INIKAH MOMENTUM PERUBAHAN POLRI?

09Jul05

Sebuah momentum besar Polri untuk melakukan perubahan dan pencitraan positif, hari Jumat 1 Juli 2005, Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 59 diselenggarakan di Pusat Latihan Multifungsi Polri yang berlokasi di Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Sebuah Markas baru bagi Kepolisian Republik Indonesia sebagai Pusat Multifungsi Polri di Cikeas diintervensi sebagai kepentingan pihak tertentu juga menjadi isu yang santer belakang ini.

Kompleksitas tantangan dan permasalahan bangsa yang dihadapi oleh Polri yang memasuki usia 59 tahun. Mulai dari reformasi struktural yang dialami terutama mengenai pemisahan dari TNI dan dan peran Polri di legislatif berdasarkan Ketetapan (TAP) MPR nomor VI tahun 2000, tentang Pemisahan TNI dan Polri dan TAP MPR nomor VII tahun 2000 tentang Peran TNI dan Peran Polri.

Namun tetap saja image polisi dalam kaitan public service belum bisa positif, penanganan masalah kriminalitas, pelanggaran lalulintas, penyakit sosial, dan tendensi Polri ke salah satu partai dalam pemilu yang lalu menjadi sorotan tajam masyarakat sebagai pengayom masyarakat yang menuntut keadilan. Kasus Munir, seorang pejuang HAM ini masih menggelantung menjadi salah satu PR besar yang mesti diselesaikan oleh Polri segera mungkin. Peran Polri untuk membuktikan pelaku pengeboman di beberapa tempat seperti di Tentena dan Kemayoran.

Kasus yang dihadapi oleh Polri seperti isu terorisme yang gemborkan oleh negara Digdaya Amerika Serikat itu menuntut Polri untuk bersikap hati-hati dan berperan secara selektif agar tidak terjadi kesewenangan asal tangkap orang. Korupsi sebagai mata rantai persoalan bangsa, buronan korupsi yang lari ke luar negeri, pejabat dan mantan pejabat yang melakukan tindak korupsi, KPU, pemerintah daerah serta elemen-elemen masyarakat yang melakukan manipulasi jabatan dan uang merupakan hal yang mesti dituntaskan oleh Polri untuk memberantasnya.

Menilik dalam tubuh Polri itu sendiri, korupsi dan berbagai tetek bengek yang berkaitan dengan penyalahgunaan jabatan ataupun uang. Penerimaan taruna Polri yang memungut biaya yang besarnya wah! untuk menjadi taruna Polri, persoalan ini pernah menjadi tugas skripsi mahasiswa PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). Polri sekali lagi dituntut harus bersikap netral.

Dan masalah lain internal kepolisian Indonesia, pergantian Kapolri di mana seorang Kapolri harus memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang cukup untuk membangun sebuah institusi Polri. Sedang sekarang yang dihadapi oleh Polri adalah isu jual beli jabatan seorang Kapolri, permainan pihak-pihak yang memiliki tendensi khusus untuk menjatuhkan ataupun untuk meloloskan calonnya menjadi pemegang tampuk kekuasaan di Polri.

Bukan sebuah pakaian kebesaran Polri yang ditunjukkan dengan megahnya markas Polri di Cikeas yang diinginkan bangsa Indonesia, bukan sebuah pergantian pucuk pimpinan yang ujung-ujungnya menjadi sebuah perebutan ladang garap baru, bukan juga kegarangan muka dalam menindak pelaku kriminal dan pelanggaran lalu lintas, namun polisi sebagai fungsi dan peran yang sesuai dengan amanat Amandemen Undang- Undang Dasar 1945 pasal 30 ayat 4 yaitu “Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan hukum” harus difungsikan secara real dan bertanggung jawab di lapangan.

Menurut Gubernur PTIK Farouk Muhammad, saat ini Polri membutuhkan sosok yang mampu memimpin dan mampu membangun Polri. Sulit menemukan figur di tubuh Polri yang memiliki kemampuan seperti itu. Reformasi internal berkaitan dengan kultural Polri harus diselesaikan dari akar-akarnya, Misalkan untuk membenahi kultur, bisa dilakukan melalui sistem rekrutmen dan pendidikan yang lebih terbuka perlu melibatkan pihak di luar polisi agar bisa tercapai obyektivitas.

Sejalan dengan pernyataan Farouk, bahwa ideal polisi ditentukan dari sejak dia masuk ke dalam tatanan kehidupan mulai pencalonan, pendidikan, sampai memiliki jabatan di kesatuan Polri harus benar memiliki kultur dan motivasi yang jelas dan benar-benar untuk mengabdi ke masyarakat. Gimana polisi bisa mengemban amanah, calon-calon Jenderalnya aja udah main duit pas menjadi calon Taruna Polisi?

Kesatuan Polisi Republik Indonesia merupakan wadah kaderisasi struktural di mana setiap polisi bisa menjadi pengayom bagi masyarakat dan siap memimpin di dalam masyarakat kapanpun siap untuk ditunjuk untuk jadi imam masyarakat. Jangan kita selalu berpatok ke barat (PBB) bahwa 500 penduduk itu 1 orang polisi namun dengan 1 orang polisi bisa mengayomi dan menjadi teladan dan punya amanah untuk seluruh masyarakat yang harus dilaksanakan dalam memberantas perilaku kriminal dalam bangsa Indonesia. Apabila proses dalam jenjang kepolisian itu berlangsung dengan jujur dan menjunjung tinggi amanah, serta senantiasa sikap netral dijaga, sudah barang tentu pihak kepolisian mempunyai prestasi murni dan menjadi panutan masyarakat serta untuk mengungkap dan menuntaskan kasus kriminil, isu teroris, dan korupsi serta memberi rasa aman kepada warga sebagai agenda Polri yang segera di tuntaskan memberikan kepercayaan penuh kepada polisi untuk menyelesaikannya.

Harapan saya, harapan masyarakat Indonesia Polisi sebagai teladan dan pengayom seperti seorang polisi Bripda Nyoman Rinteg tetap bertugas di Mapolsek Kubu, Kabupaten Karangsem, Bali walaupun dia mengalami kebutaan tetap bertugas dengan penuh tanggung jawab. Apakah di hari jadinya yang 59 ini menjadi momentum buat Polri untuk introspeksi diri melakukan perubahan internal? Hanya para polisiku, polisimu, polisi kita yang bisa menjawabnya.

Iklan


No Responses Yet to “INIKAH MOMENTUM PERUBAHAN POLRI?”

  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: