Sudah lama sebenarnya saya mau posting tentang beberapa sisi lain kehidupan masyarakat Surabaya dari beberapa kegiatan-kegiatan yang saya pernah ikuti sekarang baru beberapa yang saya bisa sajikan.
Salah satu sisi kehidupan lain kota Surabaya yang penuh glamour dengan dengan Mall-mall yang semakin hari semakin membuat udara kota ini semakin berkurang, adalah kehidupan masyarakat di sekitar kompleks kuburan Rangkah. Saya pernah ke sana dalam rangka kunjungan lapangan terkait dalam kegiatan LKMM TM FTK 2007, lumayan jauh dari tempat pelatihan tetapi teman-teman waktu itu memutuskan untuk ke sana.
Kalo menuju tempatnya ini melewati Kenjeran, berikut petanya (dari flashearth.com)

Kehidupan warga sekitar yang bermukin di kompleks kuburan Rangkah ini merupakan salah satu potret masyarakat Surabaya dan juga bangsa ini. Yang masih diliputi oleh masalah-masalah kehidupan masyarakat kota.

Kehidupan di dalam kompleks kuburan, dibeberapa tempat memang seperti hal aneh, tapi mungkin harga tanah dan sudah tidak tersedianya lahan akhirnya menempuh satu-satunya jalan yaitu mencari lahan yang dianggap agak sedikit lowong. Dan memang rata-rata mereka adalah bukan asli Surabaya. Tapi mau dibilang apa mereka menuju kota Surabaya mencari sesuap nasi untuk tetap mempertahankan hidup mereka.

Memanfaatkan setiap sisi ruang yang masih tersisa setidaknya masih ada ruang untuk tidur dan memasak. Menggunakan lahan tersebut buat beraktivitas ataupun mencari duit untuk mereka.

Kehidupan-kehidupan orang-orangnya mulai dari pemulung, ada juga yang mencari uang di sekitar kuburan berharap setitik belas kasih dari orang yang berziarah dikuburan.

Mengharapkan senyum-senyum indah itu terukir di setiap wajah-wajah tidak berdosa mereka, tanpa memperhatikan keadaan-keadaan yang mereka alami sekarang yang jauh dari kehidupan kota yang serba glamour. Alhamdulilah ternyata mereka saling membantu malah ada yang memberikan beasiswa, tapi tidak sekedar itu yang dibutuhkan sama mereka.

Aktivitas-aktivitas mereka dari kehidupan rumah tangga biasanya, sampai cangkrukan dijalaninya sebagai salah satu manfaat kehidupan tanpa memperhatikan keadaan nyata mereka. Tidak takut akan tergurus oleh aturan-aturan kota yang ada.
Semoga kita mampu berkaca dan bermanfaat buat sekitar.
Filed under: Perjalanan Hidup |
Tags: Berita, Foto, Perjalanan Hidup




















amin…
Ya Alloh…
Lihatlah wajah polos anak2 itu, semoga masa depan mereka jauh lebih baik dari apa yang mereka alami saat ini
Ya beginilah Indonesia…jurang perbedaan kehidupan sangat jelas bedanya
Kehidupan terkadang susah ya mas? mungkin hal pertama yang paling gampang kita lakukan untuk mereka adalah berdoa. ^_^
Cacakku dikubur disana,Cak Suryan
klo kesana, mulai dari yg anak2 sampai dewasa, minta2 ya….
btw, di depan makam rangka masih ada makam WR. Soepratman kan ?
:: mybenjeng ::
amien juga…
Thx doanya
:: deKing ::
Amien…..
Yah moga2 kita bisa membantunya….
:: immoz ::
iya….. ayo kita berdoa bareng
*mengangkat kedua tangan ke depan*
:: djokosantoso ::
Oh yah…… coba jalan2 ke belakang…. banyak tuh yang tinggal di kuburan itu…
iya masih ad koq makam WR soepratman…
kalo dibandingkan potret kompleks kuburan Ngagel sama nggak ?
Kayaknya foto kehidupan mirip antara Rangkah dan Ngagel
:: cakmoki ::
kayaknya sama cak, pernah ke rangkah blum?

namanya kota Surabaya.. btw pernah ke Liponsosnya keputih ngak? itu para gelandangan, org gila, sama jompo ada semua di situ. keadaan sangat memprihatinkan.
saya mau posting tapi kebetulan foto2nya masih di teman saya….
ternyata surabaya skrg udah makin panas dan semrawut macam jkt. doooh!
:: asbrindo ::
iyap…. nih ajah.. panas banget… padahal sudah di ruang berAC…
*sy yg kepanasan kale…*
tragis sekali,melihat anak sekecil itu mengenal kemiskinan di kala mereka tidak mengerti apa yg mereka hadapi…..TUHAN,ku hanya bisa berdoa agar mereka tak pernah engkau berikan kesedihan.karuniakanlah senyumMU di atas kesulitannya agar mereka selalu ceria dan semoga saja.amien
So sad live….
@ yunitae : but its real life…
bukan hanya rangkah… asemrowo juga,, daerah kuburan tiong hoa di simo gunung sampe kembang kuning sangat berantakan…dan banyak hal yang memprihatinkan… semoga kota tercinta bisa menjadi lebih baik kelak..
@alf : iyah beberapa daerah juga, saya baru sempat ke rangkah itu.
bagaimana pemerintah dan masyarakat memikirkan solusi terbaik buat mereka
salut buat liputannya cak…?
kapan nih, ngliput kuburan kembang kuning..?
hebat bagi penemu website ini
yunitee alap piyu yo