5 cm

27Des12

Sebenarnya saya sudah menyelesaikan membaca Novel 5 cm dengan penulis Donny Dhirgantoro jaman kuliah dulu. Namun sebagian besar fragmen dalam novel itu sudah saya lupakan. Mungkin saja ada bagusnya melupakan detil cerita, setidaknya saya tidak mengkomparasikan saklek novel dengan filmnya.

Film 5 cm

Filmnya sendiri dimulai dengan pengenalan karakter dari para pemerannya Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), Genta (Fedi Nuril), Ian (Igor Saykoji) dan Arial (Denny Sumargo) yang dalam film disebutkan bersahabat baik satu sama lain. Pengenalan Dinda (Pevita Pearce) adik Arial di salah satu adegan ketika berkunjung ke rumah Arial.

Kemudian kelima sahabat saking dekatnya tersebut memutuskan untuk tidak berhubungan satu sama lain dalam waktu 3 bulan. Mereka melakukan ini untuk sama-sama mengejar keinginan mereka yang belum tercapai. Apakah dan bagaimanakah mereka bisa bertahan tanpa kehadiran sahabat mereka?

Pada akhirnya 3 bulan selanjutnya, oleh Genta menyusun rencana suprise yang tak terlupakan. Yah naik Gunung Semeru ditambah dengan kehadiran Dinda dalam perjalanan seru tersebut.

Jalan cerita dalam film sebenarnya asyik karena lebih dekat secara visual tentang karakter. Penggambaran karakter masing-masing pelakonnya cukup kuat, bagaimana Zafran senantiasa sibuk dengan puisinya serta mengejar cintanya, Genta dan Riani dengan pekerjaannya. Ian dengan semangatnya untuk sidang skripsi. Serta Arial yang hobi fitness sibuk mengatasi keraguannya untuk mendapatkan wanitanya.

Namun seperti cerita dalam novelnya, entah mengapa tema persahabatan, nasionalisme, perjuangan serta romantisme cinta dalam akumulasi terkesan belum menyatu dengan apik. Demikian pula terjadi dalam filmnya, dan diakui juga sang Sutradara Rizal Mantovani. Termasuk kisah cinta dalam film ini, jika disimak film ini ingin membuat penasaran dan tanda tanya penonton dengan membuat akhir cinta berbeda dengan gambaran selama film, namun yang terlihat malah sebuah ketidaksinambungan cerita.

Memang sih butuh kreativitas yang tinggi untuk menyatukan kesemua tema dalam sebuah cerita baik novel maupun film, detail mendalam serta penggambaran yang rapi seperti beberapa film keren produksi Hollywood.

Dalam sepahaman saya, durasi cukup banyak yang ada dalam novelnya tidak perlu ditayangkan dalam film. Tapi ada juga beberapa durasi yang tentunya perlu ditampilkan dalam visualisasi film 5 cm. Seperti di awal sudah disajikan apik oleh sang Sutradara dengan tidak perlunya digambarkan bagaimana karakter masing-masing, cukup dengan narasi Zafran. Begitupun akhir dari kisah mereka, harapan saya cukup dengan narasi atau sekedar teks yang menutup film ini.

Namun ada beberapa hal yang perlu diacungi jempol bahwa cinematogafi yang disajikan memanjakan mata dengan pemandangan alam puncak tertinggi di Pulau Jawa.

Penggambaran kokohnya Semeru dan cantiknya Ranukumbolo. Menyaksikan puncak Mahameru di atas awan memang itulah yang kenyataannya. Hamparan rumput yang mengademkan hati, danau kecil terlihat cakep walaupun katanya danaunya kotor. Dan tak lupa seperti ingin berjalan menelusuri tracking pendakian yang menyenangkan menuju puncak Mahameru.

Walaupun cuman sempat melihat dari jauh puncak Mahameru dikelilingi awan dari Pananjakan Bromo, namun tetap kepengen suatu hari saya pun harus menikmati keindahan alam Indonesia ini. Begitu juga dengan para penonton film ini, akan terkesima dan memberikan influence melakukan perjalanan menarik dan seru yang penuh tantangan ini.

Mengenai klimaks film 5 cm ini setidaknya sampai di Puncak Mahameru dan mengibarkan Sang Merah Putih. Itupun tidak perlu puitis yang dibuat-buat. Biarkan mengalir dengan visualisasi wajah kebahagiaan dan nasionalisme, tanpa kata-katapun semuanya pasti akan dramatis.

Film ini sangat direkomendasikan buat kalian untuk ditonton bersama sahabat tercinta. Mengingatkan sebuah ikatan persahabatan tak akan lekang oleh waktu dan perasaan. Mengenang kebersamaan dengan sahabat-sahabat saya baik yang di masa sekolah maupun kuliah. Yang sering ngumpul bareng, makan bareng dan berpetualang bersama dalam suka dan duka.

Oh iya nih, yang merasa sedang mengerjakan Tugas Akhir atau skripsi boleh deh menjadikan film 5 cm ini dijadikan motivasi. Tak lepas pula quote dan canda lucunya menarik, menohok dan meresap makjleb.

Quote : “Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa”.

________________

Anyway ini hanya kritik dan penggambaran saya sebuah film yang ideal dari seorang penonton, menurut anda?

About these ads


22 Responses to “5 cm”

  1. Baru sempat buat reviewnya, padahal udah 2 minggu lalu nontonnya :D

    • Busyet, kali ini saya bisa menulis panjang lagi. #belajar

    • niat begitu besar saya mau belajar nulis novel, cuma yang sering membuat saya mundur adalah persoalan takut novelnya gak laku dipasaran alias novel tidak layak jual.

  2. Setuju, pemandangan alam yang disajikan film ini keren.

    Cuman, kok pas di puncak jadi sangat puitis yah? Ngebayangin kalo saya di puncak dan berpuisi, disangka saya sastrawan nyasar kali yah

    • Hehe, padahal lebih dramatis sebenarnya dengan visualisasi dan sounding yg bikin merinding.

  3. Aku belum nonton… malas ngantri :D
    ohya, ada yang pernah nge-twit kalo di posternya mereka naik gunung dengan bantuan tali, tapi di filmnya ga pake tali.
    Beneran ya?

    • Masih ngantri? Padahal waktu nonton ngak ngantri kok, apalagi sampe ada 3 layar lho.
      Eiyah, ngak ada di filmnya mendaki sambil pegang tali. Mungkin adegan dicut atau memang hanya untuk teaser aja kak.

  4. Secara garis besar filmnya bagus, terutama cinematografi perjalanan ke Semeru.
    Namun ada yang sedikit mengganjal (penilaian pribadi) biasanya dari Arcopodo ke puncak Mahameru itu, salah satu tim mesti bawa daypack yang berisi makanan ringan atau air sebagai bekal. (standar safety buat muncak). kalau bukan daypack, mungkin air mineral yang ditaruh di saku celana (celana kargo) atau saku jaket. mengingat terjalnya medan, sehingga butuh energi dan minum.

    • Yah, saya suka pemandangannya, sepertinya butuh dana banyak tuh untuk mengelilingi Gunung Semeru mendapatkan spot2 indahnya.

      Dalam novelnya seingat saya sudah diceritakan demikian membawa makanan ringan dan air *eh lupa deng dengan isinya*. Kemungkinan adegan itu tidak dimunculkan dalam film ini.

  5. saya juga ngerasain ketidakseimbangan dalam ceritanya. mestinya sih bisa digarap lebih apik lagi.. :p

    • Iyah banget, sebenarnya sedikit lagi sempurna untuk film ini. Namun selera orang beda-beda sih ya, bisa jadi cerita yang ditayangin banyak juga yang suka.

    • sekarang sih menurut saya masyarakat udah lumayan tercerahkan secara literasi. buku2 bestseller makin banyak bermunculan dan minat baca juga udah mulai tumbuh.

      ya udah lumayan banyak lah penulis handal dan bahan bikin film yang potensial. mudah-mudahan industri perfilman makin maju, film2nya digarap dengan lebih maksimal.

  6. kunjungan pertama saya
    salam kenal sahabat ,,saya akan mampir lagi ke blo sahabat ini.
    Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia

  7. saya ga tertarik ntn film ini deh, beli bajakannya juga engga.
    denger2 cuma jual view aja sama kata-katanya banyak yang aneh (dialog).
    tapi tetep maju perfilm-an indonesia.

  8. film ini emang recommended banget deh. banyak quote2 nya yang bagus juga.

  9. gx nyesel deh nonton film ini
    nice posting

    salam kenal

  10. persahabatan yang mengagumkan :”)

  11. terimakasih reviewnya, tapi saya belum pernah liat film atau novelnya. mungkinkapan-kapan :)

  12. kaga suka nontont drama boss….
    http://www.promomainan.com/
    http://www.mobil-sewa.com/
    http://www.supplierbaut.com/

  13. OBAT MATA GLAUKOMA
    seru banget film nya
    http://goo.gl/tlPt38

  14. 21 noers

    seru gak kak film nya ??
    saya belum tau nih. he

  15. film ini memang keren, persahabatan mereka yang luar biasa, dan nasionalismenya juga,, salut ama film ini, thanks min,, salam kenal dari kain tenun ikat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.834 pengikut lainnya.