BEM ITS INGIN HIDUP SERIBU TAHUN LAGI? (Sebuah Analisis Eksistensi BEM ITS)

13Sep06

Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (BEM ITS) telah melalui perjalanan yang cukup panjang dengan dinamika-dinamika yang berbeda-beda di setiap zamannya. BEM ITS sebagai salah satu Ormawa di lingkup ITS berdasarkan Pasal 13 Berdasarkan Ketetapan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS No. 01.TAP/MUBES/IX/2001 tentang Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS menyebutkan Badan Eksekutif Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut BEM ITS ialah ormawa yang menaungi aktivitas kemahasiswaan di tingkat institut, Keberadaannya menjadi satu-satunya bagian yang tidak terpisahkan dari mahasiswa ITS. Secara tidak langsung hegemoni dari masyarakat ITS BEM ITS adalah perwakilan dari mahasiswa ITS secara keseluruhan. Apalagi mahasiswa ITS terkenal dengan keberagaman mahasiswanya.
Sehingga BEM ITS harus menjadi lembaga teladan di keorganisasian mahasiswa. Namun melihat keadaan BEM ITS yang selalu aja mendapat kritikan dan berbagai pendapat-pendapat yang miring sehingga BEM harus menunjukkan eksistensinya di dalam mengarungi berkehidupan di lingkup KM ITS.
Hasil Pemira (Pemilihan Umum Raya) 2006 telah menunjukkan bahwa Detak Yan Pratama menjadi Presiden terpilih dan berserta jajaran kabinetnya telah melaksanakan beberapa tanggungjawab yang telah diamanahkan mahasiswa ITS. Mahasiswa ITS juga sangat perlu untuk menghargai dan mendukung kepengurusan BEM ITS, apakah melalui kritikan, saran, serta dengan mengikuti kegiatan-kegiatan BEM ITS menunjukkan partisipasi mahasiswa ITS perlu ditunjukkan.
Pandangan mahasiswa ITS terhadap BEM ITS, masih kurang mengaspirasikan keinginan-keinginan yang mereka keluhkan. Sejatinya memang tidak semua aspirasi itu bisa dilaksanakan oleh BEM ITS, tetapi ada semacam miss yang sering terjadi di kehidupan kampus. BEM ITS sebagai eksekutif mahasiswa telah melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya, tetapi belum terlihat oleh mahasiswa ITS pada umumnya.
Hal ini terlihat bahwa kegiatan-kegiatan BEM ITS telah mencakup lingkup nasional dengan kegiatan-kegiatan besar dengan jumlah program kerja yang padat yang tetap menjunjung tinggi keinginan dari rakyatnya. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh besar dan kerjasama dengan instansi-instansi besar serta melibatkan jumlah mahasiswa ITS yang luar biasa banyaknya untuk beberapa kegiatan BEM ITS.
Belum lagi kita melihat kompetensi dari pengurus-pengurusnya, di jajaran kabinet sebagai besar adalah alumni LKMM TM (Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa TIngkat Menengah) yang mempelajari tentang manajemen organisasi, termasuk staf-staf yang ada merupakan hasil screening yang tentunya kita tidak meragukan kredibilitas dalam menjalankan organisasi di BEM ITS.
Maka peran dari pemberitaan dari kegiatan-kegiatan BEM saat ini menjadi kunci tantangan masa depan BEM ITS, apakah akan tetap terjaga eksistensinya ataukah akan surut dengan keadaan mahasiswa sekarang yang cenderung untuk berfikir tidak peduli dengan namanya organisasi.
Menilik manfaat berorganisasi di BEM ITS sebagai candradimuka kehidupan setelah lulus dari ITS yang begitu sangat komplek dengan dilematika-dilematika yang ada di masyarakat. Serta memberikan kesempatan membuka jaringan lebih banyak seperti dengan tokoh-tokoh, perusahaan, media, organisasi kampus, serta instansi lain yang berperan penting dalam pencapaian amanah-amanah yang dibebankan kepada BEM ITS.
Nilai strategis yang dimiliki oleh lembaga ini sebagai satu-satunya lembaga mahasiswa di ITS yang bisa menyuarakan aspirasi mahasiswa ITS ke luar kampus, sehingga harus menjaga perannya untuk tidak tergabung dalam gerakan politik praktis. Begitulah badan ini menunjukkan begitu banyak manfaat tidak langsung serta manfaat yang akan didapatkan setelah menjalankan tanggung jawab di BEM ITS.
Sudah saatnya badan eksekutif ini menggunakan keikhlasannya menjadi pengayom yang bijaksana di antara keanekaragaman warna yang ada di ITS, sekaligus harus tetap menjalankan fungsi BEM yang harus merakyat dengan mahasiswa ITS, Memang melaksanakan fungsi kedua-duanya terlihat sulit namun dengan kebijaksanaan dari lembaga ini menjadikan BEM ITS dicintai dan merupakan representasi hati dari para mahasiswa pendobrak peradaban bangsa ini.
Demikianlah harusnya BEM ITS ketika masih ingin menjejakkan kakinya atau masih ingin hidup seribu tahun lagi di ormawa ITS dengan berbagai tantangan internal maupun eksternal seiring dengan makin kompleksnya strata kehidupan mahasiswa dan masyarakat. Sebagaimana namanya,badan, seperti badan manusia, benar-benar merupakan replika dari tubuh yang bewajah organisasi, memiliki tangan untuk memegang rakyatnya, kaki untuk melangkahkah kakinya untuk maju, otak untuk memikirkan hal yang bijaksana yang dilakukan dengan tidak melanggar aturan orang lain, serta fungsi bagian badan lainnya, jika ada satu cacat harus diperbaiki dengan tetap menggunakan potensi badan yang lain. Dengan tetap mengingat semboyan bangsa ini melalui pidato Bung Karno untuk tetap menginjakkan pijakan di kaki sendiri dibanding mengandalkan orang lain.

Asruldin Azis
Akrab dipanggil Arul
e-43
Menteri Humas BEM ITS

Iklan


No Responses Yet to “BEM ITS INGIN HIDUP SERIBU TAHUN LAGI? (Sebuah Analisis Eksistensi BEM ITS)”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: