dari hati Nabi (saw), *Hariisun `alaykum
bil-muminiina raufun* rahiim* beliau pengasih dan
berbelas kasihan kepada orang-orang beriman. Kalian
harus mempercayainya seperti Qutb tadi. Jangan
mempertanyakan seorang wali. Kalian tidak tahu
kesalahan apa yang kalian perbuat ketika kalian
meragukan dan mempertanyakaan seorang wali.
Awliyaullah seperti belerang merah, jarang ditemukan
dan tidak setiap orang mengaku dirinya sebagai wali.
Begitu banyak yang menganggap syekh mereka adalah
seorang wali. Ini tidak sesederhana itu. Wali adalah
seseorang yang telah berhasil mengendalikan egonya
sendiri. Dan telah diberikan kemurnian dari Allah,
kemurnian yang suci, satu bentuk kemurnian Nabi (saw)
yang suci lalu diberikan kepada syekh kalian.

Awliyaullah sebagaimana diterangkan dalam sesi
sebelumnya apa yang Sayyidina Bayazid al-Bistami
katakan. Perhatian Nabi (saw) tidak dapat dijelaskan
dan dimengerti oleh kemampuan awliyaullah ketika
mereka memasuki samudera pengetahuan lalu mereka
mengambil rahasia-rahasia ini sebagaimana yang
Grandsyekh katakan jangan tinggalkan 3x *shahada*,
70x* istighfaar* dan *Fatiha *dan *Amana ar-Rasula*dan
7x * alam nashrah* dan 11x *qul Huwa Allahu ahada*.

Apa yang mereka berikan adalah sebuah rahasia. Seperti
*Sayyidina `Ali* (ra) yang dengan tenang beristirahat
dan melafalkan semuanya hanya memerlukan waktu 10
menit dan disisi lain para Sahaaba terus dan terus
membaca Al-Qur’an dan tidak dapat menyelesaikannya.
Mereka harus membaca Al Qur’an dengan aturan dan
*Sayyidina `Ali* (r) menyelesaikannya hanya dalam 10
menit. Karena dalam 10 menit itu beliau dapat menbuka
kode dari apa yang beliau baca, sebuah kunci harta
karun yang beliau perlukan pada malam itu.

Karena saat Nabi (saw) memerintahkan meng-khatm Al
Qur’an bukan hanya membuka Al Qur’an kemudian membaca
hingga selesai. Jadi, artinya adalah apapun yang telah
‘diperlihatkan’ kalian harus membacanya sesuai dengan
rahasia yang terkandung dan aturan-aturannya. Saat
kalian mencapai batasan-batasan dan tujuan lalu kalian
diberikan hak untuk memiliki Fatima. Jika bukan kalian
lalu siapa yang berhak? *Sayyidina `Ali* (ra) dapat
memasuki samudera pengetahuan, laksana sebuah kunci
untuk membuka pintu dan masuk ke dalamnya.

Dan beliau berhak untuk siapa? Untuk Fatima ra. Jadi,
artinya adalah Fatima (ra) adalah surga tertinggi yang
dapat dicapai. Ada surga yang bernama Fatima (r) yang
diperuntukkan bagi siapapun yang dapat memasukinya
dari pintu yang *Sayyidina `Ali* (r) masuki. Fatima
berada dalam surga tersebut, dalam kota nabi. Dia
dapat mencapai Fatima surgawi sebaik dengan Fatima
secara fisik. Tidak ada yang dapat mengerti tingkatan
*Sayyida Fatima az-Zahra (r)*. Surganya dapat diambil
oleh seluruh *Ummah*. Dia tidak meninggalkan
seorangpun dari *Ummatan-Nabi* (saw).

Dengan syafa’at darinya, setiap orang akan memasuki
surga. Dia tidak akan meninggalkan seorang pun
tertinggal. Kemudian setelah Nabi (saw) akan
memberikan mereka ‘pakaian’. Lalu apa yang akan Nabi
(saw) perbuat kepada mereka? Beliau akan memakaikan
mereka ‘pakaian’ dengan apa yang Allah berikan kepada
mereka.
Jadi, Grandsyekh berkata bahwa penghuni semua surga
adalah Muhammadiyun. Mereka memiliki fitur-fitur yang
terefleksi pada mereka. Fitur yang sama dengan Nabi
(saw). Inilah awliyaullah yang Allah berikan kepada
beliau, mereka *Ummat an-Nabi*, Allah memberikan
mereka kepada beliau dan mereka berada dibawah
perlindungan beliau, Kita memohon kepada Allah untuk
memelihara diri kita ‘bersih’, memelihara kita dalam
perhatian Nabi (saw) dan untuk memasuki surga *Sayyida
Fatima az-Zahra* (r)

Wa min Allah at tawfiq

Wassalam, arief hamdani
The Naqshbandi Haqqani Rabbani Whirling Dervishes
Rabbani Sufi Institute of Indonesia
http://www.mevlanasufi. blogspot. com
HP. 0816 830 748

Iklan


4 Responses to “Samudera Pengetahuan Nabi Salallahu ‘alaihi wasalam”

  1. di situ sahaja kah titik akhirnya perjuangan kalian?

  2. 2 Najma

    Assalamualaikum,
    Bagaimana untuk akses blog mevlanasufi tersebut?

  3. 3 Arie Renaldi

    Alhamdulillah

  4. 4 Arie Renaldi

    Alhamdulillah…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: