Memperingati Sumpah Pemuda koq menyalahkan Pemuda2 sekarang gak seperti dulu

31Okt06

Memperingati Sumpah Pemuda koq menyalahkan Pemuda2 sekarang gak seperti dulu???

Akhir-akhir ini banyak tulisan-tulisan yang berdedar ataupun komentar sekaitan dengan Sumpah Pemuda.
dan sebagian besar dari semua org baik itu tua maupun yg muda menganggap pemuda sekarang sudah tidak seperti dulu lagi..
mereka tidak bisa mengambil makna sumpah pemuda…

Yang tua-tua menyalahkan anak2 sekarang tidak hapal pancasila, atau mereka sudah lupa akan sumpah pemuda yg sering didengung2kan itu….
Mereka menganggap permasalahan -permasalahan bangsa saat ini tidak bisa diselesaikan karena pemudanya lagi malas.
Juga ada selentingan berpandangan bahwa pemuda sekarang tidak bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan lingkungannya..

Banyak yang menjudge kaum muda sekarang taunya hura-hura dan tidak tau terima kasih

TETAPI…. perlu diingat…. zaman sudah berubah…. dan metodedari pemuda-pemuda sebagai tulang punggung negara sudah beralih ke arah yang mungkin tidak ada menduga seperti itu..

Sebenarnya saya tidak sependapat dengan komentar-komentar di atas karena akan memberikan preseden yg buruk bagi kelangsungan hidup pemuda.

Pemuda memiliki cara tertentu untuk menyakinkan dirinya untuk menjadi seorang yang bermanfaat…..

Perlunya perubahan paradigma atas dikotomi pengertian antara pemuda dengan orang tua-tua….

Keadaan zaman sekarang yg menuntut pemuda memiliki jalur tertentu seperti misalnya banyak yg lebih mengaktifkan dir dala mkegiatan akademik.. dan sekarang sudah jarang turun jalan….
Keandalan otak dalam berfikir dan berwacana menjadi keunggulan pemuda saat ini…
Mau tidak mau, dipungkiri atau tidak… peran pemuda tetap ada … tidak bukan hilang sama sekali..

kadang kita biasa memberikan pendapat yg tidak logis, hanya melihat satu dua orang tetapi langsung prejudaisnya sudah mengklaim semua melakukan….

kIta lihat saja 10 tahun ke depan pemuda sekarang bisa melakukan apa untuk negara, bangsanya….

To be continue…

Iklan


21 Responses to “Memperingati Sumpah Pemuda koq menyalahkan Pemuda2 sekarang gak seperti dulu”

  1. 1 Gwendydd

    Makna sumpah pemuda kini sudah luntur ada contohnya, sekarang murid tidak lagi menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia dengan mengatakan pada gurunya “good morning, sir dan bla….bla…bla” bukan lagi “selamat pagi, pak”, meski dengan terpaksa atas suruhan penguasa dari sekolah. Kita harus ingat pepatah, bahwa bahasa mencerminkan sebuah negara. satu contoh lagi dari rasa kebangsaan, bagaimana bisa menjiwai bangsa yang satu yaitu bangsa Indonesia, jika menyanyikan lagu Insonesia yang agung dengan bermain-main atau bahkan ada yang lupa. mungkin untuk dua tahun, sepuluh tahun atau beberapa tahun mendatang sumpah pemuda hanyalah tinggal sejarah di Indonesia yang agung ini. lebih baik di bom atom daripada merdeka kurang dari 100%….

  2. nice koment, yah perubahan zaman merubah bangsa ini menjadi lupa kulturnya… 🙂

  3. apakah kurikulum PPKN, Pancasila, Kewarganeraan, dll di dunia Pendidikan Negeri perlu dirubah ya?

  4. saya rasa kayaknya perlu diubah, karena harus disesuaikan dengan perkembangan zaman…

  5. Sekarang tuh sebenarnya kita tidak patut menyalahkan para pemuda sekarang yang sepertinya lemah semangat, malah kalau saya perhatikan para pemuda sekarang memiliki semangat yang menggebu2. mau buktinya? coba lihat tuh kalau pas lagi ada acara demo banyak sekali yang ikut kan? trus lihat juga yang aktif sholat jama’ah juga saya lihat kebanyakan orang muda.

    sebenarnya sekarang cuman satu yang kurang, generasi tua kurang membina yang muda, banyak generasi tua yag tidak mengarahkan yang muda dengan baik, kebanyakan generasi tua yang tidak menjadi suri tauladan yang baik. lalu setelah semuanya itu terlambat, yang di salahin2 adalah para pemudanya, kalau sudah begini ka repot.

    coba kala geneasi tua dan pertama sudah sadar, mendidik putra2 mereka dengan baik sejak pertama kali, maka nasib dan keadaan putra2 putri2 mereka tidak amburadul seperti saat ini.

    pa..bu…didik anaknya dengan baik yach…ddari kecil jangan cuman li latih utuk ngitung uang…tapi latih dan kembangkanlah kreativitasnya yang baikkkkkkkkkkk……..

  6. sip… komentar yang mencerahkan…
    itu yang saya maksudnya..
    semua harus mendidik dan menyadari peran serta dalam pembangunan.
    jangan hanya melihat segelitir anak muda jadinya menyalahkan semua anak muda…
    mantap… salam kenal hafidz..

  7. 7 Tomy Alma Arif

    Mungkin Indonesia terlalu membuat banyak Hari Spesial, termasuk sumpah Pemuda. Sehingga Hari-Hari Spesial itu menjadi Hari-Hari TAK Spesial. Pemuda sekarang harus bisa bergerak bukan memperingati.

    Menanggapi pula tentang kebudayaan Indonesia yang sering kecolongan, ayo kita berbuat sesuatu untuk kebudayaan (khususnya) Indonesia, karena kebudayaan adalah harta yang paling berharga dan tanpa kebudayaan bangsa ini tidak akan punya harga diri.

    Saya mulai membuat blog tentang Sunan Giri di situs http://sunan-giri.blogspot.com dan rencananya akan membuat yang lain. Kalau ingin mengirim artikel kirim email ke tomyalmaarif.sunan-giri@blogspot.com dan akan langsung di-posting. Tolong dibantu ya…

  8. 8 yuliani

    Aku sangat setuju dengan pendapat di atas kita nggak seharusnya menyalahkan kaum muda karena kurang hafal teks sumpah pemuda karena tidak menutup kemungkinan masih banyak kaum muda yang masih hafal.

  9. 9 Tomy Alma Arif

    Maaf, email untuk post ke sunan giri salah. yang benar tomyalmaarif.sunan-giri@blogger.com

  10. 10 elma

    saya bertanya kepada kepala sekolah, mengapa tanggal 28 oktober 2007 kita anak SD tidak upacara ?
    kepala sekolah menjawab, tidak ada instruksi !
    MASAK UPACARA HARUS TUNGGU INSTRUKSI ?????????????????

  11. kalo aku menganggap dan merasakan semagat dan jiwa nasionalis pemuda sekarang memang sudah luntur tidak seperti dulu lagi jaman perjungan meraih kemerdekaan atau pada saat menjlang runtuhnya rezim orde baru dimana para pemuda lah yang bergerak dan menjadi ujung tombaknya. tapi sekarang pemuda hanya segelintir manusia yang suka foya-foya

  12. 12 ondy

    Sekarang bukan saatnya untuk saling mencari kesalahan, tapi yang penting semua unsur bangsa ini mempunyai tanggung jawab terhadap pengentasan pemuda masa kini mulai dari rumah, lingkungan masyarakat dan sekolah! Kasih dong solusi bukan cuma kritik…. karena kita juga pernah muda!

  13. @ ondy : ok2 saya sependapat dengan kamu ondy 🙂

  14. 14 endy

    Tapi memang betul bung pendapat2 org-org tua tsb…

    Zaman boleh berubah… itu pasti… tp sejarah dan semangat para pahlawan tidak boleh di lupakan… bahkan tidak boleh di hapalkan.. melainkan di jiwai dalam keseharian kita..

    hapal Pancasila? ya wajib lah! (pahlawan aja berjuang siang malem, masa hapalin aja ga mau?)
    hapal Sumpah pemuda? ya wajib lah! (pahlawan aja susah-suah begadang merumuskan, asa menghapal aja ga mau?)
    Upacara bendera? ya wajib lah! (pahlawan aja mandi darah, masa mandi keringet aja ga mau? )

    Teknologi itu utk semakin memajukan… memudahkan seluruh pemuda di berbagai daerah utk berkomunikasi , betukar informasi.. bukan malah melunturkan..

    realita mengatakan memang spt itu.. mayortitas pemuda kita spt itu,, maka kita yg sadar segera mengingatkan mereka,, bukan menganggap santai dan berandai-andai ga semua pemuda spt itu (walaupun benar) krn itu akan membuat kita malas berjuang..

    Saya setuju dgn apa yg dikatakan oleh Sandiaga S Uno, kita perlu menjadi “PELAJAR-PEJUANG”.

    Bukan seorang akademisi yg berjuang utk DIRI nya sendiri, tp utk bangsanya. mendedikasikan ilmu nya utk bangsanya.

    ga ada kerennya Titel MBA, Phd, dsb.. tp cuma bisa jelek2kin bangsanya sendiri (ur looser!)

    So Ayo berjuang sampai mati, spy kalo kita ketemu Soekarno di Akhirat nti, kita ga malu kl ketemu krn cuma bisa menggerutu dan berkomentar 😀

    Sukses….

  15. sumpah pemuda adalah suatu dasar yang menjadi tongkat pijakan pemuda seluruh penjuru dari sabang ke merauke.

  16. 16 gntonx

    pejuang pemikir
    pemikir pejuang…
    …itulah pemuda yang sebenarnya, yang hidup dan mati di atas tanah Pertiwi INDONESIA…

    merdeka!!!
    jaya..
    menang…!!

  17. 17 putra w

    memang pemuda sekarang nggak bisa disamaain dengan kondisi pemuda di zaman dahulu. dan tidak dapat dipungkiri juga bahwa pemuda sekarang masih memiliki semangat untuk berjuang ke arah perbaikan bangsa, namun ada satu hal yang mesti diperhatikan juga, seperti halnya kekejaman singa muda yang mengalir dari darah induknya, pemuda juga mewarisi sifat-sifat pendahulunya. artinya, jika golongan pendahulu telah mampu menjadi (bukan memberi karena menjadi tidak sama dengan memberi, yang hanya memberi omong kosong tanpa tindakan yang berarti) contoh yang baik, tentunya hal itu akan menjadikan sosok2 pemuda yang berdarah pejuang, pejuang untuk kehidupan bangsa yang lebih baik. jadi, nasib bangsa ada di tangan pemuda, dan nasib pemuda juga diawali oleh didikan dari kaum tua, melalui perilaku yang mununjukkan dirinya memang dapat disebut sebagai orang tua.

  18. Tak ada salah, orang tua juga perlu bersumpah.

    Temukan di:
    http://opiniorangbiasa.blogspot.com/2008/10/sumpah-orang-tua.html

  19. 19 dr.K

    aku masih gak bisa lihat tuh makna sumpah pemuda di zaman sekarang nih. in my opinion lah…salah semuanya, salah yang tua maupun yang muda. yang tua ogah didik yang muda, eh…yang muda masa bodo’ dengan nasionalisme.yang tua ngasih contoh yang gak baik, yng muda sibuk dengan dunianya. coba deh… rajia ke anak-anak sekolah, tanyain tentang sejarah indonesia, mengidentifikasi pahlawan atau menyanyikan lagu wajib nasional kebangsaan indonesia, pasti bayak yg minus,soalnya guru2 juga udah cuek aja tuh tuk ngajarin sejarah (kayak lepas utang…yang penting gw ngajar…selanjutnta terserah lo-lo pade deh….)dan kalo perlu guru-guru jg perlu di rajia, lihat hasilnya ! tapi nih…sebelum itu rajia dulu deh ke pada para pejabat yg gak lagi terhormat, trus caleg2 partai nyang berebut kursi, yakin deh…..kita bakal tau betapa “hebatnya” mereka, hebat bobroknya.belum lg kayak sekolah internasional….apaan tuh…internasional school gitu deh…berdirinya aja di tanah indonesia, tapi indonesianya sendiri kagak ada dalam ingatan.lo-lo pikir lebih enak hidup diluar negeri, hah?.mikir donk ! think big !!!!! kita sih boleh pake bahasa inggris, jepang, mandarin atau planet manapun, tapi yang perlu diingat jgn sampe kita lupa, indonesia tetap ada….dihati kita.nah, dibuktikan dengan sikap dan perilaku kita. bangga dengan identitas sendiri…bangsa indonesia. ok….sob…gw cau dulu yah….c u……….

  20. 20 unigha lover

    jangan pernah terbuai dengan istilah atau seremoni. Tanyakan hatimu. . Tanyakan bangsa mu. . Apa yang pantas kau beri. . .

  21. 21 badie

    banyak pemuda yang bangga menggucap kata-kata dengan bahasa inggris,walapun sesama tmn’y..
    yg akan di takutkan kalau bahasa indonesia akan luntur di telan jaman..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: